Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 16


__ADS_3

" ckk ckk ckk aish....." Seo jun berdecak prihatin, ini bukan pemandangan yang biasa dilihatnya, Hoon memang seorang peminum tapi ia bukan pemabuk ulung, ironi semenjak kepulangannya dari Seoul ditambah lagi masalah ia yang menolak permintaan Tuan Kang untuk bekerja sama dengan Oasis Hoon jadi sering mabuk mabukan.


Satu persatu botol bir kosong terkulai begitu saja diatas meja, sedangkan Hoon menikmati setiap tegukannya sembari menyenderkan tubuhnya disebuah sofa,


" Kenapa dengan manager Hyung " Tanya seorang bartender seraya mengalap meja bar dan menyusun beberapa gelas bir.


" Entahlah....dia mabuk terlalu pagi" Seo jun melirik jam tangannya yang masih menunjukkan pukul lima sore, club masih dalam keadaan sepi hanya ada beberapa pelayan , bartender dan orang orang yang sedang menyiapkan sound system.


" Mungkinkan ini karena wanita ? " ucap bartender itu penasaran , Seo Jun memutar bola mata malas, " kau tidak lihat " tukas Seo jun , sang baertender pun mengikuti ekor mata seo jun yang merujuk pada para pelayan wanita yang saling berbisik Mengagumi ketampanan Hoon.


" Tapi Hyung apa kau tidak tau bagaimana casanova jatuh cinta ? yah seperti itu "


Brukk....Seo jun memukul kepala bartendernya agar berhenti menduga duga hingga ia mengaduh " Ampun Hyung "


" Kembali bekerja " tukas Seo Jun lalu meneguk wine yang masih tersisa di ujung gelasnya.


Seo Jun masih menatap Hoon lekat , tentu saja ini tidak ada hubungannya dengan seorang wanita! pikirnya, terlalu banyak prahara yang ditimbulkan Tuan Kang dan Oasis beberapa waktu lalu membuat kepala pria yang terus menerus meneggak bir itu seakan ingin pecah.


Seo Jun menoleh kearah bartender yang kini membelakanginya menyusun jejeran miras sesuai harga dan merknya .Seketika ia teringat dengan jaket yang berada didalam mobil Hyungnya. namun buru buru Seo Jun menepis fikirannya ah sudahlah niatnya untuk meminta segelas wine lagi ia urungkan, ia beranjak dan menghampiro Hoon yang setengah fikiran dan raganya tengah berada di alam lain.


Di Rumah Sakit ....

__ADS_1


" Hana apa itu kau ? " tanya pak Jang dengan tatapan menelisik, samar samar ia melihat seorang pria dan wanita muncul dari balik pintu. pria tua itu lalu menyandarkan punggungnya di tempat tidur. Hana terlihat heran ia bergegas menuju suara sang ayah sementara pengawal lee yang datang bersama hana sigap memberikan kursi bagi hana tepat di samping tempat tidur rumah sakit.


" Ayah Apa penglihatan ayah kabur ? Hana meraba lembut wajah Pak Jang ia bisa merasakan tulang pipi pria itu terasa sangat jelas, rasa khawatir seketika meliputinya ini sudah dua puluh hari lebih namun pak Jang masih juga betah berada dirumah sakit.


Pak Jang balik meraba wajah putri cantiknya, bulir matanya jatuh gurat kasih sayang yang teramat dalam tak bisa ia sembunyikan, ada rasa sakit yang mendalam tiap kali melihat wajah putrinya yang malang, seakan waktu disekitarnya terputar dan mempertontonkan setiap kepingan cerita yang ia sebut kejahatan dari masa lalu . Hana dan Hari dua putrinya yang terlahir sebagai kembar identik melalui proses inseminasi buatan, saat mereka lahir Hari diiagnosa memiliki kelainan bawaan pada jantungnya ia dipastikan tidak bisa hidup lama karena semua penunjang kehidupan bagi bayi normal tak dimiliki Hari, berbanding terbalik dengan Hana yang dilahirkan dalam keadaan sehat tanpa kurang satu apapun, Pak Jang yang kala itu sangat menginginkan seorang penerus hanya mengambil satu dari dua bayi yang ada, yah ia mengambil Hana dengan segala kelebihan yang dimilikinya sedangkan Hari ia berikan kepada ibu yang melahirkannya tentunya dengan sejumlah uang yang tidak sedikit agar bayi malang itu tidak kekurangan satu apapun.


