
sekarang Tasya sedang berada di sebuah cafe alam yang berada di kawasan Kuningan,tadi siang saat Tasya berada di kampus mas celvin menghubungi nya mengajak Tasya untuk ketemu katanya ada yang mau di bicarakan sebenarnya Tasya sangat malas berurusan lagi dengan mas celvin dirinya takut perasaan yang berusaha di hilangkan akan kembali muncul.
sudah hampir setengah jam Tasya menunggu sambil meminum es coffe latte yang hampir habis,tapi orang yang ingin menemui nya belum juga kelihatan batang hidungnya.
CK.tasya berdecak mata nya terus menatap pintu masuk menunggu mas celvin yang belum juga datang padahal dia yang ingin bertemu dengan Tasya."
gila kemana sih tuh orang?dia yang ngajak ketemu kenapa gue yang nunggu!gumam Tasya matanya melirik jam di tangan nya sudah hampir jam 5 sore."
pokoknya gue tunggu 10 menit lagi,kalau belum datang juga mending cabut bisa bisa ni leher udah kaya onta panjang!"kesel Tasya dengan mata masih terus menatap pintu masuk.
saat Tasya masih terus ngedumel dalam hati akhirnya yang di tunggu tunggu datang dengan penampilan kasual nya kemeja slim warna biru laut di balut celana jeans biru tua dengan sepatu sneaker putih."
Tasya menatap kehadiran mas celvin tanpa berkedip dirinya selalu saja terpukau dengan ketampanan sosok lelaki yang masih bersemayam di hatinya.
Celvin sudah berdiri di meja yang di duduki oleh Tasya."maaf sya saya telat, soalnya tadi saya ketemu dulu sama klien."celvin berucap sambil menarik kursi dan duduk di depan Tasya yang masih menatap tanpa berkedip.
Tasya yang mendengar suara kursi ditarik langsung tersadar dari lamunannya.
Tasya menghela nafas sebelum menjawab mas celvin."sudah setengah jam mas terlambat tidak sesuai janji." ucap Tasya dengan bersedekap dada.
sekali lagi mas minta maaf ya!kamu sudah pesan makan?tanya celvin dengan raut wajah menyesal karena datang terlambat sebenarnya tadi celvin sudah mau berangkat dari jam 4 sore kebetulan jarak kantor ke cafe tidak terlalu jauh tapi saat ingin pergi celvin kedatangan tamu yang akan berkerja sama membangun perumahan yang berada di daerah Bogor.
Tasya mengelengkan kepalanya tanpa menjawab.
ya sudah kita pesan makan dulu ya? kebetulan mas belum sempat makan dari siang!ucap celvin yang sudah membaca buku menu.
kamu mau makan apa sya?
__ADS_1
nasi goreng spesial aja sama air mineral mas."
celvin memanggil pelayan cafe untuk memesan makanan dan minuman setelah pelayan selesai mencatat pesanan celvin dan Tasya pelayan cafe berbalik meninggalkan meja.
setelah pelayan cafe pergi celvin kembali menatap Tasya yang asik dengan ponselnya.
sya, terimakasih ya sudah mau ketemu sama mas!maaf mas tau kamu masih marah kan sama mas."ucap celvin yang sudah bersandar di kursi kedua tangan di lipat di dada.
Tasya yang sedang membalas pesan dari putri mendengar celvin berbicara kepada dirinya akhirnya menghentikan dan menaruh ponselnya di atas meja dan menatap celvin.
sebenarnya apa sih yang mas mau omongin?tanya Tasya dengan kedua tangan menopang dagu.
celvin mengusap wajahnya,menatap Tasya yang menunggu jawaban."bisa tidak kita makan dulu sya, sebelum kita bicara mas laper."
Tasya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban tidak lama pesanan datang,setelah makanan selesai di sajikan dan pelayan cafe pergi Tasya dan celvin langsung memakan pesanan masing masing.
selesai menghabiskan nasi goreng Tasya langsung meneguk botol air mineral begitu pun mas celvin yang sudah menghabiskan nasi dengan ayam rica-rica.
setelah meminum es jeruk dan menaruh nya kembali di meja celvin menatap Tasya."
sya, setelah kamu selesai wisuda mas mau kamu menikah dengan mas."tanpa basa basi celvin meminta Tasya untuk menikah dengan nya.
