
Di rumah minimalis Maharaja pramudya dan indah lestari Pramudya sedang ramai dengan kehadiran sanak keluarga besar Pramudya dan juga keluarga besar Dermawan keluarga besar dari mami indah bahkan keluarga besar Prayoga.
besok Sabtu pagi akan diadakan acara pernikahan kak Bima dan kak Maya yang akan di adakan di hotel bintang empat yang ada di Jakarta.
Tasya dan para sepupu bahkan kedua sahabatnya sudah mengambil libur sehari untuk mempersiapkan acara kak Bima.
Jumat pagi Tasya dan para sepupunya bahkan kedua sahabatnya sudah berkumpul di gazebo belakang rumah papi raja,mereka sedang menikmati acara sarapan pagi menu nasi goreng buatan mami indah dengan kerusuhan Genk somplak."
mba nissa katanya di jodohi ya sama ustadz?tanya Didot yang duduk di bawah beralasan tikar sambil menyuapkan nasi goreng.
Nissa yang duduk di dekat Amira sama seperti Didot duduk di tikar di bawah pohon jambu air dekat dengan gazebo memicingkan matanya.
tau dari mana kamu dot?"tanya Nissa balik.
CK tinggal jawab aja mba tidak perlu tau darimana."
mba jadi benar mau di jodohi sama ustadz?"lanjut Didot yang penasaran sama jawaban Nissa sedangkan putri,mas Jun,Amira,dan Tasya tetap menikmati sarapan, tapi mereka tetap menyimak obrolan Didot dan Nissa.
ya"jawab nissa singkat.
wah ganteng enggak mba? sambung Amira yang sudah menggeser posisi duduk nya menghadap Nissa.
ya pasti ganteng lah,kan calon istrinya cantik!"Nissa dengan cengiran nya sambil menaik turun kan alisnya.
ya kamu cantik kalau di sandingkan sama si Mimi!" celetuk Tasya langsung meneguk habis air putih
Nissa mencebik kan bibirnya melirik tajam Tasya yang duduk di gazebo bersama mas Jun dan putri.
ya enggak Mimi juga kali sya,masa Nissa cantik begini sebelas dua belas lah sama ayunda,emang Lo kira gue bebek."
oh...Lo jadi Niss di jodohi sama anak pemilik pesantren Al hikmah."putri yang masih asik memasuki jeruk ke dalam mulutnya penasaran.
Nissa yang mendapatkan pertanyaan ulang dari putri hanya menganggukkan kepalanya."
berarti mba Nissa habis lulus langsung jadi Bu ustad dong!" ucap Amira sambil melahap habis pisang Ambon.
rencana Abi sama umi si gitu, katanya anak gadisnya takut di gondol. orang"jawab Nissa yang sudah menampakkan senyum manisnya.
ya umi sama Abi takut Lo di gondol sama mang Tohir."celetuk Tasya yang sudah merebahkan badannya menggeser mas jun dan putri.
Nissa kesal dengan celetuk kan sahabatnya langsung melempar kulit pisang yang langsung di tangkap oleh Tasya.
sedang asik ngobrol tanpa mereka sadari terutama Tasya, seorang lelaki tampan berjalan terburu-buru dari dalam rumah menghampiri mereka."
__ADS_1
mas Jun yang menyadari kedatangan celvin, mengerutkan keningnya binggung kenapa lelaki tampan itu berjalan cepat kaya di kejar kejar utang."
sampai di depan gazebo celvin langsung menarik tangan Tasya yang sedang rebahan.
sya ayo ikut mas."
Tasya yang masih setengah oleng karena tarikan tiba tiba dari sosok lelaki tampan yang masih setia berada dalam nafas dan doanya, langsung bangun duduk di pinggir gazebo."
putri,mas Jun,Didot,Amira dan Nissa yang melihat Tasya ditarik dan di bawa masuk kedalam rumah hanya bisa melongo.
Tasya yang sudah ditarik masuk kedalam rumah kemudian keluar menuju pagar berwarna hitam,sebelum keluar Tasya yang di tarik mas celvin berpapasan sama mami.
Tan,celvin bawa Tasya sebentar ya!"mas celvin meminta izin ke mami untuk membawa anak gadisnya yang ditarik sudah kaya kambing mas Tejo."
ya ampun mas,jangan di tarik gini dong emangnya Tasya kambing apa."dumel Tasya tangannya masih digenggam mas celvin ditarik menuju luar pagar yang sudah terparkir mobil CR-V hitam."
setelah masuk kedalam mobil penumpang sebelah dengan kemudi,arah matanya mengikuti sosok lelaki yang sudah berlari mengitari kemudian masuk ke dalam mobil duduk di bagian kemudi."
celvin yang sudah masuk menengok ke arah Tasya yang memasang wajah cemberut."pakai sabuk pengaman nya sya.perintah celvin yang sudah memakai sabuk pengaman langsung starter mobil."
