
pukul 7 malam Tasya sudah cantik dengan memakai dress berwarna peach selutut dengan model Sabrina yang memperlihatkan bahu putih mulus nya Tasya memakai sepatu sneaker yang sama dengan warna dress yang di pakainya,ia telah siap untuk berangkat ke acara pembukaan restoran mas celvin. kak Bima dan mas Jun yang sudah berada di sana dari sore sedangkan mami papi katanya akan berangkat dari villa nya mas celvin yang berada di daerah Sanur memang para orang tua menginap di villanya mas celvin.
om Bagas Tante Yunita, Tante Anita om Zidan juga kedua orangtuanya putri dan Nissa juga berada di Bali sejak Sabtu sore.
Tasya keluar dari kamar menuju ruang tamu dimana para pasukannya sudah menunggu.
sya,lama banget sih kita tuh udah lumutan nungguin Lo dari tadi!"omel putri yang sudah berdiri dari duduknya.tuh kasihan pak Ujang sudah nungguin dari jam 6 sore.sambung putri berjalan keluar rumah di ikuti Nissa Didot dan Amira Tasya menyusul mereka setelah mengunci pintu.
mobil Pajero sport hitam milik mas celvin melaju dengan kecepatan sedang membawa tim rusuh menuju restoran sky white blue.
Tasya dan tim rusuh telah sampai di restoran yang luas bernuansa Bali mereka di jemput oleh supir mas celvin yang bernama pak Ujang dan di antar ke restoran, setelah Tasya dan tim rusuh di turunkan tepat di depan pintu masuk mereka berlima masuk ke dalam restoran yang sudah ramai dengan tamu undangan ,ternyata banyak juga yang diundang selain keluarga teman ada rekan bisnis mas celvin yang hadir di acara pembukaan.
gila ini bener bener keren gue kira restoran nya biasa biasa aja eh ternyata mewah.decak kagum putri.
Iyo ya mba enggak kaleng kaleng ternyata kak celvin.sahut Amira yang berjalan di samping Tasya.
Tasya melihat ke penjuru restoran mencari keberadaan keluarga besarnya, tatapan matanya berhenti di mana para orang tua dan Genk kak Bima berada di kawasan outdoor yang menghadap ke pantai,untuk kawasan outdoor di buat bernuansa Bali tropis.
tasya berjalan cepat menerobos para tamu untuk menghampiri keluarga nya yang berkumpul di luar restoran di ikuti tim rusuh dari belakang.
sya ya ampun jangan cepat cepat apa jalannya kaya mau ambil gaji aja.protes Nissa yang di anggukan ketiganya.
tanpa memperdulikan protes Nissa Tasya tetap melangkah kan kakinya. sesampai di meja keluarga besar nya Tasya dan tim rusuh langsung mencium tangan para orang tua satu persatu setelah selesai langsung duduk di meja bulat ada lima bangku memutar dekat dengan Genk kak Bima.
para pelayan restoran mas celvin sibuk menyiapkan makanan dan minuman untuk para tamu undangan.
Tasya memanggil seorang pelayan yang masih muda mungkin seumuran Tasya,Tasya dan tim rusuh memesan makanan dan minuman masing masing.
kenapa kalian datang terlambat,kan sudah di bilangin sampai sini jam 7 tepat ini jam delapan lewat baru sampai.mami menegur Tasya cs.
ini Tan Tasya lama banget dandan nya kita mah dari jam lima sudah rapi.ucap putri melirik ke arah Tasya.
mami menghembus kan nafas sudah tidak kaget lagi melihat kelakuan anaknya.
ini anak bener bener ya,kan kak Bima sudah wanti wanti kamu datang jangan sampai telat eh ini malah telat.omel mami.
macet mih, emangnya Tasya terbang bisa sampai tepat waktu.bela Tasya dengan bibir mengerucut.
di meja kedua depan Tasya seseorang memperhatikan semenjak kedatangan Tasya dan tim rusuh.
alasan aja kamu sya!"
sudah sudah mih yang penting anaknya sudah di sini.papi menyela perdebatan Tasya dan mami agar anak dan istrinya berhenti.
om Dary dan Tante Helena tertawa menyaksikan perdebatan anak dan ibu.
para Tante dan om hanya menggeleng kan kepalanya tidak heran lagi menyaksikan perdebatan antara Tasya dan mami.
pelayan wanita sudah menyajikan makanan dan minuman yang di pesan Tasya dan pasukannya.
restoran yang di beri nama sky white blue menyajikan makanan tradisional juga western.
__ADS_1
sya kamu sedang menyelesaikan skripsi ya?"tanya om Zidan.
ya om masih 50 Persen.tasya membalikkan badannya menghadap ke belakang di mana meja para orang tua di susun menjadi satu dengan dua meja panjang.
berarti sebentar lagi kamu koas sya, rencananya kamu mau di rumah sakit mana?tanya Tante Anita setelah menyesap jus terong Belanda
Tasya meringis melihat Tante Anita meminum jus terong Belanda kesukaan nya dengan rasa asem.
belum tau Tan,biasa nya pihak kampus yang milih.
setelah ini mau ambil spesialis apa sya?"om Zidan bertanya dengan senyum manisnya.
Tasya sih maunya ambil spesialis bedah."
Tasya membetulkan posisi duduk nya setelah selesai berbicara dengan om Zidan dan Tante Anita.
para orang tua sudah larut dengan obrolan mereka, entahlah apa yang di bahas.
