
"Hehe" Hoon terkekeh tak percaya, sepertinya ia sudah mulai mabuk, Seo jun menatap heran hyungnya namun tak berani untuk mencari tahu, karena tak biasanya Hoon bertingkah seperti ini, Hoon mulai uring uringan dan tertawa tidak jelas.
"Paman Parrkkkkk keparat kau" teriak Hoon lalu merubuhkan kembali tubuhnya di atas sofa, matanya membara, seakan rekaman peristiwa dua puluh dua tahun yang lalu begitu jelas dipelupuknya kini.
"Kau harus memberi mereka pelajaran Won shik ! beraninya perempuan itu " ujar Park yoo chun kala itu membujuk Pak Jang untuk memberikan pelajaran pada isterinya. Hoon bisa mendengarnya dengan jelas apa yang mereka bicarakan dibalik pintu yang tidak dikunci.
Hoon yang masih berusia sepuluh tahun langsung berlari memeluk ibunya yang terduduk menangis dengan wajah yang lesu didalam kamar, ia benar benar tidak bisa terima perlakuan ayah kepada ibunya. tangan kecilnya mengepal seakan ingin merubuhkan ayah dan juga paman Park yang ikut andil dalam memberikan informasi salah mengenai ibunya.
" Park yoo chun keparat , ternyata dia masih menjadi sumber informasi bagi pria tua itu " Hoon tertawa miris
"Kau tau Seo jun , aku akan kembali aku akan kembali" ucap Hoon menepuk nepuk dadanya dan seo jun hanya mangut mangut menyetujui
" Dia menyuruhmu mencariku? kau sudah mengirim foto padanya? katakan padanya aku akan menemuinya ! " lanjut Hoon sembari menengadahkan wajah pria tak berdaya itu dihadapannya.
"Lepaskan ikatannya seo jun ! biarkan ia pulang menemui majikannya "
"Baik hyung" seo jun menurut ia memotong kabel ties yang melingkar dipergelangan tangan pria sang fotograper, sebelum keluar ia memasukkan kembali kameranya kedalam tas dan tak lupa membungkuk memberi hormat dengan tubuh yang masih gemetar.
"Siapa dia hyung?"
"Anjing! ia sama seperti kita yang melakukan pekerjaan seperti anjing untuk majikannya" Seo jun tertegun ia tak menampik kebenaran perkataan Hoon, mereka berdua memang layaknya anjing yang mengerjakan semua pekerjaan untuk tuan kang.
"Ia bekerja untuk siapa hyung ? "
"Seseorang yang sudah menghancurkan hidupku ! "
"Ayahmu?" tebak Seo jun, siapa lagi yang sudah menghancurkan hidup pria ini jika bukan ayahnya, Seo jun tau itu karena Hoon sendiri yang pernah menceritakan kisah hidupnya.
" Bukankah belum saatnya Hyung kau mencul dihadapannya ? kau baru membeli lima persen saham perusahaan ayahmu , bukankah kau masih dalam proses membujuk beberapa pemegang saham untuk menjualnya kepadamu? "
"Aku tidak akan muncul sebagai pemegang saham tapi dia yang mencariku sebagai putranya, aku akan mengambil hakku dan menghancurkannya, bahkan seekor anjing pun tidak akan meninggalkan anaknya tapi ia bahkan butuh waktu lebih dari dua puluh tahun untuk mencari anaknya" geram Hoon
" Kau yakin dia mencarimu sebagai putranya?" tanya Seojun ragu
"Aku yakin !"jawab Hoon mantap.
...*******...
" Hoon apa kabarmu ? " tanya pak Park sambil menyalami Hoon yang datang ditemani seo jun, pak park membetulkan kembali letak kacamata dihidungnya ia mengamati pria dihadapannya yang sama persis seperti di foto yang dikirim anak buahnya, sebuah kaos bermerk yang dipadukan mantel panjang berbulu terlihat sangat serasi membalut tubuh atlethis Hoon.
Pak Park dan Hoon berjanji bertemu di salah satu restoran hotel di kota Incheon .
"Jangan salah paham Hoon , aku dan ayahmu sudah mencarimu setelah mengatahui kabar ibumu tapi ka......"
" Sangat baik! " Hoon segera memotong pembicaraan pak park. namun pak park segera bisa mengendalikan diri ia mulai membuka topik pembicaraan baru.
