Love Me Oppa

Love Me Oppa
Bab 12


__ADS_3

Pengawal Lee mengusap wajahnya gusar, seharusnya ia tak membiarkan Pak Jang mengemudi sendiri, ia terlalu ceroboh sebagai seorang pengawal.


Terrtt...ponsel diatas dashboard yang dikemudikan pengawal Lee bergetar, dengan cekatan ia segera memasang headset untuk menjawab panggilan, semoga ada kabar baik karena ia sudah mencari Hana di tempat yang biasa dikunjungi pak Jang dan putrinya ia bahkan pergi Sanpo rumah pedesaan pak Jang namun ia tak menemukan siapapun disana.


" Pengawal lee apa benar Hana hilang? " suara Ahjumma diseberang terdengar bergetar dan terisak , ia tahu itu setelah kembali Ke apartemen dan mendengar rekaman pesan pengawal Lee.


" Sepertinya begitu Ahjumma dugaan ku dan Pak Park ia bersamamu tapi kau terdengar seperti itu bisa dipastikan Hana benar benar hilang "


" lalu dimana pak Jang ?"


" Ia ditemukan tak sadarkan diri disebuah toserba , tapi Hana sedang tidak bersamanya saat itu "


" Lalu dimana Hana? "


" Aku akan mengabarimu secepat mungkin begitu menemukannya, ingat Ahjumma jangan gegabah menyebarkan informasi "


" Baiklah pengawal Lee "


...***...


Hana mengucek matanya , ia bangkit lalu duduk ditempat tidur meraba seluruh tubuhnya yang hanya dibalut kaos dan celana panjang saja, dadanya tersentak dibenaknya ia bahkan tak pernah melepas satu kancing pun. Hana mendekap tubuhnya sendiri ia baru tersadar jika baru saja menghabiskan malam bersama pria asing, tentu saja ia pernah mendengarnya di drama bagaimana pemeran utama pria dan wanita menghabiskan malam bersama dan....ah...hana menggeleng kuat sembari memejamkan mata, bahkan Ahjumma saat itu pun terdengar tersipu menjelaskan adegannya.


" Ckk ckk Kau sudah bangun " Hoon Mendecak tak percaya sedari tadi menatap tingkah aneh Hana, ia masih terbaring menopang kepala dengan satu tangannya, padahal semalaman ia merawat lebam Hana .


" Ahjussi !" pekik Hana kaget ia lekas menurunkan kedua tangannya dan menemukan sebuah handuk kecil lembap di sisi sebelah kanannya


" Apa ini ? "


" Aku mengompres lebammu semalam dengan air Hangat "


" Oh benarkah aku lebam lagi?apakah disini ?" Hana meraba lengan sebelah kanannya dan betul ia masih merasa sedikit nyeri.


"Ini salah satu efek samping obat pengencer darah " lanjut Hana polos.


Tatapan Hoon sedikit menelisik, ia lalu bangun dan menyandarkan tubuhnya pada tempat tidur " pengencer darah ?" baru kali ini ia mendengar jika ada obat semacam itu

__ADS_1


" Iya pengencer darah, apa kau ingin mendengarnya? " Hana menepuk pelan dada sebelah kirinya, ah gadis ini benar benar polos baru saja ia merasa seperti baru dilecehkan sekarang ia malah menawarkan diri ! pikir Hoon


"ck..kau yakin ?" Hoon tertawa kecil dengan aura mengejek.


" memangnya apa yang bisa kudengar dari sana? apa hubungannya dengan obat pengencer darah yang kau maksud " tanya Hoon bingung.


" Ada suara jam berdentang didalam dadaku, salah satu katup jantungku diganti dengan katup mekanik sehingga aku harus menjaga kekentalan darahku dengan meminum obat pengencer darah " jelas Hana , sedikt sedikit Hana mulai bisa terbuka mengenai kehidupannya, ia mulai berfikir apa sebaiknya memberitahukan siapa dirinya sebenarnya pada Hoon ? bukankah akan lebih mudah memulangkannya , lagi pula Hoon sepertinya pria yang baik.


" hufht...." Hoon menghela nafas panjang menatap iba kearah Hana, selain buta gadis ini juga punya masalah dengan jantungnya. Ia lalu beranjak dari peraduannya tanpa mempedulikan tawaran Hana untuk mendengar degup jantungnya, ia saja masih belum bisa menstabilkan detak jantungnya sendiri ketika menatap tatapan kosong gadis itu.


Hoon bangkit dan mulai mengenakan satu persatu pakaiannya , ia baru selesai mengancingkan long coatnya saat Hana memanggilnya Lirih.


" Ahjussi "


" Hemm"


" Aku ingin ke kamar mandi untuk....."


