Magic System

Magic System
Perang yang sesungguhnya


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


"Zegra!" ucap Jaka tak percaya begitu juga seluruh orang anak buah Jaka tentunya yang menyaksikan keberadaan Zegra ada disitu.


"Benar sekali kenapa? Apakah ada yang aneh" entah lah orang satu ini hanya berpura-pura atau memang sifatnya seperti itu. Selalu bertingkah menyebalkan.


"Ayah" ucap Mike pada Zegra dan Titan.


"Ayah" ulang Jaka lagi.


"Ya benar dia anak angkatku dan anak kandung Titan" jelas Zegra pada mereka semua.


Fakta apa lagi ini setelah mengetahui Zegra masih hidup dan sekarang fakta mengejutkan kembali mereka dengar bahwa Max atau yang sebenarnya Mike adalah anak angkat Zegra dan putra kandung Titan.


"Jadi berita yang selama ini anda sudah mati itu salah tidak benar?" entah Jaka bertanya pada siapa.


"Bukankah kamu sendiri yang menyebarkan berita itu, karena ingin menjadi seorang penguasa di kota x"


"Apa maksudnya? Dan Max kenapa kau tega pada ku selama ini aku baik padamu"


"Hei! Apa kau tuli sudah dikatakan jika anakku ini bernama Mike bukan Max" protes Titan yang sedari tadi hanya dia kini ikut bersuara.


"Baiklah karena aku sudah sampai sini dan jumlah kami lebih banyak maka aku harus bunuh kalian semua tanpa tersisa, kalian hanya berempat sedangkan kami ada 700 lebih" ucap Jaka yakin.


Kenapa hanya ada 700 lagi anak buah Jaka? itu karena sebagian sudah tidak tidak berdaya untuk melakukan penyerangan.


Untuk anak buah Jaka mereka masih tidak percaya jika Max yang selama ini selalu ada untuk Jaka ternyata hanya seorang mata-mata yang dikirim oleh Zegra.


"Kata siapa mereka hanya bertiga" ucap pak Arton yang keluar dari persembunyiannya diikuti oleh mereka semua terkecuali Derrell. 


"Aku tidak salah lihat kan dia bukankah detektif Ar?" tanya salah satu anak buah Jaka yang berada di samping temannya.


"Tunggu bukankah dia Jo si pembunuh bayaran, kenapa dia ada disini sejak kapan dia bebas dari penjara" batin Jaka yang menatap mereka semua dengan tajam.

__ADS_1


Ajo yang berjalan di dekat kakek Harton terus memperhatikan Jaka. "Bukankah kau orang yang menyuruh ku untuk membunuh orang yang ada di dalam foto ini" Ajo mengeluarkan selembar foto yang ada di saku celananya.


"Tapi sebentar bukankah orang ini anda pak Zegra?" Ajo mencocokan muka Zegra dengan muka orang yang ada di dalam foto itu, yang selama ini selalu dia bawa. 


"Karena kau sudah disini maka bunuhlah dia" ucap Jaka enteng.


"Etss, siapa anda menyuruh saya, bukankah anda sudah menjebloskan saya ke dalam penjara dan sekarang giliran anda yang akan mendekam di sana" Ajo tersenyum miring.


"Sebentar kenapa orang-orang hebat di kota X ini berkumpul disini?"


"Kau Titan bukankah coe dari car group perusahaan teknologi ternama di kota X?" Titan menangguk membenarkan ucapan Jaka.


"Dan anda bukankah Doktor Harton  yang sangat legendaris itu?" 


Kakek Harto mengelus jenggotnya yang tumbuh sedikit itu. "Aku tidak menyangka orang sepertimu bisa mengenaliku" sahut kakek Harton.


"Anda juga bukan kah ahli IT yang sangat terkemuka di kota X anak muda yang selalu dibicarakan namanya dengan bakat yang anda punya" 


"Aku tak menyangka namaku bisa seterkenal itu" ujar Fian.


