
Sabtu pagi yang menunjukkan pukul 9.00 Amira berjalan menghampiri Tasya, putri dan nissa yang sedang duduk di taman belakang dekat kolam ikan sambil mengemil keripik pisang.
Mba,ayo cepat dong nanti kesiangan katanya tadi mau selidiki mas Aryo!aku sudah telpon mas Ical katanya mas Aryo lagi jalan ke mall BCG."
Tasya ,nissa dan putri yang mendengar panggilan menoleh ke arah Mira yang sudah duduk di kursi kayu samping Nissa.
CK.yang benar aja mir ini masih pagi,kamu mau bersih bersih di mall."omel Tasya dengan kegiatan nya memasukkan keripik pisang ke dalam mulutnya.
tau nih, masih pagi mall juga belum buka!"cetus Nissa sibuk dengan ponsel nya.
aish,mba takutnya nanti kehilangan jejak tadi kata mas Ical katanya mereka mau ketemuan jam 11."ucap Mira dengan kekeh nya.
memang nya si Aryo itu pasti bawa selingkuhan nya?"jangan sampai sudah kita cape cape buntuti dia, eh enggak tau nya Aryo cuma nongkrong sama teman temannya."putri memperingatkan Mira agar lebih memastikan.
Mira mengerutkan bibirnya ,"aku tadi tanya sama mas Ical katanya mas Aryo jemput Zahra dulu."
Zahra?siapa lagi tuh?tanya Tasya sambil meminum air putih.
selingkuhan mas aryo."jawab Mira singkat.
ya udah ayo,mana kunci mobilmu biar mba aja yang nyetir."pinta Tasya mengulurkan tangannya meminta Mira menyerah kan kunci mobil.
Mira menyerah kan kunci mobil nya dan di ambil Tasya yang langsung nyelonong pergi setelah itu mereka bertiga bangkit berjalan mengikuti Tasya,tapi sebelum pergi mereka mengambil dompet dulu di kamar baru keluar untuk menguntit pacar Amira.
sampai di sebuah mall di mana Aryo bersama teman temannya berada,setelah memarkir mobilnya ke empat gadis cantik itu memasuki mall dengan mengedarkan matanya mencari sosok lelaki tampan menurut Amira.
setelah satu jam berjalan mengelilingi mall."Mira,coba kamu telepon lagi si Ical ada di mana mereka!"perintah putri yang tadinya berdiri langsung duduk di bangku kayu pinggir pembatas dekat stand es krim bersama Tasya dan Nissa yang lebih dahulu duduk untuk menghilangkan rasa pegal .
ya mba."Mira mengambil ponselnya dari tas selempang dan langsung menghubungi mas Ical.
dari sebrang sana sambungan telpon di angkat.
Amira
assalamu'alaikum mas Ical di mana?
mas Ical
ini baru sampai di mall mir,kenapa?
Amira
mas Ical di mana kumpul nya
mas Ical
oh kita kumpul di coffe shop alluna
__ADS_1
Amira
oh ya udah mas,oh ya mas jangan kasih tau mas Aryo ya kalau Mira telepon mas Ical.
*mas Ical
ok*
setelah sambungan terputus Mira menghampiri ketiga gadis cantik namun agak bar bar.
Tasya,putri dan nissa yang dari tadi duduk santai menoleh ke arah Mira yang memanggil nya.
ayo mba sya,mba put dan mba nissa kita ke atas mereka kumpul di lantai tiga.
sekarang mereka sudah duduk manis sambil menikmati segelas kopi dan cake yang sangat lezat,ke empat gadis cantik itu menunggu sasaran nya mencari meja yang agak jauh dari ketiga teman Aryo yang sudah datang termasuk Ical duduk di paling pojok dekat kaca besar terhalang pot tanaman.
mana mir,ini sudah setengah jam kita nunggu batang hidungnya si Aryo belum nongol.tanya putri yang sudah memakan habis satu roti sekarang lagi menyuapkan cake coklat.
Mira yang dari pertama datang matanya fokus ke arah pintu sampai tidak menyentuh kopi latte dan cake choco.
CK.mbo ya sabar toh mba baru setengah jam."cetus Mira tanpa mengalihkan matanya dari pintu.
Tasya menghela nafas panjang melihat kelakuan adik sepupu nya.
tidak lama masuk lelaki tampan kulit sawo matang tinggi sekitar 175 mata coklat bersama seorang gadis cantik kulit putih rambut panjang lurus sebahu tinggi sekitar 160 Mira yang melihat langsung melotot.
