
hampir seminggu celvin belum juga pulang ke jakarta, kesabaran Tasya sudah mulai menipis menunggu kepulangan celvin yang berjanji hanya tiga hari tapi nyatanya molor.
setelah menyelesaikan tugas nya Tasya melepaskan snelli dan menggantung nya,Tasya berjalan keluar dari rumah sakit dimana langit sudah mulai gelap, menuju tempat parkir di mana mobilnya berada.
hari ini sungguh melelahkan bagi dirinya,bukan hanya lelah dengan pekerjaan melainkan batinnya sudah dua hari celvin tidak menghubungi nya bahkan di saat Tasya menghubungi suaminya tidak pernah mengangkat panggilan nya sebegitu sibuk kah sampai dia lupa kalau punya istri.
Tasya melajukan mobilnya menuju rumah orang tua nya, sampai di rumah orang tua nya Tasya langsung memasukkan mobilnya ke dalam garasi.
melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah, sampai di ruang keluarga Tasya melihat papi mami kak Bima dan mba Maya sedang mengobrol."
assalamu'alaikum...
papi mami Tasya cantik pulang."Tasya menghampiri kedua orang tua nya kemudian mencium punggung tangan mami dan papi.
tumben kamu ke sini?tanya mami yang menatap raut wajah lelah anaknya.
Tasya yang langsung mendudukkan bokongnya di sofa tunggal."hemm...
papi yang tau suasana putri nya tidak sedang baik baik saja menatap iba, sebenarnya Bima telah menceritakan apa yang terjadi di Bali.
celvin belum pulang?tanya papi setelah menyesap teh manis.
Tasya bersandar sambil memejamkan matanya."belum."
Bima dan Maya yang tau apa yang di lakukan celvin,merasa bersalah seharusnya dia memberitahu adiknya.
sya apa tidak sebaiknya kamu nyusul celvin!ucap Bima yang menatap lekat adiknya.
Tasya membuka matanya melihat papi mami Bima dan Maya secara bergantian."menghela nafas,emang ada apa si kak, sampai sampai mas celvin susah di hubungi?Tasya menelisik raut wajah Bima mencari apa yang sedang di sembunyikan.
menggeser posisi duduknya agak sedikit maju,Bima menautkan kedua tangan nya sebelum menjawab."nanti kamu juga tau! memberi jeda sebentar,apa kamu mau kakak antar ke Bali."
menggelengkan kepalanya,tidak usah kak!biar nanti aku ke sana sama putri dan Nissa."
kapan kamu berangkat?sebagai orang tua papi ingin anak anaknya bahagia dalam menjalani rumah tangga, papi tau mungkin celvin punya alasan kenapa dia bisa melakukan itu,jadi lebih baik biar Tasya saja yang menyelesaikan."
besok pagi pih,besok kan hari Sabtu."
mau mami temani?
__ADS_1
tidak usah mi,tenang aja kalau sampai mas celvin mengecewakan Tasya paling paling rumah sakit pilihannya."
CK!yang benar aja memang kamu kira suami kamu samsak sampai kamu hajar."
melirik sinis mami yang duduk di sofa panjang samping papi."mami gimana sih,ya kalau sampai mas celvin selingkuh tiada maaf baginya."
sya jangan pakai otot ya, bicarain baik baik."Maya menatap adik iparnya, sebenarnya sebagai sesama perempuan dia tau pasti Tasya akan kecewa atas apa yang di perbuat celvin.
huh...tenang aja mba!Tasya bangun dari duduknya mengambil tas ransel yang selalu di bawanya pada saat kerja, menaruh tali di sisi kanan bahu."ya sudah Tasya ke kamar dulu,cape mau mandi terus istirahat."Tasya melangkah kan kakinya naik menuju kamar.
papi mami kak Bima dan mba Maya yang melihat kepergian Tasya hanya bisa menghela nafas."
lagi kenapa sih celvin mau mau aja nolong si Indira, kalau sudah mantan ya sudah jauh jauh."kesal mami dirinya tidak rela atas semua yang di lakukan celvin.
mas bukannya Dira itu masih punya keluarga bahkan orang tua nya juga masih hidup kan?Maya yang memang tidak mengetahui sepenuhnya tentang masa lalu celvin.
ya masih ada!yang menjawab bukan Bima melainkan mami."
seharusnya kan Dira minta perlindungan sama keluarga nya dan orang tua nya?kenapa harus celvin?Maya yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran celvin,sampai sampai dia korbankan rumah tangganya."
mami juga enggak habis pikir."
...****************...
ketiga wanita cantik telah sampai di Bali,menjelang siang Tasya putri dan Nissa telah di jemput oleh Rio, sebelum berangkat Bima sudah menghubungi Rio untuk menjemput adiknya di bandara."
di dalam mobil Rio yang sedang menyetir mobil,sudah ketar ketir Bima sudah menceritakan tujuan Tasya menyusul suaminya ke bali."