mau tidak mau Tasya akhirnya memasang sabuk pengaman."
mas celvin kenapa sih,ini Tasya mau di bawa ke mana?"Tasya menengok celvin yang sudah mengendarai mobil CR-V hitam miliknya keluar dari kawasan komplek menuju jalan raya.
celvin tidak menjawab pertanyaan tasya dia masih fokus menatap jalanan.
mas dengar Tasya enggak sih,ini Tasya mau di bawa kemana?
sudah diam aja nanti juga kamu tau!"
celvin yang tidak ingin memberitahu Tasya kemana dirinya akan di bawa semakin tambah kesel."
setelah menempuh perjalanan hampir satu jam, mobil memasuki kawasan apartemen mewah yang ada di Jakarta Selatan.
saat mobil memasuki kawasan apartemen Tasya merasa takut jantung nya rasanya mau copot dirinya sudah panas dingin."
mas...kenapa kesini?ini apartemen siapa?tanya Tasya menatap ke arah celvin yang sudah memarkirkan mobilnya di basement apartemen."
ayo keluar!"ucap mas celvin yang sudah melepas sabuk pengaman nya."
eh... entar dulu mas,ini kita mau ngapain kesini?Tasya yang belum melepas sabuk pengaman masih bertahan sebelum Celvin memberitahu dirinya kenapa Tasya di bawa ke apartemen mewah dan siapa yang tinggal di sini.
udah cepat turun, kalau enggak mas kunciin di mobil."ancam celvin membuka pintu mobil siap untuk keluar."
__ADS_1
Tasya yang melihat celvin sudah keluar dari mobil langsung melepas sabuk pengaman nya kemudian membuka pintu dan keluar mengikuti celvin."
setelah menutup pintu Tasya menghampiri celvin yang sudah menunggunya di depan mobil."
Celvin menarik tangan Tasya membawa masuk ke dalam apartement,Tasya yang melihat tangan nya sudah ditarik hanya bisa pasrah sampai di depan lift mas celvin menekan tombol tidak lama lift terbuka mas celvin langsung menarik paksa untuk masuk kedalam lift."
Tasya melihat celvin menekan tombol 15, tangan nya masih di genggam tanpa berniat di lepaskan oleh celvin
mas..ini apartemen siapa sih?awas ya jangan macam macam?tanya Tasya dengan menghentakkan kakinya.
celvin hanya melirik sekilas tanpa menjawab,tombol lift telah menunjukkan angka 15 kebetulan hanya ada mereka berdua setelah pintu lift terbuka celvin menarik Tasya menyelusuri lorong lorong kamar.
apartemen mewah ini bernuansa klasik dengan warna putih abu-abu,mas celvin berhenti di sebuah pintu dengan nomor 505 mas celvin langsung mencet tombol yang ada di elektronik key tanpa melepas genggaman tangan Tasya.
setelah pintu terbuka mas celvin menarik Tasya masuk ke dalam ruangan yang cukup luas dengan warna putih hitam warna kesukaan mas celvin.
Tasya menyelusuri isi ruangan apartemen,bagian masuk ada sofa panjang dan sofa singel dan meja kaca di dinding sudah terpasang tv LED ukuran 65 inci masuk kedalam sebelah kanan ada kaca besar yang menampilkan gedung gedung pencakar langit ada juga sofa panjang masuk kedalam ada kitchen set dan juga meja bar di sebelah kiri ada dua kamar ruangan ini lumayan besar.
Tasya duduk di sofa panjang dekat kaca besar,saat sadar Tasya sudah tidak melihat keberadaan celvin."
Tasya yang duduk di sofa menatap kaca besar dengan pemandangan gedung gedung tinggi."
sya mau minum apa?tanya celvin keluar dari sebuah kamar."
Tasya yang mendengar celvin bicara dengan nya menoleh ke arah samping kanan di mana celvin sudah berdiri dengan kaos hitam dan celana jeans biru.
apa aja mas."
celvin berjalan menuju kitchen untuk membuat kan minum.
sya, diminum sirup nya."ucap celvin yang sudah meletakkan dua gelas sirup berwarna merah kemudian duduk di sebelah Tasya yang sudah mengeser dari duduknya."
Tasya duduk menghadap celvin dengan kaki kanan diletakkan di sofa kaki kiri nya tetap menampak di keramik berwarna putih bening.
Tasya menghela nafas panjang sebelum bertanya kepada lelaki tampan di depannya.
mas ini apartemen siapa?dan apa tujuan mas bawa Tasya ke sini?tanya Tasya menatap manik abu abu milik celvin."
celvin memutar tubuh nya menghadap Tasya."ini apartemen mas,dan tujuan mas bawa kamu kesini ya mau ngajak kamu pacaran."
Tasya yang mendapatkan jawaban dari lelaki tampan satu ini hanya mencebik kan bibirnya.
bersambung....
__ADS_1