Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Maafkan Aku Yang Mencintaimu
Bab.40 tingkah absurd tasya


__ADS_3

Tasya menggeliat membuka kelopak matanya secara perlahan lahan, setelah matanya terbuka sempurna dan melihat kamar yang tampak remang remang walaupun lampu utama di matikan tetapi tidak dengan lampu tidur yang ada di atas meja Nakas.


Tasya menyingkirkan tangan besar suaminya yang membelit pinggangnya secara pelan pelan setelah terbebas dari belitan suaminya Tasya bangun bersandar di head board ranjang dengan tangan terulur mengambil ponsel di atas Nakas.


menghidupkan ponsel melihat jam yang menunjukkan pukul 5 pagi,dirinya turun dari ranjang menuju kamar mandi.


15 menit tasya keluar dari kamar mandi dalam keadaan segar,memakai kemeja warna biru muda dan celana Levis hitam selesai berpakaian dan juga mengulung rambutnya asal Tasya menghampiri suaminya yang masih terlelap.


mas bangun sudah siang,nanti waktu subuh habis."Tasya terus menggucang badan celvin suaminya.


celvin perlahan lahan membuka kelopak matanya."jam berapa sya?celvin bangun dari tidurnya duduk di pinggir ranjang.


jam setengah enam mas,udah sana kamu cuci muka dan ambil wudhu Tasya siapin sajadahnya."


celvin langsung masuk ke kamar mandi."


setelah selesai menjalani kewajiban Tasya dan celvin keluar dari kamar berjalan menuju ke halaman samping yang masih kelihatan sepi hanya ada pak Nyoman yang sedang menyapu membersihkan daun daun kering.


selamat pagi pak Nyoman!sapa Tasya yang sudah berdiri di depan pak Nyoman dengan senyum manisnya sedangkan celvin memilih duduk di bangku kayu.


pagi neng Tasya."balas pak Nyoman agak sedikit menunduk."


Tasya menyelusuri seluruh halaman yang tampak sejuk terlihat hamparan sawah dan terdengar cuitan suara burung matanya menatap satu persatu pintu kamar yang ada di luar villa.


pak Nyoman yang mengerti arah pandangan Tasya berucap."neng Nissa neng putri neng Amira mas Jun dan mas Didot sudah bangun kok neng! sekarang mereka sedang olah raga katanya mau menghirup udara segar.


oh...kirain belum bangun berarti tinggal kak Bima sama mas rehan yang belum bangun ya pak."


sudah juga neng!"


Tasya mengeryit kan dahinya,pak Nyoman yang paham kebingungan Tasya langsung menjawab.


kalau mas Bima dan istrinya dan juga mas rehan dan istrinya sudah pergi dari subuh katanya mau lihat matahari terbit."


menghembuskan nafas kasar Tasya menengok ke belakang di mana suaminya sedang duduk dengan secangkir kopi."


mas!panggil tasya sebelum menghampiri suaminya Tasya berterimakasih terlebih dahulu kepada pak Nyoman.


Tasya mencebik mas ternyata mereka sudah pada pergi jalan jalan."


sambil menyeruput kopi hitam yang mengepul dengan santainya menjawab."olah raga sya."


CK.sama aja mas."


celvin hanya melirik Tasya sebentar kemudian mengambil iPad untuk melihat email yang masuk."


melihat suaminya yang tetap sibuk dengan pekerjaan padahal mereka ke bali untuk liburan bukan mengurusi pekerjaan Tasya menghela nafas ,kesal dengan suami nya pun percuma lelaki seperti celvin tidak pernah peka, daripada semakin kesal Tasya bangun dari duduknya masuk kedalam villa.


sampai di dapur Tasya melihat Bu Ros yang sedang memasak untuk sarapan."


masak apa Bu?tanya Tasya berdiri di samping Bu Ros yang sedang menggoreng ikan gurame.


eh ini neng masak gurame tahu tempe goreng sama sayur sop."Bu Ros mengangkat ikan goreng dan meletakkan di meja makan."


Tasya bantu ya Bu!apa yang belum Bu?


nggak usah neng,nanti neng Tasya kecapean biar ibu aja."ucap Bu Ros sambil mengangkat cabe bawang merah bawang putih Tomat yang sudah digoreng di taruh di cobek.

__ADS_1


Tasya yang melihat Bu Ros akan mengulek."biar Tasya aja Bu yang ngulek."


karena Tasya memaksa akhirnya Bu Ros membiarkan Tasya membuat sambal.


...****************...


di meja makan telah berkumpul Didot putri Nissa mas Jun kak Bima mba Maya mas rehan mba citra dan mas celvin tinggal satu orang yang belum kelihatan sejak mereka datang."


Vin...Tasya mana?Bima bertanya iris matanya mencari cari keberadaan adiknya."


celvin yang baru sadar bahwa istrinya tidak ada karena dari tadi dirinya sibuk mengecek laporan tentang restoran nya.


