Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 31


__ADS_3


Hoon nampak sangat gagah dengan setelan jas yang ia beli tadi, membuat Seo Jun bahkan tak bisa berpaling.


"Hyung aura presdirmu nampak begitu nyata," ucap Seo Jun terkagum kagum "Hyung jika kau jadi seorang presdir apa aku akan jadi wakil presdir?" Seo Jun ternganga membayangkan ia dengan tumpukan uang dan gadis cantik yang menari nari disampingnya.


Ck...Hoon berdecak tak percaya,"yang jelas kau akan menjadi tangan kanan yang paling ku percaya!" ucapnya lalu membuka pintu mobil.


"Benarkah Hyung? asyik!!" Seo Jun kegirangan.


"Tuan muda Jang!!.." Panggil pelayan Kim seraya berlari kecil keluar dari rumah dengan sebuah remote kecil ditangan.


"Tuan akan ketempat rapat?"


"Benar!"


"Pak park berpesan agar tuan menggunakan mobil milik tuan Jang" Pelayan kim memperlihatkan remote ditangannya" Mari tuan" Ajak pelayan kim untuk bergeser beberapa puluh meter dari bangunan rumah utama, Hoon juga baru tahu ada garasi disamping rumah itu, dulunya itu adalah sebuah kebun bunga milik ibunya.


Pelayan Kim menekan tombol hijau pada remot yang dibawanya, tak lama kemudian pintu garasi berukuran besar itupun terbuka keatas memperlihatkan jejeran mobil mobil mewah keluaran terbaru, ada juga beberapa mobil antik yang sudah tidak bisa ditemukan dipasaran.


Hoon tersenyum smirk, sementara Seo Jun memandang dengan takjub hingga tak bisa mengatupkan kedua bibirnya.


Hoon memilih sebuah mobil sport bermerk lexus lc keluaran terbaru berwarna biru, didalam mobil sudah disediakan kunci ia hanya perlu mengeluarkannya dari garasi.


"Pilihan yang tepat Hyung!" puji Seo Jun ia lalu menyusul masuk di kursi samping kemudi. Mereka berdua lalu berangkat ketempat pertemuan menggunakan mobil baru, meninggalkan pengawal Kim yang masih membungkuk memberi hormat hingga mobil Hoon hilang dari balik gerbang utama.

__ADS_1


Riuh suara para pemegang saham dan para manager hotel lotus dari berbagai daerah yang dipaksa untuk mengikuti rapat dadakan ini, mereka saling mengajukan pertanyan mengenai alasan diadakannya rapat ini.


Sementara diluar Pak park sudah menunggu bersama pak Jang yang kini duduk dikursi roda, karena sangat menghawatirkan kondisi pasiennya dokter Yoon memaksa untuk ikut menghadiri rapat.


"Apa anda baik baik saja pak Jang?" tanya dokter Yoon khawatir


"Aku baik baik saja dokter" jawab pak Jang lemah.


"Kenapa rapatnya belum dimulai pak Park?sebaiknya kita masuk saja agar cepat selesai dan pak Jang bisa beristirahat" kesal dokter Yoon pada Pak park yang sedari tadi Hanya melihat jam tangannya saja.


"Sabar dokter Yoon sebentar lagi"jawab pak park berusaha menenangkan.


Tak lama kemudian pengawal Lee datang dengan berlari, disusul Hoon dan Seo Jun dibelakangnya. Pengawal Lee segera menggantikan posisi Dokter Yoon untuk mendorong kursi roda Pak Jang.


Pak Jang menoleh dan menatap wajah tampan putranya itu dengan tatapan kagum, namun Hoon bergeming ia bahkan terlihat tak sudi melihat wajah ayahnya, ia hanya menatap lurus kesebuah pintu yang menjadi perantara antara mereka dan para kumpulan pemegang saham.


Pak jang duduk di kursi pimpinan rapat diapit oleh pak park dan Hoon sementara pengawal Lee mempersilahkan Seo Jun dan dokter Yoon untuk duduk di sebuah kursi tanpa meja yang bersandar pada dinding tepat dibelakang para pemegang saham dan dewan direksi.


