
" Putrimu sudah sangat dewasa " ucap Pak Park yang duduk di samping tempat tidur.
" Benar , dia tumbuh menjadi seorang gadis yang cantik " Pak Jang hanya menatap lurus kearah pintu, jika saja Hana yang sebenarnya masih hidup! hufhf....ia tiba tiba menghela nafas , sementara pak Park sibuk dengan sebuah berkas yang baru di ambilnya dari dalam tas hitam miliknya. Pak Park mengeluarkan selembar kertas dan diberikannya kepada pak Jang, Pria itu hanya menatap dengan tatapan mata penuh derita, ia bahkan tak bisa melihat tulisan dengan jelas, seakan tahu dengan keadaan sahabatnya Pak Park lalu menjabarkan satu persatu maksud dari berkas yang dibawanya. itu adalah identitas Hana yang sah, pak Park memperlihatkannya kembali untuk kepentingan surat wasiat.
" Apakah aku bisa mengubahnya kembali? " tanya Pak Jang, meski wajah dihadapannya nampak buram namun pria tua itu bisa tahu jika Pak Park menatapnya dengan penuh tanda tanya.
" Apa yang ingin kau ubah? identitasnya ? surat wasiatnya? ingat Jang Won Shik kau bahkan sudah merencanakannya sepuluh tahun yang lalu, ku kira kau tak bisa kehilangan Hana seutuhnya untuk itu kau menguburnya dengan nama Hari, tak ada yang akan berubah, Hana selamanya akan menjadi Hana "
Pak Jang mengusap wajahnya , dirinya terlalu egois dan tamak kala itu , ia bahkan membuang putranya dan kini mencarinya kembali, ia juga pernah meninggalkan putrinya yang sakit sakitan lalu membawanya lagi sebagai saudara kembarnya yang telah tiada, Hatinya terlalu pedih untuk menerima putri yang dianggapnya penuh dengan kesempurnaan itu meninggal secara tiba tiba, seorang bayi kecil yang lahir dengan segala kesempurnaannya justru meninggal dengan serangan jantung tiba tiba pada usianya yang kesepuluh. kini ia ingin memperbaiki semuanya Hari terlalu banyak menderita .
" Entahlah Park , Aku merasa sudah menjadi ayah yang buruk " Pak Jang hanya menatap kosong kedepan
" Tidak sahabatku kau adalah ayah terbaik yang pernah ada, kau bahkan bisa menerima hoon....."
" Jangan katakan itu..." belum sempat Pak Park menyelesaikan kalimatnya Jang won shik segera mencegahnya seakan tahu yang akan dikatakan sahabatnya itu. sesuatu yang ingin ia kubur didasar hatinya yang terdalam.
" Baiklah Aku akan membujuk Hoon untuk kembali, ia akan menjadi wali Hana yang sah, bukankah kau yang mengatakan mengenal putramu, aku yakin ia akan menjadi saudara yang baik untuk Hana "
__ADS_1
Pak Jang memalingkan pandangannya, ia tetap merasa ayah terburuk, keegoisannya diatas segala galanyaa, ia begitu menggila saat Hana yang sebenarnya benar benar pergi untuk selamanya, rasanya ingin menyatukan kembali setiap bagian dari abu suci didalam dekapannya, perasaan setengah warasnyalah yang mendorong untuk mencari Hari seorang Bayi dulu nampak serupa dengan putri yang dirawatnya, tak peduli apapun Pak Jang harus menemukannya tekadnya bulat untuk membuat Hana seakan akan hidup dan tak pernah mati.
...***...
Hana sudah terlentang diatas ranjang pemerikasaan, dokter dan perawat mulai mempersiapkan alat EKG dengan segala kabel warna warni yang akan dilekatkan dibagian tubuh Hana. gadis buta menyadari jika Pengawal Lee juga ikut masuk kedalam ruang pemeriksaan, bahkan ia masihbbisa mencium bau maskulin yang senantiasa melekat pada tubuhnya.
" Pengawal Lee " Panggil Hana, pengawal lee lalu menghampirinya ia mendekatkan wajahnya pada wajah Hana karena gerakan jarinya terlihat seperti hendak membisikkan sesuatu, " Pengawal Lee bisakah Kau keluar sebentar?" pinta Hana lembut, kedua alis pengawa Lee saling bertautan, mengapa ia harus keluar bukankah Tuan Jang memerintahkannya untuk menemaninya menjalani pemeriksaan.
