
Motor sport yang di kendarai bang Condet memasuki jalan setapak yang masih bisa di masuki satu mobil di sekeliling nya di tanami pohon jati,di belakangnya menyusul mobil yang di kendarai Jack,Nissa dan putri.
mereka terus menyelusuri jalan yang semakin jauh dari jalan besar,dari kejauhan Tasya melihat banyak lelaki yang memakai seragam kepolisian.
Tasya menepuk pundak bang Codet,bang itu kaya nya mereka coba bang kita lewat arah kanan seperti nya posisi tuh ******* ada di ujung arah bukit.
Bang codet yang mendapat arahan dari Tasya langsung membelokkan motor sport ke kanan sedangkan mobil yang di kendarai Jack berhenti karena memang jalan yang di lewati Tasya hanya cukup buat motor .
loh itu si Tasya mau kemana?kok arahnya malah ke kanan bukannya itu di depan sudah kelihatan banyak para aparat penegak hukum lagi bergerak.putri bingung melihat motor yang di Kendarai Tasya dan bang codet malah belok ke kanan.
Lo kaya enggak tau sahabat Lo yang satu itu!jawab Jack santai sedang kan Nissa hanya mangut mangut udah kaya patung kucing.
Ayo turun kita jalan kaki untuk sampai di sana!perintah Jack yang langsung keluar dari dalam mobil setelah membereskan peralatan tempur yang baru saja di gunakan.
Nissa dan putri mengikuti Jack yang sudah terlebih dulu keluar meninggalkan mereka berdua.
Jack tunggu apa."teriak putri yang mengejar langkah Jack yang sudah berjalan lumayan jauh.
Di tempat lain,celvin sudah mendekat ke sebuah gubuk di mana Indira di sekap di tangannya sudah memegang sebuah balok kayu untuk di jadikan senjata sedangkan Bima,Rio dan Abi berada di belakang yang berjarak sekitar 200 meter gubuk yang di jadikan tempat penyekapan Indira sudah di kepung polisi.
Di saat Tasya dan bang Jack tiba di mana para penjahat sudah terkepung,Tasya melihat seorang lelaki berperawakan tinggi gede yang sedang mengarah sebuah balok kayu dari arah belakang celvin yang sedang melawan salah satu teman mereka yang juga enggak kalah besar.
Dengan secepat kilat Tasya sudah mengeluarkan anak panah dan bersiap untuk membidik tangan lelaki tinggi besar yang bersiap memukul celvin.
__ADS_1
Akhh......bren**k siapa yang berani beraninya panah tangan gue,balok kayu yang tadinya siap melayangkan ke belakang tubuh celvin seketika jatuh.
Bima,Rio,dan Abi mereka yang juga sibuk menghajar habis habisan para pejahat langsung menegok ke arah depan dimana celvin berada.
Bima langsung mengarahkan pandangannya di mana awal dari anak panah meluncur."ya ampun itu ondel ondel kenapa ada di sini.
Rio dan Abi mendengar ondel-ondel disebut bima langsung menoleh ke arah pandang bima.
Di sana berdiri wanita cantik yang dengan gesitnya mengarahkan anak panah ke para pejahat.
Duh..sakit beg* kenapa loh pukul pala gue,teriak bima.
siapa suruh Tasya Lo panggil ondel-ondel."balas Rio yang langsung pergi meninggalkan bima dengan wajah kesalnya.
Saat ini tasya dan ke empat sahabatnya begitupun celvin,bima,Rio dan Abi sudah berada di sebuah rumah makan yang ada di Purwakarta setelah membawa Indira ke klinik terdekat untuk di rawat sementara sebelum balik ke Jakarta.
Celvin sedang menatap tajam istrinya yang duduk di sebrang meja."kenapa kamu bisa ada di sini?siapa yang memberi tau kamu?ucap celvin dengan suara pelan tapi penuh tekanan, bagaimana ia tidak marah istrinya ini membahayakan dirinya.
Mereka yang ada di sana hanya diam menyaksikan drama pasangan suami istri.
Tasya tidak terima suaminya ini bukan mengucapkan terima kasih sudah di tolongin,coba kalau enggak ada Tasya pasti sekarang Tasya sudah jadi janda kembang yang bahenol,eh amit amit jangan sampai.
Tasya yang sedang dengan pemikiran nya sambil menggeleng geleng kan kepala."
__ADS_1
Sya kamu dengar mas enggak sih."celvin sudah meninggikan suaranya karena istrinya tidak merespon pertanyaan.
Tasya berdecak menatap tajam suaminya,dirinya kesal atas sikap suaminya."kamu ini mas bukannya terimakasih malah marah marah coba kalau aku enggak datang pasti sekarang kamu ada di rumah sakit."
Celvin menghembuskan nafas panjang,tidak tau kah Tasya dirinya sangat khawatir dengan keselamatan istrinya.
melipat kedua tangan nya di depan dada bersandar pada kursi Tasya menatap tajam suaminya.oh jadi mas terganggu dengan kedatangan aku,supaya mas bisa nolong mantan pacar terus habis itu bisa mesra mesra gitu?Tasya bangun dari duduk nya berdiri bersiap untuk pergi meninggalkan suaminya."
diam sejenak Tasya menatap tajam,silahkan sono temani tuh mantan di klinik."tasya berjalan meninggalkan celvin."Jack ayo jalan."
Jack langsung bangun berjalan meninggalkan meja restoran di ikuti Nissa,putri dan bang codet.
Bima,Rio dan ambil yang melihat hanya bisa mengisap dada."
...****************...
Sudah seminggu Tasya mendiamkan suaminya celvin,celvin sudah tau tentang hubungan Tasya dengan bang codet dan Jack,tiga hari yang lalu celvin mengajak bertemu dengan mereka berdua ,celvin dapat menghubungi mereka setelah bertanya pada putri,bang codet menjelaskan awal pertemanan mereka dengan Tasya begitupun Jack kalau tentang Indira sekarang sudah kembali bersama bang Tommy yang sudah keluar dari rumah sakit
tasya keluar dari rumah sakit langit sudah gelap Tasya melihat jam yang terpasang di pergelangan tangan nya,jam menunjukkan pukul 7 malam.
Tasya sudah berdiri di depan pintu unit apartemen nya setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam biasa setiap jam pulang kerja bukan jakarta namanya kalau tidak macet.
Setelah menekan password,Tasya masuk dengan tubuh yang sangat lelah hari ini suaminya sedang mengurus restoran yang ada di daerah Tangerang, suaminya dari Tasya sampai di rumah sakit makan siang hingga sore tadi tidak henti hentinya mengirim pesan memberikan perhatian tidak tau kah suaminya itu dirinya masih kesal dengan sikapnya.
__ADS_1
Next....