
Bismillahirohmanirohim.
Dengan bantuan dari magic system Derrell, Ajo dan Kakek Harto sudah sampai di pusat utara kota X, Ajo dan kakek Harto tidak tahu jika Derrell menggunakan magic system untuk cepat sampai di utara kota X. Mereka tidak menyadari hal itu.
"Terima kasih magic system, kau memang benar-benar sistem yang membela kebenaran dan keadilan" ketik Derrell diaplikasikan magic system.
"Memang itu yang harus saya lakukan king Derrell" balas magic system dengan tulisan berwarna emas campur biru.
"Kenapa warna tulisan di magic system berganti lagi" Derrell bertanya-tanya pada diri sendiri. Dia menatap heran aplikasi yang ada dihendponenya.
Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh Derrell layar magic system kembali terdapat tulisan yang membuat Derrell merasa senang dan juga merasa tidak senang, entah ini kabar buruk untuk Derrell ataukah kabar baik.
"King Derrell akan mencapai level 7 dan 8 jika menyelesaikan misi ini, king Derrell akan mendapatkan imbalan yang fantastis dari magic system"
"Satu lagi magic system baru saja mendapatkan informais ini, jika nona Amira sudah mengetahui king Derrell memiliki magic system"
Derrell kaget dengan inforamsi baru ini. "Aku yakin dia akan menyimpan rahasia ini" walaupun kaget tapi Derrell yakin Amira bukan gadis yang langsung bertindak tanpa berfikir.
"Baiklah Derrell ayo kita bereskan kasus ini dengan segera"
Derrell dapat melihat Kakek Harto dan Ajo sedang mencari apa penyebab ledakan yang sangat dahsyat itu terjadi.
"Bagaimana kek apakah ada petunjuk dari ledakan ini?" Derrell mendekat pada kakek Harto yang sedang menggosok-gosokan sesuatu di ibu jari dan jari telunjuknya.
"Yang mereka pakai bom atex"
"Bom atex" Jo mendekat sambil mengulangi perkataan kakek Harto.
"Bukankah bom atex hanya bisa digunakan oleh orang penting di kota X, dan bom atex juga merupakan sebuah bom yang dapat menghancurkan semua yang terkena dampak bom atex" ucap Ajo.
Sebagai pembunuh bayaran tentu saja Ajo mengenal nama-nama benda berbahaya yang sangat aneh.
"Benar sekali nak Jo, sepertinya orang yang menggunakan bom atex ini belum terlalu paham cara penggunaanya, maka dari itu hanya utara kota X saja yang terkena pusat dari bom itu diletakkan"
Derrell hanya menyimak kakek Harto dan Ajo yang sedang membahas bom.
"Bukan kah jika pengguna bom tidak terlalu mahir malah akan berdampak lebih buruk" Derrell tiba-tiba ingat tentang pelajaran nya dulu.
__ADS_1
"Benar sekali nak Derrell, tapi yang ini beda konsepnya, orang yang menjinakan bom atex ini bukan dia tidak mahir menggunakannya, hanya saja orang ini cuman mengincar utara kota X"
"Maka dari itu dia manipulasi semua kejadian, seakan dia seperti orang yang tidak sengaja menggunakan bom atex tersebut"
"Berarti orang berpengaruh di kota X ini sedniri yang ingin menghacurkan kota X" ucap Derrell seakan tidak percaya dengan fakta yang didapat.
"Bisa jadi begitu, tapi kita harus mencari terlebih dahulu apa motif orang ini menghancurkan utara kota X"
"Lalu apa yang harus kita lakukan sekarang kek?"
"Sesuai rencana awal yang nak Derrell katakan pada kita" Ajo dan Derrell mengangguk paham.
Kini mereka semua melakukan tugas mereka masing-masing yang sudah dibuat sebelumnya.
"Sebelum kita mulai menyelesaikan kasus ini pastikan tidak ada orang yang tau jika kita menyelidiki kasus ledakan yang terjadi disini"
"Baik kek" timpal Ajo karena dia yang bertanggung jawab atas keamanan, sedangkan Derrell sudah fokus pada magic system untuk mencari tahu apa yang sebabnya terjadi di utara kota X ini.
"Ets tunggu dulu kalian tega melupakan aku" seorang tiba-tiba muncul dihadapan Ajo.
"Setan!" kagetnya.
