
Seo Jun mengemudikan mobil Hoon dengan kecepatan pelan, sambil menikmati setiap tegukan caramel latte nya, minuman hangat seperti ini adalah teman terbaik disuhu ekstreem yang sangat dingin. Seo Jun menoleh kearah Hoon yang menganggurkan minuman dihadapannya matanyaa menatap tenang pada jejeran bangunan berselimut salju yang dilewatinya.
" Hyung gadis Seoul memang beda ya, yang buta saja cantiknya bukan main bagaimana dengan yang normal " Seo Jun mencoba mencairkan suasana ia tahu Hoon agak sedikit ragu untuk bertemu sang ayah.
Bangunan super tinggi yang bertuliskan Healty life Hospital di puncaknya itu sudah nampak dari kejauhan.
Hoon menoleh kearah Seo Jun dengan tatapan menelisik " Buta?"
"Iya buta! dia seorang gadis buta yang saaaaaangaat cantik, aku tadi melihatnya di coffe shop " ucap Seo Jun sambil membayangkan kembali wajah gadis yang ia lihat tadi.
"Putar balik" seru Hoon tegas
"Putar balik?" Seo Jun keheranan masih sambil melajukan mobilnya pelan, merasa tak di hiraukan Hoon berdecak kesal.
"Tepikan mobilnya" tukas Hoon
Akhirnya Seo Jun menepikan mobilnya, Hoon keluar dan berjalan menuju pintu kemudi ia mengetuk pelan kaca mobilnya " Keluar ! " ucapnya dengan nafas yang saling berburu ,Hoon mengusap wajahnya gusar , ia juga tak tahu mengapa melakukan hal seperti ini .
Seo Jun menurut, kini ia duduk disamping kemudi dan memberi kendali penuh kepada Hoon untuk memutar kendaraan roda empat miliknya, kembali membelah jalanan yang baru saja mereka lalui,Seo Jun hanya menatap bingung kearah Hoon yang terlihat gugup, ini seperti bukan dirinya! tegas batin Seo Jun , beberapa kali Hoon mengusap wajahnya kasar dan mendengus. bahkan dengusannya pun terdengar gugup ditelinga Seo Jun.
__ADS_1
Mobil Hoon kembali ke pelataran parkir coffe shop yang tadi, Hoon segera keluar dengan tergesa gesa dan membanting pintu mobil kuat, meninggalkan Seo Jun masih dengan gerakan santainya seraya menghela nafas tak percaya.
Apa iya sebegitu penasarannya dengan gadis buta yang kuceritakan?
Batin Seo Jun sudah bisa menebak. Apa lagi jika bukan karena gadis buta yang ia ceritakan ? dia terlihat uring uringan setelah Seo Jun menceritakan hal itu.
Seo Jun juga membanting kuat pintu mobil dan menyusul Hoon yang sudah hilang dibalik pintu kaca coffe shop.
Seo Jun mendapati Hoon yang tengah berkacak pinggang kesal mengamati coffe shop yang tidak terlalu luas itu, hanya ada satu pasang muda mudi yang tengah duduk di kursi paling pojok yang menatap Hoon dengan tatapan penuh tanda tanya, Pria tampan yang sangat nampak tengah mencari keberadaan seseorang, dari balik meja Bar dua orang barista dan seorang kasir pun saling berpandangan penuh keheranan.
Seo Jun melangkah santai dan menarik lengan Hoon yang segera dihempaskan oleh pria tiga puluh dua tahun itu dengn kasar . Seo Jun hanya bisa menunduk meminta maaf pada satu per satu orang yang berada didalam Cafe itu atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan Hoon dengan kehadirannya yang tiba tiba.
" Hyung ayo keluar " ucap Seo Jun setengah berbisik, sambil menahan malu. Namun tanpa disuruh pun Hoon memang akan segera keluar, ia melangkah dengan gusar kembali kedalam mobilnya.
