
Bismillahirohmanirohim.
Jaka yang merasa jika istirahat mereka sudah cukup segera memerintahkan beberapa anak buahnya untuk mengecek apakah masih ada musuhnya yang masih belum mereka habisi.
Kalau masih ada maka Jaka akan membereskan mereka terlebih dahulu sebelum Jaka memerintahkan anak buahnya untuk pergi mencari Amira si gadis mata-mata.
Jaka yang sudah tahu keberadaan Amira dari beberapa jam lalu seakan mendapatkan hadia yang tak terduga. Jangan salah tapi ya Jaka tak pernah tahu hal apa yang menunggunya di depan sana, akan kah kemenangan atau malah kekalahan yang akan dia dapat.
"Lapor bos semua tempat yang sudah kita rencanakan untuk mengacaukan tempat-tempat itu sudah kita datangi semua" lapor salah satu anak buah Jaka.
"Bagus, kita menunggu laporan dari seorang lagi setelah itu kita berangkat ke tempat terakhir kita. Dimana tempat itu adalah tujuan utamaku"
"Baik bos"
Setelah kepergian orang tadi kini Jaka berkeliling sebentar untuk melihat semua anak buahnya yang sedang bersiap untuk menuju tempat keberadaan Amira.
"Bagaimana Max apakah mereka semua sudah siap?" tanya Jaka memastikan. Kebetulan sekali Max sendang mengarahkan para anak buah Jaka itu.
"Bos, sepertinya sudah, mereka semua siap kapanpun untuk melakukan perintah dari anda bos" jawab Max dengan mantap.
"Kerja bagus Max, teruskan aku tinggal dulu jika sudah beres pergilah ke tempat istirahatku ada yang harus aku diskusikan denganmu terlebih dahulu" pesan Jaka pada Max.
"Baik bos"
Bertepatan saat Jaka sudah berada di tempat istirahatnya ada seorang anak buah yang masuk ingin memberikan kabar hasil dari mata-mata mereka.
"Katakan" ucap Jaka tanpa mendengar penjelasan dari anak buahnya yang untuk apa datang ke tempat istirahatnya.
"Sama bos semuanya sudah beres dan kita juga sudah bisa melanjutkan perjalanan"
"Kamu boleh kembali, panggilkan Max untuk ke sini sebentar" suruh Jaka.
"Siap bos"
Tak lama kemudian Max datang atas permintaan Jaka. "Ada apa bos?"
__ADS_1
"Perintahkan semua anak buah kita untuk bergerak sekarang juga, aku tidak menerima penolakan atau segala macamnya" terang Jaka.
"Segera dilaksanakan perintah dari bos" Max meyakinkan Jaka.
Mereka semua pergi menuju lokasi yang menunjukkan keberadaan Amira. Dimana lokasi itu menunjukan keberadaan Amira yang ada di hutan pelosok kota X. Dimana lagi kalau bukan di rumah Zegra.
Bukan waktu yang sebentar untuk mencapai hutan pelosok kota X, karena hutan itu bukan hutan sembarangan. Orang yang masuk hutan itu fisiknya bisa lemah seketika jika tidak bisa mengontrol energi yang menyerang tubuh mereka.
"Ini perasaan aku saja atau bagaimana kemana semua masyarakat kota X ini. Kenapa kota ini seperti menjadi kota mati sekarang"
"Tidak ada tanda-tanda kehidupan orang di dalamnya. Jadi kemana semua orang bukankah saat kita melakukan penyerangan di musuh pertama bos Jaka, para masyarakat kota X masih sibuk dengan kegiatan mereka sendiri-sendiri" ucap salah satu tangan kanan Jaka yang menyadari jika saat ini kota X sudah tak berpenghuni.
"Mungkin mereka tahu jika akan ada peperangan yang terjadi di kota X" sahut salah satunya lagi.
"Sudah sekarang yang seharusnya kita pikirkan adalah bagaimana caranya agar kita bisa melewati hutan pelosok itu tanpa tenaga kita dikuras habis oleh energi negatif yang ada di hutan itu" sambung Max yang berada di sebelah dua orang tadi.
