Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 18


__ADS_3

" Hyung Ada yang mencarimu " ucap Seo jun dari balik pintu kantor yang tidak terbuka sempurna, pria itu harus menunggu Hoon selesai menenggak vodka dari dalam botol portablenya.


Wajah Seo jun tidak nampak seperti biasanya ada gurat ragu dan bingung yang terukir jelas dari sudut matanya. " Hyung pak Park kembali "


Dua alis Hoon seketika bertemu membentuk garis lurus keatas diperantaranya, entah ini untuk yang keberapa kalinya , Hoon ingat betul bagaimana ia menolak permintaan pria tua berkacamata itu, dilema yang dirasakan Hoon belum juga bisa ia atasi, ia ingin mengambil apa yang sudah menjadi haknya dan mewujudkan impian Tuan Kang untuk membuka sebuah kasino cukup besar di Seoul setidaknya itulah harapan tuan Kang atas apa yang diberikannya selama ini. Namun rasa enggan untuk bertemu dengan ayahnya masih lebih besar dari pada keinginannya.


" Apa lagi yang dinginkan pria tua itu ? " ujar Hoon seraya mencebik kesal dan meletakkan botol vodkanya dengan kasar diatas meja.


" Aku menyuruhnya menunggu Hyung"


" Mengapa? harusnya kau langsung mengusirnya " tukas Hoon , namun Pak Park keburu masuk ia melewati Seo jun yang berdiri didepan pintu seraya mendorong pintu kantor Hoon hingga terbuka sempurna. Hoon lalu memberi isyarat kepada Seo jun untuk meninggalkan mereka berdua saja.


" Apa ada yang kurang Hoon? ayahmu bahkan memberimu tigapuluh persen sahamnya ! " pak Park kini sudah berdiri di hadapan meja Hoon. kali ini ia bertekad akan menyelesaikan semuanya tidak seperti beberapa hari yang lalu dan sebelum sebelumnya Hoon selalu berhasil mengusirnya secara paksa sebelum benar benar menyelesaikan pembicaraan mereka, ia bahkan belum mengatakan jika Hoon memiliki seorang adik yang buta.


Hoon bangkit seraya berkacak pinggang, ia tak bisa berhenti tertawa kecil dengan nada mengejek, tiga puluh persen ? padahal ia tahu betul ayahnya memiliki enam puluh persen saham lotus hotel. jika ingin memanggilnya kembali sebagai seorang penerus harusnya Pak Jang menyerahkan semua sahamnya agar ia bisa duduk sebagai presdir dan membiarkan Tuan Kang melakukan hal yang disukainya terhadap lotus hotel, niat ini tentu saja belum bisa di baca pak Park.

__ADS_1


" Aku akan kembali setelah pria itu mati ! " tutur Hoon ketus dengan tatapan sinis ia kembali duduk lalu meneguk vodkanya, tentu saja ketika ayahnya mati ia masih tetap menjadi ahli waris yang diakui hukum.


Mati ? pak Park yang mendengar kata kata itu tak bisa menerimanya ia mengepalkan tangan kuat. sahabatnya tengah bertaruh nyawa namun anaknya justru mengharapkan kematiannya, andaikan pak Jang punya pilihan lain tentu ia tidak akan merengek seperti ini.


" Hoon kau keterlaluan !" bentak pak Park dengan suara yang parau dan kuat namun Hoon hanya menaikkan kedua sudut bibirnya sebelum kembali meneguk vodkanya.


" Hoon apa kau fikir surat wasiat ini tak bisa diubah lagi ? apa kau sepercaya diri itu ? " ucap Pak Park sembari menepuk nepuk tas hitam yang dijinjingnya, seakan tahu apa yang ada di benak Hoon.


" Jangan berfikir jika kau adalah penerus satu satunya, kau memiliki seorang saudari yang didalam tubuhnya mengalir darah kental ayahmu " ucap Pak park kesal seraya menunjuk wajah Hoon


" Hoon ah...." panggil pak park manja, sebuah panggilan bernada kasih sayang untuk seorang anak yang begitu dikasihinya. " apa kau lebih menyukai ikut bersama Tuan Kang dari pada ayahmu sendiri? " pak Park mulai sedikit melunak.