Derrell yang masih di tempatnya sudah sangat  greget melihat hal ini. "Hei magic system sampai kapan mereka akan terus mengobrol seperti itu aku sudah sangat bosan" dengus Derrell.


"Entahlah kalau tidak anda ikut bergabung saja dengan mereka king Derrell" usul magic system pada Derrell.


"Aku akan ikut bergabung jika perkelahiannya sudah dimulai" sahut Derrell dengan enteng. 


"Jadi sampai kapan mereka akan mengobrol lalu memulai peperangan ini" dengus Derrell lagi sungguh dia benar-benar bosan saat ini.


"Anda harus gabung" Magic system membawa Derrell ke tempat kerumunan itu, semua orang menatap Derrell dengan aneh, siapa pemuda didepan mereka ini lagi pula datang dari mana dia.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu, waktu bercerita kalian sudah habis segera akhirnya ini semua, aku bosan dari tadi mendengar kalian hanya bicara saja" ucap Derrell.


"Siapapun kamu anak muda, dan kubu manapun yang  kamu dukung aku setuju dengan usulmu" ucap Jaka yang tanpa aba-aba menyuruh anak buahnya untuk melakukan pergerakan.

__ADS_1


Zegra yang sangat teliti jika Jaka akan segera melakukan penyerangan langsung menyuruh para anak buahnya untuk ikut dalam peperangan ini.


Terjadilah perang besar yang seharusnya terjadi itu. Pertarungan yang sangat sengit pun terjadi.


"Hei sistem gila menurutmu siapa yang akan menang di pertarungan ini?" Derrell sudah menghubungkan magic system dengan earphonenya yang diberikan oleh magic system untuk dirinya.


"Mungkin kalian" jawab magic system singkat.


"Aku bertanya kenapa kau tidak memberikanku jawaban yang memuaskan" dengus magic system yang merasa kesal.


Dia sudah menumbangkan berapa anak buah Jaka. Semenatar itu Jaka sendiri berhadapan langsung dengan Zegra.


"Jika aku mati kau juga harus mati Zegra, agar tidak akan ada diantara kita yang menjadi pengusaha di kota X ini"  ucap Jaka dengan lantang.


"Apa Kau yakin dengan ucapanmu Jaka? bukankah selama ini kau yang haus akan kekuasaan, lagipula jika aku  mati saat ini aku akan merasa tenang, karena akan ada yang menggantikanku sesuai dengan kejujuran nya, dia juga tidak haus akan kekuasaan" 


"Apakah anda sangat yakin Zegra?"


"Tentu saja Jaka, jangan pernah meremehkanku" sahut Zegra dengan yakin.


Pertempuran terus terjadi kedua kubu saling kuat, belum ada tanda-tanda untuk salah satu dari mereka bisa kalah.


Derrell hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah Jaka dan Zegra. 


"Apakah kedua orang itu hanya akan adu mulut saja"


"Nikmati saja tontonanmu king Derrell" Saat ini Derrell yang merasa bosan terus mengalahkan anak buah Jaka, akhirnya memutuskan untuk menonton saja. Melihat Amira juga sedang kewalahan melawan anak buah Jaka dengan segera Derrell menarik Amira agar ikut dengannya. 


"Dasar lemah katanya kuat, sudah lihat saja mereka dari sini" suruh Derrell pada Amira.


"Kalau kita kalah gimana, sedangkan kita hanya leha-leha disini?" Amira tidak setuju dengan keputusan Derrell ini. 


"Sudah diam saja aku masih punya cara untuk mengalahkan mereka, kita pasti menang"

__ADS_1


"Kenapa begitu? Karena kejujuran dan kesetiaan itu akan selalu berada didepan dan di nomor satukan. selemah-lemahnya kesetiaan dan kejujuran pada akhirnya merekalah yang akan menjadi pemenangnya" terang Derrell pada Amira.


Amira tidak dapat menjawab lagi ucapan Derrell yang sangat dia yakini itu. Akhirnya Amira menuruti ucapan Derrell, agar menonton saja tidak lagi turun tangan dalam peperangan ini.


__ADS_2