
Bismillahirohmanirohim.
"Akhirnya aku bisa keluar juga dari penjara lengkap nan mewah ini, tapi tenang saja aku akan tetap kembali kesini untuk membaut bapak datar itu bangkrut, tapi mana mungkin bisa" ucap Amira dia tertawa sejenak mengingat kata-katanya barusan yang menurutnya aneh.
Ya yang dimaksud oleh Amira penjara lengkap adalah rumah Zegra. "Hei gadis kucing" panggil Zegra sebelum Amira meninggalkan teras rumahnya.
"Apalagi sih bapak datar" ketus Amira. Sambil menoleh kearah Zegra yang berdiri di depan pintu rumah Zegra sendiri.
"Ingat kau hanya diperbolehkan keluar sampai jam delapan malam, jika kamu pulang lewat dari jam delapan maka kamu akan mendapatkan sanksi" tegas Zegra.
"Bawel banget dah, iya bapak datar yang terhormat Amira akan mengingat selalu pesan bapak" sahut Amira dengan yakin.
"Kalau begitu apakah saya boleh keluar" lanjut Amira lagi yang diangguki oleh Zegra.
"Awasi gadis itu Titan jangan sampai dia berulah" suruh Zegra pada Titan, saat Amira sudah tidak terlihat lagi batang hidungnya.
"Baik tuan" setelahnya Titan juga ikut pergi menyusul Amira tentu saja tanpa sepengetahuan Amira.
"Sekarang aku mau kemana dulu" ucap Amira pada diri sendiri sambil berfikir.
Amira masih setia berdiri di pinggir jalan, kenapa Zegra sudah memperbolehkan Amira berkeluryuran? itu karena situasi dilura sudah mulai aman, dan Zegra juga tidak tahan dengan suara Amira juga kucingnya yang terlalu berisik, maka dari itu Zegra memperbolehkan Amira keluar sekalian untuk membuat Zegra bebas sejenak dari suara gadis mata-mata itu.
"Benar juga lebih baik aku mencari tahu apa yang terjadi saat malam itu, karena hanya malam itu saja waktu berlalu dengan cepat sedangkan malam-malam sebelumnya dan seterusnya tidak pernah terjadi begitu" ucap Amira lalu kaki kecilnya kembali melangkah entah kemana.
Amira memang terus mengamati malam hari saat dia menyadari suatu malam, ada malam yang sangat cepat menurut Amira itu semua tidak masuk akal. Maka dari itu jiwa seorang mata-mata Amira muncul kala mengetahui suatu hal yang tidak masuk akal.
Amira terus berjalan mengikuti kakinya melangkah kemana saja. Tanpa dia sadari dirinya sudah berada di depan sebuah cafe yang sangat unik menurutnya. "Dimana ini, tapi kenapa cafe itu unik sekali" Amira tersenyum sambil berjalan mendekati cafe yang dia katakan barusan.
Duk….
__ADS_1
"Maaf nggak sengaja" ucap orang yang menabrak Amira barusan.
"Ka-" ucap Amira terpotong kala melihat orang yang sangat dia kenali. "Kamu" ucap keduanya secara bersama.
"Lama nggak ketemu, sorry barusan aku benar-benar nggak sengaja" ucap Derrell yang diangguki oleh Amira.
"Iya lain kali kalau jalan liat-liat jangan fokus sama hp aja" tegur Amira.
"Heheh, kamu mau makan di cafe? Aku temenin gimana" tawar Derrell, dia juga sengaja mengganti topik lain.
"Boleh"
Lalu keduanya masuk ke dalam cafe bersama, sebenarnya Derrell baru saja ingin pulang, karena dia ditinggal sendiri oleh ketiga temannya Dul yang masih ada pekerjaan begitu juga dengan Fian sedangkan Ajo membuntuti Fian. Sedangkan Derrell yang merasa bosan dia berniat ingin pulang tapi sampai di depan pintu masuk cafe dia bertemu dengan orang yang sangat dia kenal.
