Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Maafkan Aku Yang Mencintaimu
Bab.21 kedatangan celvin


__ADS_3

Minggu pagi telah di hebohkan oleh Genk rusuh mereka telah bersiap untuk pergi jalan-jalan ke pasar seni Sukawati sebelum balik ke Jakarta.


Tasya menghampiri kak Bima yang sedang sarapan bersama mas Jun di dapur."kak jangan pura pura lupa deh!ucap Tasya yang sudah duduk di samping mas Jun.


kak Bima mengerenyitkan dahinya,lupa apa sih sya!.


CK.kakak bagaimana sih,kak Bima kan janji kalau aku mau ikut ke Bali kakak mau kasih aku uang jajan.


kak Bima mendengus dan langsung mengambil ponselnya yang diletakkan di meja samping kanan kemudian langsung membuka M banking dang mengetik nominal.


Tasya yang melihat kak Bima mengetik di ponselnya hanya memberi cengiran.


mas Jun yang berada di samping Tasya,tiba tiba mengusap muka Tasya dengan berucap."heran deh kalau sama duit gercep banget."


ya dong.jawab Tasya cuek yang menepis tangan mas Jun di mukanya.


sudah sya!"ucap kak Bima sambil melanjutkan sarapannya setelah menaruh ponselnya di meja.


Tasya yang mendengar bunyi di ponselnya,tanda terkirim di m bangking miliknya.


terimakasih kasih kakakku paling tampan sejagat raya."


kak Bima yang mendengar rayuan adiknya hanya memutar bola matanya.


mas Jun yang sudah selesai sarapan langsung bangun mencuci piring bekas makan setelah selesai berjalan masuk kedalam rumah sambil berkata."ayo cepat sya nanti para kurcaci ngomel kelamaan.


Tasya berdiri dari duduknya mengejar mas Jun yang sudah masuk kedalam menghampiri ke empat Genk rusuh yang sudah menunggu di teras depan rumah.


sebelum sampai di pintu yang menghubungkan dapur dengan dalam rumah berhenti membalikkan badannya menghadap kak Bima yang masih melanjutkan makannya.


kak Tasya pergi dulu."Tasya pamit ke kak Bima lalu pergi meninggalkan kak Bima di dapur


memang kak Bima tidak bisa mengantarkan adik adiknya karena banyak pekerjaan yang harus di selesaikan.


jadi mas Jun akan ikut untuk menjaga Genk rusuh takut takut mereka membuat rusuh di pasar.


sampai di teras mas Jun melihat ke empat manusia adik, sepupu dan kedua sahabat Tasya sudah seperti anak hilang duduk di lantai.


Amira yang melihat terlebih dahulu mas nya berdiri di depan pintu di belakang nya ada Tasya yang sedang memainkan ponsel langsung bangun dari duduknya."lama banget sih mas mba!


ya udah cepat naik ke mobil nanti kesiangan.mas Jun langsung berjalan menuju mobil yang terparkir di depan pagar tanpa peduli protes Amira di ikuti Tasya di belakang mas Jun masih sibuk dengan ponsel nya membalas pesan dari dospem nya.


Nissa,putri dan Didot yang melihat mas Jun yang langsung meninggalkan mereka masuk ke dalam mobil serentak berteriak sambil berlari.


SYA MAS JUN TUNGGUIN KITA DONG."


Amira mengerucut kan bibir nya sambil menghentakkan kakinya menyusul masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


mas Jun hari ini mendapatkan tugas mengantar Tasya dan ke empat pasukannya untuk membeli oleh-oleh sebelum nanti sore mereka kembali ke Jakarta sedangkan mas Jun Didot dan Amira kembali ke Jogja.


sampai di pasar seni Sukawati mereka berjalan menyelusuri setiap toko,mereka berhenti di sebuah toko yang menjual anyaman rotan.


mba ini bagus enggak!"Amira menunjukkan tas berbentuk bulat yang terbuat dari anyaman rotan.


bagus."jawab Tasya matanya menelisik tas yang di tunjukkan Amira.


