
sudah berjalan 6 bulan Tasya dan celvin menjalani biduk rumah tangga,selama itu ada saja kekonyolan yang di lakukan Tasya yang hanya membuat celvin geleng geleng kepala."
seperti biasa Tasya menjalani profesi sebagai dokter residen, kesibukan yang di jalani Tasya tidak membuat dirinya melupakan tugas sebagai istri seperti sekarang selepas subuh Tasya sudah melakukan rutinitas sebagai ibu rumah tangga."
sehabis mandi dan berpakaian tasya menjatuhkan diri nya di atas sofa, astaga ternyata capek juga jadi ibu ibu."
sendiri berada di dalam apartemen tanpa adanya suami tercinta tidak membuat dirinya kesepian,sudah tiga hari celvin pergi ke Bali untuk mengecek restoran dan kantor nya setiap malam celvin selalu menghubungi Tasya.
Ting nong...Ting nong...
baru saja dirinya ingin masuk ke dalam mimpi ada saja yang menganggu,menghela nafas panjang Tasya bangun dari rebahannya menuju pintu."
cklek...
ya ampun kirain siapa!eh enggak tau nya mahkluk jadi jadian."
Lo mahkluk jadi jadian nya,dari tadi gue hubungi susah banget!kemana si Lo sya?omel putri yang langsung masuk di ikuti oleh Nissa dengan membawa 2 kantong belanjaan.
setelah menutup pintu Tasya berjalan menghampiri kedua sahabatnya yang sudah duduk manis di sofa.
sya,gue tau Lo kesepian jadi sebagai sahabat yang baik gue sama Nissa akan temani Lo."ucap putri sambil mengeluarkan beberapa snack dan minuman di atas meja.
memutar bola matanya malas mendengar ocehan sahabat somplaknya,Tasya melangkah kan kakinya menuju dapur."
sya Lo mau kemana?tanya Nissa bangun dari duduknya mengikuti Tasya menuju dapur.
pasar."jawab Tasya cuek
CK!Lo sya."
Tasya mengambil tiga gelas dari dalam kabinet dan meletakkan nya di meja."memang Lo dari mana sama putri bisa sampai di tempat gue?membuka kulkas mengambil botol yang berisi air putih diletakan di atas nampan.
gue habis belanja keperluan bulanan,terus si putri ngajak ke tempat Lo lagian udah lama juga kita enggak ketemu!kangen gue sama Lo sya!sejak Lo nikah kan kita sudah jarang kumpul."Nissa merasa semenjak mereka bekerja di tambah lagi salah satu dari mereka sudah berumah tangga mereka sudah jarang berkumpul."
Tasya berjalan membawa nampan yang berisi gelas dan botol air putih di ikuti Nissa membawa dua piring berisi kue lapis yang sudah di iris dan kue sus ,sebelum ke apartemen Nissa dan putri sempat mampir terlebih dahulu ke toko kue langganan mereka."
putri menggeser posisi duduknya sedikit maju ke depan di pinggir sofa ketika melihat kedatangan Tasya dan Nissa,sya kalau gue lihat lihat kak celvin akhir akhir ini sering ke Bali deh!memang lagi ada proyek? putri mencomot kue sus yang baru saja diletakkan di meja."
kepo."celetuk Nissa sambil duduk di dekat putri sedangkan Tasya duduk di sofa yang di letakan di kanan ujung.
mendengar celetukan dari Nissa, putri melirik sinis sahabat nya."
__ADS_1
menikmati sepotong kue lapis tanpa memperdulikan kedua sahabatnya, kebetulan cacing cacing di dalam perutnya minta di isi padahal tadi pagi Tasya sudah sarapan nasi uduk yang dia beli di gang perkampungan dekat dengan apartemen.
putri menatap Tasya yang malah asik memakan sepotong kue lapis tanpa menjawab, menghela nafas panjang."sya sorry nih sebelum nya,bukan maksud gue buat Lo tidak percaya sama kak celvin."putri memberi jeda sebentar sebelum melanjutkan, seperti nya Lo harus cari tau deh kenapa kak celvin sering ke Bali."
Tasya menelan habis makanannya kemudian menuang air putih dan langsung meminum nya tenggorokan seret habis melahap kue lapis."
menaruh segelas air putih yang tersisa setengah,Tasya bersandar di sofa menatap putri dan nissa bergantian."
dari lama sebenarnya gue merasa aneh dengan mas celvin."Tasya menyandarkan kepalanya menatap langit langit ruang tamu pikiran mundur kebelakang mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu."
putri dan Nissa binggung dengan perkataan Tasya."maksud Lo gimana sya?Nissa yang penasaran dengan ucapan Tasya menatap lekat wajah pias sahabatnya.
Ya sya jangan buat gue sama Nissa binggung."
memejamkan mata sejenak sebelum menceritakan kegundahan hatinya selama ini,Tasya hanya tidak ingin berburuk sangka dengan suaminya sebelum mendapatkan kebenarannya."
setelah menceritakan semua yang terjadi waktu di Bali,yang membuat Tasya mencurigai celvin putri dan nissa hanya manggut manggut sudah kaya manekin.
apa enggak sebaiknya Lo tanya langsung aja sama kak celvin,biar jelas semuanya!saran Nissa,tetapi tidak pemikiran putri.
Lo benar sya,kaya nya Lo harus nyusul kak celvin deh! putri nampak menimbang nimbang apakah dia harus cerita apa yang dia dengar waktu di toko kue."
