Magic System

Magic System
Pemimpin baru


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Setelah selesai menyantap nasi kucing makanan kesukaan Amira dan Derrell. Mereka semua memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan pulang.


Keempat orang itu benar-benar tidak mengantar Amira sampai ke rumahnya. Atas permintaan Amira sendiri.


Tapi Derrell tak akan pernah membiarkan sesuatu terjadi pada Amira. Derrell memastikan Amira sampai di rumah dengan selamat. Jelas saja Derrell memantau semuanya dari magic system. Setelah yakin jika Amira sudah sampai di rumah dengan selamat barulah Derrell menutup aplikasi magic system tersebut.


"Fian dimana rumahmu? Apakah kedua orang tuamu di rumah? Dan apakah aku boleh menginap di rumahmu"


Derrell yang duduk disebelah Ajo memukul sedikit pelan kepala Ajo. "Tumben pake aku kamu" protes Derrell.


"Sa-"


"Satu lagi Jo kalau lagi nanya sama orang itu, tanyanya satu-satu ngerti!" peringat Derrell. Ajo hanya mendengarkan perkataan Derrell sambil mengelus kepalanya yang dipukul oleh Derrell seenak jidatnya.


"Lo mau nginep di rumah gue sih nggak papa, tapi ada syaratnya" ucap Fian dengan enteng.


"Apa syaratnya?" tanya Ajo dengan cepat.


Sepertinya dia ingin menjelajahi semua rumah kawan-kawannya itu. Iya kalau dianggap kawan kalau tidak? Malu lah.


"Jangan tertarik sama adek gue" ucap Fian dengan enteng.


Ajo mencibik kesal Fian. "Hanya itu? dengar baik-baik ya aku tidak akan pernah jatuh cinta pada adikmu, ingat itu" Ajo berkata dengan lantang.


"Tapi sejak kapan kamu punya adik?" Ajo kembali memastikan apakah benar Fian memiliki seorang adik perempuan.


"Sejak mak gue ngelahirin dia" cuek Fian.


Tak berapa lama Mike memberhentikan cae superstar disebuah rumah yang sangat berbeda dari yang lainnya. sebelumnya Mike yang mengendalikan sistem car superstar sudah diberi tahu alamat rumah Fian.


"Apakah ini rumahmu?" tanya Mike memastikan takut salah rumah. Rumah itu berbeda dari rumah-rumah yang lainnya.


"Ya benar ayo turun dulu" ajak Fian mereka semua mengikut Fian turun dari mobil.

__ADS_1


Saat mereka turun dari mobil seorang gadis cantik berjalan ke arah mereka. Pandangan mata Mike tak pernah lepas dari gadis cantik itu. "Abang, akhirnya abang pulang juga" ucap gadis cantik tersebut pada Fian.


Adik Fian bukan tak tahu jika sedari tadi Mike terus memperhatikannya sampai gadis itu merasa malu sendiri. Dia merasakan pipinya terasa panas seketika saat pandangan matanya bertemu dengan Mike.


"Hmmm" dehem Ajo yang sedari tadi memperhatikan gerka-gerik Mike dan adik Fian.


"Sepertinya bukan saya yang jatuh cinta pada adik anda Fian. Tapi orang lain" sindiran yang Ajo berikan pada Mike itu, mampu membuat Mike tersadar. Akan terpesonanya dirinya pada adik perempuan Fian.


"Aku sudah menepati janjiku, jika aku tidak akan jatuh cinta pada adikmu ini, jadi aku boleh menginap disini?" tanya Ajo dengan semangat. Fian hanya bisa mengangguk pasrah.


"Bang Derrell juga pergi sama bang Fian?" tanya adik Fian yang tersadar dengan kehadiran Derrell diantara mereka.


"Benar Citra, kamu apa kabar?" tanya Derrell yang sudah menganggap Citra adik Fian seperti adiknya sendiri.


"Sehat bang" sahut cepat.


"Bagaimana di tempat pengungsian?" tanya Derrell lagi.


"Ya begitulah enak sih nyaman juga. Tapi tetap saja masih nyamanan di rumah" Derrell paham dia tahu sekali seperti apa Citra.


"Citra nama yang bagus" batin Mike tersenyum.