Didot dan mas Jun masuk kedalam toko baju yang bersebelahan dengan toko anyaman rotan.


putri,Nissa melihat lihat masuk ke kedalam toko, sedangkan Tasya menjajal kan topi yang tergantung di depan toko.


putri menghampiri Tasya dengan membawa kantong berisi barang yang di beli nya.


sya Lo beli apa?tanya putri yang sudah berdiri di samping Tasya.


gue beli tas besar ini aja lumayan buat peranti kuliah."Tasya menjawab dengan membawa tas anyaman rotan yang lumayan besar menuju Bli pemilik toko untuk membayar.


setelah selesai belanja mereka melanjutkan acara membeli oleh-oleh,mas Jun dan pasukan rusuh sudah banyak memborong barang dan makanan tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 2 siang mereka harus kembali pulang kerumah kak Bima karena nanti jam 5 harus berada di bandara.


sudah enggak ada yang di beli lagi?"mas Jun bertanya ke Tasya dan ke empat pasukannya.


enggak mas, duit nya juga sudah habis.jawab Tasya.


didot yang menyenderkan badannya di mobil sambil mengusap usap perutnya berucap."mas makan dulu Yo,Didot lapar nih.


ya udah nanti kita mampir ke rumah makan yang dekat arah rumah, takutnya waktu nya mepet kita harus sampai bandara jam 5.


...****************...


sudah sebulan sejak kepulangan tasya dari Bali dia di sibukkan dengan tugas skripsi nya,hari ini Tasya pulang menjelang magrib tubuhnya sudah sangat lelah.


sampai di rumah Tasya memasuki motor matic ke garasi,Tasya masuk ke dalam rumah setelah mengucapkan salam mami yang berada di dapur menjawab ucapan salam Tasya.


Tasya berjalan menuju dapur mencium tangan maminya setelah menaruh tas ransel nya.


masak apa mih?"tanya Tasya sambil mengambil gelas dan mengisi air dari dispenser meminum sampai habis.


mami yang melihat Tasya minum sambil berdiri langsung memberikan ceramah nya tanpa menjawab pertanyaan tasya.


Tasya kalau minum itu duduk,sudah mami bilangin berkali kali masih saja.


Tasya yang kena Omelan mami hanya nyengir."maaf mih Tasya lupa.


mami yang mendengar jawaban Tasya hanya mendengus."


sudah sana mandi terus sholat nanti kalau sudah selesai turun makan malam."perintah mami yang masih sibuk menggoreng kerupuk.

__ADS_1


Tasya mengambil tas ransel nya yang di taruh di bangku jalan meninggalkan dapur menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


selesai mandi dan menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim Tasya turun ke bawah menuju meja makan."


mbok mami mana?tanya tanya pada mbok yang sedang menaruh masakan mami.


mbok yang sedang sibuk menata masakan melihat ke Tasya yang sudah duduk sambil memakan bakwan jagung.


ibu masih di kamar neng! jawab mbok yang masih sibuk meletakan piring dan sendok di meja.


setelah Tasya bertanya ke si mbok tidak lama mami keluar dari kamar di ikuti papi, kamar mami memang ada di lantai satu tidak jauh dari dapur.


papi pulang jam berapa?"tanya Tasya.


papi duduk di bangku yang paling ujung kemudian menjawab Tasya.


tadi enggak lama kamu pulang."


sya kakakmu belum turun."tanya mami yang sedang menyiapkan nasi untuk papi.


loh emang kak Bima pulang mih?"tasya balik bertanya.


tadi siang kakakmu pulang."


panggil sana sya takutnya ketiduran."perintah mami.


Tasya baru saja mau bangun dari duduknya terdengar suara bas milik kakaknya."


enggak usah sya."ucap kak Bima yang duduk di samping Tasya.


mami menoleh ke arah kak Bima setelah menuangkan air putih di gelas papi.


kirain mami kamu ketiduran soalnya dari tadi siang kakak belum keluar dari kamar.


CK.mami kalau aku belum bangun bisa bisa di siram pakai air segayung.balas kak Bima mengambil nasi dan lauk pauk.


kak tumben pulang di hari kerja, biasanya kan weekend.tasya bertanya sambil menyuapkan nasi.


kakak ada kerjaan di sini,ada yang mau pakai jasa kakak buat bangun town house.


kamu ke sini bareng celvin Bim?"tanya papi.


ya pih, sekalian celvin mau cek restorannya."


Tasya yang mendengar nama celvin disebut langsung tegang nafasnya terasa tercekat dirinya malas ketemu mas celvin, semenjak dari Bali memang Tasya belum ketemu atau berhubungan lagi dengan mas celvin.


perlahan lahan Tasya menetralkan detak jantung nya."biasa aja sya jangan lebay deh ingat perkataan celvin dulu."gumam Tasya dalam hati.

__ADS_1


papi mami dan kak Bima terus melanjutkan obrolan mereka sambil makan sedangkan Tasya hanya diam tanpa mau ikut dalam obrolan.


bersambung...


__ADS_2