
Kamis pagi Tasya sudah cantik dengan memakai kemeja kotak-kotak berwarna putih biru di padukan Dengan Celana panjang relaxed-fit warna beige muda dari korduroi lembut dengan lipit di bagian atas. matanya melirik jam dinding yang menunjukkan pukul 8.15 pagi ,hari ini Tasya sudah buat janji dengan dosen pembimbing skripsi pukul 10 nanti setelah selesai memakai serangkaian skincare pagi dan lip balm warna pink Tasya mengambil tas anyaman rotan yang waktu beli di bali bersama tas berisi laptop dia keluar dari kamar turun menuju meja makan.
saat memasuki ruang makan Tasya hanya melihat mami yang sedang mengupas buah,kalau papi dan kak Bima sudah berangkat dari jam 7 pagi.
Tasya menyapa mami sambil duduk di bangku berhadapan dengan mami yang di batasi meja makan.
Pagi mamiku yang paling cantik sedunia tiada tandingannya.
mami yang mendengar ocehan anak gadisnya hanya melirik sebentar berdecak seraya membalas.
ya iyalah mami cantik, Kalau mami enggak cantik mana mungkin papi kejar kejar mami.
Tasya yang mendapatkan jawaban alay dari mami nya hanya mencebik bibirnya.
maling kali mih di kejar-kejar.celetuk Tasya sambil memakan roti bakar isi keju.
mih papi jadi ke Surabaya?Tasya bertanya dengan memasukkan suapan terakhir nya.
Jadi kenapa emangnya.?" tanya mami balik sambil menyodorkan piring berisik mangga yang baru di kupas mami di hadapan Tasya.
Tasya sangat menyukai mangga,makanya mami tak pernah lupa membeli buah mangga disaat musim nya.
sya nanti kamu pulang kuliah langsung mampir ke butik nya Tante Sinta ya!"hanya kamu doang yang belum di ukur takutnya nanti enggak keburu kamu tau sendiri Tante Sinta itu banyak pesanan lagian tidak sampai dua bulan lagi acara pernikahan kakakmu.
ya mih nanti Tasya mampir sebelum Tasya ke toko buku.
kamu jangan sampai lupa?"tadi Tante Sinta telepon mami."peringatan mami.
ya mih."jawab Tasya yang langsung menghabiskan susu coklat nya.
ya sudah Tasya berangkat ya mih."pamit Tasya berdiri mengulurkan tangan nya untuk mencium tangan maminya.
setelah pamit dan mengucapkan salam Tasya pergi meninggalkan mami yang masih duduk di meja makan menuju garasi mengeluarkan motor matic kesayangan ketika dia sudah mengeluarkan motor dan menyalakan mesinnya Tasya di kagetkan dengan kedatangan tetangga depan rumah yang selama ini Tasya hindari.
celvin berjalan mendekat ke arah Tasya yang sudah bersiap memacu motor matic nya.
sya boleh ya mas nebeng sama kamu,lagian kita searah."ucap mas celvin yang sudah berdiri memakai kemeja slim berwarna abu-abu di padukan celana Chinos abu abu tua.
sejenak Tasya terhipnotis oleh ketampanan sosok pria yang selama ini dia hindari,ya ampun kenapa sih setiap ketemu jantung selalu saja enggak baik kenapa ada saja takdir yang mempertemukan mereka."
__ADS_1
sya sya kamu baik baik saja!"panggil mas celvin yang sudah melambaikan tangannya di depan wajah tasya.
Tasya yang sudah kembali kesadaran nya langsung berdecak."emang kemana mobilnya sih mas."
di bengkel sya, tadi malam tiba tiba mogok."jawab mas celvin santai yang sudah menarik Tasya agar turun dari motor tangan kirinya menahan motor matic milik Tasya.
cepat turun sya nanti keburu siang."perintah mas celvin dengan santainya.
Tasya yang terpaksa akhirnya turun juga dari pada nanti dirinya terlambat karena kelamaan berdebat dengan sosok lelaki tampan yang tidak berperasaan.
karena mas celvin sudah mengambil ahli motor Tasya,mau tidak mau akhirnya Tasya naik di bonceng mas celvin.
motor melaju dengan kecepatan sedang memasuki jalan raya yang sangat padat,selama perjalanan tidak ada pembicaraan Tasya yang merasakan suasana yang awkward hanya bisa mengomel dalam hati.
mas celvin terus melaju motor matic yang di kendarainya ketika sampai di depan restoran tanpa berhenti ,di mana Tasya yang sadar akan hal itu akhirnya angkat suara.
