Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 27


__ADS_3

Pengawal Lee tersentak, ia menyadari jika pria yang kini memeluk Hana tepat di depan matanya adalah Hoon. Kepalang tangan yang disiapkannya kembali ia lepas, ia mundur beberapa langkah dan membiarkan dua orang saudara itu saling melepas rindu. Difikirannya, Hoon pasti sudah tahu jika Hana adalah saudaranya, tentu saja! Toh ia sudah berada dirumah sakit pasti untuk menemui sang ayah lagi pula pak Park tadi sudah mengatakan dengan jelas jika Hoon akan pulang dan berkumpul bersama keluarganya.


Langkah pengawal Lee semakin menjauh kebelakang memberikan privasi pada dua saudara itu untuk lebih leluasa.


Hana yang sejenak merasakan langkah kaki pengawal Lee menjauh berusaha menggumamkan namanya, ada rasa takut yang menjalar di aliran darahnya.


"Pengawal Lee..." lirih Hana, dengan mata yang hampir basah.


"Bukankah sudah kukatakan jangan mudah percaya pria asing! Dasar gadis kecil bodoh! Mengapa kau tidak berontak" tutur Hoon seraya melonggarkan pelukannya.


Hana mendongakkan kepalanya, berusaha mengingat suara itu, indra pendengaran orang buta memang lebih peka dari orang kebanyakan orang sehingga Hana bisa langsung menebak pemilik suara tersebut.


"Ahjus.....tidak bukan! Hoon oppa?" tebak Hana seraya tersenyum lebar, ia bisa merasakan bunga bunga bermekaran didalam hatinya, akhirnya bisa kembali bertemu dengan orang yang pernah menolongnya.


Hoon melepas pelukannya, dan memegang kedua pundak Hana.


"Mengapa kau tak mengabariku Hari sshi ?" Hoon menatap gadis yang nampak sangat cantik itu, sekali lagi ada gejolak yang ia rasakan didalam dadanya seperti hendak melompat keluar.


Hari sshi...yah hanya Hoon yang memanggilnya dengan namanya sendiri.


"Ehm....itu anu....sebenarnya pengawal Lee menghilangkan kontakmu, jadi aku tidak bisa menghubungimu" cicit Hana gugup.

__ADS_1


Hoon menoleh kebelakang dan melihat pria dengan setelan jas lengkap dibalut jaket tebal itu menunduk sembilan puluh derajat padanya lalu kembali mengangkat tubuhnya.


"Ck" Hoon berdecak, ternyata pria itu ada disana, pria yang terakhir kali ia lihat merangkul Hana dan membawanya pergi dengan mobil sedan silver. Hoon kembali menatap Hana dari ujung kepala sampai ujung kaki semua yang terpatri disana melukiskan jika Hana memang bukan berasal dari keluarga sembarangan sudah tentu ia akan selalu diikuti seorang pengawal.


Pengawal Lee mendekat dan menyapa Hoon dengan ramah.


"Perkenalkan saya Lee Do Hyun, orang yang saat ini bertanggung jawab atas keselamatan nona Jang" Pengawal Lee kembali menundukkan kepalanya, ia sadar betul jika pria yang menatap sinis kearahnya itu akan menjadi atasannya dimasa depan.


"Oh" mulut Hoon membulat sempurna, dipikirannnya pengawal Lee ini terlalu sopan terhadapnya padahal prilakunya yang tiba tiba memeluk Nonanya dianggapnya sangat lancang.


"Boleh aku membawa nonamu sebentar?"


"Nonamu?" desir pengawal Lee didalam hati mendengar Hoon menyebutkan Hana dengan kata itu, lagian kenapa juga ia butuh ijinnya bukannya Hana adalah adiknya?.


"Kemana Hana pengawal Lee?" tanya Ahjumma yang baru saja keluar dari ruang pemeriksaan dengan secarik resep obat pengencer darah ditangannya.Ahjumma nampak mengedarkan pandangan disekitarnya.


"Ia pergi bersama tuan muda" Jawab pengawal Lee yang tak bisa mengalihkan pandangannya dari lift yang sudah membawa Hana dan Hoon.


