Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 32


__ADS_3

Hoon melepaskan dasinya dengan kasar dan membuangnya begitu saja diatas tempat tidur, entah mengapa ada rasa benci yang timbul setiap mendengar nama saudarinya itu disebut, ia tidak bisa terima jika kelak harus berbagi apa yang seharusnya menjadi miliknya kepada orang lain.


Hoon dan Seo Jun langsung pulang kerumah setelah rapat selesai tanpa menyapa ayahnya sama sekali, ia hanya sibuk menyalami satu persatu peserta rapat dengan sebuah senyuman palsu yang terpatri lama diwajahnya.


Sementara pak Jang kembali kerumah sakit ditemani pak park dan pengawal Lee untuk kembali melakukan medical check up guna memastikan apakah pak Jang bisa melanjutkan perawatan dirumah atau tidak.


Tok....


Tok...


Seo Jun mengetuk pintu kamar Hoon, lalu membukanya, ia langsung masuk dan menghempaskan tubuhnya diatas tempat tidur ingin memastikan apakah kualitas tempat tidur dikamarnya sama dengan milik Hoon atau tidak. Setelah memastikan keduanya memiliki persamaan ia lalu tidur menyamping dengan satu tangan menopang kepalanya mengamati Hoon yang masih berkacak pinggang dan mendengus kesal.


"Hyung, pelayan Kim sedang mengisi kamar disebelah dengan perabotan baru, sepertinya adikmu yang pandai menari balet itu akan menempatinya" tutur Seo Jun. Ia lalu kembali tidur terlentang dan bergumam pelan "sepertinya akan tidak nyaman jika kita serumah dengan saudarimu, aku yakin ia tipe wanita songong seperti Sora, bukankan semua anak orang kaya itu seperti itu? Benarkan Hyung? Jika so ra sombong dengan hartanya maka Jang Hana pasti sombong dengan bakat dan Hartanya ia akan lebih parah, iya kan Hyung? Ia bisa menginjak injak kita, kau jangan mau kalah Hyung" tutur Seo Jun panjang lebar namun Hoon bergeming. Kini ia duduk ditepi tempat tidur seraya memijit pelipisnya, apa lagi sekarang? Pikirnya! Kini saudari dan ayahnya akan tinggal serumah dengannya apakah mereka akan berakting menjadi keluarga bahagia yang utuh? Ah...memikirkannya bisa membuat Hoon menjadi gila.


"Hyung!! Aku akan berkeliling lagi, sepertinya butuh satu minggu untuk mengitari setiap sudut rumah besarmu ini" ucap Seo Jun seraya berjalan keluar dan meninggalkan Hoon yang kini ikut menghempaskan sebagian tubuhnya di tempat tidur sementara kaki panjangnya ia biarkan terjuntai.


Hoon memandangi langit langit dan menutup mata dalam seraya mengingat wajah teduh Hana yang tengah tersenyum, namun fikirannya buyar tatkala muncul bayangan pengawal Lee, ia segera terbangun sambil berfikir keras, apa sebenarnya hubungan wanita buta yang ia kenal dengan nama Hari itu dengan pengawal Lee? tak terasa Hoon memgepalkan tangannya kuat, tunggu!!! Hoon menarik kedua sudut bibirnya keatas mengulas seutas senyuman licik, ia mulai berfikir akan memecat pengawal Lee saat dirinya sudah benar benar resmi menjadi pemilik lotus hotel.


Hoon lalu menarik mantelnya dari gantungan dan memakainya seraya menuruni jejeran anak tangga yang melingkar, langkah kakinya terhenti saat ia kembali melewati piano dengan jejeran foto saudarinya. Hoon menarik satu foto setengah badan gadis usia sepuluh tahun itu dan mengamatinya lekat, ia menemukan jika wajah anak didalam foto tersebut nampak tak asing, Apa ia sangat mirip Jang won shik? Hoon membatin, namun ia segera menggeleng tidak seharusnya ia memikirkan hal receh seperti ini.


Di apartemen Hana.....

__ADS_1


Hoon terlihat beradu argumen dengan resepsionis dan petugas keamanan di apartemen Hannam hills sebuah apartemen mewah hunian para artis dan pengusaha kelas kakap dan yang pasti Hana juga tinggal disana.


"Maafkan kami tuan tapi ada larangan memberi informasi pribadi penghuni apartemen ini" ucap seorang resrpsionis wanita dengan sopan kepada Hoon.