" Ini tuan ..." sodoran selembar tissue dari pengawal Lee membuyarkan segala sesuatunya di benak Pak Jang, seketika ia teringat perkataan dokter jika salah satu efek kemoterapi yang di jalaninya adalah pandangan yang perlahan akan memudar, pak Janv memalingkan wajahnya dari sang putri seraya menghilankan bulir bulir air matanya.


" Pandangan ayah tidak kabur , hanya saja ayah baru bangun tidur jadi tak bisa melihat begitu jelas kedatangan putri cantik ayah " jelas Pak Jang


hufht...Hana pun menghela nafas lega dan mulai menarik sebuah senyuman indah di bibir mungilnya..


" Bagaimana Hana kamu sudah menghubungi pria baik hati yang menolongmu? " tanya pak Jang mencoba membuka topik pembicaraan baru, ia sangat bahagia setiap Hana berkunjung pasti tak pernah lupa menceritakan Pria dengan nama yang sama dengan anak lelakinya, Pak Jang bisa melihat gurat tak biasa dari Hana saat menyebutkan namanya..


Mendengar pertanyaan Ayahnya Hana menoleh kearah pengawal Lee yang memang sejak awal berdiri tepat disampingnya.


" Pengawal Lee tidak sengaja menghilangkan kartu namanya..." ujar hanya , gadis itu sebenarnya sangat kesal namun tak bisa dengan mudah menunjukkannya dihadapan pengawal ayahnya itu.


pengawal Lee menatap Hana lekat, bagaimana mungkin ia memberikan kartu nama itu dan membiarkan dua orang yang saling bertalian darah berhubungan yang tidak semestinya.


" Maafkan aku Nona " ucap pengawall lee sambil menundukkan kepalanya

__ADS_1


" Sudahlah tidak apa apa jika ayah keluar dari rumah sakit ini ayah pastikan kau bisa berjumpa dengannya lagi, ayah akan mengundangnya untuk makan malam dirumah besar " Pak Jang mencoba menghibur putri kesayangannya itu.


" Rumah Besar " lirih Hana itu adalah rumah yang belum pernah ditapakinya sejak menginjakkan kaki di Korea , rumah utama yang hanya dihuni ayahnya dan Hana dulu.Pak Jang berjanji akan membawanya kelak jika Hana sudah bisa melihat, ia terlalu takut Jika Hana harus tinggal disebuah tempat yang luas dengan kondisinya yang tidak bisa melihat.


" Terima Kasih Tuan " ucap pengawal Lee seraya menunduk dalam.


" Ah pengawal Lee aku minta tolong kau antarkan Hana untuk memeriksakan mata dan jantungnya sejak aku meninggalkannya di toserba ia belum pernah memeriksakan kesehatannya padahal putriku sudah melalui Hal yang begitu menakutkan "


" Baiklah Tuan "


" Kau antarkan ia langsung kedokter mata dan spesialis kardiologi aku sudah mengatur janji temu untuk Hana, maafkan aku karena tidak bisa menemani kalian " pak Jang meraih kedua tangan Hana dan mencium punggung jarinya. Pengawal Lee lalu menuntun Hana untuk meninggalkan ruanggan Tuan Jang. Di depan pintu mereka berpapasan dengan Tuan Park yang baru tiba.


" Hana kau disini " tegus pak Park


" Iya paman aku meminta pengawal Lee untuk menemaniku bertemu ayah " Jawab Hana, sementara pengawal lee hanya menunduk memberi hormat kepada pak Park sambil masih menggandeng tangan Hana.


" Aku tidak melihat Ahjumma.?" Pak Park penasaran karena biasanya Hana tak bisa lepas dari pengasuhnya itu, sekali lagi Hana hanya tersenyum ia sebenarnya memberi ijin kepada Ahjumma untuk menemui Anaknya Soo young yang masih berada di Korea. " Aku ingin belajar mandiri paman usiaku sudah dua puluh tahun " elak Hana dengan bibir yang masih mengulas senyuman.


" Wah....Hana kita sudah dewasa rupanya " ucap Pak Park seraya mengelus lembut pucuk kepala Hana, ia lalu berjalan menghampiri Pak Jang sambil terus menoleh kebelakang melihat Hana dan Pengawal Lee menghilang dari balik pintu.


__ADS_1


Ahn Bo Hyun as Pengawal Lee do hyun


__ADS_2