
Bismillahirohmanirohim.
"Kenapa malam begitu cepat padahal baru saja jam 7.00 malam, tapi kenapa sekarang sudah jam 1:00 malam saja hanya dalam waktu 5 menit, jam dan malam berbuah waktu dengan begitu cepat" ucap seorang gadis.
Gadis itu terus mengamati suasana malam dari jendela kamarnya, ternyata dia menyadari jika malam ini lebih cepat dari malam-malam sebelumnya bahkan lebih cepat dari perkiraan orang-orang.
"Ada apa sebenarnya" ucap gadis itu lagi, kemudian dia berjalan menuju meja di kamar tempatnya tinggal tersebut.
Gadis itu membuka laptop yang ada di depannya untuk mencari apa penyebab malam yang begitu amat sangat cepat.
"Mari kita cari, malam ini sungguh aneh dan mencurigakan" jari-jari gadis itu sudah mulai bergerak lincah di atas keyboard laptopnya.
'Apa penyebab malam yang begitu cepat' seperti ini lah kira-kira tulisan yang gadis itu ketik di keyboard laptopnya. Setelah selesai beberapa tulisan muncul di dalam laptop nya. Akan tetapi semua jawaban yang dia cari tidak membuahkan hasil. Hanya ada tulisan yang muncul di laptopnya malah sebuah pertanyaan-pertanyaan yang tidak dibutuhkan contohnya seperti. 'Bagaimana caranya untuk tidur lebih cepat di malam hari' dan banyak lagi.
"Kenapa jawabnya tidak sesuai dengan pertanyaannya" gumun gadis itu.
Dia yang tidak menemukan jawabannya hanya menghela nafas kasar padahal dirinya penasaran sekali apa sebab malam ini begitu cepat.
"Miau….miau…..miau" suara lembut dari kucingnya membuat gadis tersebut yang tadinya bete kini menjadi tersenyum. Gadis itu mendekati kucingnya lalu membawa kucing tersebut ke dalam gendongannya.
"Muer kenapa jam segini kamu belum tidur" ucap gadis tersebut dengan lembut pada kucingnya. Ya gadis yang sedari tadi penasaran akan suasana malam yang lebih cepat adalah Amira.
"Miau…..miau…miau…." sepertinya Muer mengerti apa yang Amira katakan.
"Apakah kamu merasakan juga malam ini lebih cepat dari malam-malam sebelumnya Muer" Amira bertanya sambil menatap kucing cantik warna abu-abunya.
"Miau….miau…miau" lagi-lagi Muer bersuara membuat dirinya lebih yakin jika apa yang dia rasakan tidaklah salah.
"Aku sudah mencari penyebab malam ini yang begitu cepat, akan tetapi aku tidak bisa menemukan jawabannya" ucap Amira lagi, kali ini dia sambil menurunkan Muer dari gendongannya.
__ADS_1
"Aku harus mencari tahunya" batin Amira.
Amira jongkok di hadapan Muer. "Muer aku janji jika sudah boleh keluar dari rumah ini, aku akan mencari penyebab malam ini, tapi aku tidak tahu kapan, soalnya bapak datar itu belum memperbolehkan aku keluar dari rumah ini" Amira merasa bete sendiri, dia merasa menjadi tawanan Zegra.
"Sudahlah lebih baik aku tidur saja, tiba-tiba aku sangat mengantuk" Amira segera menutup mulutnya ketika menguap. Dia pernah mendengar jika ada orang menguap maka setan menertawakan orang tersebut jika menguapnya tidak ditahan seharusnya sebisa mungkin orang tersebut menahan nguapnya, setidaknya dengan cepat-cepat dia menutup mulutnya ketika sedang menguap.
Setelah membaca doa Amira sudah tertidur dengan pulas, mungkin ini efek dari dirinya yang terlalu banyak berpikir.
***
Masih ditempat yang sama Derrell tengah berusaha membangunkan kakek Harto dan yang lainnya. "Kenapa mereka susah sekali dibangunkan" keluh Derrell.
"Magic system kau menipuku, kenapa mereka tak kunjung bangung" dengus Derrell kesal.
