Magic System

Magic System
Rahasia donatur


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Ajo tersenyum cerah setelah dirinya keluar dari ruang tes karyawan baru car group. "Akhirnya gue kagak jadi pengangguran lagi"


Ajo terus tersenyum sepanjang jalan menuju ruang Derrell yang sudah diberitahu sebelumnya, karena Derrell sebagai ketua keamanan maka dia yang akan menguji coba satu persatu peserta baru di divisinya.


Beberapa karyawan car group mengerutkan dahi mereka saat melihat Ajo tersenyum-senyum sendiri seperti orang gila. "Hai, boleh bertanya? ruangan pak Derrell ada dilantai berapa ya" ucap Ajo pada seseorang yang kebetulan lewat di sebelahnya.


Merasa diajak bicara orang itu pun menoleh pada Ajo. "Ka-" ucap Dul terhenti saat melihat Ajo mengisyaratkan tutup mulut.


"Pura-pura belum kenal aja, bisa bahaya gue kalau lo buka rahasia disini" ucap Ajo pelan, dia berani bersuara karena sudah memastikan tempat sekitarnya dan Dul aman.


Dul mengangguk mengerti. "Anda mencari ruangan pak Derrell?" tanya Dul mengulang ucapan Ajo.


"Benar"


"Kebetulan sekali kalau begitu mari ikut saya, saya juga akan ke ruangan pak Derrell"


Ajo merasa bersyukur karena yang dia temui Dul, bukan orang lain. "Maaf pak jika tidak sopan apa saya boleh tahu nama bapak?"


Ajo bisa melihat posisi saat ini banyak orang yang sedang memandangi dirinya dengan aneh saat menuju lantai dimana ruangan Derrell berada. "Saya Dul"


"Kalau anda sendiri siapa namanya?" 


Dul harus bisa mengikuti akting yang dibuat Ajo secara tiba-tiba ini. "Saya Natha pak" jawab Ajo dengan yakin.


Dul melirik sekilas pada Ajo, jika boleh jujur saat ini Dul sedang menahan tawanya mendengar Ajo memperkenalkan diri. "Baiklah pak Natha apakah anda karyawan baru?"


"Anda benar sekali pak Dul"


"Jadi di divisi mana kamu melamar pekerjaan di car group ini?" Dul bertanya sambil memencet tombol lift menuju ruangan Derrell.


"Divisi keamanan bawah" 


"Kau ada nyali rupanya"


"Tentu saja Dul, jangan panggil aku Jo kalau tidak memiliki nyali yang besar"


"Ya sombongkan saja dirimu"

__ADS_1


Keduanya tertawa bersama bertepatan saat lift terbuka, saat di lift tadi mereka hanya berdua jadi bisa santai saya.


Siapa sangka di luar lift ada beberapa karyawan yang menatap mereka dengan heran. "Anak baru pak Dul?" tunjuk salah satu karyawan cewek yang hendak masuk ke dalam lift yang direspon secara anggukan oleh Ajo dan Dul barusan. Gadis itu bersama kedua karyawan perempuan dan tiga karyawan laki-laki, sedangkan yang satu lagi seorang wanita paruh baya.  


"Benar bu kalau begitu kami duluan, mari" ucap Dul tersenyum pada mereka semua sambil menganggukan kepala satu kali, Ajo melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Dul.


Sama halnya dengan orang-orang yang tadi menyapa Dul mereka mengangguk sambil tersenyum. "Pak Dul apakah masih lama kita sampai di ruangan pak Derrell?"


Ajo sudah mulai sedikit lelah karena mereka tak kunjung sampai di ruang Derrell.


"Sebentar lagi, jangan banyak mengeluh"


"Ya, baiklah terserah pak Dul saja" dengus Ajo yang sudah mulai kesal.


"Andai ini bukan di car group sudah dipastikan aku akan membalasnya habis-habisan" batin Ajo yang masih merasa jengkel pada Dul.


12 menit kemudian akhirnya mereka sampai di depan ruangan Derrell. 


Tok


Tok


"Nape?"


