
Saat ini Tasya dan kedua sahabatnya sedang berada di kereta jurusan Bandung,siang tadi dia mendapat telepon dari Amira yang sekarang kuliah dan tinggal bersama nenek di Bandung.
sya, emang kenapa si Amira telepon Lo pakai acara nangis nangis segala."tanya putri yang duduk di samping Tasya sedangkan Nissa kedapatan duduk di kursi depan.
enggak tau gue!"dia cuma bilang kalau si Aryo katanya jalan sama cewek."Tasya menyandarkan tubuhnya dengan mata terpejam tapi masih menjawab pertanyaan putri.
Aryo... Aryo samudra kakak kelas nya Amira yang waktu itu pernah nyantai suka,tapi di tolak Amira?"tunggu deh sya mereka jadian?sejak kapan! cecar putri yang sudah duduk menghadap Tasya dengan kaki diangkat sebelah."
putri menggoncang tubuh Tasya yang hampir terlelap."sya,Lo jangan tidur dulu dong!"
CK.apa sih put ,gue ngantuk bisa enggak sih entar aja nanya nya!"protes Tasya yang hampir memasuki alam mimpi.
sya,Lo jawab dulu pertanyaan gue."
menghela nafas panjang mau tidak mau dia harus menjawab pertanyaan sahabatnya yang paling bawel."katanya si baru dua atau tiga bulan,gue enggak tau kenapa bisa jadian mendingan nanti Lo tanyain aja sama orang nya langsung!"sudah ah gue mau tidur."
sebenarnya putri masih belum puas mendapatkan jawaban dari Tasya,tapi karena melihat wajah lelah Tasya akhirnya dia harus mengalah."
putri kembali duduk menghadap depan, menghela nafas melihat Tasya dan Nissa yang berada di kursi depan telah masuk ke alam mimpi sedangkan dirinya masih belum bisa memejamkan mata.
...****************...
Tasya,putri dan Nissa telah sampai di rumah nenek menjelang magrib yang berada di perumahan yang sangat asri mereka bertiga sampai di stasiun sekitar pukul tiga sore sebelum menaiki taksi online mereka sempat mampir dulu di rumah makan yang dekat dengan stasiun untuk mengisi perut tadi siang mereka belum sempat makan.
assalamu'alaikum
mereka bertiga mengucapkan salam setelah turun dari taksi online,pagar putih dengan rumah minimalis yang tidak terlalu besar tapi sangat nyaman dengan di tanami berbagai banyak bunga maupun tanaman.
wa'alaikumsalam..
terbuka pintu kayu berwarna coklat di ikuti dengan jawaban dari BI Enok asisten rumah tangga yang sudah bekerja cukup lama di rumah nenek.
eh ada neng Tasya bibi kirain siapa yang datang!"ucap BI Enok yang sudah membuka pintu dengan lebar agar kami bertiga masuk.
Tasya masuk terlebih dahulu di ikuti Nissa dan putri kami bertiga membawa tas ransel berisi beberapa baju,maklum saja dadakan untung besok libur jadi kita bertiga akan ada di Bandung selama dua hari.
__ADS_1
bi nenek kemana kok sepi?tanya Tasya yang sudah duduk di sofa ruang tamu di ikuti kedua sahabatnya.
nenek lagi di rumah Bu lia neng!"oh ya neng Tasya neng putri dan neng Nissa mau di bikini minum apa?"tanya BI Enok yang sudah berdiri di depan meja setelah menutup pintu.
bi Tasya tolong buatin es markisa aja ya."jawab Tasya.
BI Enok melihat ke arah putri dan Nissa.
samain aja bi."ucap Nissa dan putri
di tunggu ya neng bibi buatin dulu."ucap BI Enok pergi meninggalkan mereka bertiga ke dapur.
Nissa menatap Tasya dan putri yang duduk di sofa panjang depan nya."sya put sebenarnya ada apa sih sama Amira sampai kita datang ke Bandung?"tanya Nissa yang duduk di sofa tunggal.
enggak tau gue, mendingan entar Lo tanyain aja sama anaknya.jawab Tasya cuek.
awas aja ya kalau tuh anak cuma ngerjain kita,gue masukin karung baru rasa."omel Nissa.