"Lagian pak Arton dateng main ngagetin orang aja, kek setan" cicitnya.
"Heheh, iya deh maaf, apakah aku boleh bergabung?" Pak Arton menatap satu persatu ketiga orang tersebut.
Kakek Harto mengangguk untuk merespon. "Jika ada detektif Ar bukankah pekerjaan ini akan lebih ringan?"
"Benar sekali, baiklah kalau begitu mari kita lanjutkan misi ini" ucap Derrell.
"Apa yang sebenarnya terjadi di utara kota X ini?" tanya Derrell pada magic system.
Setelah Derrell mengetik pertanyaan itu di laptopnya pada aplikasi magic system. Laptop Derrell mengeluarkan asap.
"Ada apa ini?" untung saja kakek Harto dan yang lainnya tidak melihat kejadian tersebut.
Sebuah video di ikuti tulisan aneh muncul di layar magic system. "Siapa orang ini" dengan cepat Derrell mengambil gambar yang ditunjukan oleh magic system.
__ADS_1
Ternyata magic system tidak bisa mengakses semua informasi yang terjadi di utara kota X, karena perlawanan anatar api dan asap bercamur air yang ada pada magic system.
Sebelumnya memang aparat berwajib sudah membersihkan tempat itu tapi tidak semua mereka tuntaskan dengan bersih, karena ada beberapa lokasi yang masih belum bisa dijangkau.
Seperti sekarang ini sebenarnya tempat yang Derrell dan yang lain tempato adalah pusat dari peledakan bom atex yang terjadi di utara kota X, tapi mereka belum menyadari semua ini.
"Kenapa kali ini informasinya sangat terbatas? tapi syukurlah aku sudah mengumpulkan beberapa bukti penting yang menguatkan tentang kejadian ini"
Derrell mendekat pada kakek Harto dan yang lainnya, sebelum mereka membahas informasi yang didapat, mereka memutuskan untuk membereskan pusat utara kota X itu seperti semula, ya walaupun tidak bisa mirip seperti semula setidaknya masih layak pakai.
Tiga jam berlalu akhirnya mereka selesai membereskan kekacauan yang terjadi di pusat utara kota X sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Mereka bertempat berkumpul di sebuah batu besar yang tidak hancur sama sekali akibat ledakan itu.
"Apa yang kalian dapatkan?" kakek Harto mengeluarkan sisa bom atex yang tadi dia temukan dan sebuah peluru atex yang ukurannya sangat besar.
"Apa itu kek?" tanya Derrell saat melihat kakek Haro mengeluarkan peluru berukuran besar lebih besar dari peluru biasanya.
"Ini adalah peluru atex yang digunakan untuk membuat bom atex bekerja"
"Lalu apa yang kalian dapatkan?" giliran Ajo mengeluarkan sebuah tanda aneh.
"Apa itu Ajo?" heran pak Arton.
"Saya juga tidak tahu pak Arton ini apa, tapi seingat saya, saya pernah melihat tanda ini di salah satu orang yang membayar saya untuk membunuh seseorang menggunakan tanda ini, tapi sampai sekarang saya belum bisa membunuh orang itu dan akhirnya saya dipenjarakan oleh orang yang memiliki tanda ini" jelas Ajo.
"Apakah kamu masih ingat orangnya Jo?" tanya Derrell, Ajo mengeleng lemah atas pertanya Derrell.
"Dia bukan?" tunjuk Derrell pada sebuah gambar yang berhasil dia ambil dari magic system.
"Dari mana kamu menemukan foto ini?"
"Aku menemukan sebuah gambar yang jatuh, setelah itu aku jadikan sketsa dan jadilah gambar ini" bukan itu sebenarnya yang terjadi tapi tak mungkin Derrell memberi tahu mereka tentang dirinya.
"Mirip tadi bukan dia orangnya" ucap Ajo yang sedikit mengingat orang yang menyuruhnya untuk membunuh seseorang yang sama sekali belum pernah Ajo lihat.
"Lebih baik kita bahasa kasus ini di rumah nak Derrell" putus kakek Harto dia merasa seperti ada orang yang sedang mengawasi mereka.
__ADS_1
Untungnya mereka bertiga setuju akan usulan kakek Harto, bukan kakek Harto saja yang merasakan hal demikian, tapi pak Arton juga.