Meja berbentuk oval yang besar itu diitari oleh para dewan direksi dan pemegang saham yang tertegun memandang kondisi pak Jang di kursi roda.


"Presdir anda sedang sakit?"


"Mengapa kami tak mengetahuinya?"


"Presdir.....bla bla bla....."

__ADS_1


Sahut menyahut para eksekutif menanyakan kabar tuan Jang, ada yang benar benar menghawatirkan kondisi pak Jang, ada yang menghawatirkan nasib hotel kedepannya ada pula yang takut jika sesuatu terjadi pada pak Jang maka akan berdampak besar bagi saham mereka.


"Tolong tenang!!!" pinta pak park, rapat kali ini dipimpin pak Park karena pak Jang tak bisa banyak bicara.


"Hari ini untuk menstabilkan hotel maka sebagai pemilik Lotus Hotel sekaligus pemegang saham terbanyak maka Pak Jang selaku presdir akan mengumumkan pergantian presdir mendadak mengingat kondisi kesehatannya yang mulai menurun"


Suasana kembali riuh mereka saling berbisik mengenai siapa sosok yang sebenarnya akan menggantikan Pak Jang, pandangan mereka silih berganti melihat Seo Jun dan Hoon secara bergantian karena hanya mereka sosok yang nampak asing diruangan ini, sementara dokter Yoon meski baru pertama kalinya mengikuti rapat pemegang saham namun beberapa dari mereka sudah mengenal dokter Yoon sebagai dokter yang biasa menangani pasien pasien dari kelas atas.


Diantara riuh suara peserta rapat tiba tiba muncul sebuah suara yang berasal dari manager hotel cabang Busan.


"Apakah Nona Jang Hana sudah bisa menggantikan ayahnya?meski sudah tidak pernah bertemu namun jika aku tidak salah hitung usianya bahkan baru dua puluh tahun dan bisa dipastikan ia belum lulus kuliah" ucap manager Cho, yang diangguki para peserta rapat lainnya, sebagian dari mereka memang sudah mengenal Hana sejak Kecil karena dulu pak Jang sering mengajak putrinya untuk bertemu dengan para koleganya sekaligus membanggakan putrinya yang memiliki prestasi segudang itu.


Pak Jang terlihat tertunduk lesu, ia tak sanggup jika harus mengingat kembali kenangan indah yang dimilikinya bersama Hana yang sebenarnya.Melihat hal itu Pak park segera mengambil alih.


"Kalian hanya mengingat Hana," ketus pak Park "kalian lupa jika presdir juga memiliki seorang putra"


"Bukankah putranya tak pernah kembali sejak ia memutuskan ikut bersama ibunya" sela manager Cho, yah selain mengenal Hana mereka juga mengetahui jika pak Jang memiliki seorang putra bernama Hoon namun beberapa kolega ada yang tidak mengenal Hoon karena saat ada Hoon mereka belum menjalin kerja sama dengan pak Jang.


"Putranya sudah kembali, hanya pak Jang tak pernah mempublikasikannya ia sengaja menyiapkan putranya untuk menjadi seorang presiden direktur terbaik" bohong pak Park seraya menatap Hoon yang mengepalkan kepalang kuat.


Hoon terpaksa berdiri dan memperkenalkan diri didepan para pemegang saham dan dewan direksi lainnya saat di persilahkan oleh pak Park.


" Perkenalkan saya Jang Hoon mohon bimbingannya" ucap Hoon malas lalu kembali duduk dengan gusar.


Para peserta rapat menatap kagum seraya bertepuk tangan, Betul yang dikatakan Seo Jun jika aura presdir Hoon memang tak bisa dianggap remeh.

__ADS_1


"Hasil keputusan ini tak bisa lagi diganggu gugat, Hoon akan menjadi presdir sekaligus wali resmi dari adiknya Jang Hana yang nanti akan membantu sudarinya untuk belajar mengenai tata kelola hotel"


Hoon menatap pak Park dengan segala yang dianggap omong kosong yang keluar dari mulutnya, ia trrsenyum smirk mengetahui jika tebakan untuk bersaing bersama saudaranya memang benar adanya, kini Hoon semakin penasaran bagaimanakan sosok saudarinya itu.


__ADS_2