"Tuan muda?," Ahjumma mengernyitkan dahi, secepat itu? Padahal Hana sama sekali belum menceritakan prihal kedatangan saudaranya, memang Hana pernah mengatakannya jika kakaknya akan segera pulang. Namun entah mengapa ada sesuatu yang mengganjal dihati Ahjumma ia merasa waktunya seperti kurang pas saja.


"Kau yakin pengawal Lee, Itu adalah Tuan muda Jang? Aku saja yang bekerja dengan tuan Jang selama sepuluh tahun belum pernah melihat fotonya apalagi orangnya secara langsung"

__ADS_1


Hufhfttt Pengawal Lee menghela nafas berat dan panjang "Aku pernah bertemu dengan Tuan muda Jang Hoon sebelumnya!" Kali ini Pengawal Lee mendudukkan bokongnya dengan pasrah di sebuah bangku panjang tempatnya duduk tadi. Ahjumma turut serta dan duduk disebelahnya dari sorot matanya ia menuntut penjelasan lebih, namun pengawal Lee enggan untuk menjelaskan jika Hoon yang ia maksud adalah pria yang


menolong Hana tempo hari.


Hana mengikuti Hoon dengan perasaan campur aduk, ia bahagia karena kembali bertemu dengan malaikatnya. Namun bingung mengapa pengawal Lee begitu mudahnya mengijinkanya pergi bersama orang asing, meski Hoon tidak seasing itu tapi?


Deg...Jantung Hana seakan berpacu dengan waktu saat Hoon semakin meramas genggamannya kuat, seakan takut jika gadis disampingnya pergi jauh. Tak ada kata yang keluar dari mulut Hoon begitupun Hana mereka sibuk memikirkan detak degup jantung masing masing yang semakin tak beraturan.


"Oppa! kita akan kemana?" Tanya Hana bingung, sesaat setelah kaki mereka berpija pada lantai satu rumah sakit.


Hoon tak menjawab masih menatap Hana lekat di sampingnya, ia tak habis fikir dengan dirinya sendiri, apa sebenarnya yang ia lihat dari gadis buta ini, jika kecantikannya tentu Hana memiliki segalanya tapi ia....?


"Oppa, kita akan kemana?" Hana bertanya sekali lagi.


"Tak kemana mana aku hanya ingin memasukkanmu kedalam saku ku!" Jawab Hoon gemas dengan perasaan yang seakan melayang, namun ia segera berdehem kuat " Ehem" untuk mengembalikan jati dirinya. Kini ia tersadar jika kadar dopamin didalam otaknya sedang mengambil alih dan membuatnya bertindak bodoh, ingin rasanya ia menampar bibirnya yang sudah mengeluarkan perkataan yang tidak seharusnya dari seorang Hoon.


Hana menggigit bibir bawahnya berusaha menahan senyuman yang hendak merekah, kedua pioinya merona merah jambu mendengar perkataan Hoon seakan menimbulkan gelitikan dihatinya yang tiada tara, perasaan apa ini?


"Ah maafkan oppa, ah tidak...bukan maksudku maafkan aku, sepertinya aku sedang tidak fokus" Hoon menggeleng kuat seraya menghela nafas dan berdoa berharap jiwa seorang Hoon bisa kembali dan menggantikan orang bodoh yang kini berdiri disamping Hana.


Seketika Hoon melupakan kesedihan dan kemarahan yang ditimbulkan saat bertemu dengan ayahnya tadi.

__ADS_1


"Aku hanya ingin berbincang sebentar" ucap Hoon berusaha terdengar tenang dan datar, ia sebenarnya ingin mengajak Hana berkendara sebentar menikmati dinginnya kota Seoul dan bernostalgia di tempat mereka bertemu dulu, namun Seo Jun kini sedang menunggunya di mobil, apa jadinya jika ia melihat dirinya yang keluar bersama wanita ini, bisa jadi mulut Seo Jun tak berhenti bertanya dengan nada mengejek seperti saat ia mencari Hana di caffe.


Hoon menarik genggaman tangan Hana agar tubuhnya lebih dekat, mereka berdua berjalan saling bersisian menuju sebuah cafetaria ruma sakit yang memang terletak dilantai satu.


__ADS_2