Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 3


__ADS_3

"Maafkan aku tuan aku janji akan membayar semuanya bulan depan," pinta seorang pria dengan pelipis yang berdarah, bibir bawahnya sedikit robek akibat hantaman tinju yang cukup kuat, pria itu berlutut sambil menautkan kedua tangannya, ia berusaha memasang wajah yang memelas. Dihadapannya berdiri pria lainnya berpostur tinggi dengan badan kekar serta sorot mata yang tajam "aku mohon tuan Hoon , Kasihani aku kali ini" lanjut pria berdarah itu lagi.


Hoon sedikit menunduk ia mengoles darah yang mengalir dari bibir pria itu dengan satu tangan lalu menepuk kuat pipi pria tersebut beberapa kali.


"Jika tak memiliki uang jangan main di casinoku," ujar Hoon dengan suara khasnya yang berat. Hoon melirik seorang wanita yang tengah memeluk bocah berusia lima tahun di pojok ruangan dengan tubuh gemetar. "kali ini aku masih mengampunimu, tapi ingat janjimu" Hoon beranjak meninggalkan pria itu beserta istri dan anaknya.


"Hyung harusnya kau tidak perlu mengurus hal receh seperti ini" teriak Seo jun asisten Hoon yang paling setia, ia menyusul Hoon keluar dari rumah si pemilik hutang yang babak belur akibat bogem mentah yg dilayangkan Hoon.


"Apa kau bisa mengurusnya?" tanya Hoon kali ini mereka berdua sudah berada didalam sebuah mobil sport dengan Hoon sebagai pengemudi.


Seo jun tertunduk, mana mungkin ia bisa mengurusnya, semua ini salahnya ia terlalu mudah memberikan hutang pada pemain judi itu tanpa memeriksa latar belakangnya sebelumnya, jika pria itu tidak menepati janjinya ia bisa jadi sasaran amukan tuan kang pemilik kasino tempat ia bekerja.


" Maafkan aku hyung "


"Sudahlah, aku sudah bosan dengan permintaan maaf mu" Hoon lantas mengambil botol Vodka portablenya dan meneguknya kuat.


Ia memarkirkan mobilnya tepat di depan sebuah club malam. dua orang penjaga dengan tubuh besar menunduk memberi hormat saat Hoon melewatinya disusul seo jun yg berjalan tepat dibelakang Hoon. Hingar bingar musik yang dimainkan DJ membahana di seluruh ruangan, beberapa manusia malam itu menikmati alkohol sambil menari , Hoon melewatinya begitu saja menuju ruangannya sedangkan Seo jun berjalan menuju bar untuk memeriksa stok miras yang kosong.



Didalam sudah menunggu Kang Sora anak tunggal tuan Kang.Hoon hanya melempar tatapan malas dan menghempaskan tubuhnya diatas sofa yang empuk sambil memijit pelipisnya, ia tak tahu tingkah apalagi yang dibawa Sora, gadis yang tidak pernah bosan mengejarnya selama bertahun tahun ini.


"Oppaaaaaa..." panggil Sora manja, gadis itu lantas membiarkan tubuh mungilnya duduk diatas pangkuan Hoon lalu mendaratkan kecupan ringan dipipinya. pria dingin itu tak beraksi sama sekali .


"segera turun atau aku akan memanggil penjaga untuk mengusirmu " titah Hoon masih sambil memijat pelipisnya.


" Baiklah " sora kini sudah duduk disamping Hoon dengan tangan yg masih mengelus manja pada lengan berotot Hoon


"Oppa mengapa kau tak pernah memandangku sebagai wanita apa sebenarnya yang kurang dariku ?"

__ADS_1


Hoon kembali mengambil botol vodka portablenya dan meneguk hingga habis tak bersisa " Kang so ra berapa usiamu kini? " tanya Hoon


"Usia korea 25 tahun kenapa?"


"Dihadapanku kau bertingkah layaknya usia belasan, kau fikir aku tidak tau tingkahmu diluar sana bersama pria- pria yang kau kencani? aku tidak suka wanita munafik sepertimu "


" Aigoo oppa,... wanita mana yang tidak melakukan hal itu dijaman sekarang , aku tahu oppa juga tidak sepolos itu , setidaknya kita sudah saling mengenal sejak lama, bukankah kita cocok ? kau dingin di luar padahal ah sudahlah ...." jelas So ra panjang lebar sembari duduk menjauh satu hasta dan memukul lengan kekar Hoon yang sama sekali tak berekspresi, pria itu memang begitu terkenal dikalangan para wanita penghibur, mengingatnya saja membuat So ra kesal bukan main.


