
Sabtu pagi sudah di hebohkan oleh pasukan rusuh,tadi malam Didot dan mas Jun datang dari Jogja sedangkan Amira datang dari bandung di tambah lagi pagi pagi sudah kedatangan dua sahabat yang sama somplak nya.
astaga mba Tasya bagaimana sih!"Didot sudah dari tadi tungguin eh malah makan di atas."Didot mendongak melihat Tasya yang sudah nangkring di atas pohon jambu kristal sambil membawa baskom.
Tasya yang dengan santainya duduk di atas pohon sambil makan jambu, menunduk ke bawah melihat Didot yang teriak teriak.
sabar dot ini juga lagi di petik!nih tangkap."
Didot yang berada di bawah langsung menangkap jambu yang di lempar Tasya dan menaruh nya di dalam baskom.
yang banyak mba."
dot udah belum itu asinannya sudah siap tinggal jambu nya yang belum?putri menghampiri Didot yang berdiri di bawah pohon.
gimana mau dapat banyak mba,dari tadi mba Tasya makan terus jambu nya.
putri mendongak ke atas melihat Tasya memetik jambu kristal."sya jangan Lo makani aja tuh jambu, cepat si Nissa sudah selesai buat asinannya."
ya...ya... bawel banget dah ah."gerutu Tasya yang sudah di teriaki putri dan Didot.
Tasya kedua sahabatnya dan ketiga sepupu nya sedang bersantai di teras depan rumah yang di alasi dengan karpet berbulu berwarna abu abu sambil menikmati asinan dan es buah papi dan mami pagi pagi sudah pergi ke acara pernikahan anak temannya papi.
sya kak celvin enggak kemari?tanya Nissa yang sudah memasukkan buah jambu kedalam mulutnya."
Tasya yang duduk bersandar tembok sambil memakan asinan hanya mengangkat kedua bahunya.
bukannya celvin lagi di Bali ya sya?"sambung mas Jun yang sedang menyeruput teh panasnya.
ya."jawab tasya singkat tanpa mau melihat lawan bicaranya.
putri berdecak melihat kelakuan sahabatnya."kebiasaan banget sya,kalau di tanya di jawab yang benar apa sya."
lah ini sudah di jawab."Tasya mengambil otak otak goreng yang baru saja di bawa oleh Didot yang sudah duduk di samping kanannya.
ih..mba kebiasaan banget deh,ambil sana mba di dalam masih banyak."protes Didot yang menjauhkan piring nya dari jangkauan Tasya."
ya ampun dot pelit banget, minta dot jangan pelit orang pelit kuburan nya sempit."ucap Tasya dengan tangan yang sudah menarik piring otak otak yang di pegang Didot.
__ADS_1
satu aja mba."peringat Didot yang akhirnya menyodorkan piring nya dengan wajah cemberut."
jadi juga nikah sama pujaan hati."ledek mas Jun yang duduk di depan Tasya sambil meluruskan kaki.
ya nih mas, enggak enggak tapi mau pura pura tuh eh mau juga."samber putri melirik ke arah Tasya yang duduk di sebelah kanan Amira yang dari tadi diam menyimak obrolan kita kita.
CK.lo put orang mas celvin nya aja yang ngebet sama gue."
putri langsung melempar gulungan tissue ke Tasya."Lo amnesia atau gimana sih jangan pura pura lupa,nih gue ingetin dulu siapa yang kalau dengar suara mobil kak celvin yang lari kebirit birit udah kaya di kejar kejar maling,terus siapa yang suka bawain makanan ke rumah Tante Hellen."
Amira,mas Jun Nissa dan Didot yang mendengar perdebatan antara putri dan Tasya hanya terkekeh geli."
Iyo mba,mba Tasya dari dulu sampai sekarang masih nolak kalau ada cowok yang menyatakan cintanya sama mba,coba kalau bukan masih belum move on dari kak celvin."ucap Amira yang menoleh ke samping menatap Tasya."
obrolan mereka terus berlanjut di iringi canda tawa dan ejekan terutama Tasya yang terus menjadi bahan ejekan sampai menjelang waktu Zuhur akhirnya mereka masuk untuk melaksanakan kewajibannya.
