
Jumat sore akhirnya Tasya bersama kedua orangtuanya sampai di rumah bergaya minimalis dengan 2 lantai tadi sampai di bandara di jemput mas Jujun anak dari tantenya yang nomer satu, Tante anita adik bungsu papi raja,Tasya sampai di rumah om Bagas adik nomer satu papi,rumah om bagas cukup besar dengan halaman yang luas.Dari luar saja sudah terdengar suara yang sangat berisik dari para sepupunya.
Dari Jakarta jam berapa bang?tanya om Bagas yang sudah menyambut bersama istrinya Tante Yunita.
"Jam satu.sahut papi sambil memeluk adik lelakinya
Bima enggak ikut bang?tanya om Bagas
Bima masih di Bali ada kerjaan,besok baru nyusul.balas papi.
mami dan Tante Yunita sudah masuk duluan,kami akan menginap disini sebenarnya papi juga punya rumah satu komplek bahkan rumah mas celvin.annisa,putri juga satu komplek orang tua kami dari jaman kuliah sampai sekarang masih awet menjaga persahabatan.
"sya bantuin dong,nih bawa koper masuk kedalam.omel mas Jun sambil menurunkan koper koper yang kami bawa.
"Ihh,mas Jun gimana sih kan Tasya capek masa disuruh bawa koper."gerutu Tasya mau tak mau menggeret koper nya sendiri masuk kedalam menyusul papi mami yang sudah berada di dalam.
CK sya emang mas kuli,udah untung mas bantuin turun dari mobil.
Tasya yang sudah berjalan sampai depan pintu berbalik mendengar decakan mas Jun Jun.
"tau enggak mas, kalau kata mami bomat.ucap Tasya membalikkan badan masuk kedalam rumah meninggal kan mas Jun sepupunya.
Jun Jun yang mendengar jawaban Tasya Langsung menarik dua koper besar masuk menyusul kedalam rumah.
kenapa keluarga Pramudya dan keluarga Prayoga berkumpul ,karena Sabtu besok akan diadakan acara lamaran mba Citra Kirana anak pertama om Bagas dan Tante Yunita.
__ADS_1
sya bawa aja koper kamu langsung ke kamar,kamu mau istirahat dulu apa mau makan Tante sudah masak banyak.tanya Tante Yunita yang keluar dari dapur.
Tasya langsung istirahat aja deh Tan,Genk somplak ada taman belakang ya Tan.
ya tuh lagi pada rujakan,ya udah kamu ke kamar dulu nanti baru kumpul sama mereka.
ok Tan,jawab Tasya sambil berjalan menuju lantai dua membawa koper.
papi dan mami tasya sudah istirahat duluan di kamar tamu lantai satu,di rumah om Bagas memang ada tujuh kamar.
Tasya masuk kedalam kamar yang biasa Tasya tempati kalau berkunjung ke rumah om Bagas.
kedua adik papi memang tinggal di Jogja karena om Bagas bekerja sebagai dosen di universitas terbaik dan juga om Bagas mendirikan perusahaan di bidang furniture sedangkan Tante Yunita hanya ibu rumah tangga.
Tante Anita Pramudya dan suaminya om Zidan prayoga bekerja di rumah sakit swasta sebagai dokter.tante Anita sebagai dokter anak sedangkan om Zidan dokter spesialis bedah.
semua keluarga besar Pramudya dan Prayoga sudah berkumpul di taman belakang.tante Yuni sudah menyiapkan dua meja berukuran panjang untuk acara makan malam.
Tasya duduk di sebelah Dodit anak kedua om Bagas.Mba Tasya katanya lagi galau ya!tanya Dodit sambil memasukkan sosis kedalam mulutnya.
"hmmm" Tasya berdehem tanpa menoleh ke arah Dodit yang ada disebelahnya sambil menguyah kentang goreng yang ada di depan Tasya.
"kok bisa si? pertanyaan Didot yang ambigu.
sedangkan yang di tanya hanya cuek tanpa berhenti memakan makanan yang ada di dekatnya.
__ADS_1
ya bisa dot, namanya juga masalah hati."jawab mba Citra yang duduk di depan Tasya.
tenang sya,nanti mas kenalin kamu sama artis terkenal jogjakarta.balas mas Jun.
siapa mas?tanya Arumi anak nomer dua Tante Anita yang masih duduk di bangku SMA kelas tiga dengan mengerutkan keningnya.
ya siapa mas?tanya Dodit balik.
Sharukh Khan.jawaban mas Jun dengan santai.
CK itu mah bukan Sharukh Khan tapi mang Komeng tukang ojek pengkolan.decak Arumi yang sudah menimpuk mas Jun dengan tissue.
mendengar obrolan anak anaknya orang tua hanya menggeleng kan Kapala beginilah kalau keluarga besar sedang kumpul.
Tasya sebagai topik pembahasan hanya mendengar dengan santai.
tenang aja Tasya sudah dapet penggantinya."cetus Tasya tanpa menghentikan suapan nasi dengan lauk pauknya.
siapa sya?tanya mba Citra.
suasana hening hanya terdengar suara dentingan sendok beradu dengan piring semua menunggu jawaban dari Tasya.
Ario Bayu"jawab Tasya santai sambil merebut kembali sosis yang diambil Didot dari piringnya.
semua yang di sana hanya mendesah mendengar jawaban Tasya.
__ADS_1
ya ampun mba kirain beneran sudah dapat move on.ujar Arumi
bersambung...