***


Hari pengumuman seorang pemimpin baru di kota X pun akhirnya tiba. Semua orang menyaksikan Derrell dinobatkan menjadi seorang pemimpin sah kota X, untuk menggantikan Zegra.


Seluruh masyarakat kota X sudah tahu seperti apa sifat yang Derrell miliki. Bahkan sifatnya tak jauh berbeda dari sifat yang dimiliki Zegra.


Banyak dari masyarakat kota X berharap jika Derrell akan menjadi pemimpin mereka di kota X sebelumnya. Dan harapan mereka pun terkabul Derrell akhirnya menjadi pemimpin kota X.


Penobatan nya pun disaksikan oleh seluruh masyarakat kota X. Zegra dan kakek Harto menatap bangga pada cucuk dan putra mereka. Mereka melihat acara penobatan Derrell melalui laptop yang dimiliki Zegra. Laptop yang hanya ada satu di dunia ini.


Dengan dibantu beberapa orang Derrell naik ke atas panggung yang telah disediakan disitu Derrell akan mengucapkan janjinya jika dia akan menjadi pemimpin yang adil untuk selama-lamanya.


"Dengan disaksikan oleh seluruh masyarakat kota X, Aku Derrell mulai hari ini sampai seterusnya akan menjadi pemimpin yang adil pada seluruh masyarakat kota X" ucap Derrell dengan sangat lantang.

__ADS_1


Riuh tepuk tangan terdengar dimana-mana. Hari ini setelah penantian 5 tahun lebih akhirnya mereka memiliki seorang pemimpin kembali. Pemimpin yang mau membela akan sebuah kebenaran dan tidak menindas rakyat kecil dan lemah. 


Tak ada yang tak senang saat Derrell mengucapkan janjinya jika dia akan menjadi seorang pemimpi yang adil untuk masyarakat kota x.


Sungguh hari ini, hari yang ditunggu-tunggu sedari dulu oleh masyarakat kota x. "Dengar pemimpin kita yang baru sudah mengucapkan janjinya. Harapan kedepan semoga kota kita akan selalu menjadi kota yang aman, damai dan tenteram. Mulai hari ini kita sudah memiliki seorang pemimpin!" ucap seorang yang sedari tadi memandu jalannya acara pengesahan untuk seorang pemimpin baru di kota X.


"Akhirnya teman gue jadi seorang pemimpin juga" ucap Ajo dengan bangga, Derrell yang menjadi seorang pemimpin tapi dia yang bangga. Ya begitulah Ajo.


"Aku tidak menyangka Derrell bisa memiliki teman sepertimu Jo" komentar Mike.


"Apa yang salah?"


"Tidak ada sih!" jawab Mike, Fian dan Dul dengan kompak.  


"Hanya saja, kenapa Derrell bisa mendapatkan teman seaneh dirimu" lanjut Mike.


"Terserah kalian saja" Ajo memang benar-benar tidak peduli akan suatu hal jika tidak menarik di matanya.


"Dia memang aneh" gumun Dul.


"Lupakan dia, lebih baik kita susul si Jo yang sudah berjalan lebih dulu mendekati Derrell" ajak Fian.


"Baiklah"


Fian datang ke acara itu bersama seluruh keluarganya. Begitu juga dengan Dul, sementara Mike datang bersama Derrell dan Titan. Untuk Amira dia pasti datang bersama detektif Arton yang sebenarnya adalah paman Amira. Amira sudah menjadi seperti putrinya sendiri bagi pak Arton.


Maka dari itu dia selalu tahu dimana Amira berada jika orang lain tidak menemukan keberadaannya.


"Amira apakah kamu akan menerima lamaran Derrell waktu itu?" tanya pak Arton memastikan. Pasalnya sudah hampir beberapa minggu Derrell belum mendapatkan jawaban dari Amira atas lamaran yang dia ucapkan dadakan itu.


"Ya paman, asalkan dia melamar dengan resmi langsung datang ke rumah" Amira mengutarakan maksudnya.


"Tapi jika dia tidak pernah mau melamar Amira datang ke rumah langsung maka Amira tidak akan pernah menerima lamaran nya" tambah Amira lagi.


 

__ADS_1


__ADS_2