
" Segera adakan rapat pemegang saham, kita harus menenangkan mereka, katakan pada mereka pak Jang baik baik saja ia tengah menjalani perawatan tidak ada yang perlu dikhawatirkan, lagi pula apa yang harus dikhawatirkan putra dan putri pak Jang akan dilerkenalkan secepat mungkin pada rapat pemegang saham berikutnya! " ucap pak park memerintahkan sekertarisnya untuk menjadwal rapat para pemegang saham yang mulai panik karena rumor lotus hotel yang akan segera pindah kepemilikan akibat tidak ada penerus dari presdir. Para pemegang saham tidak ingin terlibat dalam proses transisi.
" Apa selingkuh ? " pekik pak Park pada sekertarisnya " Dari mana kau mendengar rumor semacam itu ? Mereka berpisah secara baik baik dan putranya ikut bersama ibunya namun sebentar lagi putranya segera kembali " jelas pak park meski ia sendiri tidak tahu bagaimana cara membawa Hoon kemari, ia bukan lagi bocah sepuluh tahun yang bisa diseret paksa .
Tok tok pengawal lee muncul dari balik pintu ia memberi hormat seraya menunggu pak park menyelesaikan panggilannya.
" Baiklah pastikan tidak ada rumor !" Tukas pak Park seraya menutup telfon, ia mempersilahkan pengawal lee untuk duduk, pria tua itu lantas melonggarkan dasinya entah mengapa berbicara mengenai masalah pak Jang dan perusahaan membuat seluruh tubuhnya gerah di musim dingin " Bagaimana pengawal Lee Hana baik baik saja ? "
" Dia baik baik saja pak "
" Ah sukurlah " ucap pak park lega . sekali lagi tindihan batu didadanya mulai terangkat semalaman yang ia fikirkan bagaimana cara menemukan Hana.
" Seorang Pria menyelamatkannya, setidaknya itu saya tangkap dari cerita Hana "
" Pria ? Apa kau sudah mengurus semuanya ? Kau tidak memberikan ia konpensasi ?"
" Aku sudah menawarkannya namun dia menolaknya , ia tidak terlihat sedang membutuhkan uang "
" syukurlah Hana bertemu orang yang baik "
" Ah iya ini...." pengawal Lee menyidorkan secarik kertas kartu nama lusuh.
" Dia orang yang menyelamatkan Hana. " lanjut pengawal Lee
Pak Park membetulkan letak kacamatanya dan menatap kertas itu lekat lekat, matanya membola sempurna sesaat bibirnya keluh tak bisa berkata apa apa, ia lalu mengambil secarik kertas serupa dari dalam lacinya yang diberikan Hoon tempo hari.
" HO..ON...HOON " pak park terbata mendapati dua kartu nama yang sama persis.
__ADS_1
" Anda mengenalnya pak ? "
" Hufht......." pak Park menghela nafas panjang lalu kembali mengeluarkan sesuatu dari lacinya, selembar foto yang diperolehnya dari hasil memata matai Hoon.
" Apa benar dia ?"
Pengawal Lee mengangguk pelan melihat pria didalam foto yang dosodorkan pak park.
" Entah apa yang sedang direncanakan tuhan "
" Ada apa pak apa anda mengenalnya? " pengawal lee terlihat bingung.
" Dia putra presdir." Jawab pak Park enteng, keberadaan Hoon saat ini adalah sebuah rahasai besar, beberapa dari kolega bisnis hanya mengetahui jika pak Jang bercerai dengan istrinya yah sesimpel itu, namun pengawal adalah salah satu orang kepercayaan pak Jang ia mengetahui beberapa rahasia internal pak Jang yang tidak diketahu oleh banyak orang.
" Maksud Anda Jang Hoon ? saudara seayah Nona Hana " pengawal lee bertanya sembari mengerutkan alis ia sudah tahu mengenai kisah Jang Hoon tapi tentang ia yang bekerja di club baru kali ini diketahuinua , pak Park hanya mengangguk pelan seraya merapikan kembali kartu nama dan selembar foto kedalam laci mejanya sedangkan secarik kartu nama lusuh itu ia kembalikan kepada pengawal Lee. pak Park terlihat berfikir keras bagaimana membawa kembali Hoon dan menyatukan dua saudara yang tidak pernah bertemu itu. bagaimanapun caranya Hoon harus menggantikan posisi ayahnya untuk menenangkan para pemegang saham yang mungkin akan begitu terperanjat saat mengetahui jika penerus resmi sang presdir adalah seorang gadis buta.
