Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 8


__ADS_3

"Terima kasih Dokter atas bantuaannya "Pak Park menyalami pria berjas putih dengan perawakan tidak terlallu tua. Dia adalah dokter Yoon taek il . Dokter yang sudah setahun ini menangani Pak Jang. Untung saja Ambulance membawa Pak Jang langsung ke rumah sakit tempat ia bekerja, sehingga Dokter Yoon bisa segera mengamankan Pak Jang dari mata para wartawan.


" Pria tua ini ! apa yang dilakukannya di toserba seorang diri. " Pak Park menatap sahabatnya yang kini terkulai lemah tak berdaya diatas tempat tidur Rumah Sakit, Pak Park dirawat di ruangan VVIP khusus para pejabat dan pengusaha.


" Aku memberinya obat pereda nyeri dan penenang kemungkinan ia akan istirahat lebih lama dari biasanya " Ujar Dokter Yoon


"Ah saya berharap anda bisa membujuknya untuk melakukan perawatan segera ketika ia sadar " Sambung Dokter Yoon Lagi .


" Baik Dokter , sekali lagi terima kasih " Pak Park membunguk begitu pun juga Dokter Yoon, Dokter itupun berjalan keluar meninggalkan Ruangan.


" Maafkan kelalaian saya pak " sekonyong konyong pengawal Lee berlari masuk keruangan Pak Jang terbaring, ia menunduk dalam dihadapan Pak Park, karena merasa telah gagal menjaga atasannya itu


" Sudahlah Sudahlah," jawab Pak Park menenangkan " bagaimana apa kau menemukan mobilnya? "


" saya menemukan mobilnya pak tapi tidak dengan nona Hana " jawab pengawal Lee


Saat pengawal Lee menemukan mobil atasannya. sebenarnya Hana baru saja masuk bersama Hoon kedalam mobilnya, sehingga ia sama sekali tidak menemukan Hana ia juga bertanya kepada pemilik toserba jika kemungkinan melihat seorang gadis buta yang bersama pak Jang, namun pemilik toserba tersebut hanya mengatakan jika pak Jang hanya seorang diri.


" Kamu yakin Hana ikut bersama Presdir ?"


" Saya yakin pak, saya sendiri yang mengantarkan mereka tadi pagi " ucap pengawal Lee sambil mengingat rangkaian kejadian pagi ini.


" Hufhttt....." Pak Park menarik nafas dalam lalu menghembuskannya kuat kuat, jarinya memijit kuat kepalanya yang dipenuhi uban. Apa yang akan dikatakannya jika pak Jang tersadar nanti.


" Kau sudah menghubungi pengasuh Hana ?"


" Sudah pak tapi ia tidak ada di apartemen, ia juga tidak memiliki ponsel sehingga sulit menghubunginya"

__ADS_1


" Huh.....apa mungkin Hana bersama pengasuhnya ? tidak mungkin presdir meninggalkan anaknya dan pergi sendiri ke toserba aku yakin Hana bersama pengasuhnya. " Pak Park berbicara pelan pada dirinya sendiri.


" Ini hanya dugaanku , kemungkinan Hana bersama pengasuhnya, tapi kau harus tetap mencari informasi mengenai keberadaan Hana " Pak Park menberi perintah. yang di angguki pria dua puluh sembilan tahun itu.


...******...


Hari sudah senja namun Hana belum juga sadar dari alam mimpinya, ia terlihat sangat lelah dan sedikit mendengkur , Hoon tersenyum simpul , ia melirik jam tangannya, ia harus kembali ke Incheon namun tak tahu harus melakukan apa pada gadis disebelahnya.


" Ehem....ehem..." Hoon berdehem kuat.


Hari semakin gelap hujan salju pun perlahan mulai mereda, Hana mengucek matanya dan menguap lebar. ia berusaha mengumpulkan jiwanya, rasanya ini hanya sebuah mimpi, ia berusaha meyakinkan dirinya jika yang dialaminya hanya mimpi, atau semua sepertinya sudah berakhir! batinnya kuat, dalam setengah sadar Hana berfikir jika ternyata ia sudah berada diapartemen dan semua sudah terselesaikan ketika ia tertidur, Hana menggerakkan kakinya ia masih menyentuh sepatu boot bludrunya, ia berbalik kearah kiri dan mendapati kepalanya terhantuk pelan benda keras, Hana mulai meraba. ini masih didalam sebuah mobil, akhirnya ia benar benar tersadar setelah seluruh nyawanya kembali ke peraduan.


" Kau sudah bangun ? " tanya Hoon pelan.


" Ahjussi apa itu kau ? aku masih didalam mobilmu ? bagaimana ayahku ? apa sudah kembali ? " pertanyaan hana bagaikan gerbong kereta api yang saling bergandengan.


" Ahju...ssi bagai...mana caranya aku kembali kerumah ?" Hana bertanya terbata ia diliputi rasa gugup dan takut, apakah ayahnya sengaja meninggalkannya ? atau ia benar benar ada urusan urgent yang benar benar harus diselesaikan ? atau ...bla bla...? beberapa kemungkinan menari di benak Hana ia sama sekali tidak bisa menerka apa yang tengah terjadi padanya saat ini.


