Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 23


__ADS_3

"Hyung apa ini tempatnya? " kepala Seo jun mendongak dari balik kaca mobil mengamati bangunan tinggi berdinding kaca dengan tulisan Healty life Hospital pada puncak bangunan. Rumah sakit swasta terbesar di kota Seoul dengan sekelumit pelayan medis nomor wahid yang sediakan.


Hoon tak menjawab ia hanya berdehem lalu kembali menutup matanya dengan tangan yang saling menyilang didepan dadanya, posisi kursinya sudah setengah tidur. Kini ia yakin dirinya benar benar kembali, seakan menjilat ludah yang sudah ia kubur dalam dengan memijakinya kuat , kini ia berada di Seoul menemui manusia manusia yang beetanggung jawab atas derita yang dialami sang Ibu.


Hoon sudah mulai berfikir hal pertama yang akan dilakukannya adalah membujuk para pemegang saham dengan proposal bisnis yang akan diajukannya yakni memberikan sentuhan casino disetiap Hotel Lotus yang ada di Seoul, perlahan namun pasti begitu pula dengan hotel di Jeju dan juga Busan siapa yang tidak menyukai keuntungan. Ia tak terlalu memikirkan mengenai saudara dan ayahnya, bukankah ini yang mereka inginkan, membuatnya kembali! lagi pula dimata Hoon pak Park adalah pembohong tingkat dewa. bisa jadi saudari yang dikatakannya hanya akal akalan belaka, jika memang betul saudarinya itu ada maka ia harus siap berkompetisi bersama.


Hana dan pengawal Lee tiba di sebuah coffe shop yang tidak terlalu ramai, hanya ada dua orang barista yang tengah meramu coffe serta seorang kasir yang berdiri dibalik meja Bar, Hana dan pengawal Lee memilih sebuah meja yang berhadapan langsung dengan sebuah jendela kaca berukuran besar dimana ramai pejalan kaki di trotoar terlihat dari sana.


Hana duduk menopang dagu dengan kedua tangannya sedangkan pengawal lee memesan dua gelas capuchino pada barista yang hanya berjarak lima meter dari tempat gadis itu duduk sambil sesekali melirik kearah Hana memastikan gadis itu baik baik saja



"Hyung kita tidak akan masuk?"

__ADS_1


Seo Jun sudah menghabiskan beberapa menit hanya sekedar memandangi tampilan luar rumah sakit, ia berbalik dan melihat Hoon yang bergeming, mungkin ia terlalu lelah!


"Baiklah, aku mengerti kita sebaiknya pergi ketempat lain dulu" Seo Jun memutar kemudi meski tanpa perintah dan persetujuan Hoon, ia menelusuri satu persatu jejeran restoran , cafe ,dan coffe shop di sepanjang jalan yang tidak terlalu jauh dari rumah sakit. Ia menjatuhkan pilihan pada sebuah coffe shop yang tidak terlalu ramai. Seo Jun berlalu meninggalkan Hoon yang memutuskan untuk merokok, ia membuka kaca mobil lalu menyalakan ujung rokoknya dengan pemantik, ia nampak menikmati setiap hisapan nikotinya dalam dalam sambil memejamkannya mata dan menghembuskan asap dari hidung dan mulutnya , baginya nikotin memang obat terbaik disaat kalut.


Seo jun memilih meja yang terletak paling pojok sambil menunggu panggilan dua gelas caramel latte yang dipesannya, pandangan dihadapannya tak bisa ia abaikan, seorang wanita cantik dan pria tampan yang duduk saling berdampingan, ia tak peduli dengan sang pria namun si wanita terlihat begitu menawan , baginya ini salah satu ucapan selamat datang yang disuguhkan Seoul padanya.


Hana menghirup semerbak aroma kopi dari dalam cangkir dihadapannya uap yang panasnya tercium begitu wangi, ini baru pertama kalinya ia akan meminum kopi.


Pengawal Lee menjelaskan jika dikopi Hana terdapat sebuah lukisan pohon cemara yang nampak begitu indah.