Tasya tersendat mendengar ucapan celvin,apa dia tidak salah dengar mas celvin meminta agar Tasya menikah dengan nya.
gila nih cowok enggak ada angin enggak ada hujan,kenapa Langsung bilang mau nikahin gue wah beneran sakit nih mas celvin apa jangan jangan kesambet setan pohon sengon Yang ada di depan rumah pak RT.gumam Tasya dalam hati yang masih belum percaya dengan kata kata yang keluar dari mulut lelaki tampan di depannya.
kamu dengerin mas kan sya,mas akan lamar kamu secepatnya sama om dan Tante."celvin sudah memajukan badannya dengan tangan di lipat di atas meja.
__ADS_1
jantung Tasya sudah hampir mau keluar dari tempatnya,apa benar yang di katakan mas celvin apa ini hanya mimpi."
kenapa mas mau nikahin Tasya? bukannya dulu mas bilang Tasya hanya anak kecil."tanya Tasya menatap bola mata yang berwarna abu-abu milik lelaki tampan yang saat ini sedang mengajaknya menikah secara tiba tiba."
sya,mas tau semua kata kata mas dulu menyakiti kamu apa lagi saat Indira menuduh kamu yang bukan bukan karena Indira cemburu sama kamu, semenjak kita ketemu lagi setelah hampir 4 tahun tidak ketemu, mas sudah berusaha menyangkal perasaan ini tapi mas enggak bisa semakin mas berusaha melupakan perasaan yang tiba tiba hadir mas semakin yakin bahwa mas cinta sama kamu mungkin perasaan sudah hadir sebelum mas menikah dengan Indira tapi karena dulu kamu masih terlalu kecil mas menyangkal perasaan ini.
Tasya menghela nafas panjang mendengar penjelasan mas celvin yang panjang sudah kaya kereta api.
Tasya berdecak,tidak sampai 4 tahun mas kita masih ketemu waktu mas pulang ke rumah Tante Hellen."ralat Tasya menatap sinis ke celvin.
celvin mengerutkan keningnya mengingat apa yang di katakan Tasya."ya ya kita masih ketemu waktu aku pulang."ucap celvin sambil terkekeh kecil.
sya,mau kan kamu menikah sama mas?"tanya celvin sekali lagi.
maaf mas aku tidak tau!jawab Tasya binggung dengan semua keadaan yang tiba tiba.
mas akan menyakinkan kamu bahwa mas sungguh sungguh ingin menjadikan kamu istri mas."
Tasya menutup mata nya sejenak kemudian membuka matanya menatap Lelaki tampan yang ada di depannya lelaki yang masih bertahta di hati tasya,jujur sebenarnya Tasya masih sangat mencintai lelaki yang sedang duduk di depannya tapi Tasya takut dengan kenyataan bahwa suatu saat nanti dirinya akan kecewa lagi,apa lagi dirinya belum mengetahui apa yang terjadi antara mas celvin dan mba indira sampai mereka bercerai.
mas maaf untuk saat ini Tasya belum bisa menerima keinginan mas!Tasya masih mau fokus dengan cita citaTasya menjadi dokter bedah onkologi perjalanan Tasya masih panjang mas."
celvin memijit pelipisnya mendapatkan penolakan dari Tasya rasanya nafasnya tercekat.
mas tidak akan menghalangi kamu untuk meraih cita cita kamu, setelah nanti kamu jadi istri mas."celvin masih terus menyakini Tasya agar mau menerima lamaran nya.
Tasya tidak tau harus berkata apa lagi melihat begitu keras kepala nya seorang celvin,suasana menjadi hening Tasya belum memberikan jawaban rasanya dirinya sudah sangat lelah ingin segera pulang mandi lalu merebahkan diri nya di ranjang empuk miliknya.
__ADS_1
bersambung.....