Kali ini Hoon mengeluarkan sebungkus rokok dari dalam saku mantelnya lalu menyalakan sebatang dengan sebuah pemantik api berwarna silver, Hoon nampak menikmati setiap hisapan rokok dengan asap yang keluar melalui hidung dan mulutnya.


"Kau tidak mengenal ayahmu?"


"Jangan pedulikan ayahku , dia hanya pria tua yang kolot "


"ckk" Hoon berdecak kecil ia masih memegang teguh janjinya pada tuan kang, pria tua yang menolong hidupnya saat ibunya memutuskan untuk bunuh diri dan meninggalkannya sendiri di dunia yang penuh dengan orang orang kejam ini.


Jangan sekali kali kau menyentuh So ra puteriku atau aku akan membunuhmu!


"Keluarlah So ra aku sangat ingin beristirahat!" Tukas Hoon, karena Hari ini ia sudah minum terlalu banyak.


"Aku membencimu oppa" ucap Sora kesal sambil bangkit dan berjalan menuju pintu keluar, hari ini ia marah namun esoknya So ra akan datang lagi untuk merecoki Hoon, kini pria tampan itu bisa bernafas lega ia menghisap dalam dalam rokoknya lalu membenamkan sisa baranyanya kedalam asbak, ia lalu berjalan menuju sebuah rak minuman yang terisi beberapa botol vodka, wine, dan Bir , mengambil sebotol Bir yang berukuran sedang dan meneguknya langsung dari botol.



*P*ark yoo na as Kang sora


Tok tok terdengar suara ketukan dari luar , tak lama kemudian Seo jun masuk


"Hyung ... penjaga menangkapnya " ujar Seo jun tidak sabar

__ADS_1


" Siapa?" Hoon nampak bingung


"Seorang pria yang diam diam mengambil gambarmu, penjaga sudah memperhatikannya beberapa hari ini , ia juga muncul dikasino dua hari yang lalu"


Hoon masih nampak bingung ia lalu memerintahkan Seo jun untuk membawa pria itu kepadanya.


"bawa ia padaku" titah Hoon


"Baik Hyung"


Selang beberapa waktu seorang penjaga bertubuh kekar membawa masuk pria muda yang tangannya diikat kebelakang dengan kabel ties. sementara Seo jun datang kemudian.


"Kau boleh keluar" perintah Seo jun pada penjaga tersebut. penjaga itupun keluar setelah meletakkan sebuah tas ransel kecil dihadapan Hoon. kini pria itu hanya bisa tertunduk dan berlutut tepat di bawah kaki Hoon.


Hoon mulai mengutak atik isi tas dihadapannya, dari dalam ia mengeluarkan sebuah kamera merek Canon keluaran terbaru, lalu memeriksa beberapa foto yang sudah diambil, ia mengernyitkan dahi melihat puluhan gambar dirinya didalam kamera tersebut, bahkan ada foto dirinya saat bertemu tuan Kang di kasino beberapa waktu lalu .


"Siapa yang menyuruhmu? " tanya Hoon sembari mulai menghapus satu per satu fotonya.


Pria itu enggan menjawab. Seo jun lalu melayangkan sebuah tendangan kecil kearah tubuh pria tadi hingga ambruk dilantai.


"Apa kau seorang detektif ? polisi ? apa yang kau cari di club dan kasino? pelanggaran hukum? aku tidak melakukannya dibisnisku " Jelas Hoon terkekeh, tentu saja ia tak akan menemukannya toh Hoon sudah mengurus semua pekerjaan kotor tuan Kang dengan rapi.


Hoon kembali meletakkan kamera itu dengan kasar diatas meja. namun pria itupun masih enggan untuk menjawab.


Kali ini Hoon bangkit dari duduknya, seakan tau apa yang hendak dilakukan Hyungnya Seo jun dengan sigap mengangkat tubuh pria tadi hingga kembali berlutut seperti semula.


Hoon mencengkram kuat leher baju pria tadi dan bertanya sekali lagi " siapa yang menyuruhmu ? "baru saja Hoon hendak melayangkan sebuah pukulan ke arah wajah pria itu namun aksinya terhenti karena bibir nya menggumamkan sebuah nama yang sudah sangat lama tak didengarnya.


"Park yoo chun" ujar pria itu pelan, Hoon lalu berdiri mengusap wajahnya tak percaya, bagaimana bisa ia melupakan nama itu, seseorang yang ia panggil dengan sebutan paman di masa lalu.

__ADS_1


"Heh" Hoon tertawa kecil tidak percaya setelah dua puluh dua tahun baru mereka mencarinya. tentu saja ia harus mencari putra semata wayangnya, Hoon tau hari ini akan tiba maka dari itu ia tidak pernah merubah namanya, karena ia tahu suatu saat akan kembali dan menguatkan posisinya sebagai penerus ayahnya.


__ADS_2