Magic System

Magic System
Kematian Jefri


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Keesokan harinya musuh Jaka yang berada di London benar-benar melakukan aksi mereka. Pagi-pagi sekali mereka sudah mengikuti mobil Jefri yang setiap pagi akan pergi ke sebuah taman tertutup yang dia pesan khusus untuk dirinya. Disana Jefri selalu menyusun dan menyiapkan semua rencananya yang akan dia lakukan saat pulang ke kota X tepat asalnya nanti.


Sayang Jefri tidak mengetahui jika selama dia berada di taman tertutup yang terletak di kota London itu semua kegiatanya selalu dipantau oleh musuh ayahnya.


Bahkan Jaka saja tidak tahu jika saat ini Jefri dalam bahaya, rencana yang dilakukan oleh musuh Jaka bukan hanya membuat Jefri saja yang tertiup, tapi juga membuat Jaka sudah terkecoh atas taktik yang mereka lakukan.


"Bagaimana bos kapan kita akan beraksi?" tanya salah satu orang yang memakai pakaian serba merah itu.


Ada sekitar sepuluh orang yang sedang memantau Jefri di taman tertutup tersebut, anehnya Jefri sama sekali tidak menyadari kehadiran mereka, padahal Jefri merupakan salah satu orang yang peka terhadap situasi.


Berbeda dengan saat ini seakan keahliannya dalam melihat situasi seperti tertutup begitu saja, dan dia selalu merasa bahwa dia dalam keadaan aman-aman saja. 


"5 menit lagi aku sudah menyusun semua rencananya" Baz yang merupakan bos dari komplotan orang-orang berbaju serba merah itu tidak memberitahu pada anak buahnya rencana apa yang sudah dia susun untuk mencelakai Jefri.


Baz merupakan seorang yang sangat hati-hati dalam melakukan sesuatu, Baz juga tidak mudah percaya dengan orang lain sekalipun orang itu adalah anak buahnya. Karena dia yakin disekitarnya ada penghianat.  


Baz sangat tahu siapa saja yang berkhianat dengan dirinya, tapi dia selalu membiarkan orang itu jika tidak melakukan sesuatu diluar batasnya.


Baz masih setiap memantau Jefri begitu juga dengan kelima anak buahnya yang memantau bersama Baz.


"Sekarang!" instruksi Baz.


Setelah Baz selesai memberikan instruksi pada anak buahnya yang ternyata sudah ada anak buah yang menunggu ditempat yang lebih dekat dari pada tempat Baz dan beberapa anak buahnya yang lain.


Dur…


Dur….


Tembakan berkali-kali mendarat tepat di jantung Jefri yang dilakukan oleh salah satu anak buah Baz yang sangat ahli dalam bidang tembak menembak.


"Bagus aku suka melihat hal seperti ini" Baz terus merekam kejadian yang menimpa Jefri.

__ADS_1


Jefri sama sekali tak sempat menghindar atau melawan sekalipun, karena sadari awal dia sudah kalah telak dengan jumlah, jangankan menghindar atau membalas mereka semua bicara saja Jefri sudah tidak lagi memiliki kesempatan apalagi dia terus mendapatkan sebuah serangan yang begitu mendadak.


"Kirim mayatnya ke kota X di rumah Jaka" ucap Baz tersenyum penuh kemenangan.


Lalu dia juga mengirim video tadi kesalah satu kontak yang sengaja dia simpan.


Selamat menikmati kekagetan yang tak terduga Jaka"  


"Tidak kusangka Jaka akan seceroboh ini bahkan anaknya mati ditanganku sendiri dia tidak tahu, dasar manusia lemah, setelah Jefri kau yang akan menyusulnya"


"Hahaha!" tawa Baz pecah menggelegar dimana-mana, bahkan sampai membuat mereka yang masih ada disana merasa merinding dengan suara Baz.


