
Bismillahirohmanirohim.
Dur…dur..dur…
Sebuah ledakan yang terdengar sangat dahsyat di utara kota X, hampir menghancurkan semua yang ada di untar kota X itu. Ledakan tersebut bahkan berdampak sangat besar sekali. Entah siapa yang tega meledakan daerah emas yang dimiliki kota X.
"Bagaimana?" tanya Jefri pada salah satu anak buah ayahnya itu.
Seorang laki-laki seumuran dengan Jefri menoleh pada Jefri yang sedang bertanya pada dirinya. "Maaf tuan muda, gadis mata-mata itu tidak ditemukan disini" ucapnya dengan ragu.
Mendengar jawaban dari orang di depannya membuat darah Jefri terasa mendidih, rahangnya mengeras dengan sempurna. Rasanya Jefri ingin meledakan amarahnya sekarang juga, ingin dia menghabisi semua orang yang berada di depanya ini.
"Apa! bagaimana bisa, kita hampir menghancurkan kota utara ini, tapi apa yang kita cari tidak didapatkan, apa yang kalian kerjakan semuanya tidak becus! Kalian semua sungguh tidak berguna " maki Jefri, kini dirinya sudah diluar kendali emosi lebih mengawasi dirinya. Baru kali ini anak dari Jaka itu marah besar. Biasanya dia akan selalu bersabar dengan semua yang dia lalui.
"Maafkan kami tuan muda Jefri" ucap orang yang masih setia berdiri di depannya lagi.
"Lupakan sekarang bereskan semuanya, ingat jangan sampai ada yang tahu jika ini perbuatan kita" sepertinya emosi Jefri sudah mulai luluh.
"Baik tuan muda" ucap laki-laki seumuran Jefri itu setelahnya dia pergi dari hadapan Jefri.
"Gadis itu benar-benar pintar, sembunyi dimana dia selama ini" gumun Jefri, dia memijit pelipisnya yang terasa pusing.
Jika ayahnya tahu kali ini tugas yang dia lakukan kembali gagal makan ayahnya itu akan kembali mengamuk.
Tanpa disadari seorang menatap nanar utara kota X melalui laptop super canggihnya.
"Titan" panggil Zegra pada tangan kanannya itu, Ya orang itu adalah Zegra, pemilik laptop tercanggih satu-satunya di tahun 2029.
Titan yang ada di dekat Zegra langsung menyahuti sang atasan. "Iya tuan" jawabnya tegas.
__ADS_1
"Bereskan semuanya, pastikan tidak ada korban jiwa dalam ledakan yang mereka lakukan, jika aku tahu ada korban jiwa dalam ledakan ini aku tidak akan memaafkan mereka"
Titan dapat merasakan aura kemarahan yang sangat besar dari suara Zegra, Titan tahu bos nya itu pasti marah besar jika tahu kota X dihancurkan oleh orang kota itu sendiri.
"Baik tuan"
"Satu lagi Titan, pastikan gadis kucing itu tidak akan tahu berita ledakan yang sangat besar terjadi di utara kota X" tambah Zegra lagi.
Zegra tidak ingin jika Amira tahu apa yang terjadi di kampung kelahirannya itu, maka akan dipastikan Amira secara diam-diam akan pergi ke utara kota X, sedangkan ledakan yang terjadi barusan memang untuk memancing Amira.
"Baik tuan, akan dipastikan nona Amira tidak akan mengetahui hal ini sama sekali" Titan menjawab dengan yakin.
"Baguslah, aku harap Derrell cepat bertindak mengenai hal ini" ucap Zegra setelahnya
Berita terjadinya ledakan yang sangat dahsyat di utara kota X itu sudah menyebar luas secara cepat diseluruh kota X bahkan sampai kota sebelah pula.