" Hyung kau gila? jangan katakan kau mencari gadis buta yang kuceritakan! " Seo Jun memijit kepalanya kuat " who are you? " tutur Seo Jun lagi dengan dialeg Korea yang kental, belakangan ini ia memang tak bisa menebak jalan fikiran Hoon , jika itu karena masalah ayahnya mungkin ia bisa mengerti namun mengenai gadis buta ini? Seo Jun sama sekali tak bisa mempercayainya.
Hoon tak menghiraukan Seo Jun ia memutar mobil dan berbalik arah dari arah yang seharusnya mereka tuju yaitu rumah sakit tempat ayahnya dirawat.
" Hyung harusnya kita kesa.....na " Seo Jun kembali menghela nafas dan melipat tangan didada, terserahlah ! pikirnya.
Sepanjang perjalanan Seo Jun hanya menatap Hoon bingung, pria ini ternyata bisa berbuat seperti tadi, Hoon yang ia kenal tak pernah uring uringan, yang selalu bertindak tepat sasaran serta tak pernah terlihat berfikir ternyata cuma... kerana seorang gadis, Seo Jun mencoba menahan tawa namun akhirnya lepas juga.
__ADS_1
Hoon hanya mengerutkan alisnya memdengar tawa receh pria disampingnya.
" Hyung apa benar karena gadis buta yang kuceritakan? "Seo Jun mencoba mencari tahu lagi. Namun Hoon masih bergeming ia terlalu fokus dengan kemudinya.
" Hyung, gadis itu nampak sangat muda, usianya terlihat seperti seorang pelajar menengah atas...apa apaan kau...? "Seo Jun kembali tertawa receh seraya mengamati wajah dan postur Hoon yang terlihat begitu dewasa.
" Apa kau pernah melihatku seperti itu karena seorang gadis? " tanya Hoon dengan tatapan serius,Seo Jun segera menutup mulutnya lalu membukanya kembali.
"Tentu saja tidak Hyung! maka dari itu aku penasaran jika bukan karena gadis itu lalu apa? aku tiba tiba teringat dengan telepon yang kuterima dari Seoul waktu kau juga berada di Seoul , dia menanyakan tentang seorang gadis buta....yang...siapa namanya...ya..."Seo Jun terlihat berfikir mengingat nama yang disebutkan oleh penelpon yang ia terima lebih dari sebulan lalu, namun nihil ia menyerah karena sama sekali tak bisa mengingat nama yang disebutkan orang itu.
Hari..... Hoon tersenyum simpul dan mengulang nama itu didalam hatinya, yang tak akan pernah didengar Seo Jun yang masih berusaha mengingat sebuah nama yang mungkin berhubungan dengan peristiwa hari ini.
" Hyung kau membuatku takut " Seo Jun bergidik ngeri melihat Hoon yang tersenyum sendiri, kini ia yakin apa yang dikatakan bartendernya beberapa waktu lalu, jika jatuh cintanya seorang casanova memang terlihat seperti ini.
Ehem...Hoon berdehem dan menarik kembali sudut bibirnya yang sempat melebar. Ia lalu mengubah tujuan dilayar navigasinya ke restoran jeoang yang terdekat.
" Hyung...jangan katakan tebakanku benar, Saat ke Seoul kau bertemu dengan seorang gadis buta yang cantik, lalu saat aku menceritakan prihal gadis buta itu kau mengira itu adalah dirinya lantas buru buru untuk mencarinya kembali ke coffe shop "Seo Jun menutup mulut dengan satu tangan tak percaya dengan asumsinya sendiri yang sepertinya akan segera menemukan titik terang.
" Hyung apa yang kau lakukan dengan gadis buta semalaman saat itu?...apa sensasinya....lu...ar.. aduh....Hyung..." Seo Jun mengaduh kesakitan sambil memegang kepalanya yang baru saja ditimpuk dengan kasar oleh pria disebelahnya.
"Diam atau turun!" Hoon menatap Seo Jun dengan tatapan menakutkan.
__ADS_1
"Baiklah baiklah.." Seo Jun masih mengusap belakang kepalanya lembut, ia memutuskan untuk tidak lagi membahas masalah gadis buta itu, ia sudah cukup puas dengan ekspresi Hoon, kini ia tahu jika tebakannya sepertinya benar.