Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 29


__ADS_3

"Maaf Nona , sebaiknya ikut denganku!" ucap pengawal Lee tegas, ia meraih tangan Hana dan menuntunya untuk berdiri. Melihat hal itu Hoon tidak tinggal diam ia meraih tangan yang satunya, sehingga terjadi adegan rebutan wanita yang biasa terjadi di dalam drama korea.


"Aku belum selesai dengan nonamu!" ucap Hoon datar tanpa ekspresi sama sekali.Aura mafianya seketika keluar.


Pengawal Lee lalu melepas genggamannya dan memberi hormat namun tidak sampai sembilan puluh derajat. Sementara Hoon sama sekali tak ingin melepaskan tangan Hana. Dua pria itu terlibat adu pandangan sinis.


"Ada apa pengawal Lee, ayahku baik baik saja kan?" Hana menarik genggamannya dari tangan Hoon, ia menarik kesimpulan jika terjadi sesuatu pada ayahnya.Tak ingin menyakiti gadis buta itu Hoon melepas tangan Hana dengan suka rela.


Kini kedua tangan Hana memegang lengan kekar pengawal Lee. Tentu saja hal itu ditatap Hoon dengan penuh rasa kesal, meski hal itu wajar dilakukannya, namun wajah tampan Pengawal Lee membuat Hoon tak bisa menerimanya ditambah lagi pria itu seperti tak memiliki batas tertentu pada Hana.


"Bukan nona!! ayah anda baik baik saja"ucap pengawal Lee , ia lalu menoleh kearah Hoon dan berusaha bersikap sesopan mungkin, "Pak Park meminta anda mengaktifkan ponsel" Pengawal lee lalu menundukkan kepala memberi hormat dan membawa Hana pergi menjauh...


"Tapi....tapi....pengawal Lee tunggu dulu!!!!" protes Hana saat pengawal lee menarik pergelangan tangannya. Pria itu bahkan tak memberinya kesempatan untuk sekedar mengucapkan selamat tinggal pada Hoon yang kini berdiri mematung mengerutkan dahi memikirkan kata kata pengawal Lee barusan.


Ada hubungan apa ia dengan Paman Park?


Hoon mengambil ponsel dari saku mantelnya yang memang sudah low- bataray, hanya layar hitam yang nampak disana.


Hoon mendengus kesal karena tak dapat menemukan jawaban atas apa yang terjadi barusan, ia memutuskan mengejar Hana dan pengawal Lee namun sosok mereka berdua tak terlihat dilobi. Hoon mengedarkan pandangan dan menemukan apa yang ia cari dipelataran parkir. Kakinya lalu melangkah cepat dan sedikit berlari menghampiri pengawal Lee yang sebentar lagi akan masuk kedalam sebuah sedan mewah berwarna hitam.


"Bagaimana kau bisa mengenal Park Yoo chun? " tanya Hoon sambil menahan pintu mobil yang hendak dibuka pengawal Lee, sementara Hana sudah duduk di samping kursi kemudi, ia tak bisa mendengar dengan jelas apa yang sebenarnya terjadi diluar.


Dua pria bertubuh gagah itu saling melempar pandangan tidak ramah.


"Secepatnya kau akan segera tahu tuan!! Bukan tugasku untuk memberitahu semuanya tapi Tuan Park Yoo chun atau ayahmu" Tukas Pengawal Lee, ia lalu mengambil ponsel dari dalam saku mantelnya dan melakukan panggilan kepada pak Park.


"Maaf pak Park, bisa tolong beritahu Ahjumma aku dan nona Jang menunggunya ditempat parkir" ucap pengawal Lee lalu segera mematikan ponselnya.


Hoon tersenyum smirk, ia tak percaya sedang dipermainkan oleh seorang pengawal, yang bahkan mengenal Paman Park dan ayahnya.

__ADS_1


Hoon lalu berjalan mengitari mobil dan membuka pintu samping kemudi serta mengeluarkan Hana dari sana dengan sedikit gusar.


"Keluarlah Hari" Pinta Hoon, Hana pun turut serta.


"Oppa ada apa sebenarnya?" Hana dibuat bingung dengan situasi yang sama sekali tidak dimengertinya ini.


"TUAN JANG HOON!" suara pengawal Lee sedikit bergetar sorot matanya tajam melihat tingkah kekanakan Hoon.


"Hari ikut bersamaku! Aku akan mengikuti mobilmu dari belakang" Tukas Hoon. Mengetahui rumah Hana adalah jalan satu satunya bagi Hoon untuk kembali bertemu dengan gadis itu. Melihat tingkah pengawal Lee hari ini ia yakin jika pria itu menghilangkan kontaknya dengan sengaja.


Hoon bisa merasakan tangan Hana yang berada digenggamannya sedikit bergetar, gadis itu terperanjat saat mendengar nada suara pengawal Lee yang meninggi, Hoon bahkan bisa melihat mata Hana yang mulai berkaca, ia lalu melepas genggamannya dan merangkul pundak Hana dengan sebelah tangan.


"Jangan takut, aku hanya akan mengantarkanmu" Bisik Hoon pelan.


