Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Maafkan Aku Yang Mencintaimu
Bab.18 Ke Bali


__ADS_3

Tasya dan kedua sahabatnya keluar dari gedung bioskop,jam telah menunjukkan pukul 9 malam mereka berjalan menyelusuri arena mall yang sudah mulai sepi pengunjung menuju parkiran mobil.


setelah sampai di parkiran Tasya masuk ke dalam mobil duduk di kursi kemudi di ikuti putri dan Nissa.putri duduk di kursi depan sedangkan Nissa duduk di belakang


"nis,put langsung pulang aja soalnya badan gue pada pegel semua."ucap Tasya bersiap untuk menjalankan mobil keluar dari parkiran mall.


ehm,sama gue juga."balas putri di ikuti Nissa yang mengaggukan kepala.


dalam perjalanan pulang di jalan raya kendaran lalu lintas masih sangat padat apalagi ini malam Minggu.


sya, sebentar lagi Lo bikin skripsi wisuda langsung koas, terus jadi Lo ambil spesialis bedah sesuai dengan cita cita lo."tanya Nissa yang sudah bersandar di bangku belakang.


jadi.jawab Tasya singkat


putri menoleh ke samping Tasya yang masih fokus ke depan dan berkata.


kenapa Lo tidak ambil kecantikan aja sya!Lo tau kan jaman sekarang orang sudah mulai peduli dengan perawatan.lo tau dokter kecantikan terjamin masa depannya cepat kaya cuy!"


bener itu sya."sahut Nissa


malas gue,bukan hati gue."jawab Tasya tanpa menoleh.


hati?maksud Lo apa?"tanya Nissa bingung.


ya kecantikan bukan jiwa gue,jiwa gue maksudnya keinginan gue menjadi dokter bedah.tasya memberi penjelasan.


setelah mendengar jawaban Tasya,putri tidak lagi bertanya begitu pun Nissa yang sudah mulai memejamkan mata suasana di dalam mobil hening,putri bersandar di kursi mobil menatap jalanan yang masih ramai.


...****************...


Senin pagi Tasya sudah rapi dengan kemeja bercorak dengan warna pink di padu dengan bawahan rok scuba berbentuk payung sebatas lutut dengan makeup tipis hari ini Tasya akan di sibukan dengan tugas kuliah.


Tasya mengambil tas ranselnya keluar dari kamarnya turun kebawah menuju ruang makan makan


pagi pih


pagi mih


pagi kak


pagi."serentak papi mami kak Bima menjawab sapaan Tasya.


Tasya bejalan mendekati papi yang sedang duduk di meja makan sambil minum kopi.


tak lupa dengan kebiasaan nya mencium pipi papi dan mami nya,Tasya duduk di samping kak Bima yang sedang sarapan.


kak Bima menoleh ke Tasya yang sudah duduk sambil memakan roti bakar isi coklat.sya,hari Kamis sibuk enggak?


sibuk,kenapa kak?tanya Tasya dengan mulut penuh dengan roti bakar.


ikut kakak ke Bali,kamu izin aja dulu."


enggak ah!emang mau ngapain."


temenin kakak ke acara pembukaan restoran baru nya celvin.

__ADS_1


Tasya yang mendengar nama celvin di sebut ada perasaan aneh, jantung nya mulai tidak normal apa mungkin perasaan yang seharusnya hilang kini muncul lagi.


oh sudah mau di buka restoran nya!hebat ya celvin selain bisnis properti sekarang merambah ke bisnis restoran."puji mami panjang lebar.


ya mih,celvin sebenarnya sudah buka di Jakarta setahun yang lalu, justru yang di Bali cabang kedua.ucap kak Bima yang sudah menyuap nasi goreng terakhir nya ke dalam mulut.


Hebat ya celvin masih muda sudah sukses.puji papi dengan santainya.


gimana sya,ikut ya Kamis pagi berangkat nya soalnya siang nya kakak ada meeting.kak Bima masih menunggu jawaban dari Tasya.


males ah kak,kenapa enggak ajak mba Maya aja sih,ia kan pacar kakak.


Maya enggak bisa sya,Maya lagi ada seminar di Jogja.


Maya Zulkarnaen masih keturunan sunda Arab,kekasih kak Bima sejak setahun yang lalu berprofesi sebagai dosen di universitas swasta.


huh..."ya udah kakak sendiri aja.tasya masih kekeh dengan keputusan nya.


udah sya ikut aja,hitung hitung liburan."ucap mami.


bukan gitu mih,soa....!!!!


sebelum Tasya meneruskan ucapannya kak Bima sudah memotong.


kakak tambahin deh uang jajan nya.


lihat aja nanti deh kak,udah ah Tasya berangkat dulu mih pih.


Tasya keluar dari rumah setelah pamit dan mencium tangan kedua orang tuanya tidak lupa kakak tampan nya.


...****************...


kak Tasya males ketemu mas celvin.protes Tasya menoleh ke kak Bima yang duduk di samping Tasya.


sya kenapa kamu ,masih cinta sama celvin.tanya kak Bima dengan mengerutkan dahinya.


