Magic System

Magic System
Rencana Derrell


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Pagi hari seperti biasa Derrell pasti akan berangkat kerja di car group untuk melaksanakan kewajibannya sebagai karyawan car group, Derrell membiarkan tamunya berada di rumahnya untuk melakukan apapun terserah mereka, karena Derrell harus pergi bekerja.


"Kakek saya berangkat dulu" pamit Derrell pada kakek Harto, sedangkan pak Arton dan Ajo masih tertidur dengan pulas.


Derrell tidak habis pikir detektif dan seorang pembunuh bayaran bisa bangun kesiangan, apakah mereka memang selalu bermalas-malasan pikir Derrell.


"Hati-hati nak Derrell" ucap kakek Harto sambil menerima uluran tangan Derrell, karena Derrell ingin bersaliman dengan kakek Harto.


Setelah berpamitan dengan kakek Harto, Derrell langsung mengendarai motornya menuju car group. "Iya juga aku belum melanjutkan tujuanku pada Fian" ucap Derrell di atas motornya.


Entah sejak kapan Derrell tidak menggunakan sebutan lo gue lagi, sekarang dia lebih sering menggunakan kata-kata aku kamu.


Sampai di car group Derrell langsung memarkirkan motornya di tempat parkir yang sudah disediakan oleh pihak car group. Setelah selesai dia langsung menuju ruangannya seperti biasa Derrell pasti akan menyapa setiap karyawan car group yang terlihat olehnya jika berada di jarak dekat. "Pagi" sapa Derrell pada salah satu karyawan car group yang kebetulan sekali berpapasan dengan dirinya. 


"Pagi Derrell, wah lama saya tidak melihat kamu Derrell, apakah pekerjaan sekarang semakin sibuk?" tanya orang tersebut sambil tersenyum ramah pada Derrell.


"Ya begitulah" sahut Derrell tak kalah ramah.


"Kalau begitu saya duluan Derrell" ucap orang itu lagi, karena dia sudah sampai di divisinya.


"Oke"


Derrell terus berjalan menuju ruangan nya yang ada di lantai tiga puluh satu. "Pagi Derrell" sapa seorang yang hampir saja membuat Derrell kagat.


Derrell menoleh ke sumber suara. "Pagi Dul, kamu buat saya kaget aja" ujar Derrell sambil memukul kecil pundak Dul.

__ADS_1


"Maaf, lama nih kagak ketemu kita, lo sibuk kayaknya" ujar Dul.


"Ya begitulah Dul, gimana kalau abis pulang kerja kita nongkrong ajak si Fian juga" usul Derrell.


"Boleh juga tu" 


"Kalau gitu duluan yan Dul, selamat bekerja" ucap Derrell sambil berlalu. 


"Selamat bekerja juga Derrell"


Setelahnya Dul juga kembali mengerjakan tugasnya, sekarang tanggung jawab Dul lebih besar sama seperti Derrell, bedanya Derrell dipindahkan ke divisi keamanan sedangkan Dul diangkat menjadi ketua OB tingkat atas di car group yang membuat dirinya harus lebih bertanggung jawab pada tugasnya. 


Derrell sudah membereskan semua pekerjaannya, setelah itu dia langsung menuju ruangan Fian di divisi IT karena masih ada yang ingin Derrell sampaikan pada Fian. Tak perlu menunggu lama sampai di ruangan paling besar di divisi IT Derrell langsung mengetuk ruangan tersebut dengan sopan.


Bahkan di depan ruangan Fian ada beberapa staf keamanan yang menjaga ruangan tersebut, karena ruangan yang Fian gunakan adalah ruangan yang istimewa, walaupun begitu bukan ruangan Fian saja yang dijaga oleh staf tapi juga ruangan Titan ceo dari car group tersebut dijaga dengan sangat ketat.


Derrell mengetuk pintu ruangan Fian, sambil melirik kedua staf yang ada di sebelahnya, entah perasaan Derrell saja atau bagaimana salah satu dari staf yang berjaga di depan ruangan Fian menatapnya dengan tatapan sinis.