"Apa ini" bingung kakek Harto dia baru selesai membuatkan Ajo identitas palsu. Tapi saat ingin clos dari laptop Derrell ada sebuah iklan yang membuat kakek Harto penasaran. Tanpa ba bi bu lagi kakek Harto langsung membuka iklan tersebut.
Kakek Harto tidak menjawab pertanyaan kedua anak muda itu, namamu dia memutar laptop Derrell jadi menghadap Ajo juga Derrell.
Di dalam laptop itu terlihat Nani reporter dari grand media sendang menyampaikan apa yang terjadi. "Belum diketahui apa penyebab ledakan yang terjadi di utara kota X, para aparat berwajib sedang menyelidiki kasus ini, mereka juga akan mencari apa motif orang-orang itu melakukan ledakan yang sangat dahsyat di utara kota X kita ini" suara Nani membuat semua orang yang sedang menonton video itu merasa iba pada seluruh orang yang tinggal di utara kota X. Juga merasa kota mereka saat ini sudah tidak aman lagi.
Ting…
Derrell yang mendapat notifikasi dari magic system langsung mengecek hp nya.
"Harap king Derrell segera membereskan kekacauan ini, jika tidak kekacauan yang terjadi di utara kota X akan terjadi lagi di bagian yang lainnya"
"Pelaku yang meledakan utara kota X adalah orang yang sedang mencari keberadaan nona Amira" Derrell terbelalak membaca informasi dari magic system.
__ADS_1
"Bagaimana ini semua bisa terjadi" Derrell merasa dirinya kurang memperhatikan beberapa hal yang terjadi di kota X sudah hampir dua minggu ini.
"King Derrell harus segera berangkat dan membereskan kekacauan ini, pastikan juga nona Amira tidak tahu akan hal ini" Derrell menghela nafas panjang, belum usai pekerjaan yang sebelumnya kini dia mendapatkan misi baru lagi dari magic system.
"Aku akan lakukan"
"Magic system akan membantu"
Ajo dan kakek Harto sedari tadi memperhatikan Derrell, kala dia membuka hp nya muka Derrell terlihat sangat kesal. "Ada yang bisa gue bantu men?" tawar Ajo.
"Sepertinya kita harus membereskan kekacauan itu" ucap Derrell pada kakek Harto dan Ajo.
"Ngapain ini bukan tugas kita" sahut Ajo enteng.
"Memang bukan tugas kita nak Ajo, tapi pemerintah tidak pernah akan turun tangan akan hal ini. Kamu ingat kasus yang terjadi di panti asuhan dharma beberapa bulan yang lalu apakah pemerintah turun tangan untuk mengatasi itu semua? bahkan tidak sama sekali mereka seakan tutup mata" sela kakek Harto sebelum Derrell menjawab Ajo.
Baru keluar dari lapas bukan berarti kakek Harto tidak tahu apa yang terjadi. Dia tahu banyak hal yang terjadi di kota X ini.
"Terus kita harus gimana dulu" akhirnya Ajo pasrah ikut Derrell dan kakek Harto untuk membersihkan kekacauan yang terjadi di utara kota X.
"Sini" kakek Harto dan Ajo pendekatan kuping mereka pada Derrell, lalu Derrell membisikkan rencananya pada dua orang yang berbeda usianya itu.
"Bagaimana?" tanay Derrell setelah memberi tau usulnya pada kakek Harto dan Ajo.
"Lumayan juga" sahut Ajo sedangkan kakek Harto mengangguk tanda setuju dengan usulan Derrell.
Masih ditempat yang sama Jefri dan anak buah ayah sudah menghapus jejak mereka tentang ledakan yang terjadi di utara kota X.
"Semoga tidak ada yang tahu jika kita pelukan dari ledakan yang terjadi hari ini, dan pastikan ayah mengira jika kita sudah mendapatkan gadis mata-mata itu" ucap Jefri dingin pada mereka semua.
__ADS_1
"Baik tuan muda" jawab mereka yang ada di sisi Jefri dengan serempak.