
Bismillahirohmanirohim.
Derrell dan yang lainnya kembali mengunjungi tempat pengungsian, mereka akan berangkat saat pagi, mungkin akan sampai di siang atau sore hari ke tempat pengungsian.
Semua terlihat rapi di tempat pengungsian. Tidak ada keributan atau kekacauan di tempat pengungsian itu.
Semua masyarakat kota X teratur dengan tertib. Sebelumnya Derrell memang sudah menyusun tempat pengungsian itu sedemikian rupa, agar para masyarakat kota X merasa nyaman saat mereka tinggal disana sementara waktu, selama kekacauan yang menimpa kota X belum usai.
Tak lupa Derrell selalu memantau keadaan di pengungsian, seperti biasa dia kan memantau semua itu melewati magic system.
"Aku dengar kota kita sudah bebas dari peperangan" ucap seorang pengungsi yang sedang berdiri di dekat meja makan.
Dia sedang mengambil makanan untuk makan siang hari ini, walaupun mengungsi mereka tetap mendapat jatah makan 3 kali sehari di tempat pengungsian.
Makanan yang disediakan juga makanan yang layak makan. Makanan yang mereka makan setiap harinya.
"Kau mendengar berita itu dari siapa?" tanya orang yang mengantri di belakangnya dengan raut penasaran.
"Kamu kemana saja, bahkan semua orang disini sedang menggosipkan tentang peperangan itu yang sudah usai"
"Lalu siapa yang menang? orang-orang kita kah atau yang berusaha merebut kota X dari kita"
"Aku berharap orang-orang yang membela kota kita yang menang, aku beritahu ya, walaupun tempat pengungsian ini sungguh layak untuk kita, tapi tetap saja aku lebih nyaman berada di rumahku sendiri" curhat orang itu, kini dia sedang menyendok nasi dan juga sayur berkuah.
"Kalian berdua tenang saja, aku dengar hari ini kita akan kembali ke kota X" seseorang muncul diantara kedua orang tadi entah dari mana datangnya perempuan di hadapan mereka ini.
"Dari mana ibu tahu?" tanya anak kecil yang sedari tadi mendengarkan cerita mereka, anak itu mendongak ke atas, sambil menunggu jawaban atas pertanyaan yang terlontar dari mulutnya barus aja.
__ADS_1
"Aku sebagai salah satu penanggung jawab di tempat pengungsian ini jelas tahu, mereka akan sampai setelah kita makan siang"
"Aku dengar juga orang-orang kita berhasil mengurung para pengacau di kota X" jelas ibu itu.
Kedua laki-laki paruh baya yang sudah mulai menyantap makanan nya, kembali bersuara. "Aku penasaran siapa saja yang ikut dalam peperangan ini" ucap pak Tono. Ya sebut saja namanya pak Tono.
"Jika aku tidak salah dengar, ada detektif Ar yang ikut di dalam peperangan ini, juga gadis mata-mata yang sangat terkenal di kota X, bukan begitu ibu penanggung jawab?" tanya orang tadi memastikan.
"Ya benar aku sangat mengidolakan gadis mata-mata itu, andai saja aku bisa bertatap muka langsung dengannya" harap ibu-ibu tadi. Sepertinya harapan besarnya untuk bertemu Amira sang gadis mata-mata.
"Bisa saja bu, aku dengar mbak mata-mata itu gadis yang ramah" sahut anak kecil tadi, sambil berlalu pergi karena dia sudah selesai menghabiskan semua makanan nya yang dia ambil tadi.
"Hei bocah dari mana kau tahu" tapi sayang anak kecil tadi sudah tak terlihat lagi. Padahal ibu tadi bicara dengan sedikit berteriak, tetap saja ada beberapa pasang mata yang menatap ibu-ibu itu dengan tatapan tak suka mereka.
Benar saja saat makan siang usia Derrell, Ajo, Fian, Dul dan Amira sudah sampai di tempat pengungsian. Mereka bertambah satu anggota saat Mike datang bersama mereka berlima.
