
Tasya merebahkan tubuhnya di atas ranjang,dirinya benar benar sangat lelah dari subuh sampai tengah malam rasanya kakinya mau copot tangan nya terasa nyeri untuk bersalaman kepada para undangan yang memberi selamat atas pernikahan nya."
duh rasanya mau copot ini tulang tulang!linu banget pokoknya besok mami harus panggil enyak Iroh buat pijit." gumam Tasya yang sudah tidur terlentang menatap langit-langit.
cklek...
pintu kamar mandi terbuka celvin berjalan hanya memakai handuk yang di lilit di pinggang,sya kamu capek enggak."ucap celvin berdiri di samping ranjang.
Tasya berdecak,CK astaga mas serius nanya gitu,bukan Cape lagi mas bahkan ini rasanya tulang tulang aku mau lepas."
mas pakai baju sana,bikin mata aku ternodai nih."
kamu itu sya,mas ini suami kamu nanti kamu akan terbiasa melihat mas seperti ini,bahkan lebih dari ini."celvin menaik turun kedua alisnya menampilkan senyum menggoda."
sudah sana pakai bajunya nanti masuk angin,celvin berjalan mengambil baju yang ada di koper berwarna hitam."
Tasya memperhatikan suaminya yang sedang memakai baju,ketika celvin membuka handuk yang di pakainya tanpa rasa malu secara refleks Tasya berteriak."mas......kenapa pakai celana di sini sih bukan di kamar mandi."
celvin menengok kebelakang melihat istrinya yang menutupi wajahnya dengan kedua telapak tangan nya,kenapa harus malu kamu kan istri mas."jawab celvin cuek berjalan menghampiri tasya , celvin sudah memakai kaos berwarna biru laut dan celana pendek chino.
celvin naik ke atas ranjang di samping kanan Tasya,Tasya melirik suaminya yang juga sudah merebahkan tubuhnya."
kenapa kamu lirik lirik mas?kamu mau di unboxing sekarang!"ucap celvin dengan tangan kanan menutupi mata sambil terpejam."
Tasya yang mendengar ucapan suaminya, langsung gelagapan rasanya dia belum siap melepas keperawanan nya dirinya teringat ketika mba Maya dan mba citra berucap kalau melakukan malam pertama itu sangat sakit.
Tasya menggeleng kepalanya, tangan nya menarik selimut untuk menutupi tubuhnya sebatas dada matanya di paksakan terpejam agar cepat tidur.
celvin yang tidak lagi mendengar suara di sebelahnya mengangkat tangan nya, menengok ke Tasya celvin menghembuskan nafasnya saat melihat istrinya sudah menutup mata dia tau bahwa istrinya belum siap untuk membuka segel, tapi dalam hati nya berkata sekarang kamu bisa selamat dari mas!jangan harap besok bisa lepas."
Tasya mengerjap perlahan lahan membuka matanya, pinggang nya terasa berat saat Tasya melihat kebawah ada tangan besar berurat yang melingkar mata yang tadinya agak sedikit menyipit akhirnya terbuka lebar.
Tasya langsung menegok ke belakang di mana suaminya masih terlelap tidur dengan memeluk dirinya, rasanya nafasnya mendadak berhenti menatap wajah tampan yang hanya beberapa centi, lelaki yang selama ini menjadi penghuni hatinya dan sekarang menjadi suaminya ."
__ADS_1
perlahan lahan Tasya mengangkat tangan suaminya dari pinggang nya, setelah menyingkirkan tangan celvin pelan pelan Tasya bangun dari tempat tidur mengambil ponsel untuk melihat jam yang menunjukkan pukul setengah lima, sebelum melaksanakan kewajiban sebagai umat muslim dirinya ingin terlebih dahulu membersihkan diri.
lima belas menit Tasya keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar dan sudah mengambil wudhu,dia akan melaksanakan sholat terlebih dahulu baru membangun kan suaminya bukannya tidak mau sholat bersama ,dirinya masih merasa canggung.
selesai sholat Tasya melihat suaminya sudah duduk di ranjang dia bangun sambil melipat mukena menghampiri suami nya,mas sudah bangun? ucap Tasya yang berdiri di hadapan celvin.
celvin mengangguk dan menatap Tasya,kok kamu tidak bangunin mas?mas kan sudah menjadi imam kamu, sekarang mas suami kamu sya."
ya deh nanti besok besok kalau subuh Tasya bangunin mas,ya sudah sekarang mas mandi terus sholat."
celvin bangun menuju kamar mandi, setelah pintu tertutup Tasya berjalan menuju koper milik celvin untuk menyiapkan pakaiannya."