Mas kok tidak berhenti kenapa jalan terus,bukannya itu restoran mas celvin."Tasya harus sedikit berteriak agar suara nya terdengar maklum aja namanya juga naik motor pasti kalah dengan udara dan kebisingan kendaraan lain.
yang di ajak bicara hanya menoleh sedikit lanjut fokus menatap depan jalan raya tanpa peduli dengan teriakan Tasya.
sekitar 30 menit Tasya sampai di depan gerbang kampus nya,Tasya turun dari motor langsung membuka helm berdiri menghadap mas celvin.
sya motor nya mas bawa dulu nanti kalau sudah selesai telepon mas biar mas jemput, lagi pula restoran ke kampus kamu tidak jauh.
CK mas gimana sih nanti Tasya habis dari bimbingan mau mampir ke butik Tante Sinta sekaligus ke toko buku."protes Tasya yang masih berdiri di samping motor.
sedangkan yang di protes malah memakai kembali helm pink milik Tasya dan mengambil helm yang tadi di pakai oleh Tasya."
sudah nanti kamu telpon mas aja."ucap celvin cuek tanpa berpamitan mas celvin langsung menjalankan motor meninggalkan Tasya yang masih berdiri.
tasya sungguh sangat kesal dengan sikap mas celvin yang seenaknya setelah dirinya di tinggalkan di depan gerbang kampus mau tidak mau dirinya harus cepat cepat ke ruang dosen pembimbing.
...****************...
Tasya sudah selesai bertemu dengan dospem nya sejak 30 menit yang lalu sekarang Tasya sedang menunggu mas celvin menjemput dirinya.
Tasya duduk di warung kecil yang menjual berbagai makanan dan minuman yang berada di dekat gerbang kampus sambil menunggu di jemput mas celvin, Tasya memesan es jeruk untuk menghilangkan rasa haus siang ini cuaca sangat panas.
15 menit akhirnya yang di tunggu datang juga,Tasya langsung menghabiskan sisa es jeruk bangun dari duduknya setelah membayar satu gelas es jeruk berjalan mendekat ke mas celvin , hanya beberapa langkah dari warung yang di duduki Tasya mas celvin memarkirkan motor miliknya.
__ADS_1
Tasya menerima uluran tangan mas celvin yang memberikan helm dia langsung memakai helm dan naik ke motor.
mas kembali aja ke restoran biar motor Tasya yang bawa."ucap Tasya yang sudah duduk di atas motor.
mas celvin melirik dari kaca spion,yang langsung melajukan motornya menuju ke arah jalan menuju butik Tante Sinta."
sudah sya biar mas yang antar kamu."
mas habis dari Tante Sinta Tasya langsung ke toko buku,emang mas enggak jenuh ikut Tasya.
enggak."
Tasya hanya bisa menghela nafas tanpa bicara, sampai di butik Tante Sinta Tasya masuk terlebih dahulu meninggalkan mas celvin yang sedang memarkirkan motor tidak lama mas celvin masuk ketika Tasya sedang di ukur oleh karyawan Tante sinta.
mas celvin duduk di sofa yang di sediakan,Tante Sinta keluar dari ruangan nya mendekat ke mas celvin yang sudah duduk bersandar di sofa.
loh celvin kamu bareng Tasya ke sini?"tanya Tante Sinta yang sudah duduk dengan anggun nya berhadapan dengan mas celvin yang hanya di batasi meja segi empat,Tante Sinta juga mengenal dengan baik keluarga Bastian karena Tante Sinta sepupu nya mami dari kakek.
yang di tanya hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Tante Sinta memanggil salah satu karyawan nya untuk menyediakan minuman dan makanan."
tidak usah repot-repot Tan,Tasya enggak lama kok selesai di ukur Tasya mau ke toko buku.ucap Tasya berdiri tidak jauh dari sofa.
tidak apa-apa sya sudah lama Tante tidak ketemu kamu ngobrol sebentar sya, waktu acara Dinda Tante tidak bisa datang kebetulan Tante ada kerjaan di Paris.
Tasya sih pengennya begitu Tan, maunya lama di sini tapi bener deh Tasya lagi banyak tugas te."jawab Tasya yang sudah mendekat setelah selesai di ukur untuk pembuatan kebaya acara pernikahan kak Bima.
Tasya duduk di sofa panjang yang di duduki mas celvin.
oh ya kan sebentar lagi kamu mendapatkan gelar dokter ya sya,mudah mudahan semuanya lancar ya sya."
aamiin...terima kasih Tan!"
ayo celvin tasya diminum terus di cicipi tuh makanannya kemarin berlian bawa dari Bali.
ya Tan terimakasih,mba berlian lagi di sini tan."ucap Tasya sambil memakan cemilan khas Bali mas celvin jangan di tanya lelaki datar itu hanya meminum es markisa yang di suguhkan.
ya,lagi ada kerjaan katanya.
__ADS_1
bersambung....