Magic System

Magic System
Identitas palsu


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Tiga hari setelah pertemuan yang tidak disengaja antara Amira dan Derrell, kini Amira masih mencari tahu aplikasi apa yang ada di dalam hp milik Derrell itu. Aplikasi yang baru pertama kali Amira lihat, itu saja hanya ada di dalam hp Derrell.


Terlihat Amira sedang fokus pada layar laptopnya, sudah tiga hari ini dia mencari tentang aplikasi itu tapi tak kunjung dia mendapatkan informasi apa-apa tentang aplikasi yang tidak sengaja dia lihat di hp milik Derrell. 


"Huh, susah sekali mencari informasi tentang aplikasi itu, bahkan sudah tiga hari aku tak kunjung mendapatkan titik terang" keluh Amira.


"Sebentar" ucapnya lagi pada diri sendiri. "Bukankah saat itu hp Derrell mengeluarkan seperti sinar cahaya emas dengan kilat cepat , sama seperti sinar saat malam itu" pikir Amira.


Dia masih termenung untuk memutar logikanya tentang aplikasi yang Derrell miliki. 


"Benar juga, apa jangan-jangan aplikasi itu ada sangkutannya dengan malam itu" Amira bingung sendiri.


"Jika dugaan ku benar maka apa motif Derrell membuat malam begitu cepat, apakah dia dalang dibalik semua kekacauan yang terjadi di kota X, tapi sepertinya tidak mungkin untuk apa Derrell melakukan itu semua" Amira mulai bergelut dalam pikirannya sendiri.


"Sepertinya aku harus memata-matai orang itu mulai sekarang, dan mulai mencari tahu tentang aplikasi anah itu" putus Amira.


"Miau…miau…miau" Amira menyudahi kegiatannya kala mendengar suara Muer kucing yang sangat dia sayangi. Menurut Amira suara kucingnya itu adalah salah satu obat jenuh bagi dirinya.


"Muer jangan berisik oke! soalnya nanti kalau bapak-bapak datar itu dengar kita akan mendapatkan hukuman lagi" Amira mengelus kepala kucingnya dengan sayang. 


Beberapa hari yang lalu Amira memang mendapatkan hukuman dari Zegra. Dia tidak boleh pergi kemanapun hari itu, Amira hanya boleh berada di dalam kamarnya.


"Miau….miau…miau…" sepertinya Muer mengerti apa yang Amira katakan.


"Kucing pintar"


Amira berjalan ke arah kasur yang ada di kamarnya itu, kamar yang sudah disiapkan oleh Zegra, Amira sendiri tidak tahu kenapa Zegra menolongnya, bahkan dirinya diperlakukan seperti tamu terhormat, bagi Amira ini semua terlalu berlebihan. 

__ADS_1


Tapi Amira tidak tahu kenapa dirinya tidak bisa membantah Zegra sama sekali, seakan yang Zegra katakan adalah sesuatu yang memang harus Amira kerjakan.


Amira sangat percaya jika Zegra dan Titan orang baik, karena Amira tidak pernah melihat Zegra dan Titan berbuat jahat, sebenarnya Amira juga diam-diam sudah memata-matai Zegra dan juga Titan terlebih dahulu sebelum percaya pada mereka berdua.


Tapi hasil dari mata-matanya yang dia dapat hanyalah tentang Zegra dan Titan orang baik selebihnya tidak ada lagi, bahkan tentang diri mereka Amira tidak dapat menemukannya. 


"Besok kita kerja lagi Muer sekarang lebih baik istirahat dulu karena hari semakin malam" seperti biasa Amira selalu tidur dijam yang sudah dia atur untuk dirinya sendiri.


Amira tidak pernah tidur diatas jam 12 malam jika dia tidak memiliki misi penting yang harus dia lakukan.


***


Derrell merasa dirinya sedikit aman kala magic system memberitahunya jika orang yang mengetahuinya dirinya memiliki magic system adalah orang yang baik.