"Masuk"


Mendengar suara dari dalam ada yang memperbolehkan nya masuk, Derrell segara masuk ke dalam ruangan Fian dengan terburu-buru, sambil menutup pintu ruangan Fian dengan pelan.


Sampai di hadapan Fian, Derrell menghela nafas lega. "Huh, gila ngeri juga tatapaan orang barusan" ucap Derrell tanpa sadar sambil mengelus dadanya.


Sedangkan Fian menatap Derrell dengan heran. "Napa Rel? kayak abis ketemu setan aja" ucap Fian yang seketika menyadarkan Derrell.


"Bener Yan abis ketemu setan, liat geh itu staf keamanan yang jaga di depan ruangan kamu, yang satunya ngeri banget kayak mau nelen orang aja" papar Derrell pada Fian.

__ADS_1


"Udah biarin aja emang kayak gitu orangnya, terus lo kesini mau apa? nggak mungkin kalau cuman main doang" sahut Fian.


"Suruh duduk dulu kek, kasih minum apa gimana, tamu loh ini, tamu adalah raja" sahut Derrell dengan pede.


Fian hanya bisa mendengus kesal mendengar ucapan Derrell. "Duduk tinggal duduk aja ape susahnya, kecuali kalau kagak ada kursi baru berdiri. Lagian gue kagak nyuruh lo kesini" sahut Fian dengan enteng.


Dengan muka kesal Derrell langsung duduk dikursi yang ada di ruangan Fian, Derrell membenarkan apa yang Fian katakan barusan pada dirinya, biasanya juga kalau keruangan Fian, Derrell asal semberonong saja begitu juga sebaliknya.


"Masalah yang lo tanyain barusan kenapa aku kesini, aku mau ngajakin lo bikin projek mobil sistem listrik yang canggih dan semua fitur di dalam lengkap"


"Gimana mau nggak sama tawaran aku, ini projek kita berdua aja siapa tahu bisa berkembang terus nantinya kita kenalin ke ceo car group abis itu kalau udah diterima di car group bisa sampai ke masyarakat"  


Derrell mengutarakan maksudnya, sebelumnya Derrell memang sudah mengajak Fian untuk bekerja sama membuat projek yang sudah  didesain dengan baik tentu saja dengan bantuan magic system pastinya. Tapi dia belum mengucapkan projek apa yang akan dia buat.


"Tapi lo udah ada desainnya?" tanya Fian penasaran, bagaimana bisa Derrell dengan mudahnya mengatakan ingin membuat sebuah sistem yang diletakan di mobil, dia saja membuat sistem yang digunakan oleh car group saat ini membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk sistem yang dia buat agar bisa sehebat dan sebaik mungkin.


"Udah tenang aja, aku udah lama buat desainnya, sama merancang semuanya tapi baru sempat sekarang ngajak kamu" jawab Derrell, sambil minum kopi yang sudah disiapkan oleh Fian sebelumnya.


"Kita bahas lagi nanti di luar jam kerja" putus Fian.


"Ok, abis pulang kerja si Dul ngajakin kumpul bareng, udah lama nih kita kagak kumpul-kumpul" Derrell menyampaikan apa yang dia dan Dul bahas sebelumnya saat bertemu di lantai dua puluh tiga.


"Oke, kangen juga udah lama nggak kumpul bareng"


"Kalau gitu gue balik dulu bentar lagi jam istirahat" setelah itu Derrell benar-benar keluar dari ruangan Fian. Derrell masih merasakan jika dirinya ditatap tajam oleh salah satu staf keamanan yang berjaga di depan ruangan Fian, dengan langkah cepat Derrell langsung meninggalkan tempat tersebut.


Derrell merasa lega karena dia sudah menyampiakan maksudnya pada Fian, jadi tinggal menunggu waktu yang tepat untuk memulai projek mereka yang sudah direncanakan Derrell sebelumnya.

__ADS_1


Semua yang Derrell lakukan tentu saja dengan adanya bantuan dari magic system yang akan selalu membantunya. "Gara-gara abis liat staf di ruangan Fian, keruangan gue dari tempat Fian serasa jauh benar dah" keluh Derrell.


__ADS_2