
Bismillahirohmanirohim.
"Hai, selamat sore semua kembali lagi dengan saya Nani, jangan bosan bertemu dengan saya ok, karena saya selalu membawa berita yang akan membuat masyarakat kota X terkejut tentunya"
"Lagi dan Lagi kami dari pihak grand media mendapatkan berita yang sangat tidak menyenangkan untuk didengarkan oleh masyarakat kota X. Berita kali ini mengarah pada para aparat berwajib, ada beberapa oknum yang tidak bekerja sesuai profesi mereka. Mereka berkerja seenak merka saja, salah satu kantor polisi yang berada di kota X berbuat tidak menyengkan pada para tawanan, para anggota polisinya berbuat tidak baik pada tawanan mereka memperlakukan tawanan seperti hewan"
"Mari kita lihat beberapa video untuk membuktikan semua ini, sungguh saya sebagai warga kota X merasa sangat miris dengan semua ini" terlihat beberapa video yang menampilkan perlakuan aparat berwajib pada tawanan yang tidak baik.
"Satu lagi dikantor polisi itu juga komandan polisi telah memfitnah detektif kota X yang sangat terkenal,komandan polisi mengatakan jika detektif Ar telah membunuh anaknya, tapi kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu, mari kita saksikan bersama faktanya" sebuah video kembali muncul di layar televisi.
"Wah, wah sungguh berani mereka bermain dengan orang berpengaruh di kota X ini, baiklah cukup sampai disini saja berita yang saya siarkan hari ini, selamat sore semua dan selamat beraktifitas kembali, saya Nani ijin undur diri" seperti biasa suara nani hilang di balik layar televisi.
Derrell menyaksikan berita yang disiarkan oleh grand media lewat televisi umum yang sengaja disediakan di tempat makan nasi kucing, Derrell tersenyum puas atas siaran yang dilakukan Nani tadi, Derrell yakin jika pak Arton sudah bebas dan para anggota polisi yang tidak bertanggung jawab itu sudah merasakan manisnya tinggal di dalam jeruji besi. Untuk Ajo dan kakek Harto, Derrell merasa tenang karena waktu tahanan mereka sebentar lagi akan habis dan mereka bisa menghirup udara segar kembali.
Setelah mendapat peringatan dari magic system Derrell langsung mengirimkan semua bukti yang dia dapat tentang pak Arton dan juga tentang kelakuan kurang baik para aparat berwajib, Derrell langsung mengirimkan semua itu ke grand media. Derrell merasa senang karena selalu mendapat respon baik dari pihak grand media.
"Kemari berita tentang pemerintah yang nyeleweng, sekarang polisa pula sama"
"Iya pak, saya udah nggak percaya lagi sama pemerintah dan polisi"
"Jaman sekarang jarang bapak-bapak pemerintah yang jujur gitu pula aparat berwajib"
"Hadeh, hadeh kalau pemerintahnya kayak Dion Kusna semua apa jadinya kota kita ini pak"
"Lah iya ndak anak ndak bapaknya sama saja kelakuannya, saya ini loh pak orang yang nggak mampu jadi bingung harus minta tolong sama siapa, kalau pemerintannya tutup mata semua sama masyarakat kecil kayak saya ini" ucap seoranga bapak-bapak yang ikut nimbernug diwarung nasi kucing.
"Katanya orang ndak punya, kok bisa makan nasi kucing juga" sahut salah satu ibu-ibu yang sedang menikmati enaknya makanan nasi kucing.
Dengan cepat bapak tadi menjawab ucapan ibu-ibu yang memilik poster tubuh sedikit besar itu. "Wong saya ditraktri teman saya ini loh bu" sambil menunjuk bapak-bapak yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
"Owlaha"
Derrell hanya tersenyum mendengar komentar para warga utara kota X yang menyaksikan siaran tadi, setelah Nani selesai membuka berita di grand media warung nasi kucing itu jadi penuh oleh komentar-komentar orang-orang yang sedang makan disana.
Komentar-komentar tentang pejabat mulai bermunculan dari mulut orang-orang yang berada di warung nasi kucing itu.
"Bu saya pesan nasi kucing nya satu bungkus" tiba-tiba seorang yang berpakian aneh muncul di warung nasi kucing membuat mereka semua yang ada disana menatap curgai orang tersebut.