"Ngapain pake diketuk segala pintunya kan udah ada system"


Dul menoleh pada Ajo yang berdiri tepat di sebelahnya. "Khusus di ruangan pak Derrell tidak ada sistem yang dibuat, ini semua atas permintaan pak Derrell sendiri, jadi jangan banyak tanya lagi" jelas Dul.


Dul merasa kepalanya sedikit pusing karena sedari tadi saat dirinya dan Ajo menuju ruangan Derrell, Ajo terus bertanya hal yang tidak penting sama sekali pada Dul. 


"Masuk"


Karena sudah diizinkan oleh pemilik ruangan tersebut maka Ajo dan Dul segera masuk ke ruangan Derrell.


"Permisi pak" sapa Ajo duluan.


"Hmmm" Derrell sama sekali tak menoleh pada sumber suara dia tetap fokus pada laptopnya, sepertinya Derrell sedang mengerjakan hal penting sampai sepokus itu. 


"Anj***r, sok sibuk nih orang" 

__ADS_1


Derrell segera menoleh ke sumber suara ingin melihat siapa orang tidak sopan sama sekali, sementara itu dengan secepat kilat Dul membungkam mulut Ajo.


Derrell mengangkat sebelah alisnya saat melihat Dul dan Ajo sudah berada di ruangan nya. "Ngapain?"


Spontan Dul langsung menarik tangan kala mendengar pertanyaan dari mulut Derrell. "Menurut lo"


"Menurut lo" ucap Ajo dan Dul kompak.


***


"Yee! akhirnya bisa pulang, terima kasih banyak bapak datar" Amira sangat senang kala Zegra memperbolehkan dirinya pulang ke utara kota X tempat Amira yang sebenarnya.


Kini utara kota X sudah diperbaiki dan bisa kembali seperti semula, tapi tetap saja ada beberapa bagian yang tidak bisa dibuat persis seperti pertamanya, ada perubahan yang sedikit dilakukan.


Setelah kejadian ledakan di utara kota X semua orang bergotong royong memperbaiki kota X. Ada beberapa donatur yang menyumbangkan dana besar pada kota X termasuk Derrell.


Akan tetapi nama Derrell sangat dirahasiakan, tidak ada yang tahu siapa donatur nomor satu yang membantu kota X. Padahal dia adalah Derrell.


Tentu saja Derrell menyembunyikan identitasnya jika tidak bisa jadi rebutan orang banyak dia, apalagi kalau mereka tahu bahwa Derrell tidak memiliki kedua orang tua lagi. Semua yang Derrell lakukan pasti ada campur tangan magic system pastinya.


Sistem ajaib yang menurut Derrell sebuah keberuntungan mendapatkan sistem tersebut, apalagi dia sudah mencapai level 7-8 yang artinya hadiah-hadiah yang Derrell dapatkan lebih fantastis lagi dari sebelumnya.


Zegra hanya bisa menggelengkan kepala melihat tingkah Amira, gadi itu walaupun terlihat dewasa secara pemikiran tapi jika sendiri atau dengan orang yang sudah membuatnya nyaman maka akan keluar tingkah kekanak-kanakannya. 


"Hei gadis kucing ingat hati-hati"


"Siap bapak datar, satu lagi sebelum aku pergi anda jangan khawatir aku akan selalu kembali ke rumah serba lengkap ini, boleh kan?"


"Terserah kau saja gadis kucing, setidaknya makanan yang ada di rumahku tidak akan habis jika kau saja yang memakannya walaupun setiap hari" ucap Zegra dengan tampang datarnya.


"Yess! Terima kasih banyak bapak datar anda memang baik"


"Kalau begitu mari bapak datar, dan bapak tegas anda akan mengantar saya bukan?" kini Amira beralih pada Titan yang sedari tadi setia berdiri di samping Zegra tanpa bersuara.


"Iya nona Amira" 


"Saya jadi terharu, saya seperti memiliki ayah dan papa kembali, yah walaupun keduanya orang yang datar dan tegas" gumun Amira pelan, senyum diwajahnya kini mengembang.


"Mari nona Amira" ajak Titan yang sudah jalan lebih dulu dari pada Amira.

__ADS_1


Serius kagak ada semangat buat nulis rasanya males. Tapi makasih banyak buat kalian yang udah mau mampir di magic system🤗


__ADS_2