...****************...
hari ini Tasya harus sampai di rumah sakit jam 7 pagi karena Tasya mendapat giliran mendampingi Dokter langit yang akan melakukan operasi."
Dokter jantung keturunan Jawa Sunda berwajah tampan berkulit putih tinggi sekitar 175 cm berumur 35 tahun tetapi masih lajang ,Dokter langit bukan sosok lelaki yang dingin justru dokter yang terkenal keramahan nya dan selalu banyak senyum makanya dokter langit banyak di gilain kaum hawa dari yang anak gadis emak emak jaman now bahkan nenek nenek tidak seperti mas celvin yang selalu menampilkan wajah yang tanpa senyum walaupun dingin tapi Tasya cinta."
pagi mih pagi pih sapa Tasya sambil mencium pipi kedua orangtuanya."
sya tadi Tante Hellen telpon katanya nanti kamu mampir ke butik."ucap mami setelah menyesap teh hijau."
ngapain mih?tanya Tasya santai sambil memakan nasi goreng seafood buatan mami tercinta.
jual panci."mami melirik sinis Tasya yang duduk di depannya."
kamu tuh ya fitting kebaya sya, pernikahan kamu sama celvin kan tinggal 2 Minggu lagi."
Tasya yang mendengar jawaban mami bibirnya hanya membentuk bulat."
papi yang sedang sibuk dengan iPad nya sambil sesekali menyesap kopi hitam tanpa gula hanya mendengar kan obrolan kedua wanita yang sangat di sayangi.
nanti kamu ke butik di jemput celvin."Tasya yang sedang mengunyah nasi goreng berhenti seketika mendengar ucapan mami."
__ADS_1
loh emang mas celvin ada di sini mih, bukannya di Bali."ucap Tasya.
mami berdecak, bagaimana sih masa calon istri tidak tau calon suaminya sudah pulang."
Tasya hanya memutar bola matanya jengah mendengar ledekan mami."
oh ya sya,kamu setelah menikah tinggal di sini kan."tanya papi yang sudah meletakkan Ipad-nya kemudian menyesap kopi hitam."
Tasya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban."
tapi enggak dirumah papi,nanti Tasya sama mas celvin tinggal di apartemen mas celvin."ucap Tasya langsung menghabiskan suapan terakhir kemudian meminum air putih hingga tandas."
papi mami enggak keberatan kan kalau Tasya tinggal di apartemen mas celvin."
papi sih tidak keberatan,tapi bisa tidak sya kamu sama celvin tinggal di sini dulu?papi sama mami sih berharap kamu dan Celvin tinggal di sini dua atau sampai tiga Minggu."
Tasya menghela nafas kemudian menatap papi dan mami nya secara bergantian."ya nanti Tasya bicarain sama mas celvin ya pih."
papi yang mendengar jawaban Tasya hanya tersenyum dan mengangguk."
benar aja apa yang di katakan mami,sore ini mas celvin menjemput Tasya tadi sebelum Tasya keluar dari rumah sakit mas celvin menghubungi Tasya."
setelah sampai di parkiran Tasya melihat sosok lelaki yang selama seminggu tidak menghubungi nya sedang bersandar di mobil Pajero sport warna hitam."
sudah lama mas?tanya Tasya setelah sampai di depan lelaki tampan calon suaminya."
lumayan."jawab celvin singkat sambil membuka pintu mobil agar Tasya segera masuk."
sampai di butik Tasya langsung fitting kebaya sedangkan celvin mencoba beskap berwarna putih tulang sesuai dengan warna kebaya tasya."
setelah mencoba dua kebaya berwarna putih dan hijau muda yang akan di pakai untuk acara pernikahan mereka sekarang Tasya dan celvin sudah sampai di restoran milik celvin."
Tasya sedang asik menyantap nasi ayam rica rica sambil menikmati suasana restoran, sedangkan celvin yang dari kedatangan mereka sudah pamit ke Tasya untuk memeriksa laporan restoran."
celvin...."
Tasya menengok ke belakang di mana seseorang wanita cantik memanggil nama bahkan memeluk calon suaminya alangkah kagetnya Tasya melihat pemandangan di belakang dirinya bahkan matanya sudah hampir keluar."
__ADS_1
bersambung.....