" Datanglah kesini..." Pak park mengeluarkan secarik kertas bertuliskan alamat rumah sakit dan nomor ruangan tempat Pak Jang dirawat lalu meletakkannya diatas meja Hoon " kabari aku jika kau berkenan, aku akan membawa serta saudarimu, saudari yang yang sudah pernah bertemu denganmu " tutur pak Park seraya mengambil langkah dan memutar badan ia menutup mata sekejap dan menghela nafas yang berlebihan, seperti pak Jang ia juga merasa Hoon tentu masih memiliki sedikit hati nurani ia pasti bisa menerima jika tahu saudarinya adalah gadis malang yang pernah ditolongnya.


Hoon tersenyum miris, saudari? berani beraninya pria durjana itu menikah lagi setelah yang dilakukannya terhadap wanita yang telah melahirkannya kedunia ! Hoon mengepalkan tangannya kuat lalu menghantam meja didepannya seketika semua yang ada diatasnya ikut bergetar, dan ia mengenal saudarinya tatapan menelisik Hoon seakan mengandung sejuta tanya, sial ! umpat Hoon dalam hati pria tua berkacamata itu bahkan tidak menyelesaikan perkataannya sebelum pergi.

__ADS_1


Jika ia memiliki saudari lantas untuk apa ayahnya mencarinya ? Hoon kembali hendak menenggak vodkanya namun ia segera melempar botol portablenya kesembarang arah saat mendapati botol itu sudah kosong. setelahnya Hoon tak henti hentinya mendengus kesal, saudari yang dikenalnya? ia kembali tersenyum miris ia bahkan tidak mengenal banyak wanita, ia cuma berhubungan dengan beberapa wanita penghibur dan Kang So Ra. Park sialan itu ! Hoon membatin kesal.


...****...


" Aku dengar kau melarang Hana menjengukmu" Pak park menghampiri sahabatnya yang tengah terkulai lemah, sudah tiga Hari ini Pak Jang tidak bisa lagi bangun dari tempat peraduannya meski hanya sekedar duduk, Raut wajah cemas Pak Park tak bisa ia tutupi, Dokter mengatakan jika kemoterapi yang dijalani pak Jang berhasil membunuh hampir sebagian dari sel sel kankernya namun tubuh pak Jang seakan tidak bisa menerima kesembuhannya.


" Apa kau tidak mengenal putrimu yang malang? ia hanya memilikimu didunia ini, ia meminta Ahjumma untuk menghubungiku dan menanyakan mengapa kau tak ingin dikunjungi, aku terpaksa mengatakan jika kau sudah boleh menginjunginya esok " Tutur Pak Park seraya duduk dikursi samping tempat tidur Pak Jang.Pak Jang hanya menyimak ia bergeming masih menatap palfon putih diatasnya, ia memang tidak tahan jika harus melihat wajah putrinya yang malang.


" Mengapa kau seperti ini Jang Won Shik? " pak Park bisa melihat gurat keputusasaan yang terukis jelas dari wajah tua pak Jang.


" Bagamana denga Hoon apa ia masih belum bersedia menemuiku? " pak Jang membuka topik baru ia tidak ingin melihat sahabantnya itu begitu menderita menghawatirkan penyakitnya.


" Ia bahkan menolak saham tiga puluh persen yang kau berikan " ucap Pak Park menjawab peetanyaan pak Jang


Pak Jang seketika menghela nafas, perlahan ia menggerakkan lehernya yang terasa sangat kaku memandangi wajah tua disampingnya " apa aku hafus memberinya lebih ? " ujak Pak Jang, pak Park menggeleng Kuat baginya apa yang ditawarkan Pak Jang pada Hoon sudah lebih dari cukup.

__ADS_1


" Apa kau akan terus seperti ini ? " tanya pak Park dengan tatapan prihatin, tak ada semangat hidup yang ia lihat dari diri sahabanya itu.


__ADS_2