Rio melirik sebentar ke Tasya yang duduk di samping nya Tasya yang dari masuk mobil hanya diam tatapan matanya memandang luar jendela mobil,sedangkan putri dan Nissa yang duduk di bangku belakang asik mengobrol."
sudah hampir separuh jalan Tasya terdiam,dirinya menggeser posisi duduknya agak tegak tangan nya di lipat di depan dada "mas Rio mau neraka apa surga."
hah...Rio yang kaget mendengar ucapan Tasya,menoleh cepat ke arah Tasya rasanya dia mau kabur aja kalau enggak ingat ancaman bima,perlahan lahan Rio membasahi bibirnya menghirup udara sebanyak banyaknya.
loh kok neraka apa surga sih sya."koreksi putri yang duduk di belakang."yang benar tuh kuburan apa rumah sakit."
Rio melihat sekilas putri dari kaca spion dirinya merutuki putri yang bisa bisanya memanasi suasana "
mas celvin ada di mana?lanjut Tasya dengan tatapan fokus ke depan."
__ADS_1
Rio mengeraskan pegangannya pada setir, dirinya binggung harus bagaimana."
Tasya yang melihat sahabat kakak dan suaminya masih bungkam,makin bertambah kesal ."ok!kalau tidak mau memberi tau!jangan mas Rio pikir Tasya enggak tau kalau mas Rio terlibat apa yang di lakukan mas celvin."sekarang antarkan Tasya ke mas celvin,atau mas Rio mau Tasya kirim ke rumah sakit."
Rio yang tidak punya pilihan, akhirnya memutuskan membawa Tasya ke hadapan celvin daripada dirinya yang habis sama wanita di sebelahnya yang jago ilmu bela diri."
di tempat lain sosok yang sedang di cari istrinya sedang menemani seorang wanita yang berada di atas kursi roda."
dir..lebih baik keluarga kamu di beri tahu tentang keadaan kamu! apa lagi kedua orang tua kamu, alangkah baiknya kamu menceritakan semuanya."
Indira hanya terus menunduk meneteskan air mata."tidak bisa Vin,aku tidak ingin mengecewakan mama dan papa lagi dengan perceraian kita saja mereka sudah sangat kecewa dan malu apa lagi sekarang."
celvin yang duduk di kursi panjang kayu mendekati Indira yang duduk di kursi roda menghadap taman yang di tumbuhi berbagai macam bunga,celvin berjongkok menggenggam kedua tangan Indira yang bertumpu kepada kedua pahanya."
celvin menatap wajah cantik mantan istrinya iris mata coklat tua mata sayu yang dulu sangat dia sukai."dir... apapun yang terjadi dalam rumah tangga kamu lebih baik selesaikan, tentang KDRT yang di lakukan Tommy lebih baik kamu lapor ke pihak kepolisian aku akan bantu kamu."
Indira terus terisak ada penyesalan yang amat dalam yang di rasakan,kenapa dulu dirinya begitu egois lebih mementingkan karirnya daripada rumah tangganya bersama celvin,hingga akhirnya dia bercerai dan belum lama menikah dengan seorang pengusaha asal Surabaya keturunan Tionghoa dan Jawa,belum dua tahun berumahtangga Tommy yang memang dasarnya tempramental sering melakukan kekerasan fisik apalagi akhir akhir ini suaminya itu kepergok selingkuh dan mengakibatkan dirinya kecelakaan."
dengan kekuasaannya Tommy selalu mengancam akan menghancurkan keluarga Indira,kalau sampai Indira pergi darinya."
Indira berpikir kalau orang yang bisa melindungi nya hanya celvin mantan suaminya."tap...tapi aku enggak bisa,kalau aku pulang ke mama dan papa pasti Tommy akan menyakiti mereka."
celvin menghela nafas,begini saja bagaimana kalau kita buat laporan ke polisi."
Indira menggeleng kepalanya tanda tidak setuju.."
celvin sudah hampir kehilangan kesabarannya menghadapi kekeras kepala Indira,rasanya otaknya sudah mau pecah sekarang bukan hanya urusan Indira ada yang lebih penting istrinya yang sudah beberapa hari dia abaikan celvin enggak tau lagi kalau sampai istrinya tau tentang semua yang di lakukan nya."
celvin bangun dari jongkok nya berdiri menghadap Indira,dengan kedua tangan di silang di depan dada."aku akan berbicara dengan keluarga mu."putus celvin.
Indira yang mendengar keputusan celvin mendongak menatap celvin."tidak Vin please..
kamu tenang aja aku sudah bicara dengan beni,kamu masih ingatkan beni teman SMA kita sekarang dia sudah menjadi pengacara palin hebat."
aku akan...
AKU AKAN APA????
belum sempat melanjutkan ucapannya,celvin kaget dengan kedatangan istri dan kedua sahabatnya dibelakangnya ada Rio sahabatnya dari arah dalam rumah Memang kebetulan posisi dirinya menghadap pintu masuk, kebetulan celvin dan Indira sedang berada di taman belakang rumah."
__ADS_1
bersambung.....