Merka yang tadi sibuk membahas para pejabat kini beralih fokus pada laki-laki berjubah di depan mereka tak lupa topi yang menutupi kepala dan juga mukanya.
"Jaman sekarang kok masih ada orang yang pakaiannya aneh kayak gitu toh" komentar ibu-ibu yang memiliki poster tubuh lumayan besar tadi.
Sedangkan orang yang dibicarakan tidak menguberis ibu-ibu tersebut. "Adeh jadi orang kok tidak ada sopan-sopannya asal nyelonong lewat aja" komentar ibu itu lagi. Saat laki-laki itu lewat tanpa permisi bahkan seperti orang yang tidak memiliki sopan santun.
"Kenapa orang itu sangat mencurigakan" batin Derrell sambil mengawasi gerak-geriknya.
Ting…
"Aneh seorang mata-mata kok dimata-matai juga, ini yang goblok siapa" pikir Derrell.
"Hati-hati di utara kota X banyak sekali orang yang mencurigakan, mereka sedang menunggu situasi yang bagus untuk mengepung nona Amira" lagi-lagi magic system memberikan informasi pada Derrell.
"Gadis itu gue harus bantu dia, dia udah sering bantu gue" Derrell dengan tekadnya segera mencari keberadana Amira.
Bukan hanya atas misi yang diberikan magic system pada dirinya, tapi Derrell meras sangat harus melindungi Amira, terlebih lagi Amira merupakan aste berharga untuk kota X.
Gadis pintar itu hanya berbakti pada kota X, selama ini hanya dia gadis yang belum bisa ditangkap oleh para perusakan kedamaian di kota X.
"Dimana gadis itu, bisa bahaya kalau dia ketahuan" gumun Derrell, semala mencari keberadaan Amira di utara kota X Derrell terus waspada, takut jika ada yang curiga pada dirinya.
__ADS_1
"Halo bos target sudah ditemukan dia berada di taman utara kota X" suara seorang yang sedang berbicara ditelpon membaut Derrell penasaran, dengan mengendap-endap dia berusaha mendengarkan apa yang sedang dibicarakan orang yang mencurigakan tadi gerak-geriknya.
"Langsung tangkap saja target jangan biarkan kali ini gadis mata-mata itu lolos" suara orang dari seberang telpon masih bisa Derrell dengar.
"Baik bos"
"Gawat Amira dalam bahaya" batin Derrell dia segera bangung dari tempat persembunyiannya, sayangnya saat Derrell hendak berdiri dia menginjak sesuatu hingga menimbulkan bunyi.
Krek.
"Suara apa itu" ucap orang tadi sambil mencari sumber suara. Pelan-pelan orang tersebut melangkah kearah dimana Derrell bersembunyin.
"Aduh jagan sampai ketahuan sekarang" bati Derrell dia teurs berdoa agar selamat.
"Miau….miau…!"
Sura kucing yang entah kelura dari mana membaut Derrell merasa sedikit lega. "Cuman kucing ternyata"
Setelah orang tadi pergi Derrell cepat menyusul Amira yang berada di taman utara kota X. Seperti yang orang tadi katakan di telpon.
"Semoga gue nggak terlambat" gumun Derrell merasa was-was.
Sementara itu Amira yang mengetahui jika dirinya sedang menjadi incaran orang-orang yang tidak dia kenal, sudah melakukan beberapa rencana untuk menjebak orang-orang itu.
Memang benar Amira bukanlah gadis sembarangan bahkan dia tahu jika dirinya sedang diincar, walaupun dia tidak tahu apa motif mereka mengincar dirinya yang pasti karena dia seorang mata-mata yang memihak pada kebenaran.
Maka dari itu mungkin ada orang yang merasa ternacam jika masih ada Amira di kota X dan mereka berusaha melenyapkan Amira agar tidak jadi penghalang bagi mereka yang tidak berkerja secara jujur.
Walaupun nama Amira sangat terkenal di kota X tapi jarang orang yang tau muka asli gadis itu, karena setiap keluar gadis itu selalu memaki penutup muka gara bisa bebas melakukan tugasnya. Dan tidak ada orang yang mengenalinya.
__ADS_1