
Bismillahirohmanirohim.
Hari yang sudah ditentukan oleh Derrell dan Fian pun akhirnya tiba juga. Sabtu 8 Desember 2039. Hari ini Derrell dan Fian akan membuat sebuah mobil canggih yang sistemnya baru tercipta di tahun 2039 ini. Sistem yang Derrell buat sendiri desain nya. Dengan bantuan dari magic system.
Derrell menatap satu persatu orang yang sama sekali tidak dia undang dalam membuat projek ini, Derrell merasa bingung dari mana mereka tahu bahwa dia dan Fian akan menciptakan sebuah mobil canggih.
"Kenapa kalian bisa disini?" Derrell merasa jengah pada orang-orang ini yang tidak bicara pada dirinya sedari awal jika mereka ingin ikut dalam projek ini.
"Heheh, maaf Rel lagian lo kagak ngajak kita" ucap Ajo tanpa dosa.
"Serah!"
"Oke karena semua sudah disini, dan orang-orang yang hadir juga adalah orang-orang yang pintar dan lihai jadi saya mau projek ini sudah selesai sebelum tahun 2040. Dan disaat tanggal 10 januari 2040 mobil canggih yang kita ciptakan ini sudah bisa digunakan" tegas Derrell pada semua orang.
"Siap!" jawab mereka serentak.
Siapa lagi yang hadir kalau bukan kakek Harto, pak Arton, Ajo dan Dul.
"Baiklah kalau begitu mari kita mulai saya akan membagi tugas kalian satu persatu terlebih dahulu"
"Fian dibagian sistem, karena dia yang ahli sistem. Kakek Harto di bagian untuk merancang cara pengemudinya. Pak Arton di bagian mesin bersama Ajo. Pak Arton juga di bagian pemeriksa dan peneliti"
Derrell mulai membagi tugas mereka satu persatu.
"Dul di bagian ban, dan aku di bagian yang belum terpegang masih banyak bagian lainnya. Ayo mulai bekerja"
Karena ini adalah projek milik Derrell, jadi Derrell lah yang berhak mengatur semuanya.
"Tunggu!" semua orang menoleh ke sumber suara padahal mereka akan segera mengerjakan projek ini.
"Ngapain?" Derrell bingung saat melihat Amira ada dihadapan mereka, sementara itu di antara mereka semua yang tau muka Amira hanya pak Arton dan Derrell saja.
"Ya mau ikut ngerjain projek kamu lah" sahut Amira enteng.
"Hai nona cantik siapa namamu" goda Ajo pada Amira.
__ADS_1
Derrell yang merasa tidak senang Ajo menyapa Amira seperti itu langsung mengajak mereka mulai mengerjakan tugas yang sudah dibagi. "Ayo mulai, dan kamu" tunjuk Derrell pada Amira. "Ikut saya" Derrell meneruskan perkatanya.
"Nona lebih baik ikut dengan saya" ajak Ajo lagi tak mau menyerah.
"Jo! mau keluar dari projek ini?" tegas Derrell.
"Ye! gitu aja sensi si babang" mereka semua hanya bisa menggelengkan kepala.
Tak perlu menunggu lama mereka sibuk dengan kegiatan masing-masing.
Derrell kini sedang menjelaskan apa saja yang harus mereka lakukan terlebih dahulu. Setelahnya dia mengecek aplikasi magic system.
"Dari mana orang-orang ini tahu kalau saya akan membuat sebuah mobil canggih dengan sistem yang baru, sistem yang belum pernah ada di dunia ini" Derrell mengetik kata-kata itu di aplikasi magic system.
Ting…
"Saat itu Ajo tak sengaja mendengar pembicaraan king Derrell dengan Fian. Setelah itu Ajo mulai mencari informasi king Derrell akan membuat sistem seperti apa, setelah tahu dia memberitahu detektif Ar dan kakek Harto juga Dul" jelas magic system pada Derrell.
"Lalu kenapa mereka bisa tahu jika aku dan Fian akan mengerjakan projek kami hari ini"
"Apakah king Derrell lupa jika di sisi mereka ada seorang detektif yaitu detektif Ar?"