Titan yang sedari tadi terus mengawasi Amira merasa tugasnya berkurang saat melihat Amira bersama Derrell, karena Titan yakin jika Amira ada bersama Derrell maka Amira akan selalu aman. "Akhirnya tugasku bisa berkurnag juga, terima aksih king Derrell" ucap Titan pada diri sendiri, setelah yakin jika Amira benar-benar aman bersama Derrell, Titan langsung meninggalakan tempat tersebut. Amira tidak tau jika Titan dan Zegra sudah memasang chip disalah satu pakainya. Karena chip yang sekarang berukuran lebih kecil lagi dari pada chip ditahun-tahun sebelumnya.
"Kamu ngapain ada di daerah sini?" tanya Derrell penasaran.
Derrell tidak menyadari jika sedari tadi magic system bersuara dan terus memberi notifikasi penting pada Derrell, aneh entah mengapa baru kali ini Derrell tidak bisa mendengar notifikasi dari magic system padahal Amira dapat mendengar suara dari hp Derrell.
"Dia orangnya, dia mengetahui semuanya tentang malam itu" Amira merasa herna suara berisik itu dari mana. Samar-samar Amira mendegar notifiaksi dari magic system tapi tidak jelas.
"Amira dia gadis yang menyadari jika pernah terjadi malam pergantian yang dilakukan oleh magic system" tulis magic system di layarnya.
Tapi Derrell tidak peka sama sekali, bahkan sedikitpun dia tidak melihat hp nya. Amira melihat hp Derrell sekilas yang dia pegang, hp itu seperti mengeluarkan cahaya warna emas.
"Hp kamu bergetar kayaknya" Amira memberi tahu Derrell.
"Mbak, mas ini pesanannya" belum sempat Derrell menjawab ucapan Amira seorang karyawan cafe tersebut mengantar pesanan mereka yang telah dipesan secara langsung oleh Derrell menggunakan sistem yang ada di meja tersebut.
__ADS_1
"Terima kasih" ucap keduanya bersama, setelahanya pelayan itu berlalu pergi Derrell baru menyadari jika ada notifiaksi dari magic system.
"Apa yang benar saja" gumun Derrell setelah membaca informasi yang diberikan oleh magic system.
Diam-diam Amira mengamati gelaget Derrell. "Ada yang sedang orang ini sembunyikan, tapi biar saja lah selagi itu tidak membahayakan orang lain, lagian juga setiap orang punya pripasi sendiri-sendiri yang tidak harus semua orang ketahui " batin Amira dia mulai curiga terhadap Derrell.
"Bagimana rasa makannya tidak kala enak kan dengan nasi kucing di kota X" ucap Derrell saat melihat Amira memsukan satu sendok makanan ke dalam mulutnya.
"Ya kau benar tapi lebih enak nasi kucing, aku jadi merindukan makanan itu" ucap Amira tanpa sadar.
"Apa yang kamu ucapakn barusan Amira, semoga dia tidak peka" batin Amira.
"Aku juga merindukan makanan aneh itu" sahut Derrell. "Aku ke toilet dulu" pamit Derrell pada Amira.
Derrell tidak sadar jika hp nya tertinggal dimeja. "Ting…." suara yang baru pertaman kali Amira dengan membaut dirinya penasaran bunyi apa yang terdengar dari hp Derrell itu.
"Ini" ucap Amira berpikir. "Apliaksi macam apa ini" tambahnya lagi dengan terheran.
Amira bisa mengatahui semua kata sandi dengan mudah, kata sandi apapun itu dia bisa mengetahuinya.
"Baiklah Amira mari kita selidik terlebih dahulu aplikasi macam apa ini"
Amir mencatat sesuatu dibuku kecil yang selaku dia bawa kemanapun dan juga pulpen yang berwarna lucu miliknya.
Setelah selesai Amira pura-pura kembali pokus pada makanya, karena dia juga melihat Derrell yang sudah kembali dari tolitel.
"Ada orang yang sudah menegatuhi magic system, tapi dia belum sadar" tulis magic system dilayarnya.
"Tapi king Derrell tenang saja dia orang yang baik dan akan selalu membela kebenaran" kali ini Amira tidak dapat mendegar atau melihat suara apa-apa dari magic system.
__ADS_1
Sedangkan Derrell yang masih berjarak diantara dua meja dia dapat mendegar notifikasi di hpnya yang diberikan oleh magic system. Buru-buru Derrell mendekati meja tempatnya dan Amira duduk.