Mengetahui hal ini Derrell merasa diuntungkan, karena tidak akan berbahaya pada dirinya, tapi tetap saja Derrell harus terus menjaga Amira, karena sebenarnya Amir masih menjadi incaran ayah Jefri.


Saat ini Derrell tengah bersama kakek Horto dan Ajo di ruang santai, sedangkan pak Arton sudah berpamitan pergi entah kemana, karena pak Arton memiliki sebuah misi yang harus segera dia selesaikan.


"Rel, maaf ya udah selalu numpang di rumah lo, rasanya gue pengen balik lagi ke lapas kalau kayak gini" keluh Ajo.


Derrell menepuk pundak Ajo pelan. "Cari kerja makanya Jo" ucap Derrell enteng.


"Yah gimana mau cari kerja kalau gue seorang mantan pembunuh bayaran yang sangat terkenal. Kalau mereka tau keberadaan gue auto abis dah gue" dengus Ajo sinis pada Derrell.


Kakek Harto hanya menyimakan apa yang Derrell dan Ajo katakan. "Ya caranya kamu pake identitas palsu lah Jo"


"Benar nak Jo apa yang dikatakan nak Derrell barusan" timpal kakek Harto setelahnya dia menyetujui usulan Derrell untuk Ajo.


"Iya kek tapi gimana caranya buat identitas palsu, sekarang semua serba canggih, membantu identitas palsu yang tidak bisa diketahui banyak orang sangatlah sulit.

__ADS_1


"Lagian kan orang-orang pada kagak tau muka kamu Jo, hanya nama kamu saja yang terkenal" Derrell kembali bersuara.


"Tapi gimana buat identats palsunya Rel, muka mah emang jarang yang tahu " kesal Ajo karena Derrell tidak kunjung memberikan solusi.


Ingin kerja? tentu saja Ajo sangat ingin kerja apalagi dia kini sudah tidak menjadi pembunuh bayaran lagi, ditahaun 2039 jika tidak kerja mau dapat uang dari mana, saat ini saja dirinya beruntung karena bertemu dengan orang baik seperti Derrell.


"Kakek bisa bantu" ucap kakek Harto yakin yang membuat Ajo juga Derrell tersenyum senang.


"Kamu ngelamar kerja di car group aja Jo, disana ada lowongan kebetulan Fian juga bisa menyimpan data diri kamu dengan baik agar tidak ketahaun dengan orang lain, selain itu aku juga yakin kamu bakal aman di car group"


"Satu lagi gaji di car group adalah gaji paling tingga diantara semua peruahaan yang ada di kota X ini" jelas Derrell.


"Bagian apa yang sedang membutuhkan karyawan?" tanya Ajo penasaran, dia takut tidak cocok dengan keterampilan yang dia miliki.


"Bagaimana keamanan bawah" 


"Baiklah kalau begitu, kek ayo bantu buatkan aku identatasi palsu" ucap Ajo semangat.


Jika bagian kemanana pas sekali untuk dirinya, dia pastikan car group akan aman jika ada dirinya, tapi tidak dengan Derrell yang tidak yakin jika Ajo bisa menjadi seorang keamanan yang ada dia malah yang mengacau di car group.


Tapi apa salahnya lebih baik mencoba terlebih dahulu dari pada tidak sama sekali. 


"Mari nak Jo akan kakek buatkan, nak Derrell apakah disini ada komputer?" tanya kakek Harto memastikan.


Derrell menyodorkan sebuah komputer yang baru Derrell beli tiga bulan lalu, dia tidak mungkin memeberikan kakek Harto laptop jelek kesayanganya, karena banyaka rahasia di dalam lapatop itu, walaupun Derrell yakin kakek Harto memang benar-benar orang baik, tapi lagi-lagi tetap saja Derrell harus waspada.


Derrell dan Ajo dapat melihat jari-jari kakek Harto mulai bergerak lincah diatas komputer milik Derrell.


"Ternyata kakek Harto jago komputer juga ruapanya" puji Ajo.

__ADS_1


__ADS_2