Untuk pak Zegra dia memutuskan untuk tetap tidak menampakan muka di depan publik, dia hanya akan membantu Derrell dari belakang saja.
Mereka berenam menemui penanggung jawab tempat pengungsian. "Kalian sudah datang silahkan masuk" ucap ketua penanggung jawab di tempat pengungsian itu dia mempersilahkan Derrell dan yang lainnya.
"Baik terima kasih banyak pak"
Mereka semua menggunakan topeng, kecuali Derrell, saat ini mereka tidak bisa membongkar identitas siapa sebenarnya mereka di depan umum.
Derrell dan yang lainnya duduk di kuris yang sudah disiapkan disana. "Saya mau menginformasikan jika para pengungsi sudah bisa kembali ke kota X, kota kita sekarang sudah aman, aku yang akan menjamin jika kota X sudah aman dari kekacauan" ucap Derrell dengan yakin.
"Baiklah pak, kalau begitu tolong kumpulkan para pengungsi kita akan segera meninggalkan tempat ini, kami sudah membawa puluhan bis untuk mengantar kalian semua pulang ke tempat masing-masing" ucap Derrell lagi.
__ADS_1
"Baik akan segera dilaksanakan" ketua penanggung jawab itu segera membagi tugas pada penanggung jawab lainnya untuk memberitahukan semua para pengungsi jika mereka akan segera pulang ke rumah masing-masing.
Mereka sudah mulai memberitahu pada para pengungsi, kebetulan sekali ibu penanggung jawab tadi bertemu dengan kedua bapak-bapak yang sedang mengobrol saat makan siang.
"Kalian berdua aku ada informasi menyenangkan, hari ini kita sudah bisa pulang ke rumah masing-masing" ucap ibu itu dengan perasaan senang.
"Syukurlah, ayo kita berkemas" ajak temannya, mereka semua yang sudah tau informasinya segera berkemas masing-masing. Perasaan senang dan syukur tertanam di dalam hati para masyarakat kota X.
"Tidak ku sangka aku bisa mencapai titik ini, padahal dulunya aku hanya seorang ob, dan sekarang aku bisa menjadi orang nomor satu di kota ini" batin Derrell sambil melihat-lihat mereka yang sedang membereskan barang.
"Tak pernah terbesit sedikitpun di dalam diriku, aku akan menjadi pemimpin kota X ini, tapi sekarang semaunya berbeda. Aku harus bisa menjadi pemimpin yang adil untuk masyarakat kota X" molong Derrell lagi.
Sekitar 3 jam kemudian semuanya sudah menenteng barang mereka masing-masing. Dengan teratur mereka masuk ke dalam bis yang mengantar ke daerah mereka masing-masing.
Statu mereka sudah lengkap, bahkan tempat tinggal mereka juga sangat detail. Setiap satu bis maka satu kampung orang-orang yang ada di dalamnya.
"Sudah semua?" tanya Derrell memastikan sebelum mereka benar-benar meninggalkan tempat pengungsian.
Ketua penanggung jawab itu bertanya pada satu persatu anak buahnya apakah masih ada yang tertinggal atau tidak.
Setelah mendapatkan jawaban yang memuaskan dari seluruh rekannya ketua penanggung jawab itu kembali ke tempatnya semula.
"Semuanya sudah lengkap" ketua penanggung jawab memberikan informasi pada Derrell.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang" instruksi Derrell.
Satu persatu bis keluar dari lapangan yang tersedia di tempat pengungsian menuju rumah masing-masing para masyarakat kota X.
__ADS_1
"Semoga ini awal yang baik" ucap Derrell sambil menatap kepergian para bis-bis itu bersama para teman-temannya.
Lalu mereka masuk ke dalam car superstar untuk mengiringi bis-bis tadi, mereka harus memastikan jika bis-bis itu selamat sampai tujuan.