Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 25


__ADS_3

Saat tengah menikmati hidangan yang disajikan di restoran, pak Park kembali menghubungi Hoon dan meminta keputusan Hoon sejelas mungkin. Pria tua berkaca mata itu kegirangan bukan main saat mengetahui Hoon sudah berada di Seoul dan memutuskan untuk tinggal sementara di Ibu Kota Korea Selatan itu.


Ia meminta Hoon agar kembali kerumahnya yang dulu, sebuah rumah mewah yang terletak di perumahan elite Daerah Hannam dong sebuah kawasan didekat sungai Han yang merupakan Icon kota Seoul.


" Apa aku sudah nampak lebih baik? " Pak jang mengamati wajah tua nan kusam miliknya didalam cermin kecil berbentuk oval, kemudian menaruhnya kembali keatas nakas disamping tempat tidurnya.


Mata sayunya nampak berbinar, mendengar kabar jika Hoon akan segera kembali dan Hana hendak datang menjenguknya.


Pak Park hanya menatap miris kearah sahabatnya itu, tubuhnya kini terlihat sangat kurus dan lemah akibat sel kanker yang menggerogoti. Meski dinyatakan mengalami perkembangan namun asa kehidupan yang perlahan pupus didalam diri Jang seakan tak bisa dirajut lagi, ia juga tak mau mengorek lebih dalam lagi mengenai donor mata yang hendak dilakukannya, mungkin ini sudah jalan terbaik fikirnya, meski dilubuk hati yang terdalam ia sama sekali belum siap ditinggal sahabat terbaikya itu.


Pak park menghela nafas berat sesaat sebelum pengawal Lee membuka handle pintu dan membawa Hana serta pengasuhnya masuk kedalam ruangan.


"Ayah.." panggil Hana lirih


Pak Park bangkit dari tempat duduknya dan membiarkan Hana menggantikan posisinya tepat di samping tempat tidur.


Hana meraba ayahnya mulai dari kaki yang dilapisi selimut hingga wajahnya yang terasa semakin tirus, matanya memicing merasakan setiap keriput yang sangat terasa, beberapa bulu kasar juga jelas terpatri disana seakan melukiskan jika ayahnya akhir akhirnya seperti tak terurus dengan baik.


"Ayah katakan padaku jika kau sedang tidak baik baik saja"


"Mengapa ayah tidak baik baik saja? Ayah sudah tua Hana, ini biasa terjadi pada orang dengan usia senja, keluar masuk rumah sakit untuk melakukan perawatan hal biasa bagi orang tua" Tutur pak Jang, namun tak berhasil menghilangkan gurat wajah khawatir pada putrinya.

__ADS_1


Sekali lagi Hana merasa seperti orang bodoh yang dibuat semakin bodoh, ia pun bingung harus merasa seperti apa sekarang ini, segala sesuatunya terlukis dibenaknya begitu jelas namun mengapa manusia manusia disampingnya seperti berusaha menutupinya? Apa karena keadaanya yang lemah? Yah tentu! Hana membatin kuat.


"Paman Park, pengawal Lee , Ahjumma..." panggil Hana pada ketiga orang yang memang masih berdiri mematung dan saling pandang didalam ruangan itu.


"Kalian bisa melihat, apakah ayahku memang terlihat baik baik saja?"


Ahjumma dan pengawal Lee terdiam seribu bahasa tidak tega mengatakan jika pak Jang yang nampak sekarat itu tengah baik baik saja. Sementara pak Park segera mengusap pucuk kepala Hana dengan lembut dan berusaha tertawa lepas guna mencairkan suasana.


"Hana yaa... Haha...., bahkan paman juga sudah berulang kali masuk rumah sakit, kami ini sudah sangat tua, tenanglah anakku ayahmu sebentar lagi akan kembali sehat dan kalian bertiga akan berkumpul bersama kembali benarkan Won shik aaa"


"Tentu saja !" sahut pak Jang berusaha tertawa terbahak bahak, seraya mengelus punggungvtangan Hana dalam genggamannya.


"Bertiga," Hana mengerutkan alisnya "apa oppa akan segera pulang?" tanyanya.


Sebuah senyuman nampak terulas dibibir kecil Hana ia sudah tidak sabar bertemu dengan saudaranya,sementara ayahnya menatapnya dalam dalam ia baru menyadari jika hari ini putrinya terlihat sangat cantik dengan dandanannya ia lalu mengelus lembut pipi putrinya itu, refleks Hana segera memeluk tubuh pak Jang kuat kuat.


