
Setelah acara makan malam selesai kaum Genk somplak masih setia mengobrol karena mereka jarang kumpul kalau tidak ada acara keluarga di karenakan kesibukan masing-masing sedangkan para orang tua sudah masuk ke kamar untuk istirahat.
Assalamu'alaikum,halo ha putri cantik datang nih!"terdengar teriakan putri yang sudah berdiri di dekat pintu bersama Annisa yang mengekor di belakang.
"akhirnya anak hilang datang juga."ucap mas Jun.
aish,mas Jun masa putri di bilang anak hilang protes putri berjalan mendekati Arumi dan langsung duduk di samping Arumi.
Nissa sudah menggeser Didot untuk pindah dari duduknya.
mba Nissa kebiasaan deh, enggak bisa lihat orang senang!"walaupun protes Didot tetap berdiri untuk pindah ,duduk di dekat kak citra.
Didot laki apa perempuan?tanya Nissa dengan santainya sambil memasukkan keripik singkong yang dibawa nya Tasya yang ada di sampingnya menoleh mendengar pertanyaan sahabatnya yang absurd.
Didot yang mendapatkan pertanyaan mengerutkan dahinya,ya laki tulen lah mba moso jadi jadian.jawab Didot.
nah itu tau, kalau lelaki tulen itu harus mengalah sama wanita.
Yo enggak gitu juga toh mba.balas didot memutar matanya malas.
sya diam diam wae, sariawan ya Bu?tanya putri sambil meneguk es jeruk milik Arumi.
__ADS_1
Arumi yang merasa minuman nya diminum tanpa permisi ingin protes.
dikit doang mi, potong putri sebelum Arumi mengucapkan kata protes.tasya yang ditanya hanya mengangkat bahu nya.
kalian kapan datang?tanya mba Citra yang sedari tadi hanya menonton kekonyolan sepupunya.
baru sampai mba, langsung kesini."jawab putri.
kamu bareng sama Nissa put?tanya mas Jun.
YA "jawab Nisa dan putri barengan.
sampai tengah malam mereka semua akhirnya masuk ke kamar masing masing, sedangkan putri dan Nissa pulang ke rumah masing masing karena jarak nya hanya beberapa rumah dari rumah om Bagas.
setelah menyelesaikan sholat berjamaah para Genk rusuh sudah keluar rumah untuk menghirup udara segar kecuali mba Citra yang sedang mempersiapkan diri untuk acara lamaran nanti sore,kalau mas Juna sudah pergi katanya sih ada urusan kerjaan.
Tasya,Didot,putri,Nissa dan Arumi sedang jalan pagi melewati persawahan yang sangat luas.
dot ke kebun yuk!ajak Tasya yang ada di belakang Didot.
ngapain mba?tanya Didot menghentikan jalannya menengok kebelakang.
__ADS_1
kata pak jarwo lagi panen Pete."jawab Tasya yang juga berhenti,bukan hanya Tasya dan Didot saja yang menghentikan langkahnya di belakang mereka ada putri Nissa dan arumi.karena mereka berjalan di jalan sepetak di tegah sawah dengan berbaris.
pak jarwo orang kepercayaan keluarga yang menjaga kebun,keluarga Pramudya dan Prayoga juga mempunyai sawah kebun yang sangat luas.bukan hanya pak jarwo aja ada pak Karto dan pak joko mereka orang kepercayaan keluarga yang mengawasi kebun dan sawah.
akhirnya Genk rusuh memutar haluan untuk memanen Pete.
sesampainya di kebun Tasya langsung berlari di ikuti ke empat sepupu dan sahabatnya menghampiri ketiga orang kepercayaan keluarga nya yang sudah mulai memetik Pete di bantu oleh anak buah pak jarwo.
pak jarwo,udah mulai ya pak!tanya Tasya yang sudah sampai di hadapan pak jarwo.
eh,ada non Tasya,iya nih non."jawab pak jarwo sambil mengumpulkan Pete yang berjatuhan.
nanti Tasya minta setandan ya pak.tasya meminta kepada pak jarwo.
siap non.jawab pak jarwo singkat.
sya banyak banget buat apaan? pertanyaan putri membuat Tasya memutar bola matanya.
buat barter sama emas ."celetuk Tasya cuek kemudian Tasya membantu memasukkan Pete yang sudah dipetik dari pohon di ikuti mereka berempat.
putri yang mendapatkan jawaban dari Tasya hanya menyebik bibirnya.
__ADS_1
bersambung...