Maafkan Aku Yang Mencintaimu

Maafkan Aku Yang Mencintaimu
Bab.45 Tasya bertemu bang tommy


__ADS_3

Dinginnya hembusan angin malam tidak membuat wanita cantik dengan rambut lurus sebahu beranjak dari duduknya,langit malam di hiasi dengan gemerlap bintang bintang dan cahaya rembulan tatapannya mengarah ke langit tetapi jiwa dan pikiran ada di lain tempat.


sejak kejadian tadi siang dirinya yang membuat suaminya babak belur sampai sekarang Tasya berada di villa.


setelah selesai menjelaskan kepada tasya,celvin membawa istrinya pulang ke villa di sana sudah ada kedua sahabatnya dan juga rio sahabat dari suaminya.


sejak sore tadi celvin dan Rio pergi meninggalkan Tasya bersama kedua sahabatnya,tanpa di jelaskan dirinya tau bahwa suaminya pergi menemui mantannya alasan celvin ada yang mau di urus,entahlah apa yang pasti Tasya tidak akan tinggal diam dia akan mencari tau kebenaran nya.


sore tadi Tasya langsung menghubungi Liliyana Arya guna adik sepupu dari Tommy Arya Guna,Lily nama panggilan Liliyana sudah berteman dengan Tasya dari awal sama sama masuk jurusan kedokteran awalnya memang tidak terlalu akrab,tetapi sejak kejadian malam itu di mana Lily di hadang oleh preman yang hampir saja membuat nyawanya melayang untung ada Tasya yang waktu itu baru pulang dari rumah Bima Tasya yang memang jago bela diri langsung menghajar ketiga preman sampai babak belur.


berawal dari kejadian itu akhirnya Tasya dan Lily menjadi dekat,Tasya juga sering main ke rumah Lily dari situ lah Tasya mengenal Tommy Arya Guna.


Tasya teringat dengan pembicaraan nya dengan Lily sore tadi.


assalamu'alaikum....


halo li... Lo lagi di mana?


wa'alaikumsalam


hai sya,memang kenapa


Tasya


ya Lo lagi di mana


Lily


gue lagi di rumah, memang ada apa si sya.


Tasya


sorry Li gue boleh tau nomer telpon bang Tommy enggak


Lily


tunggu tunggu emang ada apa si sya,Lo minta telpon bang Tommy tumben.


Tasya


gue ada perlu Li,ini penting banget!oh ya Li sekarang bang Tommy ada di mana?


Lily


kemarin sih gue telpon ada di Bali,memang kenapa sya.

__ADS_1


Tasya


hah Lo serius,wah kebetulan


ya udah gue minta no telpon bang Tommy sekarang.


Lily


08**84**05** emang ada apa sih sya,Lo bikin gue takut aja.


Tasya


nanti gue kasih tau,thanks ya gue tutup dulu telponnya


setelah mendapatkan nomer telpon bang Tommy,Tasya langsung menghubungi nomer yang di kasih Lily Tasya sungguh beruntung deringan pertama langsung di angkat oleh bang Tommy,memang kebetulan bang Tommy sudah berada di Bali dirinya mengajak Tasya untuk bertemu besok pagi di sebuah restoran di mana hotel tempat dia menginap.


buk..


Tasya menengok ke belakang ketika sahabat bar bar nya menepuk pundaknya.


lagi ngapain sya?tanya putri yang langsung mendudukkan bokongnya di samping Tasya.


memutar bola matanya malas Tasya menjawab cuek."tidur."


ya elah sya,gitu aja sensi!jeda sebentar putri melihat raut wajah sahabatnya yang agak muram."sya Lo belum cerita sama gue, sebenarnya apa yang terjadi sih?sampai kak celvin ninggalin Lo di sini lebih milih ngurusin tuh mantan."


terus menurut loh bagaimana?Lo percaya kalau bang Tommy selingkuh dan celakai mba Indira."


mengedikan bahunya Tasya masih setia menatap langit."


ko gue enggak yakin ya,kalau bang Tommy seperti itu!kaya nya ada yang enggak beres deh sya."putri yang sudah mendengar cerita kejadiannya dari Tasya merasa aneh dengan semuanya.


Lo sudah telpon bang Tommy?


sudah besok pagi bang Tommy ajak ketemuan."


lah kita balik ke Jakarta jam berapa kali bang Tommy ngajak ketemuan besok?


bang Tommy di Bali."


HAH... serius sya!bang Tommy ada disini? putri yang sedikit startled merasa semakin yakin pasti ada yang tidak beres."


Tasya menegok ke belakang melihat ke arah villa seraya berkata,Nissa kemana?


tidur dia,cape katanya.

__ADS_1


...****************...


pagi hari Tasya sudah cantik dengan kaos warna putih di balut luaran kemeja biru langit yang sudah di gulung sampai siku dengan bawahan celana Levis panjang rambutnya di buat Cepol."