Hoon secepatnya menghampiri Hana ia menuntun gadis itu menuju kamar mandi, Hana terlihat berusaha keras meraba raba arah jalannya karena ruangan yang begitu asing, Hoon yang seakan tahu segera menjelaskan segala sesuatunya pada Hana , ia memberitahu semua tata letak perlengkapan kamar mandi sebelum menutup kembali pintunya .


...****...


" Ah tidak perlu Ahjussi " tolak Hana lembut


" hufht...Ahjusssi ck...apa kau bisa berhenti memanggilku seperti itu ? "


" kenapa ? " heran Hana masih sambil mengancing mantelnya.


" Ah sudahlah ...terserah kau saja "


" hehe " Hana hanya nyengir kuda " apa aku harus memanggilmu Hoon oppa ? aku bisa menjadikannya latihan agar kelak saat bertemu saudaraku aku langsung bisa memanggilnya seperti itu, Hoon oppa , Hoon oppa "


Seketika Hoon tersntak ada rasa menggelitik didalam saat mendengar Hana menyebutkan Hoon oppa namun ia begitu bahagia mendengar sebutan itu, Hoon menarik dua sudut bibirnya sehingga membentuk sebuah senyuman yang penuh makna, yah panggil aku seperti itu ! batinnya


" Ayo Hoon oppa " ajak Hana " Ah iya Hoon oppa apa kau benar benar pantas dipanggil oppa ? apa kau bukan pria paruh baya ? " tanya Hana untuk lebih memastikan

__ADS_1


" Hah " Mulut Hoon ternganga tak percaya, paruh baya iya mengulang kata itu dibenaknya. " usiaku bahkan baru tiga puluh dua tahun " Hoon menyeringai kesal


" Oh " Hana menutup mulutnya " Maafkan aku oppa suaramu melukiskan segalanya dibenakku "


" Ehem Ehem ...A ...a...a. " Hoon mmberdehem dan mengetes suaranya , suara bariton khas pria kharismatik , bahkan wanita bisa menggelayut manja padanya hanya dengan mendengar suaranya.


" Aku sudah selesai " Hana lalu meraba kasur tempat tidurnya mencari keberadaan tongkat lipatnya.


" Apa yang kau cari"


" Tongkatku"


" Semalam kau bahkan tak pernah membawanya"


" Benarkah ah...sepertinya aku melupakannya di kantor polisi aku ingat masih memegangnya disana " ucap Hana dengan nada kecewa sembari tertunduk lesu.


" Kita akan membelinya nanti , sebaiknya bergegas untuk sarapan setelah itu....... " Hoon terlihat berfikir, setelah itu aku akan membawamu ke Incheon bersamaku ! ujarnya didalam hati. " Ayo ..."


Hana lalu berjalan mendekat kearah suara Hoon, pria itu lantas berdiri tepat dihadapannya memegang kedua pundak Hana yang membuat gadis itu tercengang " Kau bahkan tidak bisa mengancing jaketmu dengan benar " ucap Hoon sambil membetulkan kancing mantel Hana. ia juga membantu gadis itu melilitkan syalnya dengan benar, wajah Hana menengadah tepat berada di bawah Dagu Hoon.


" Hoon oppa, usiaku dua puluh tahun , namaku adalah Jang Hari " ucap Hana pelan. Hoon kembali memegang kedua pundak Hana, gadis itu berfikir sebaiknya memberitahukan segala sesuatunya pada Hoon agar ia tidak terus terusan menjadi bebannya, bukankah akan lebih mudah menemukan orang tuanya jika Hana menyebutkan ayahnya adalah presiden direktur Lotus Hotel, Ia yakin Hoon tidak akan berbicara macam macam diluar sana dan menimbulkan rumor yang aneh mengenai ayahnya, satu satu nya yang akan terjadi adalah akan bertambah satu orang yang megetahui jika putri Jang Won Shik adalah seorang gadis buta yang tidak berguna ! pikirnya.


" Jang Hari " ucah Hoon pelan sembari menatap lekat lekat wajah Hana


...****...


Di kantor polisi....


" Semalam seorang pemuda membawanya namun ia kembali dan membawanya pergi " ucap pak polisi sesaat setelah pengawal Lee memperlihatkan selembar foto Hana, ia kembali menarik foto itu dan menruhnya di kantong kemeja dibalik jas hitam yang dikenakannya.


Ada angin segar yang seketika dirasakan pengawal Lee menghampiri wajahnya, akhirnya ia menemukan titik terang mengenai keberadaan Hana, setelah pencarian yang dilakukannya semalaman suntuk.


" Lantas mereka kemana? " tanya pengawal Lee penasaran


" Aku tidak tahu tapi mereka meninggalkan ini "polisi tersebut mengeluarkan sebuah tongkat lipat dan secarik kertas kusut yang didalamnya terdapat nomor ponsel pribadi Hoon.

__ADS_1


__ADS_2