Pak park menghela nafas lega begitupun pengawal Lee dan Ahjumma yang terlihat memegang dadanya.


Pengawal lee tersenyum simpul, ia akhirnya puas karena akan segera menyaksikan pertemuan dua saudara itu, pengawal Lee punya harapan yang sama jika dengan pak Park berharap Hana dan Hoon menjadi dua orang saudara yang saling mengasihi dan bersama sama memimpin Lotus Hotel kedepannya.


...***...

__ADS_1



Hoon memarkinkan mobilnya tepat didepan rumah mewah bergaya klasik modern yang sangat mewah, rumah berlantai dua itu bernuansa putih dan coklat.


Seo Jun tak bisa menyatukan kedua bibirnya dan mengedipkan matanya saat memandangi rumah yang sebentar lagi akan menjadi milik Hyungnya itu.


"Hyung kau yakin ini rumahmu?" tanya Seo Jun namun segera menggeleng kepala kuat , tentu saja! batinnya yakin. Hoon adalah anak dari salah satu pemilik hotel hotel mewah yang ada di Korea. Seo Jun menutup pintu mobil pelan dengan pandangan menelisik hampir setiap sudut rumah, ia segera berlari lari kecil saat menyadari Hoon sudah berada jauh dihadapannya.


Pintu rumah terbuka lebar sesaat setelah Hoon menekan bel di pintu, empat orang wanita paruh baya dengan seragam pelayan berbaris sejajar membungkukkan tubuh sembilan puluh derajat diikuti oleh serang pria tua yang melakukan hal serupa, seakan mereka memang sudah menanti kedatangan Hoon. Dari kelima orang tersebut tak ada sama sekali yang dikenali Hoon, pelayan yang biasa melayani dirinya saat kecil kemungkinan sudah tak bekerja lagi dirumah itu.


"Selamat datang tuan Jang Hoon" sapa pria tua yang bernama pelayan Kim itu sambil kembali menundukkan kepalanya, ia langsung bisa mengenali tuan mudanya melalui foto yang dikirimkan pak Park.


Hoon hanya mengangguk pelan seraya mengedarkan pandangan diruangan besar itu, desainnya tidak banyak berubah, hanya ada beberapa perabotan baru yang tentunya tidak sama seperti ketika ia tinggal disana.


Hoon berjalan meninggalkan kumpulan pelayan yang menyambutnya, dan terhenti didepan sebuah piano yang diatasnya berjejer kumpulan foto seorang anak gadis kecil dengan segala prestasinya, Hoon tertawa miris mendapati kenyataan jika ia benar benar memiliki seorang saudara.


"Siapa dia Hyung?" tanya Seo Jun seraya mengambil bingkai kecil yang membalut foto gadis kecil itu dan menatapnya lekat.


Hoon bergeming segera pelayan Kim menjelaskan "Dia nona Jang Hana, saudara seayah tuan, ia lahir melalui proses bayi tabung yang dilakukan tuan di amerika, namun sejak kecelakaan parah yang dialami nona bersama tuan sepuluh tahun lalu, Nona Hana sudah tidak pernah kembali kerumah ini lagi, sepertinya kesehatan nona Hana dalam keadaan tidak baik hingga tuan Jang tidak pernah lagi mempublikasikan keberadaan nona Jang" tutur pelayan kim, diantara semua pelayan ia memang yang kerja paling lama sehingga mengetahui beberapa dari peristiwa penting yang terjadi di keluarga pak Jang.


Hoon masih mengamati foto foto Hana dihadapannya seraya menggumam pelan Jang Hana , gadis kecil itu terlihat begitu cantik dengan berbagai pose, pak Jang juga nampak sangat bahagia saat beefoto bersama putrinya itu, Hoon terkekeh pelan kini ia tahu mengapa sang ayah masih sangat membutuhkannya, ia yang sekarat tentu membutuhkan seseorang untuk mendampingi putri yang begitu dicintainya. Hoon mengepalkan sebelah tangannya kuat ,ia akan membuat ayahnya menyesal membuatnya kembali.

__ADS_1


"Hyung kau punya adik?" tanya Seo Jun heran, tentu ia sudah bisa menebak jika Hoon sudah tahu sejak awal dari ekspresinya, Seo Jun yakin pak Park sudah menceritakan semuanya pada Hoon.


__ADS_2