Kali ini Derrell benar-benar penasaran kenapa bisa Amira berada di daerah mawar kota X, tempat tinggal Derrell.
Padahal dia sudah lama tidak melihat gadis itu, bahkan pertemuan terakhir mereka saat di cafe waktu itu, ya walaupun sebenarnya Amira selalu ada dalam pengawasan Derrell.
"Nona Amira bisa mengetahui tentang projek yang king Derrell buat, karena setelah dia mengetahui king Derrell memiliki magic system diam-diam nona Amira selalu memata-matai king Derrell"
Derrell hanya bisa tersenyum kecut kenapa magic system yang selalu memberikan nya informasi apapun pada dirinya malah tidak memberikan informasi tentang Amira yang selama ini sudah memata-matai nya.
Tapi Derrell bisa maklum, karena Derrell tahu sebuah sistem tidaklah sempurna, manusia saja tidak ada yang sempurna apalagi hanya sebuah sistem.
Karena sebenarnya kesempurnaan itu hanyalah milik sang maha kuasa yaitu Allah Azza wa jalla.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku dari awal magic system yang paling baik hati?" ujar Derrell dengan senyum mengejeknya.
__ADS_1
"Maaf king karena hal ini tidak bisa dilakukan oleh magic system. Disinilah bahayanya jika orang itu sudah tahu bahwa king Derrell memiliki magic system, maka dari itu magic system tidak bisa mencari informasi orang tersebut, sebelum orang tersebut berada di dekat magic system"
Apapun itu memiliki sebuah kelemahan apalagi magic system yang merupakan hanya sebuah sistem, walaupun magic system luar biasa di atas nalar manusia, dan magic system juga merupakan sistem murin, walau begitu tidak akan menjamin jika magic system tidak memiliki kelemahan.
Derrell dapat memaklumi apa yang disampaikan magic system pada dirinya. Setelah selesai berurusan dengan magic system Derrell kembali fokus mengerjakan tugasnya.
"Amira kenapa bisa berada disini apakah semua tugasmu sudah beres?" kebetulan sekali Amira sedang mengerjakan tugasnya yang berada di sebelah pak Arton.
"Beres pak. Dan masalah kenapa Amira bisa berada disini itu hal yang gampang untuk Amira lakukan" ucapanya banga.
"Sombong sekali kau nona" Derrell ikut nimbrung pada mereka.
"Ah iya melihat Amira disini apakah dia tahu tentang kejadian yang menimpa utara kota X tempatnya tinggal. Sepertinya tidak jika gadis satu ini tahu jika tempatnya diusik oleh orang lain mana dia tidak akan tinggal diam. Pasti Amira akan mencari orang itu sampai ketemu mau ke ujung pulau pun dia akan menyusul orang tersebut" batin pak Arton.
"Suka suka dong, kan yang sombong saya bukan kamu, ini juga kan sombongnya hanya pada pak Arton" protes Amira tak terima.
"Terserah, apakah pekerjaanmu sudah tuntas nona?" Derrell yang tak ingin berdebat mengalihkan topik mereka.
Tapi sepertinya Derrell salah sasar jutsu topiknya sekarang malah membuat gadis yang dia sebut nasi kuning itu tambah memojokan Derrell.
"Helo sabar ya mas' e, saya dari tadi kerja sedangkan masnya dari tadi cuman ngeliatin hp" dengus Amira.
"Terserah saya kan saya yang punya projeknya"
"Ya mas nya bener jadi mas nya yang menang apakah anda puas?"
"Tentu saja" tentu Derrell senang karena Amira mengalah pada dirinya.
"Woi lah ribut mulu" sahut Dul.
"Suka-suka" ucap keduanya kompak, mereka hanya menggelengkan kepala.
"Awas lo jodoh" celetuk Fian.
"Setuju kalau ini sih" timberung Ajo yang tak mau ketinggalan.
__ADS_1
"Kakek siap jadi penghulunya" tambah kakek Harto.
Jika boleh jujur saat ini Derrell dan Amira sudah merasa sangat malu.