"Maaf king mungkin karena mereka terlalu banyak terkena sinar pergantian, jadi membuat mereka tertidur lebih pulas dari yang dibayangkan" Derrell berdecak sebal mendengar penjelasan yang diberikan oleh magic system pada dirinya.
"Kalau begitu kau bangunkan mereka, jangan membuatku kesal sistem gila" maki Derrell pada sistem ajaib itu. Entahlah kadang Derrell dan magic system seperti kucing dan tikus.
Terlihat Ajo yang lebih dulu bangung dari pada kakek Harto dan pak Arton. "Kenapa berisik sekali" oceh Ajo sambil membuka matanya.
Ajo melebarkan kedua bola matanya kala melihat Derrell berdiri tepat di depannya. "Lo, lo Derrell atau hantu" ucap Ajo dengan takut tau saja kalau nyawnaya belum kumpul.
"Menurut lo!" sahut Derrell dengan santai.
"Hantu" jawab Ajo dengan reflek.
"Sialan lo ya Jo" Derrell memukul kepala Ajo agar orang itu cepat terkumpul nyawanya.
"Au" ringis Ajo sambil mengelus kepalanya. "Perasaan dari tadi kepala gue dipukul mulu" ucap Ajo tidak terima dia sedang mengelus-elus kepalanya yang dipukul Derrell dengan sedikit kuat.
__ADS_1
"Itu derita lo" sahut Derrell enteng.
Kakek Harto dan pak Arton ikut terbangung entah karena suara berisik dari Ajo juga Derrell atau dari suara yang dikeluarkan oleh magic system.
"Karena sudah bangun semua ayo tidur di kosan saya saja, jangan tidur disini" ajak Derrell sambil menatap mereka satu persatu.
"Kamu benar nak Derrell kapan bisa disini?" tanya kakek Harto dengan suara paruh khas orang bangung tidur.
Derrell mendekat pada kakek Harto dan pak Arton untuk menyalami keduanya. "Iya kek saya Derrell, kebetulan saya lewat sini kek dan melihat ada orang yang tidur di pos. Lalu kenapa kalian bisa tertidur disini?" tanya Derrell pura-pura tidak tahu apa-apa.
"Kita nungguin lo sampe 5 jam lebih ya jadi wajar kalau kita ketiduran" sahut Ajo ketus.
"Lah kok marah" kata Derrell diikuti gelak tawa oleh kakek Harto juga pak Arton.
"Nak Derrell jadi ngajak kita ke kosan nak Derrell" kini pak Arton juga bersuara.
Setelah itu mereka semua berjalan menuju kosan Derrell, beruntungnya kosan Derrell sudah direnovasi menjadi lebih besar dari sebelumnya.
Uang dari mana? gaji sebagai ob di car group memang cukup untuk merenapo kosan di tahun 2039 jawabannya tentu saja tidak, karena hanya merenovasi saja butuh biaya lebih dari 50 juta. Tentu saja uang yang Derrell gunakan dari hasil dia menjalankan misi yang diberikan oleh magic system.
Sebelum merenovasi kosaannya Derrell memang sudah membeli kosan tersebut pada sang pemilik kosan harganya tentu saja tidak murah di tahun 2039 mana ada kosan dijual dengan harga murah. Bahkan kosan yang Derrell tinggali saat ini adalah kosan paling murah di kota X dan seluruh dunia.
Sampai di rumah Derrell mereka semua langsung Derrell suruh untuk beristirahat kembali. "Nak Derrell kamar mandi dimana?" tanya pak Arton yang sedari tadi menahan sakit perutnya.
"Ada disebelah kiri paling pojok pak" sahut Derrell.
"Mau saya temani tidak pak Arton" ucap Ajo sedikit berteriak.
"Dikira saya anak kecil ya" gumun pak Arton tidak terima tapi kakek Harto yang ada di sebelahnya mendengar apa yang dikatakan pak Arton.
__ADS_1
"Benar tidak mau ditemani nak Arton?" kakek Harto ikut menggoda pak Arton.
"Tidak!" pak Arton langsung menuju kamar mandi yang Derrell maksud tadi.