Tasya memberikan jawaban dengan menggeleng kan kepalanya.


kak Bima menghela nafasnya sebelum bertanya kepada Tasya.


kamu tau kan celvin sudah cerai?


Tasya menganggukkan kepalanya tanpa suara.


kak Bima tidak lagi bertanya,sampai tiba di Bandara.


...****************...


dalam penerbangan selama dua jam,di sinilah Sekar Tasya dan kak Bima berdiri di Bandara Ngurah Rai menunggu teman kak Bima yang bernama Rio menjemput.


ayo sya,itu Rio."kak Bima menggeret koper putih miliknya menuju mobil CR-V hitam.


Tasya menggeret koper berwarna pink mengikuti kak Bima menuju mobil CR-V hitam.


sini kakak masukin koper kamu.tasya memberikan kopernya ke kak Bima setelah kak Bima memasuki kopernya dan kepunyaan Tasya kak Bima menutup bagasi mobil.

__ADS_1


Tasya masuk ke kursi belakang penumpang sedangkan kak Bima duduk di kursi depan samping kemudi.


sorry telat Bim,lama ya nunggunya!"tanya kak Rio teman kak Bima berwajah tampan dengan kulit coklat eksotis.


wah,tumben Tasya ikut."tanya kak Rio menoleh ke belakang.


di paksa."cetus Tasya cuek.


kak Rio tertawa mendengar jawaban kesal Tasya.


mobil berjalan keluar dari bandara kak Bima dan kak Rio mereka sedang ngobrol membahas masalah kerjaan,Tasya yang duduk di belakang hanya fokus melihat dari jendela mobil pemandangan Bali yang sangat indah nyaman berbeda dengan kota Jakarta.


setelah menempuh perjalanan satu jam akhirnya mobil berhenti di depan rumah bernuansa Bali kak Bima dan kak Rio sudah turun terlebih dahulu.


tok tok tok kaca mobil di ketuk dari luar siapa lagi kalau bukan kak Bima.


Tasya membuka pintu lalu keluar dari mobil melihat sekeliling nya seperti sebuah komplek perumahan yang di bangun dengan nuansa Bali.


ayo sya masuk!"perintah kak Bima yang sudah menggeret koper miliknya dan milik Tasya sedangkan kak Rio sudah masuk kedalam rumah.


Tasya masuk mengikuti kak Bima yang berjalan terlebih dahulu.


ini rumah kakak sya selama kakak di Bali,kamu doang yang belum pernah ke sini papi sama mami sudah beberapa kali ke sini."


Tasya hanya mendengus mendengar perkataan kakaknya, bukannya Tasya tidak mau main ke Bali mereka semua tahu alasan Tasya tidak ingin menginjak kan kakinya di sini sebenarnya sampai sekarang Tasya belum siap harus bertemu langsung dengan mas celvin apa lagi setelah perkataan nya dulu.


Tasya masuk kedalam rumah berlantai satu,Tasya memasuki ruang tamu hanya ada sofa dan meja di samping jendela sebelah kiri ada bufet minimalis yang berisi buku buku,rumahnya tidak terlalu besar tapi nyaman hanya ada tiga kamar.


kak Bima membawa Tasya masuk kedalam sebuah kamar yang tidak terlalu besar tapi sangat nyaman.


ini kamar kamu sya,kakak sudah taruh koper kamu mau istirahat apa mau lihat-lihat.


Tasya mau keliling deh kak,kak Rio mana kak


di dapur."


kak Bima keluar dari kamar di ikuti tasya.kak Bima berjalan menuju belakang rumah.


kak ini dapur nya wow enak banget kak, dapurnya di luar gini terbuka lagi adem banyak pepohonan.tasya duduk di bangku kaya yang berukuran panjang dengan meja kayu dengan ukuran yang sama.


kopi sya tawar kak Rio yang sedang membuat kopi untuk nya dan kak Bima.


enggak kak, Tasya teh manis panas aja.pinta Tasya dengan senyum manis nya.


sya, sebentar lagi makanan datang tadi kakak sudah pesan melalui gofood."kak Bima memberitahukan sambil duduk di depan Tasya dengan minum kopi panas yang sudah di buatkan kak Rio.


ini sya teh nya."ucap kak Rio memberikan secangkir teh panas.


terima kasih kak.


ya sama sama cantik.balas kak Rio dengan sebelah kedipan matanya.kak Rio duduk di samping kak Bima sambil menyesap kopi panas.


kak Bima dan kak Rio pergi ke kantor selesai makan siang meninggalkan Tasya di rumah sendiri,karena merasa lelah sehabis perjalanan tasya ingin tidur sebentar agar badannya rileks kembali apa lagi tadi pagi Tasya harus bangun terlalu pagi padahal semalam Tasya tidur sudah sangat larut habis mengerjakan tugas skripsi.


bersambung....

__ADS_1


__ADS_2