Bima yang menyadari keterkejutan celvin yang pastinya tidak tahu adiknya menghilang dari sisinya.


jangan bilang Lo enggak tau Tasya enggak ada."tanya Bima sambil menyilangkan kedua tangannya.


mungkin di kamar mandi."celvin bangun dari duduknya."biar gue cari!celvin melangkah masuk kedalam kamar belum sampai 5 menit dirinya keluar dengan raut wajah binggung, mereka yang ada di meja makan ikut binggung dengan kebingungan celvin.


Bu Ros lihat istri saya?tanya celvin yang kebetulan Bu Ros lewat dari arah luar.


neng Tasya mas,tadi neng Tasya bawa sepeda katanya mau jalan jalan cari udara segar."


menghela nafas panjang,ya sudah Bu terimakasih."


Bu Ros pergi meninggalkan celvin yang masih terpaku di dekat pintu kamar.


karena jarak dari kamar ke dapur hanya beberapa meter tanpa sekat mereka yang berada di meja makan dapat mendengar obrolan Bu Ros dan celvin.


celvin duduk kembali di tempat yang tadi di duduki.


Vin jangan bilang dari tadi Lo sibuk sama kerjaan."Bima yang melihat diam nya celvin hanya bisa berdecak.


celvin merasa bersalah karena lebih memilih kerjaan daripada istrinya."


kemana tuh anak?jangan jangan tuh anak nyusruk ke dalam sawah."ucap mas Jun yang bersandar di bangku sebelah kiri putri berada di paling ujung.


orang yang menjadi bahan obrolan tiba tiba muncul dari arah depan.


dengan santainya Tasya berjalan sambil menenteng Katong kresek berwarna hitam.


Halo ha Tasya cantik datang."


mereka yang ada di meja makan langsung menoleh ke arah Tasya.


celvin langsung menghampiri istrinya."kamu dari mana sya?kok enggak pamit sama mas.


tasya meninggalkan suaminya yang berdiri di depannya tanpa menjawab pertanyaan celvin.


Tasya menaruh kantong kresek dan duduk di sebelah Didot."


celvin yang mendapatkan sikap cuek istrinya langsung menarik didot untuk pindah tempat duduk.


Didot yang ditarik hanya bisa mengerutu tanpa bisa menolak.


Lo bawa apa sya?tanya putri yang duduk di sebrang Tasya bangku nomer tiga samping mas Jun."


mangga."jawab Tasya cuek."Mira tolong ambilkan mba pisau dong."

__ADS_1


Mira bangun dari duduknya menuju kabinet dimana Bu Ros biasa menaruh alat memasak.


Mira mengulurkan tangannya menyerah kan pisau yang di minta Tasya.


Tasya mengambil dan langsung mengupas tanpa di cuci terlebi dahulu.


mba Maya yang melihat Tasya mengupas mangga tanpa di cuci melayang kan protes nya."ya ampun sya cuci dulu baru di kupas."


tidak usah mba bersih kok wong di sini tidak ada polusi."jawab Tasya santai sambil mengupas mangga.


kamu metik di mana sya?tanya mas Jun.


tuh di ujung jalan."


ujung jalan mana? mas Jun yang penasaran


itu rumah cat putih yang banyak pohon mangga nya."


celvin menaikkan sebelah alisnya,kamu izin ambil mangga nya."


izin."jawab Tasya santai yang sudah selesai mengupas kemudian memasukkan irisan daging mangga yang sudah matang.


celvin menggeser posisi menghadap Tasya.


setau mas yang punya sedang pergi!kamu izin sama siapa?


orang Tasya sudah izin kok."


loh mba izin sama siapa?tanya amira


Jun menatap curiga,kamu izin gimana sya."


ya Tasya bilang begini, pak Tasya izin ya minta mangga nya!


terus yang jawab siapa sya."sambung kak Bima yang tau kelakuan adiknya.


ya ambil aja."dengan ke absurd an nya Tasya menjawab."


sama pemilik nya sya."lanjut kak Bima yang masih penasaran sama seperti mereka yang ada di ruangan ini sedang menunggu jawaban Tasya.


Tasya menggeleng kepalanya."


terus."


ya sama pohonnya lah,kan sama aja."jawab Tasya santai sambil menghabiskan potongan mangga terakhir.


aduh mas sakit."keluh Tasya dengan mengelus jidatnya yang di sentil oleh celvin suaminya.


astaga Tasya itu mah namanya maling."celetuk arjuna yang geram melihat tingkah sepupu nya.


ya enggak toh mas beda kalau Tasya maling ambilnya ngedap ngedap tengok kiri kanan takut ketahuan,loh orang ini Tasya datangnya mengucapkan salam tanpa ngedap ngedap terus izin keceng kok wong orang yang lewat juga lihat gimana sih."protes Tasya.


mba Maya mba citra mas rehan yang melihat kelakuan Tasya hanya geleng-geleng kepala berbeda dengan putri Nissa Amira dan Didot sudah tertawa melihat tingkah absurd Tasya.


celvin yang melihat kelakuan istrinya hanya mengelus dada berbeda dengan Bima yang ingin memasuki Tasya ke dalam karung dan di paket ke kutub Utara.


Jun yang geram dengan kelakuan sepupu nya."terserah deh sya suka suka situ."

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2