Tasya mengeryit kan dahinya menatap putri yang seperti nya mengetahui sesuatu."
begini bukan maksud gue mau buat hubungan antara Tasya dan kak celvin jadi bertengkar,tadi waktu di toko kue gue dengar obrolan dua orang wanita salah satunya gue pernah lihat!Lo ingat enggak sya waktu kita ke mall sama kak celvin? putri melihat raut wajah Tasya yang sedang mengingat kejadian 3 bulan yang lalu."
ya."Tasya merasakan tubuhnya terasa panas dingin, jantung nya berdetak dengan cepat dirinya takut fakta yang sebenarnya sama dengan apa yang dia pikirkan.
memang apa yang Lo dengar put?Nissa yang juga sama penasarannya langsung menggeser duduk nya miring menghadap putri dengan kaki kanan di tekuk ke atas sofa."
Hem..Hem begini.bergerak gelisah putri takut yang akan di ceritakan nanti menjadi masalah buat rumah tangga sahabatnya tapi kalau dia tidak memberitahu apa ya dia dengar sama aja membiarkan sahabatnya di bohongi sama suaminya."
begini sya."
...****************...
di tempat lain kedua lelaki tampan sedang berdebat dengan wajah memar memar,di dalam ruangan lebih tepatnya di kantor milik celvin.
Vin gue enggak mau ya Tasya jadi benci sama gue!apa lagi gue dapat bogeman dari istri Lo."Rio duduk di hadapan celvin yang hanya di batasi dengan meja kerja milik celvin.
gue juga jadi tidak enak sama Bima, setelah dia tau Vin."memijit keningnya rio pusing keadaan yang sudah menyeret dirinya masuk kedalam masalah yang takutnya membuat persahabatan menjadi regang."Lo tidak lupa kan ancaman Bima."
__ADS_1
Rio mengingat ucapan Bima sahabatnya
*Bugg.....
bugg....
bugg...
sialan Lo Vin, ternyata selama ini lo pergi ke Singapura bukan masalah kerjaan,gue percaya sama Lo kalau Lo bisa bahagiain adik gue,Lo udah janji enggak akan nyakitin Tasya tapi ini apa sialan bajingan Lo Vin."Bima terus saja murka setelah mengetahui sebenarnya, dirinya tidak sengaja mendengar obrolan antara celvin dan Rio,awalnya Bima datang ke Bali ingin memberikan laporan tentang pembangunan resto yang di sulawesi, kedatangan nya membuat Bima mengetahui fakta yang akan menyakiti adik satu satunya.
celvin yang sudah tergeletak dengan wajah babak belur,celvin bukan tidak bisa melawan dirinya memang pantas mendapat pukulan dari Bima.
Bima menegok ke arah Rio yang berusaha melerai,Bima menujuk nunjuk tepat di muka Rio dengan jari telunjuk."bisa bisanya Lo ikut kerjasama membantu bajingan satu ini."
bugg...
Bima memberikan satu pukulan di wajah rio
Rio yang belum siap hampir terjatuh,rio merasa sangat bersalah seharusnya dia menolak membantu celvin, dirinya tau dia akan menyakiti dua orang sekaligus sahabat dan adiknya.
Bim ... sebelum nya gue mint maaf,lebih baik kita duduk dulu biar gue sama celvin jelasin."
Bima membantu celvin berdiri dan duduk di bangku yang dari awal mereka duduki."
Rio menarik bangku yang ada di depan celvin, menoleh ke arah bima yang wajahnya sudah merah padam."please Bim Lo duduk dulu."
Bima memejamkan matanya menghirup nafas sebanyak banyaknya agar menetralkan amarahnya, dirinya sangat marah kepada kedua sahabatnya logikanya masih berjalan,dia akan mendengarkan penjelasan kedua sahabat yang sudah mengecewakannya.
Bima duduk di depan celvin yang di batasi meja sedangkan Rio duduk disebelah celvin."
Bima menatap kedua nya bergantian." sekarang Lo jelasin sama gue."
akhirnya celvin dan Rio menjelaskan apa yang mereka lakukan selama ini,dari awal sampai akhir.
Bima menghela nafas setelah celvin dan rio menceritakan tentang kejadian sebenarnya.
tatapan datar Bima kepada celvin, sebelum adik gue tau Lo harus selesaikan semuanya."Bima beralih menatap rio dan Lo kalau sampai adik gue tau Lo ikut dalam permainan celvin habis Lo sama tasya siap siap aja di kirim ke neraka."Rio yang mendapat ancaman Bima matanya melebar berbeda dengan celvin yang pasrah.setelah memberi peringatan Bima pergi meninggalkan kedua sahabatnya dengan kekecewaan*.
celvin yang berada di depan Rio hanya menyandarkan kepalanya di sandaran bangku kerjanya dengan memejamkan mata,dia takut akan konsekuensinya apabila istrinya tau apa yang dia perbuat."
lagian kenapa sih Vin,Dira kan punya keluarga Lo serahin aja sama keluarganya."Rio yang dari awal tidak setuju dengan keputusan sahabatnya."sudah benar benar di Singapura kenapa Lo bawa ke sini?bisa berabe Vin kalau Tasya tau, sekarang Bima sudah tau! bagaimana kalau Bima kasih tau istri Lo?di tinggal baru rasa Lo."kesal Rio sudah berkali-kali di kasih tau eh ini malah bebal memang sahabat nya yang satu ini keras kepala."
__ADS_1
membuka matanya menghirup udara sebanyak banyaknya rasa bersalah terhadap istrinya membuat dadanya sesak."Lo tau kan tidak semudah itu."
bersambung...