Setelah meneguk habis es jeruk nya dan menaruh gelas kosong di meja Tasya bangun dari duduknya.
Didot amira putri dan Nissa yang melihat Tasya bangkit dari duduknya bersiap untuk pergi meninggalkan meja serentak bertanya.
Sya,mau ke mana."
cari angin." Tasya berjalan menuju pantai meninggalkan tim rusuh.
melihat Tasya yang berjalan menjauh mereka kompak berdiri menyusul Tasya.
SYA KITA IKUT
di meja yang di tempati mas celvin dan kak Bima berikut teman temannya menoleh ke arah tim rusuh menjauh meninggalkan wilayah restoran.
ya ampun itu bocah bocah pada mau ke pantai,entar juga di bawa ombak.celetuk mas Jun.
CK.si Tasya kelakuannya tuh anak pasti bosen makanya pergi ke pantai.balas kak Bima matanya masih mengawasi adik perempuan nya yang berada di tepi pantai.
memang pantai tidak jauh berada persis di belakang restoran sky white blue,celvin yang baru datang dari dalam menemui para tamu yang sudah mulai meninggalkan acara untuk berpamitan kepada tuan rumah.
celvin yang binggung melihat Bima yang menoleh ke belakang menunju pantai bertanya.
Bim ngapain loh lihat ke pantai?"
biasa itu lihat si Tasya sama buntutnya main di pantai."mas Jun menjawab pertanyaan mas celvin.
celvin tidak bertanya lagi, mereka berlima Menganti obrolan.
hari semakin larut para orang tua sudah berpamitan untuk kembali ke villa sedangkan Tasya dan para pasukan nya masih bermain di pantai mereka sedang duduk duduk di pasir putih memandangi hamparan lautan yang luas.
mba sudah jam 11 pulang yuk!"ajak Amira yang sudah lelah.
Tasya melihat jam tangan yang terpasang di tangan kanannya.
__ADS_1
Tasya bangkit dari duduk nya.
ayo
putri Nissa dan Didot mengikuti Tasya juga Amira yang sudah bangkit dari duduk di pasir mereka menepuk nepuk bokong nya membersihkan pasir yang menempel.
baru beberapa langkah Tasya dan tim rusuh berjalan, di depan Tasya sudah berdiri lelaki tampan berkulit putih bersih dengan tinggi sekitar 180 mas celvin berdiri persis di depan Tasya.
sya,mas minta waktu nya bisa?"mas celvin bertanya dengan wajah datarnya.
CK..sudah malam mas besok aja.tolak Tasya dengan kedua tangan dilipat di depan dada.
sebentar aja sya."
putri Nissa Amira dan Didot dengan kehadiran kak celvin yang sudah berdiri di depan Tasya, akhirnya pamit untuk pulang duluan mereka sadar untuk memberikan waktu Tasya dan kak celvin.
woi kalian mau kemana?"teriak Tasya melihat putri Nissa Amira dan Didot pergi meninggalkan nya.
kita duluan sya,kamu pulang sama kak celvin.balas putri dengan berteriak tanpa menghentikan langkah mereka.
Tasya hanya mendengus melihat kedua sahabat dan kedua sepupu nya meninggal kan dirinya.
dia mendongak melihat wajah Lelaki yang sejak dulu bertahta di hati nya,tatapan matanya tajam menembus mata abu abu milik sosok lelaki tampan keturunan blasteran.
kenapa sih mas selalu berbuat sesuka hati."cetus Tasya tanpa mengalihkan tatapan matanya.
celvin menghela nafasnya sebelum membalas ucapan Tasya.
sya bisa enggak kita masuk dulu ke dalam ini udah larut tidak baik angin malam."
apa sih mas yang mau di bicarakan.cetus Tasya yang sudah berjalan menuju restoran dengan kaki di hentakan.
celvin yang melihat Tasya hanya geleng geleng kepala membalikkan badannya berjalan di belakang menyusul Tasya yang sudah masuk ke dalam restoran.
sampai di dalam restoran yang sudah sepi tinggal para karyawan yang sibuk membersihkan seluruh ruangan,Tasya berjalan menuju meja dekat kaca yang mengarah ke parkiran yang cukup luas.
dia mendudukkan bokongnya di kursi tangan kanannya menopang dagu diatas meja,celvin yang tidak jauh dari Tasya sampai di meja langsung duduk di depan Tasya.
hening Tasya hanya memandang ke arah parkiran sedangkan celvin hanya menatap wajah Tasya dengan bersedekap dada.
sudah 10 menit mereka hanya diam tanpa bicara, Tasya sudah tidak dapat menahan emosi lagi atas suasana yang awkward.
Tasya memalingkan wajahnya menatap mas celvin yang juga menatap nya.
cepat mas tadi katanya mau bicara!"
sya,maafkan perkataan mas waktu itu.
Tasya berdecak kemudian menjawab, sudahlah mas lagian Tasya sudah lupa kok,jadi mas tidak perlu merasa bersalah apa yang mas katakan dulu benar adanya."
mas menyesal sya dengan ucapan mas ke kamu, seharusnya mas dengar dulu penjelasan kamu.
__ADS_1
Tasya menutup matanya sebentar beberapa detik lalu membuka matanya kemudian menatap ke lelaki tampan di depannya.
bersambung...