"Urus mayat tak berguna itu, setelah nya  kalian bereskan kekacauan yang terjadi di tempat ini, jangan sampai orang-orang disini ada yang tahu jika ada seseorang yang mati dibunuh secara brutal"


"Baik bos"


Anak buah Baz membagi satu persatu tugas mereka, sedangkan Baz sendiri masih melirik hp nya untuk menunggu notifikasi keterkejutan dari Jaka atas apa yang baru saja dia kirim.


Saat membuka aplikasi magic system di hpnya hal pertama yang Derrell lihat dimana Jefri ditembak berkali-kali tepat di jantungnya.


"Ternyata mereka sangat mengerikan" komentar Derrell yang menyaksikan adegan tembak tersebut.


Derrell dapat melihat bahwa Jefri sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain dia harus benar-benar pasrah dengan semua yang menimpa dirinya.


"Apa dia sudah mati?" tanya Derrell.


 dengan ragu pada magic system.


Ting….


"Benar sekali king Derrell, kini Jefri sudah benar-benar mati, karena orang yang menembak jantung Jefri tadi bukan hanya sekedar  menembak jantungnya saja, tapi dia juga menembak tepat di inti jantung Jefri hingga berkali-kali"


"Otomatis semua itu membuat Jefri langsung meregang nyawanya" jelas magic system.

__ADS_1


"Entah aku harus bersyukur atau kasihan pada Jefri. Bersyukur karena musuhku hilang satu sedangkan saat melihat Jefri mati dengan ditembak secara brutal seperti tadi membuatku merasa iba" 


"Jefri benar-benar mati dalam keadaan mengenaskan"


Derrell yang sudah tidak tahan melihat kejadian yang menimpa Jefri langsung menutup hp nya. Tentu saja Derrell memperhatikan orang-orang itu.


***


Di tempat lain masih di kota yang sama dengan Derrell yaitu kota X, seorang laki-laki paruh baya menatap hp nya kaget saat mendapatkan notif dari nomor yang tidak dia kenal.


Yang membuatnya tambah syok dan kaget lagi saat melihat sebuah video yang dikirim oleh nomor yang tidak Jaka kenali.


"Apa ini tidak mungkin kan!" Jaka membuka mulutnya tidak percaya saat melihat Jefri sedang ditembak berkali-kali tempat di inti jantungnya.


Walaupun Jaka selalu mengandalkan Jefri dan pembuat Jefri seakan tak pernah mendapatkan kasih sayang, tapi Jaka tetap selalu memperhatikan Jefri, bagi Jaka walaupun dia sangat membenci Jefri tapi tetap aja darah yang mengalir dalam diri Jefri darah Jaka juga.


"Kenapa dia bisa mati semudah itu" ucap Jaka yang langsung merasa lemas. Dan seketika pingsan.


Semua anak buah Jaka mengangkat tubuh Jaka untuk diletakan di kasur, mereka tidak tahu kenapa bos besar mereka bisa pingsan secara tiba-tiba.


Sebuah alat digunakan oleh Max yang merupakan tangan kanan Jaka untuk memeriksa bagaimana keadaan Jaka saat ini. 


"Sepertinya bos besar mengalami syok ringan, tolong panggilkan dokter untuk memeriksanya" ucap Max setelah memeriksa keadaan Jaka dengan alat sistem yang dia gunakan tadi.


"Baik tuan Max" ujar salah satu anak buah yang ada disana.


"Saya harap tidak terjadi apa-apa bos besar, tapi entah kenapa saya jadi kepikiran dengan bos muda di london sana" batin Max sambil bangkit dari duduknya karena mendengar suara dari salah satu pekerja yang ada di rumah Jaka dia mengatakan jika ada paket yang dikirim Jefri dari london. 


"Pake apa ini besar sekali" gumun Max penasaran, akan tetapi dia juga tidak berani membuka paket untuk Jaka itu terlebih dahulu.


"Pak tolong bawa masuk paketnya" suruh Jefri pada pekerja di rumah Jaka.


"Baik pak Max"

__ADS_1


__ADS_2