" Ada apa pengawal lee ?" Pak Park bertanya dengan tatapan menelisik melihat sikap yang tidak biasa dari pengawal Lee.
" Tidak pak ! "
" Apa yang kau katakan pada Hana mengenai Ayahnya ?"
" Sesuai perintahmu pak , aku mengatakan jika pak Jang sedang tidak dalam kondisi yang begitu sehat namun bukan dalam kondisi menghawatirkan "
" Benar , memang seperti itu yang saya maksud " Pak Jang memerintahkan agar tidak mengatakan mengenai kondisi kesehatannya yang sebenarnya pada putrinya karena menghawatirkan kondisi kesehatan Hana akan menurun jika mengetahui yang sebenarnya.
Di dalam mobil....
__ADS_1
Pengawal Lee tak henti hentinya mengamati Hana yang duduk dibelakang bersama Ahjumma dari spion. Ahjumma terlihat sesekali membelai lembut rambut sepinggang Hana yang tergerai indah mereka berceloteh sembari tertawa bersama, Hana tak terlalu khawatir dengan kondisi sang ayah karena pengawal Lee menjelaskan seakan akan Pak Jang hanya diberi vitamin sehingga harus berada dirumah sakit, Kuping pengawal Lee terlihat memerah saat Hana mulai bertanya mengenai bagaimana perawakan pria yang berusia tiga puluh dua tahun dimata Ahjumma, wanita tua itu terlihat tersenyum kecil karena audah semalaman Hana hanya membahas mengenai pria baik yang menolongnya.
Apa sebaiknya memberitahukan yang sebenarnya pada Hana ! Pengawal Lee membatin, ia lalu menggeleng kuat seraya memejamkan mata mengusir fikiran sok tahunya.
" PENGAWAL LEE " Teriak Ahjumma seketika pengawal Lee menginjak rem menghentukan laju mobilnya yang hampir menerobos lampu merah.
" Maafkan kecerobohanku Ahjumma " ucap pengawal lee menundukkan kepala dalam dan memeriksa apakah Hana terluka atau tidak ." Anda tidak apa apa Nona ? "
" Saya tidak apa apa pengawal Lee " Jawab Hana sembari tersenyum ramah.
Mobil sedan silver yang dikemudikan pengawal Lee kembali melaju kini pria berperawakan gagah itu tidak membiarkan apappun memecah konsentrasinya meski ia masih menyimak obrolan dua orang wanita dibelakangnya.
" Pengawal Lee berapa usia mu sekarang ?" tanya ahjumma
" dua puluh sembilan tahun usia Korea " Jawab pengawal Lee singkat, Ahjumma lalu menoleh kembali dan melanjutkan pembicaraannya bersama Hana.
" Pengawal Lee berusia dua puluh sembilan tahun, berarti pria yang menolongmu lebih tua tiga tahun, pengawal Lee cukup tampan diusianya kemungkinan pria yang menolongmu jauh lebih tampan "
" Apa usia pria menunjang ketampanan pria Ahjumma ?" Hana bertanya serius
Ahjumma berusaha menahan tawa , tentu saja ia hanya menebak, jika usia menunjang ketampanan pria maka pak park dan pak Jang adalah pria yang paling tampan heh....pikir Ahjumma.
" Pria yang menolong anda sangat tampan Nona " pengawal Lee tiba tiba menimpali.
"semua yang ada diwajahnya terlihat begitu tegas , sorot mata yang tajam dan dalam, hidung mancung, dan rahang yang sempurna dia sangat tampan Nona " jelas pengawal Lee , ia hanya ingin agar Hana segera berhenti bertanya mengenai Hoon, pengawal Lee tidak tahan melihat Hana yang begitu mengagumi Hoon bukan selayaknya saudara.
Mobil sedan silver itu akhirnya tiba disebuah bangunan rumah sakit swasta terbesar di Seoul.
__ADS_1