Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Maafkan Aku Yang Mencintaimu
Bab.13 Menjelang pernikahan mba citra


__ADS_3

Empat bulan kemudian


setelah empat bulan berlalu hari Sabtu besok hari pernikahan mba Citra dan mas Rehan yang akan diadakan di masjid Albani,masjid yang terletak di kawasan komplek perumahan keluarga besar kami dan malam harinya akan di selenggarakan acara resepsi yang akan diadakan di hotel bintang lima yang berada di Jambuluwuk Malioboro.


Tasya dan para rombongan sudah tiba di bandara Adisucipto Yogyakarta,mas Jun yang akan menjemput keluarga Tasya om Dery sudah menghubungi adik lelaki Tante Helena yang memang tinggal di Jogja untuk menjemput sedangkan keluarga Tasya dan putri akan di jemput oleh keponakan om Panji Abi nya Nissa.


ada tiga mobil yang menjemput,kami semua memasuki mobil masing masing,di dalam mobil Tasya sudah duduk di belakang bersama mami papi duduk di depan bersama mas Jun yang menjadi supir.


mobil melaju sedang meninggalkan bandara Adisucipto,di ikuti mobil om Dery dan di belakang om Dery mobilnya keponakan om Panji.


bagaimana kabar keluarga Jun,tanya papi yang sudah duduk santai di samping kemudi.


Alhamdulillah baik om,om sama Tante sehat kan tanya balik mas Jun.


Alhamdulillah sehat Jun,jawab mami.


Tasya yang merasa dirinya tidak di tanya kabarnya langsung protes.tasya juga sehat mas.


siapa yang nanya sya.


CK.enggak ada!" inisiatif Tasya aja,kan takutnya mas Jun penasaran keadaan Tasya.


dih,percaya diri sekali kau markonah.


biarin Malih"

__ADS_1


mami papi yang menyaksikan perdebatan saudara sepupu ini hanya geleng geleng kepala.


"kamu libur kerja Jun,kok bisa jemput kami.


mas Jun menoleh sebentar ke papi kemudian kembali fokus menyetir. enggak om,Jun minta izin sebentar untuk jemput om nanti setelah mengantar om Jun balik lagi ke kantor.


oh,kirain kamu ambil cuti.


mas Jun mana mau ngambil cuti pih,dia takut pih gajinya di potong.celetuk Tasya


mas Jun terkekeh mendapatkan celetukan Tasya,suka bener Kamu sya.


Tasya yang mendengar balasan dari mas Jun hanya berdecak,papi yang hanya menjadi pendengar hanya senyum senyum.


setelah percakapan keadaan hening, selama perjalanan Tasya dan mami sempat tertidur karena kelelahan subuh subuh sudah bangun bersiap untuk ke Jogja.


saat mobil masuki kawasan komplek mas Juna bertanya ke papi.om mau ke rumah atau ke rumah om Bagas.


rumah om aja deh Jun.


kok mas Bima enggak ikut om,sambung mas Jun.


nanti malam nyusul Jun, katanya sih lagi ada kerjaan yang tidak bisa di tinggal.bukan papi yang menjawab pertanyaan mas Jun melainkan mami yang baru bangun dari tidur.


oh gitu Tan, jawab mas Jun bertepatan mobil berhenti di depan pagar rumah keluarga Tasya.

__ADS_1


Alhamdulillah akhirnya sampai.ucap papi dan mami bersamaan.


mami menoleh ke anak gadisnya yang masih terlelap.


sya bangun sudah sampai.mami mengguncang tubuh tasya agar bangun.


Tasya yang merasa terganggu hanya menggeliat membalikkan badannya ke arah kaca,kenapa sih mih Tasya ngantuk.


bangun sudah sampai,kalau tidak bangun mami tendang nih keluar.ancam mami yang sudah membuka pintu mobil bersiap untuk turun sedangkan papi sudah turun membuka pintu gerbang mas Jun sedang menuruni koper koper di bagasi mobil.


Tasya yang mendengar ancaman mami langsung membuka matanya.


Tasya menyebik bibirnya membuka pintu turun dari mobil setelah menutup pintu Tasya berjalan masuk ke rumah.


baru berapa langkah mas Jun teriak,sya jangan kebiasaan deh ini bantu bawain koper kedalam.


tanpa berdebat Tasya membalikkan badannya berjalan ke arah mas Jun menggeret koper nya bersamaan mobil om Dery sampai di susul di belakang mobil keponakan om Panji.


rumah om Dery hanya berjarak Tiga rumah dari depan rumah papi,kalau rumah putri dan Nissa lebih dekat dari rumah om bagas.


sya nanti malam ke rumah om Bagas ya?teriak putri yang nongol dari dalam mobil.


Tasya membalas teriakan putri hanya mengangkat jempolnya.


mereka semua akan beristirahat terlebih dahulu sebelum kumpul di rumah om Bagas.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2