"Aku harus kembali ke Incheon, dan untuk menemukan rumahmu sepertinya kita harus ke kantor polisi " jelas Hoon


" Apakah polisi bisa menemukan rumah ku?" tanya Hana polos


" Tentu saja! " Hoon menyalakan mesin mobilnya, menuju kantor polisi terdekat. selama perjalanan ia berfikir bagaimana menjelaskan mengenai gadis ini kepada polisi , sementara ia sendiri bahkan tidak tahu alamat rumah dan nama ayahnya .


" Alamat rumahmu kau tak tahu , nama ayahmu pun kau tak tahu , lantas bagaimana dengan ibumu ? saudaramu ? "


" Kim min jung , dan Han soo yong .. iya mereka adalah ibu dan saudaraku " angguk Hana cepat, entah kenapa ia Hanya terfikir pada pengasuh dan putrinya. tentu saja mereka pasti bisa membawaku pulang kerumah , Hana merasa mengapa ide ini tidak terfikirkan sejak awal. Hoon tersenyum lega mendengar jawaban Hana setidaknya ia masìh punya secerca harapan untuk mengembalikan gadis malang ini.

__ADS_1


Mobil Hoon terhenti di pelataran parkir sebuah toko baju. ia lalu turun dan membukakan pintu untuk Hana, Hana mengikut saja saat Hoon menggenggam tangannya dan menenuntunnya untuk berjalan.


Hoon mulai mulai memilah beberapa model mantel , berjalan menyusuri pajangan pakaian musim dingin yang sedang tren sambil terus menggenggam erat tangan Hana. Ia menjatuhkan pilihannya pada sebuah sebuah mantel berbahan wol warna coklat dengan model kekinian .


" Bantu ia memakainya " titah Hoon pada penjaga toko yang sedari tadi mengikuti mereka sambil memberi masukan mana pakaian yang sedang diminati oleh kalangan muda saat ini, Hoon juga mendengar saran penjaga toko itu sebelum menjatuhkan pilihannya, karena ia sama sekali tidak mengetahui apa yang benar benar disukai wanita, maklum ia sama sekali belum pernah memiliki pacar yang sesungguhnya, kecuali beberapa wanita yang dijadikanya sebagai teman kencan semalam.


" Baiklah ..mari nona " ajak penjaga toko itu, Hoon lalu memberikan tangan Hana kepada si penjaga toko. seperti orang orang sebelumnya wanita penjaga toko itu juga nampak terkesima dengan wajah hana yang seputih porselen dan nampak sempurna.


Hana keluar dari ruang ganti, dan mantel pilihan Hoon nampak sangat pas ditubuh mungilnya. Hoon tak lupa memilikan sebuah syal rajutan berwarna merah dan kaos tangan namun kali ini ia sendiri yang mengenakannya ditubuh hana sambil terus menatap wajah hana yang sangat polos itu .sial! jantungnya bahkan berdegup kuat saat berjarak sangat dekat dengan gadis buta ini.


Mereka melanjutkan perjalanan, Hoon tak bisa lama memperhatikan jalanan yang licin karena sesekali pandangannya masih tertuju pada gadis yang duduk disampingnya.


" Ahjussi ...qumawoo " ucap Hana memecah keheningan, sambil memainkan ujung syal merah yang terjuntai didepan dadanya.


" its' okay " hah kenapa ia segugup ini ! " ehem ehem " Hoon berdehem kuat untuk kembali bisa menguasai dirinya.


" Ahjussi siapa namamu ? " tanya Hana polos, Hoon juga baru terfikir mengapa sejak tadi ia tak menanyakan nama gadis ini .


" Kau sendiri ? " Hoon balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan Hana.


" Hari..." Jawab Hana singkat sesungguhnya kali ini ia sangat bahagia bisa memperkenalkan dirinya dengan nama yang dibawanya sejak lahir, Hana sengaja tak menyebutkan nama depannya karena terlalu takut jika Ahjussi ini mengenali ayahnya, meski itu tidak mungkin karena ada jutaan manusia yang memiliki marga Jang di seluruh Korea.


" Hari ... Hari " Hoon mengulang perlahan nama Hana, ternyata wanita buta yang cantik ini memiliki nama seindah parasnya " Hoon " jawabnya singkat tanpa menyebut nama depannya juga, ia memang terbiasa menyebut namanya hanya dengan nama belakangnya.


" Hoon ..." Hana terheran sungguh suatu kebetulan " nama saudaraku juga Hoon kata ayahku artinya adalah mengajarkan, ayahku berharap kelak ia menjadi seorang yang pandai dan pemimpin yang bisa mengajarkan hal baik kepada semua orang "


Hoon terperanjat, ia pernah mendengar kata kata yang sama puluhan tahun silam, kata kata yang diucapkan ayahnya saat memberitahukan arti dari namanya. seketika wajah Hoon berubah memerah karena seperti dipaksa untuk kembali mengingat luka masa lalunya, bayangan ibunya yang terkulai bersimbah darah di bak mandi membuat giginya bergemertak geram.

__ADS_1


__ADS_2