"Nona bisa langsung meminumnya"


"Tapi lukisannya akan hancur" Jawab Hana polos sementara pengawal Lee berusaha menahan tawa melihat ekspresi Hana yang benar benar menggemaskan, entah mengapa hari ini pengawal Lee sangat ingin berbuat jahil pada gadis itu. Masih dengan raut wajah yang sama pria dua puluh sembilan tahun itu memberi Hana sebuah sendok kecil yang tergeletak begitu saja di samping cangkirnya.

__ADS_1


" Kau bisa mengaduknya kalau begitu Nona"


Hana segera melepas sendok dari genggamannya, dengan perasaan takut ia berujar " itu akan lebih merusaknya pengawal Lee ".


Dua kening Hana saling bertautan mendengar pemgawal Lee yang tertawa lepas setelah menjahilinya, namun gadis itu segera tersenyum simpul, ini kali pertama ia mendengar pengawal Lee membiarkan sisi manusia biasanya menguasai dirinya, bukan sebagai pengawal pribadi sang ayah yang selalu terdengar kaku.


" Ehem..ehem., " pengawal Lee berdehem kuat menyadari kelakuan yang sebenarnya tidak pantas kepada nona mudanya itu, ia berusaha mengatur kembali ekspresi wajahnya" Maafkan aku nona Hana " ucapnya tulus seraya menundukkan kepala, meski Hana tak melihatnya namun gadis itu bisa merasakan perasaan pengawal Lee yang penuh penyesalan.


Dari jarak yang tidak terlalu jauh Seo Jun hanya hanya menyeringai, sayup sayup ia bahkan bisa mendengar perbincangan mereka yang tidak seperti sepasang kekasih, kini ia tahu pria disamping gadis cantik itu adalah pengawalnya. lantas gadis kaya mana yang terlihat begitu kaku saat menghadapi secangkir capuchino? Seo Jun menopang dagu dengan kedua tangannya seraya mengetuk ngetuk pipinya dengan jari. mengamati Hana yang bahkan harus dituntun saat hendak menyeruput kopinya. pengawal Lee terlihat meletakkan sebelah tangan Hana pada telinga cangkir dan satu ptangan pada sisi yang lainnya, diwajahnya nampak jelas gurat bahagia dengan senyum menawan yang terpatri.


Seo jun nampak memicingkan matanya lalu menyenderkan tubuhnya kaget saat matanya dan Hana saling bertatapan, gadis itu masih menatapnya namun tanpa ekspresi sama sekali, Seo Jun mulai salah tingkah ia sesekali menundukkan pandangan lalu kembali menatap Hana yang masih melihatnya, ia merasa gadis itu sadar bahwa ia tengah mengamatinya.


Seo Jun pura pura batuk untuk mengatur perasaannya dan kembali menatap Hana yang masih belum mengalihkan pandangannya bahkan saat sedang menyeruput capuchinonya, karena tak terima dibuat salting ia memutuskan untuk menatap gadis dihadapannya secara terus menerus dan deg, ia tersentak mendapati tatapan kosong yang indah itu. Seo Jun menelisik disekitar Hana dan mengibaskan tangan beberapa kali di depan wajahnya namun gadis itu bergeming.

__ADS_1


Seo Jun menghela nafas tak percaya melihat gadis yang nampak begitu sempurna itu ternyata seorang tuna netra, sekali lagi ia mencoba melambai namun aksinya dipergoki pengawal Lee, pria berbadan tegap itu segera menutupi pandangan Seo Jun dengan mengubah posisi duduknya berhadapan dengan Hana dan membelakangi Seo Jun.


ckk Seo Jun berdecak kesal lalu menyenderkan punggungnya, tak lama kemudian barista memanggil namanya, ia pun bangkit dan mengambil dua gelas caramel latte panas yang pesannya, lalu melangkah dengan santai menuju pintu keluar tanpa menoleh sedikitpun ke arah Hana dan pengawal Lee, didepan pintu ia hampir saja menabrak Ahjumma yang tergopoh gopoh membuka pintu , wanita bertubuh gempal itu segera menunduk meminta maaf sementara Seo Jun hanya membalasnya dengan menyeringai kesal dan berlalu tanpa sepatah katapun.


__ADS_2