" Apa kau sudah menikah ? " tanya pak Park hanya untuk sekedar basa basi
__ADS_1
" Apa aku harus jawab ck ?informasi dari anak buahmu kurang?" jawab Hoon ketus seraya berdecak kesal , sekali lagi Pak Park menghela nafas panjang ia sadar bocah kecil yang dulu dikenalinya kini tumbuh menjadi seorang pemuda yang dingin . sementara Seo jun hanya menyeringai meremehkan pria tua dihadapannya.
"Baiklah! " pak park kembali mengatur letak kacamatanya dengan telunjuknya dan membetulkan posisi duduknya ia menarik kursi lebih dekat lagi kearah meja
"Aku rasa kau sudah bisa menebak mengapa aku mencarimu, ayahmu sekarat Hoon "ucap pak park tanpa basa basi lagi
Sementara Hoon hanya menatap Pak Park tanpa ekspresi sama sekali, sekarat ? bukankan saat mendengarnya harusnya ia prihatin dengan keaadaan ayahnya , Tidak ! sekarang hanya ada kebencian yang telah terpupuk sejak lama , batin Hoon . Ia seakan sudah menduga arah pembicaraan mereka berdua.
"Ayahmu butuh penerus, ia ....." belum sempat Pak Park melanjutkan katanya katanya Hoon segera memotong pembicaraan dengan tertawa kecil dengan nada yang mengejek.
" Kalian amnesia? " entah mengapa pertanyaan itu keluar begitu saja, padahal seharusnya mengangguk dan segera mungkin kembali.
"Hoon, aku paham ! tapi usiamu saat itu masih terlalu kecil untuk mengetahui apa yang terjadi "
" Kau tau ! ibuku depresi saat mengakhiri hidupnya sebulan sejak ayah mengusir kami "
"Ayahmu tak pernah mengusirmu."
" Ia mengusir ibuku !" bentak Hoon sembari menepuk pelan dadanya sebanyak dua kali dadanya, darahnya seakan mendesir tak karuan disertai urat leher yang menegang.
Hoon memijit kuat pelipisnya, amarahnya seakan memuncak . ia sebenarnya tak sanggup mengungkit luka lama.
Lama mereka terdiam, pak park sadar akan luka yang telah dilalui dialami Hoon selama ini.
"Maafkan ayah mu Hoon, maafkan aku , maafkan masa lalu yang sudah kita lalui "pinta pak Park
"Andai aku masih bocah polos sepuluh tahun mungkin aku akan memaafkanmu" Hoon berusaha menguasai dirinya.
"Tuan Kang baik, ia mempercayakan segala sesuatunya pada hyung" kali ini Seo jun menimpali
Pak park mangut mangut tanda mengerti, sebenarnya ia ,pak Jang ,dan pak Kang adalah sahabat baik sejak dahulu namun pak kang memutuskan segala kontak dan memilih melanjutkan bisnisnya sendiri.
"Aku akan pergi, Biarkan aku berfikir " tentu ini hanya akal akalan Hoon agar bisa mengulur waktu, toh masih ada saham yang harus dibelinya. Hoon kini bangkit dari duduknya disusul Seo jun yang melakukan hal serupa, padahal tekadnya begitu kuat diawal untuk mengambil semua yang menjadi hakknya dan balas dendam kepada ayahnya. tapi Hoon merasa terlalu sakit untuk kembali berhadapan dengan mereka yang dari masa lalunya.
"Hoon apa yang kau lakukan masih banyak yang ingin aku bicarakan " cegah pak park
"Hubungi aku jika kau ingin bicara mengenai bisnis " Hoon mengeluarkan secarik kertas kartu nama bisnisnya dari dompet dan menyodorkannya di meja.
"Hoon ....Hoon..." panggil pak Park pada Hoon dan Seo jun yang sudah berjarak beberapa meter dari hadapannya.
Pak Park berdiri dan lekas menyusul mereka. pria tua itu berusaha menahan lengan kekar Hoon, aksi mereka mengundang perhatian pengunjung restoran lainnya, Hoon dengan kasar menghempaskan genggaman pak park hanya dengan satu kali hentakan.
Pak park masih berusaha mengikuti langkah kaki Hoon yang jenjang. kini mereka sudah berada di lobi hotel yang sangat besar, Hoon menghentikan langkahnya dan berbalik .