"Sebaiknya tuan meninggalkan tempat ini demi kenyamanan penghuni kami" ucap seorang penjaga keamanan yang bertubuh kekar.


Hoon berdecak kesal, ia menyesal terakhir kali tak bertanya di lantai berapa Hana tinggal. Ini semua karena pengawal sialan itu! Batin Hoon.


Tak ingin berdebat lebih lama ia memutuskan untuk meninggalkan apartemen Hana, Hoon bahkan masih mendongak keaatas mengamati bangunan tinggi itu saat berada diluar, sebelum benar benar meninggalkannya.


...***...


"Baiklah baiklah !!!dokter Yoon kau mengapa cerewet sekali" ledek pak Jang penuh senyuman, entah mengapa hari ini ia merasa begitu bahagia, akhirnya setelah puluhan tahun ia seperti hendak pulang dan berkumpul bersama keluarga yang utuh.


"Jangan lupa juga ....tu-"


"Iya iya dokter Yoon, apa mereka tidak cukup bagimu? kau ingin sekalian ikut denganku pulang?" ucap pak Jang menunjuk dua orang perawat yang terdiri dari pria dan wanita kini tengah mengemas barang barang pak Jang, selama Pak Jang dirumah dua perawat yang diutus dokter Yoon itu akan ikut tinggal dan bertanggung jawab sepenuhnya atas kesehatan pak Jang.


Hufthhh.....dokter Yoon menyerah, ia lalu mengulas seutas senyuman kepasrahan, dan ikut bahagia melihat sudah ada secerca harapan hidup yang diperlihatkan pak Jang.


"Baiklah kalau begitu aku permisi Tuan Jang sepertinya anda sudah membutuhkanku"dokter Yoon mengucapkannya dengan nada penuh canda, Pak jang hanya menggelengkan kepala seraya tersenyum ramah. Didepan pintu dokter Yoon berpapasan dengan Pak Park yang baru saja menyelesaikan urusan administrasi mereka saling memberi hormat lalu melanjutkan tujuan masing - masing.

__ADS_1


"Semua sudah beres?" tanya pak park pada dua orang perawat itu.


"sebentar lagi tuan" jawab perawat itu kompak lalu melanjutkan aktivitasnya.


"Park yoo chun...!"panggil pak Jang ia lalu menggerakkan kursi roda elektriknya lebih dekat kearah pak park,"pembahasan yang tadi belum kita selesaikan" ucap Pak Jang melanjutkan perkataannya. Pak park menautkan dua alisnya bingung namun segera menariknya kembali, ia baru ingat masalah yang ia bahas terakhir kali, mengenai Hana dan Hoon yang sudah saling mengenal.


"Jadi menurutmu Hoon tidak akan keberatan?tidak mengapa jika Hoon tak menerimaku toh hidupku tidak akan lama lagi, yang jelas ia bisa menerima Hana maka aku akan sangat bahagia"


"Mengapa kau bicara begitu?kau harus hidup bahagia bersama kedua anakmu. Dan saat aku sudah tinggal di bawah pegunungan Alpen aku akan rajin melakukan panggilan Video untuk membuatmu iri" canda pak Park, dua pria senja itupun tertawa bersama.


"Oh iya dimana pengawal Lee?"tanya pak Jang yang sejak tadi tak melihat keberadaan pengawalnya itu.


"Aku menyuruhnya menjemput Hana, aku juga melarangnya untuk memberitahu Hoon yang sebenarnya adalah Hoon yang menolongnya, biarkan ini menjadi kejutan bagi mereka".


...***...



Pengawal Lee berjalan dikoridor panjang apartemen Hana, sepanjang perjalanan mulai dari mobil hingga sekarang ia malah sibuk memperhatikan penampilannya.


Disebuah tiang besar terdapat cermin besar ia sekilas melewatinya lalu kembali untuk sekedar merapikan mantel yang ia gunakan, lama ia mengamati wajahnya sendiri lalu tersadar jika ia sudah menjadi pria narsis, ia tertawa mengejek sambil memegang kepalanya, untuk apa? Ahjumma? Hana juga tidak akan melihatnya! Pikirnya dalam hati. Hufht...pengawal Lee menghela nafas lalu melanjutkan perjalanannya berusaha meyakinkan dirinya sendiri jika ia hany sebatas pengawal. Dan bukan orang yang pantas bahkan untuk sekedar berangan angan menyukai Hana.

__ADS_1


__ADS_2