"Kamu benar juga Max" Max tidak satu mobil dengan Jaka karena ini adalah salah satu rencana Max yang tidak Jaka ketahui.
***
Ting…..
Setelah merasa aman Derrell segera membuka aplikasi magic system. "Para pengacau itu sudah sampai di hutan pelosok kota X" suara dari magic system membuat Derrell bingung entah dia harus apa saat ini.
"Apakah mereka ramai sekali?" Derrell bertanya hanya untuk memastikan saja.
"Jumlah mereka lebih dari 1000 orang dan salah satu dari mereka adalah orang suruhan bos Zegra untuk memata-matai mereka semua" jelas magic system.
"Lalu bagaimana kami mengalahkan orang yang berjumlah 1000 orang itu sedangkan kami hanya bersepuluh saja"
"Untuk masalah ini magic system bisa membantu, tapi sepertinya keberuntungan memihak pada kalian hari ini. Dimana hutan pelosok akan menyerap tenaga seseorang"
"Jadi artinya walaupun mereka berjumlah 1000 tapi tenaga mereka tidak seberapa ada kemungkinan untuk kalian menang" terang magic system pada Derrell.
"Aku percayakan semuanya padamu sistem gila"
__ADS_1
Setelah selesai mendengarkan informasi yang diberikan oleh magic system Derrell kembali ke tempatnya semula. "Dari mana Rel?" tanya Dul saat melihat Derrell sudah kembali berdiri di sebelahnya.
"Biasa urusan bentar" sahutnya dengan enteng.
Saat mereka sedang berjaga tiba-tiba tempat yang mereka injak bergerak sedikit kencang walaupun hanya satu kali gerakan.
"Apa yang terjadi" ucap merek yang tidak tahu apa-apa dengan panik.
"Ini adalah pergerakan dari hutan pelosokan dimana jika ada orang yang masuk hutan pelosok dengan jumlah yang besar makan hutan pelosok akan kalah dan orang-orang itu bisa masuk dengan leluasa"
"Lalu apakah energi mereka berkurang, setelah masuk kehutan pelosok dengan selamat?" tanya Derrell penasaran. Karena sebelumnya dia sudah mendapat informasi dari magic system. Tapi informasi itu tidak terlalu detail, jadi tidak sesuai dengan informasi yang dia dapat disini.
"Tentu tidak! bahkan hal semacam ini malah bisa lebih meningkatkan energi mereka. Semoga kita bisa selamat dari mara bahaya ini" ujar Titan.
"Lalu apa rencana anda pak Zegra dan kakek Harto?" tanya Ajo.
"Kenapa bertanya pada saya kalian yang andak muda tentu saja yang harus memikirkan hal ini" sahut Zegra dengan enteng.
"Dulu kau selalu mengayomi masyarakat mu kenapa sekarang kau malah menjadikan kami para anak muda sebagai tumbal untuk mencegah para musuh" dengus Fian dengan lesu.
"Itu sudah menjadi derita kalian para anak muda" ujar pak Arton.
"Sudah jangan ribut lagi aku sudah membuat rencana untuk menahan mereka jangan dulu masuk ke dalam sini" suara Derrell membuat mereka semua menoleh pada Derrell yang berdiri diantara Dul dan Amira.
"Apa rencanamu?" pertanyaan Amira mewakili mereka semua yang penasaran dengan rencana yang sudah Derrell buat.
"Kita akan menghadang mereka terlebih dahulu, buat mereka agar lebih lama berada di dalam hutan pelosok, jika mereka berada lebih lama di dalam sana dan kapasitas energi mereka semakin besar otomatis akan melemah karena tidak kuatnya tubuh menopang energi yang mereka serap" ujar Derrell.
"Caranya?" tanya Ajo.
"Aku sudah melakukannya dengan bantuan sistem yang aku punya" ucap Derrell dengan enteng.
"Tapi apakah sistem itu mampu menampung mereka dengan jumlah besar?"
"Tenang saja bahkan lebih dari 1000 ribu juga sistem yang aku punya masih kuat" tentu saja Zegra tahu yang dimaksud oleh Derrell adalah magic system.
__ADS_1