"Hoon jangan munafik ! " bentak pak park
"heh" Hoon terkekeh kecil
"Aku tau kau menginginkan milikmu! kau fikir aku tidak tahu kalau kau sudah membeli saham milik ibu lee! "
__ADS_1
"Ia aku membelinya!" ucap Hoon mantap membenarkan ucapan park " aku membeli atas namaku " lanjut hoon
"Kau munafik Hoon" tukas pak park
Hoon hanya tersenyum tipis dan berlalu meninggalkan pak Park yang diam mematung
...*******...
" Hyung....itu kesempatan bagus dia memintamu kembali seperti harapanmu "
"Sudahlah " balas Hoon sambil melajukan mobil sportnya secara perlahan, karena guyuran salju tipis yang menutupi jalan Hoon tidak berkendara dengan kecepatan maksimal seperti biasanya.
"Hyung apa lagi yang kau tunggu , jika kau jadi penerus ayahmu kita tidak perlu lagi melakukan pekerjaan layaknya seekor binatang buas..aku akan setia menemanimu Hyung entah itu kau sebagai manajer club malam dan kasino, atau sebagai pemilik beberapa hotel mewah " bujuk Seo jun sambil tangannya mengutak atik smartphone miliknya.
"Jang won shik Lotus hotel " Seo jun berbicara sendiri dan melakukan pencarian mengenai ayah Hoon
"Daebak ....daebak " Seo jun menutup mulutnya tak percaya " hyung ayahmu kini membangun sebuah resort lagi di pulau nami..dua di seoul, satu di busan, 1 di jeju dan satu lagi di pulau nami" Seo jun menghitung dengan jari jumlah hotel yang dimiliki ayah Hoon
"Hyung.... ini kesempatanmu ayahmu sekarat hyung kau putra tunggal apalagi yang kau tunggu hyung " bujuk Seo jun. tak lama setelah itu ponselnya berdering nama tuan Kang bertengger di panggilan masuk.
Hoon memberi isyarat dengan alisnya agar Seo jun menjawab panggilan tuan kang.
"Iya tuan kang"
"Perintahkan Hoon kerumahku "
tut tut panggilan berakhir, Seo jun hanya menatap Hoon tanpa memberi tahu perintah tuan kang. Hoon yang sudah bekerja puluhan tahun dengannya langsung membanting stir, memutar balik arah kendaraannya menuju rumah tuan Kang.
...*****...
Anjing penjaga menyambut kedatangan Hoon dan Seo jun dengan lolongan pelan dan panjang seakan memberitahu sang majikan jika orang yang dinantinya sudah berada di sini.
Hoon menyapa dua ekor Pitbull yang menyambutnya dengan mengusap usap kepalanya hingga anjing itu duduk dan mengeluarkan suara lolongan yang manja. tak lama kemudian tuan Kang datang bersama So ra.
Hoon dan tuan Kang duduk saling berhadapan didalam sebuah ruangan kerja bernuansa klasik modern, mereka masih bisa mendengar hentakan kaki kesal sora dari luar yang terpaksa menuruti perintah tuan kang agar meninggalkan mereka.
"Dasar anak itu dia sama sekali belum dewasa " keluh tuan kang sambil menunjuk pintu keluar
"Aku tahu kau bertemu dengan Park Yoo chun "
" Benar " jawab Hoon mantap ia sudah menduga tuan Kang sudah mengetahui segalanya sejak fotografer itu tertangkap basah, pria tua dihadapannya ini bagaikan pitbull yang bisa mencium dari jarak jauh semua yang dilakukan anak buahnya.
"Apa kau akan kembali mengambil semua hakmu ? " tanya tuan Kang dengan mata yang berbinar. membayangkan berapa milyar won yang bisa diterima Hoon jika dia memutuskan untuk kembali kepada ayahnya
"Aku akan membantumu Hoon kau tau kan aku sudah menganggapmu anak selama ini " bujuk tuan Kang
Hoon hanya menatap dengan tatapan malas kali ini ia benar benar melihat seekor pitbull yang sangat pandai menjilat berdiri dihadapannya sedang menyamar menjadi seorang pria tua .
" Aku akan memutuskannya nanti " jawab Hoon.
__ADS_1
Onew as Seo jun