Tasya berjalan menghampiri putri dan Nissa yang sudah duduk manis sambil menikmati sarapan nasi goreng buatan Bu Ros.


sya,pagi ini kita langsung pulang kan setelah menemui bang Tommy?putri yang juga sudah cantik dengan pakaian kemeja kotak-kotak coklat putih dan celana jeans berbeda dengan Nissa yang memakai gamis merah muda dengan hijab warna putih.


setelah menyendok nasi goreng di piring Tasya menatap kedua sahabatnya bergantian."ya,tapi kita agak siangan."


Nissa melihat jam yang terpasang di pergelangan tangan nya sebelah kiri."Sekarang masih jam 7 pagi!memangnya kita ketemuan jam berapa sama bang Tommy?


jam 9 pagi."ucap Tasya sambil memasukkan nasi goreng ke dalam mulutnya.


putri yang duduk di depan Tasya celingak-celinguk mencari seseorang."sya kak celvin enggak pulang?


mengedikan bahunya tanpa peduli dengan pertanyaan sahabatnya,dirinya sedang malas membahas suaminya yang berjanji akan pulang setelah Tasya menghubungi nya semalam ternyata sampai pagi menjelang yang di tunggu enggak kelihatan batang hidungnya."


menghela nafas Nissa merasa iba dengan rumah tangga sahabatnya yang sedang di uji."


terus kita naik apa sya? walaupun di depan ada mobilnya mas Rio tapi kan kuncinya di bawa."


gue sudah telpon kak Rio, nanti juga dia datang."Tasya yang sudah menghabiskan sarapannya dan meminum segelas air putih beranjak bangun dari duduknya untuk mengambil koper yang berada di kamar begitu pun dengan putri dan Nissa yang berjalan ke arah depan karena kopernya sudah di taruh di teras depan."


sekarang mereka bertiga sedang berhadapan dengan seorang lelaki berwajah manis nan tampan dengan tinggi sekitar 175 cm berkulit coklat bersih."


di tempat lain celvin sedang meradang mendapatkan laporan dari rio bahwa istrinya akan bertemu dengan seorang lelaki yang berstatus suami dari mantan istrinya, cemburu ya tentu saja celvin cemburu dari semalam celvin tidak bisa pulang ke villa di karena dirinya harus menyelesaikan sketsa bangunan sebuah resto yang akan dibangun di pulau lombok celvin akan menunggu kabar dari Rio kalau mereka sudah sampai di hotel yang datangi istrinya kebetulan jarak dari kantor ke hotel tempat di mana Tommy menginap tidak terlalu jauh sekitar 10 menit sampai."


Abi yang kebetulan dari semalam menemani celvin,hanya bisa menggeleng geleng kepala merasa heran dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini.


loh kenapa sih Vin?gue heran sama Lo? seharusnya Lo enggak usah marah, bukannya Lo dari kemarin tidak peduli sama tasya.abi menatap wajah merah celvin dia tau sahabatnya itu sedang menahan amarahnya."


Lo malah ngurusin Indira."lanjut Abi


celvin memijit pelipisnya kepalanya rasanya mau pecah dirinya pusing memikirkan semua yang terjadi belum lagi dia harus menyelesaikan pekerjaan yang dia tinggalin beberapa hari hanya untuk mengurus Indira."


Vin kalau menurut gue mendingan Lo serahin tuh si Indira sama suaminya,biarin mereka menyelesaikan masalah rumah tangganya! apalagi sekarang suaminya sudah ada di Bali."Abi terdiam sebentar melihat reaksi sahabatnya." mendingan Lo urus deh rumah tangga Lo sama Tasya,Lo sadar nggak Lo tuh sudah buat kecewa istri lo."lanjut Abi bersandar di bangku dengan menyilangkan tangannya di dada."


menyadarkan kepalanya di kepala bangku,menatap langit langit ruangan kantor ."gue memang salah seharusnya gue jujur tentang Indira,menghela nafas celvin menatap Abi yang berada di depannya,gue merasa bersalah sama istri gue."


terdengar bunyi deringan yang berasal dari ponsel celvin,tangannya terulur mengambil ponsel yang ada di meja mengetahui siapa yang menelpon celvin langsung meng scroll."Lo tunggu gue di sana."ucap celvin yang langsung mematikan sambungan telponnya bangun dari duduknya memasukkan ponsel dan dompetnya di kantong jaket kulit yang baru saja di pakai,Abi yang melihat sahabatnya sudah bersiap untuk pergi merasa binggung."


mau kemana Vin?


ayo BI Lo ikut gue."celvin sudah berjalan meninggalkan ruangannya dan dengan terpaksa akhirnya Abi mengikuti celvin."

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2