Tasya dan kedua sahabatnya mengikuti arah tunjuk Mira.
oh itu... ganteng sih."celetuk Nissa.
tuh kan mba duduk nya aja deket deket,aku kesel mba semalam aku ajak ketemuan katanya sibuk eh ini!"gerutu Mira tangan nya sudah memelintir tali tas selempang berwarna hitam.
ya emang sibuk mir."ucap Tasya santai sambil menyedot es coffe capuccino.
aish,mba Tasya nih mas Aryo sibuk apaan mba tuh lihat orang lagi sama selingkuhannya."mira yang kesal dengan perkataan Tasya langsung menyebik bibirnya.
sibuk pacaran lah."jawab Tasya dengan santainya membuat ketiga gadis cantik itu memutar matanya.
ah Mira enggak terima."tiba tiba Mira berdiri dari duduknya berjalan menghampiri meja dimana Aryo dan keempat temannya duduk.
Mira sudah sampai di meja Aryo dan teman temannya sambil bersedekap dada."
mas Aryo!"panggil Mira dengan raut muka yang sudah memerah menahan kesal.
Aryo yang mendengar seseorang memanggil namanya langsung menoleh,di saat diri nya melihat seorang gadis yang berstatus kekasih nya sudah berdiri seakan ingin memakannya.
Mira."gumam Aryo yang sudah menampakkan raut muka sangat terkejut Aryo tidak menyangka bahwa Mira ada di sini.
__ADS_1
ya kenapa mas kaget? enggak nyangka aku ada di sini?
bukan..bukan gitu mir,aku..aku!"
oh jadi ini yang buat mas Aryo sibuk!sibuk pacaran.mira sudah tidak dapat menahan rasa kecewanya lagi.
Aryo yang masih bingung dengan kedatangan Mira tiba tiba tidak dapat menjawab pertanyaan Mira.
sudah lah Mira sudah tau kelakuan mas Aryo,lebih baik mulai sekarang mas Aryo jangan lagi temui Mira mulai sekarang mas Aryo bukan pacar Mira lagi kita putus."
setelah mengucapkan kata putus ke Aryo Mira langsung lari keluar dari coffe shop putri,Tasya dan Nissa yang ada di belakang sejak tadi ikut mengejar Mira kecuali Tasya yang masih berdiri di sana.
ketiga teman lelaki Aryo dan satu perempuan hanya diam menyimak drama kedua pasangan muda mudi.
Aryo ingin mengejar tapi di tahan oleh Tasya.
jangan Lo coba coba kejar adik gue,cowok brengsek kaya Lo enggak pantas buat Mira jauhi Mira kalau Lo masih coba dekati Mira Lo tinggal pilih mau rumah sakit apa alam Basrah."ucapan Tasya membuat ketiga teman lelaki Aryo menganga dan bergidik ngeri.
tapi maaf saya harus jelasin sama Mira,ini salah paham."bela Aryo agar Tasya tidak menghalangi nya untuk mengejar Mira.
tidak perlu."jawab Tasya tegas kemudian berjalan keluar meninggalkan Aryo dan teman temannya.
...****************...
Minggu pagi Tasya dan kedua sahabatnya sedang sarapan bersama nenek, kemarin sore nenek pulang dari Sumedang bersama Tante Lia.
kemarin siang sejak kejadian drama di mall,Mira tidak berhenti menggeluarkan air mata Bombay bahkan hampir jam sepuluh malam masih saja tidak berhenti membuat Tasya jengah yang akhirnya memberi multimatum akan memberitahu om Zidan dan Tante Nita akhirnya membuat Mira berhenti menangis.
BI Enok tolong panggil Mira,kok tuh anak belum turun."perintah nenek.
sudah nek,tadi kata neng Mira di suruh makan duluan aja."jawab bi Enok sambil menaruh lalapan di meja.
duh kenapa si anak itu, tidak biasa nya."ucap nenek yang sudah menatap cucu satu lagi.
sya,kamu jadi balik ke Jakarta?tanya nenek dengan menyesap teh manis panas.
ya nek,nanti Tasya berangkat dari sini jam 12 siang!kereta nya sih jam 2 siang,takut macet"ucap Tasya sambil menikmati nasi ayam goreng dan sambal terasi berserta lalapan..
nenek yang mendengar jawaban Tasya hanya menganggukkan kepala nya.
kamu kalau ke sini toh yang lama!"
ya nek, nanti kalau kita bertiga libur panjang pasti ke sini."Tasya yang sudah mengabiskan sarapannya dan langsung meminum air putih.
CK.kapan bukannya habis wisuda kamu sibuk koas?"tanya nenek yang menatap cucu kesayangan nya itu.
Tasya menyebik bibirnya,"ya kan nanti habis wisuda,Tasya nafas dulu nek."
__ADS_1
bersambung...