BI Enok datang dari arah dapur membawa tiga gelas es markisa dan dua toples cemilan.
ayo neng di minum dan di makan kue nya."ucap BI Enok setelah meletakkan di meja persegi panjang yang terbuat dari keramik.
oh ya bi Amira kemana?tanya tasya yang sudah meminum es markisa dan menaruh kembali di meja.
belum pulang kuliah neng,biasa nya sebentar lagi!oh ya neng Tasya, neng putri dan neng Nissa sebaiknya istirahat di kamar aja dulu bibi mau menyiapkan makan malam.
enggak usah BI,tadi kita sudah makan di dekat stasiun sebelum ke sini."tolak Nissa dengan menampilkan senyum manisnya.
setelah BI Enok kembali ke dapur,Tasya dan kedua sahabatnya beranjak ke kamar yang biasa Tasya tempati kalau main ke Bandung untuk membersihkan diri dan istirahat.
sekarang Tasya putri dan Nissa telah berada di kamar seorang gadis manis yang membuat mereka pergi ke Bandung tadi setelah membersihkan diri dan menunaikan kewajibannya Tasya menelepon neneknya memberitahukan bahwa mereka bertiga ada di Bandung ternyata nenek dan Tante Lia sedang berada di Sumedang besok baru pulang.
Tasya berdiri menatap tajam gadis yang duduk di ranjang sambil bersandar di headboard tangan nya di lipat di depan dada
kamu kenapa si mir di telepon nangis nangis bikin mba kuatir aja."
__ADS_1
maaf mba,habis mas Aryo tuh!"Amira dengan kedua tangan saling meremas menatap balik kakak sepupu nya walaupun matanya sudah panas ingin keluar cairan bening dia berusaha menahan agar tidak jatuh ,Amira menceritakan hubungan nya dengan aryo.
sejak kapan kamu pacaran sama Aryo, bukannya dulu kamu tolak?"tanya putri yang sudah merebahkan tubuhnya di kasur empuk milik Amira dengan tangan menyanggah kepala.
sudah masuk tiga bulan mba."
terus cerita nya Sekarang kamu sudah cinta sama Aryo makanya kamu terima!"ucap Tasya yang sudah menarik kursi belajar Amira dan duduk.
ya mba, sebenarnya dari dulu Mira sudah suka sama mas Aryo cuma takut."gumam Mira dengan kepala tertunduk.
kalau suka kenapa di tolak,kamu tuh mau mau bebek."kata Nissa yang duduk di ranjang samping Mira.
malu malu kucing tapi mau kali Nissa,mana ada mau mau bebek." mulut mu tuh kaya bebek."protes putri.
Nissa berdecak mendapatkan protes dari putri."salah dikit doang."bela Nissa.
ya beda maknanya Nissa cantik....!"greget putri memang sahabat yang satu ini agak sedikit error.
Tasya yang menyaksikan perdebatan antara putri dan Nissa hanya menghela nafas, kemudian fokus ke Amira.
kamu yakin kalau Aryo ada hubungan sama cewek itu, seperti yang kamu bilang di telepon."tanya Tasya tanpa memperdulikan kedua sahabatnya.
orang mas Aryo jalannya Gadeng cewek itu terus sambil ketawa tawa."jawab Mira yang sudah mengeluarkan air mata.
kamu tuh jangan nangis dulu,belum tentu bener siapa tau tuh cewek saudaranya!emang sudah kamu tanya?Tasya yang masih mengintrogasi adik sepupu nya sambil duduk dengan tangan di lipat di depan dada sedangkan Nissa dan putri hanya menyimak dengan posisi yang sama tidak bergeser sedikitpun.
Mira menggeleng kan kepalanya sebagai jawaban.
tapi mba,kalau ternyata benar mas Aryo selingkuh bagaimana!"gumam Amira.
ya tinggalin,emang cowok cuma dia doang banyak mir! lagian mendingan kamu tuh fokus dulu kuliah nanti kalau sudah lulus terus kerja enak ,baru kamu punya pacar,kamu tuh cantik pintar pasti banyak yang mau."cerocos Tasya melirik jam di dinding lalu bangun dari duduknya Hendak pergi meninggalkan kamar Mira jam sudah menunjukkan pukul 11 malam dirinya sudah sangat lelah.
putri yang mendengar nasehat Tasya untuk Mira berdecak.
ya ampun Tasya seharusnya itu nasehat buat Lo juga,Lo bisa bilang begitu sama Mira hello...selama ini Anastasya putri Pramudya kemana aja!"celetuk putri bangun turun dari ranjang mengikuti Tasya keluar dari kamar Amira begitu pula dengan Nissa.
__ADS_1
Tasya yang mendapatkan celotehan putri terus saja berjalan keluar dari kamar Mira tanpa peduli dengan sahabatnya.
bersambung....