Hoon dan Hana berjalan menjauh mencari keberadaan mobilnya yang kini tengah dijaga Seo Jun, Masa bodo dengan Seo Jun yang akan bertanya dengan rentetetan pertanyaan seperti gerbong kereta api, atau bahkan mengejeknya.


Sementara pengawal Lee hanya bisa mengepalkan kepalang tangannya kuat.


Pengawal Lee hanya terdiam tak menjawab memandangi Hana yang kini sudah hilang dipelupuk matanya.Ahjumma lalu membuka pintu belakang mobil dan tak menemukan siapapun didalam.


"Dimana Nona Hana?"


Lagi lagi pengawal Lee mengacuhkan pertanyaan Ahjumma, kali ini ia terlalu malas untuk bicara mengenai Hoon, dan Ahjumma memaklumi karena pengawal Lee memang pria acuh yang tak banyak bicara.


"Pengawal Lee aku tau kau tak suka banyak bicara tapi setidaknya katakan dimana Hana berada?" Ahjumma mulai kesal


"Masuklah Ahjumma!!" Seru pengawal Lee disusul ahjumma yang langsung menurut dan duduk di kursi samping kemudi.


Pengawal Lee lalu menjalankan mobilnya dengan keadaan yang sangat gusar .

__ADS_1


"Apa Hana masih bersama tuan muda?"


"Iya!" jawab pengawal Lee singkat, kini Ahjumma bisa bernafas lega.


Hoon menunggu mobil sedan hitam yang dikendarai pengawal Lee melewati gerbang keluar dan diikutinya dari belakang, Hana sedikit canggung dan kikuk karena ia tahu pria yang kini duduk dibelakang itu pasti tengah mengamatinya dalam diam, saat mereka tiba ia sempat mendengar suara gebukan dari Hoon kepada pria itu ketika ia mulai bertanya..


Siapa dia Hyung?


Ha....dia adalah gadis yang kulihat di caffe tadi


Gadis buta yang kucer.....bruk.....


Entah bagian tubuh mana yang di pukul Hoon sampai ia mengaduh kesakitan.


Seo Jun merapatkan dagunya pada sandaran jok mobil yang sedang diduduki Hana seraya mengusap usap kepalanya yang masih terasa nyeri. Saking dekatnya Hana bahkan bisa mendengar ******* nafasnya sangat jelas dan semakin membuatnya merasa tidak nyaman. Seo Jun lalu memindai gadis itu dari atas hingga kebawah ia lalu menarik tubuhnya dan kembali bersandar kebelakang. Kini ia yakin gadis ini adalah orang yang sama yang dilihatnya di coffe shop , ternyata jika dilihat dari dekat ia jauh lebih cantik! Pikirnya.


Seo Jun menyilangkan kedua tangannya didepan dada berapa kali ia mencoba membuka mulut namun kembali di tutupnya karena takut akan memancing kemarahan Hoon.


Akan tetapi bukan Seo Jun namanya jika tak bisa mencari tahu sendiri.


"Nona," Seo Jun kembali mendekatkan tubuhnya kepada Hana, kini Hana benar benar bergidik ketakutan, ia bukan type orang yang biasa bergaul dengan orang asing "Apa hubungan mu dengan Hyung? Apakah kamu wanita yang menemani Hyungku saat ia ke Seoul sebulan yang lalu? Apa kau kekasihnya?" rentetan pertanyaan Seo Jun ia ajukan cepat secepat motor Marq Marques yang tengah melaju dilintasan balap.


"Seo Jun aaaa!" Tukas Hoon kuat, agar pria itu berhenti bertanya dan berhenti membuat Hana tidak nyaman berada didalam mobil.


"Baiklah Baiklah Hyung" Seo Jun kembali bersandar namun masih tetap mengamati gadis buta dihadapannya dalam hati ia berfikir, memacari gadis buta ia juga mau jika secantik dia.


Hana menggigit bibir bawahnya kuat entah mengapa ia merasa tergelitik dengan pertanyaan-pertanyaan Seo Jun barusan, ia bahkan belum memikirkan hubungan apa yang sebenarnya yang akan mereka miliki kelak. Kekasih? Hana mengulang kata terakhir Seo Jun beberapa kali dibenaknya namun ia segera tertunduk dan sadar jika gadis buta sepertinya tidaklah pantas mendapatkan hal semacam itu.


Hoon memperhatikan gerak gerik Hana ia tahu jika gadis itu merasa sangat tidak nyaman. Ia lalu menggenggam tangan kanan Hana kuat seakan memberitahu, jangan takut karena ada dia disini..

__ADS_1


Aksi dua orang dihadapannya membuat Seo Jun sumringah, tak percaya dengan Hoon yang tegas ,garang, dingin serta dikenal tak memiliki perasaan bisa luluh begitu dengan seorang gadis buta. Seketika ia sangat ingin mendatangkan Sora dan melihat semua adegan adegan ini, sebuah adegan yang sangat ingin membuatnya melompat dari mobil karena hanya dijadikan sebagai obat nyamuk saja.


__ADS_2