" Tapi saya harus menemani nona " pengawal Lee balas berbisik . Hana menelan Saliva dalam dalam.
" Pengawa Lee ta...pi...aku...aku akan di..periksa..." Hana terbata, tentu saja pengawal lee semakin heran, ketika Hana diperiksa biasanya memang ada ayahnya atau Ahjumma yang menemaninya sedangkan ia selalu berjaga di depan pintu, tapi sekarang kedua orang itu sedang tidak ada otomatis dirinyalah yang harus menemaninya.
" Saat diperiksa aku......hufht....aku tidak akan mengenakan baju .." Hana lekas menutup wajahnya yang memerah dengan kedua tangannya, begitu pulah dengan pengawal Lee seketika wajah dan telinganya merah padam, ia lekas membalik tubuhnya , dokter dan perawat yang tidak mengetahui pembicaraan mereka pun hanya saling menatap bingung.
" Maaf dokter sepertinya saya harus keluar " pengawal lee sedikit menunduk memberi hormat kepada dokter dan perawatnya lalu mengayunkan langkahnya cepat dan bergegas keluar. diluar ia mengipas ngipas tubuhnya dengan tangannya seraya menghembuskan nafas sehingga hawa dingin nampak mengitari sekitar wajahnya, entah mengapa ia merasa kepanasan disaat suhu
Kota Seoul bahkan dibawah sepuluh derajat.
__ADS_1
Hana keluar setelah dua puluh menit pemeriksaan. wajahnya masih nampak merona,ia berjalan miring pelan tanpa suara seraya meraba tembok disepanjang koridor, langkahnya terhenti ia berharap tak bertemu pengawal Lee karena tak bisa menutupi rasa malunya namun disisi lain apa yang akan dilakukannya tanpa pria kepercayaan ayahnya itu? .
" Nona apa yang kau lakukan ? " sapa Pengawal lee memegang lembut lengan Hana. keningnya berkerut " Apa kau mau kabur ?" lanjut pengawal Lee lagi, ia sebenarnya dari tadi melihat tingkah aneh Hana yang tengah mengendap endap.
" Ah....tidak ada..." wajah Hana seakan mengerucut layaknya anak Kucing yang ketahuan mencuri ikan didapur. ia menepis perlahan genggaman Pengawal Lee dan berusaha mengatur wajah dengan ekspresi sebiasa mungkin. Pengawal Lee mengehembuskan nafas secara berlebihan, ia pun merasa malu seperti Hana namun tugasnya untuk menemani gadis itu tetap menjadi prioritasnya.
" Kita masih Harus kedokter mata Nona " Ajak Pengawal Lee ia lalu menuntun jemari Hana memegang erat lengannya, mereka pun jalan berdampingan, dua orang dengan rona wajah yang sama, tak ada sepatah katapun yang keluar dari bibirnya hingga salah seorang perawat yang membawa nampan berisikan perban beserta kawan kawannya tengah asyik berbincang sembari tertawa tawa kecil tak sengaja menyenggol tubul Hana, gadis itu lantas tak bisa menyeimbangkan raganya dan jatuh terjerembap kedalam pelukan pengawal Lee.
dag dig dug...dokter mengatakan jika jantung Hana dalam keadaan normal ia hanya tidak boleh lagi melewatkan untuk meminum obat pengencer darahnya, lalu mengapa kali ini jantungnya seakan hendak melompat keluar ? mata Hana membulat sempurna saat pengawal lee berusaha untuk membantunya berdiri tegap bagi pengawal Lee ini adalah bagian dari pekerjaannya , meski kontak fisik yang dilakukannya bersama Hana terkada menimbulkan rasa yang tidak biasa namun ia berusaha untuk bersikap profesional menjaga kepercayan Tuan Jang.
" Anda tidak apa apa Nona? "
" Aku tidak apa apa pengawal Lee "
" Maaf kan aku Nona , aku sama sekali tidak sengaja " ucap perawat itu penuh penyesalan seraya membereskan perkakasnya yang berhamburan kelantai dibantu oleh rekannya.
Hana tak tahu harus melakukan apa saat pengawal Lee tiba tiba menarik naik lengan Long Coat dan sweater secara bersamaan yang digunakannya,.hufht....Pria itu kemudian menghela nafas lega kali ini tak ada memar..
__ADS_1
" Seharusnya kau bisa lebih Hati Hati " ucap Pengawal Lee dengan tatapan kesal namun tanpa eksprei, ia merapikan kembali lengan baju Hana dan berlalu.