...****************...
siang hari nya pengantin baru ini check out dari hotel untuk pulang kerumah, rencananya celvin akan membawa Tasya untuk langsung tinggal di apartemennya tetapi tidak jadi karena tadi sebelum keluar dari hotel mami menghubunginya agar mereka berdua sementara pulang ke rumah."
mobil yang di kendarai celvin masuk ke garasi rumah orang tua Tasya,Tasya turun dari mobil di ikuti celvin.
Tasya cantik datang teriak Tasya, sesampai di ruang keluarga ternyata papi mami,kak Bima,mba Maya,mas Jun,Didot,Amira,dan kedua sahabatnya putri dan Nissa sudah berkumpul."
wih... pengantin baru sudah datang, bagaimana mapel nya?"ledek mas Jun yang duduk di sofa dekat papi.
Tasya yang masih berdiri, mengerutkan keningnya."mapel mata pelajaran maksud nya?
CK.sya bukan masa mata pelajaran memang nya kamu anak SD."mas Jun menyilang kan kedua tangan nya melirik sinis Tasya.
Tasya berjalan mendekati celvin yang sudah duduk di sofa panjang duduk sambil bersandar tanpa membalas ucapan mas Jun.
Jun yang merasa di cuekin hanya bisa mengusap dada,papi menatap Tasya dan celvin.kalian jadi ke Bali?"
jadi pih, celvin sudah siapin tiketnya."jawab celvin tangan nya terulur mengambil gelas dan menuangkan es markisa yang ada di dalam teko.
kita kita juga kan kak?Amira yang duduk lesehan di karpet bulu berwarna ungu.
__ADS_1
Tasya kaget mendengar ucapan papi, dirinya baru tau kalau celvin akan membawa nya pergi ke Bali wait...apa tadi Amira bilang kita kita berarti bukan hanya aku dan mas celvin yang pergi ke bali ternyata seluruh keluarga."batin Tasya.
Tasya menoleh ke samping menatap wajah suaminya dengan mengerutkan dahinya,mas kok enggak bilang sama Tasya kalau mau ke Bali?"
celvin menggeser posisi duduk nya miring menghadap tasya."maaf sya,mas juga baru kepikiran buat ke Bali tadi pas di hotel mami telpon mas."
Tasya menarik nafas dalam-dalam, menampakkan wajah kesal."mas tau kan Tasya hanya di kasih cuti tiga hari masa ke Bali cuma tiga hari."
lumayan sya dari pada enggak sama sekali,kan hitung hitung rehat sejenak nih otak."ucap Nissa yang asik memakan somay Abang abang yang biasa keliling di komplek rumah mereka.
emang Lo pada enggak kerja?
enggak jawab mereka serempak
kalau aku sama mas Didot cuti kuliah."jawab Amira yang sudah cengengesan.
kak Bima,mba Maya dan mas Jun aja ikut toh mba."Didot yang sudah menghabiskan somay ikut bersuara.
papi mami enggak ikut?tanya Tasya menatap mami dan papi bergantian.
kamu tuh sya,masa mami dan papi ikut enggak ah!mami mau bulan madu di rumah aja!mami menegok papi yang ada di samping kiri,ya kan Pi."
papi hanya tersenyum dan mengangguk kan kepala.
Tasya kembali bertanya ke suami nya,kapan kita berangkat mas?
nanti malam."
astaga mas kenapa mendadak banget sih,Tasya belum beresin baju."
Lo tenang aja kita bertiga sudah beresin baju baju Lo kok."ucap putri.
bersambung....
__ADS_1