Magic System

Magic System
Ajo melamar kerja


__ADS_3

Bismillahirohmanirohim.


Jefri merasa puas karena dirinya sudah berhasil lolos dari kejaran para polisi.


Kini Jefri sudah sampai di London, Jefri sedikit tidak percaya kala sampai di London dirinya disambut dengan hormat, ditambah lagi Jaka memberikan semua fasilitas pada Jefri.


"Apa yang kamu rencanakan pak tua" Jefri menatap sinis apartemen mewah yang diberikan oleh ayahnya pada dia secara cuma-cumam.


"Kau berniat mengambil hatiku kembali rupanya"


Jefri tahu apa yang ayahnya itu inginkan, selalu berada disisi Jaka membuat Jefri paham betul sifat Jaka yang penuh dengan ambisi, apapun yang Jaka inginkan harus bisa dia dapatkan begitulah Jaka, dia akan menyakiti setiap orang yang gagal melakukan perintahnya. Walaupun itu anaknya sendiri.


Jefri berjalan santai menuju apartemen yang sangat mewah itu menurutnya.


"Akhirnya sampai juga, aku harus istirahat dulu beberapa hari kedepan, sebelum aku kembali menyusun rencanaku untuk si tau bangkan itu" Jefri menatap miris pantulan dirinya yang terlihat dari cermin besar yang sudah dipasang oleh pihak apartemen.


"Lo harus istirahat dengan tenang Jefri! dan jangan dulu berulah" peringatnya pada diri sendiri.


Setelah selesai membersihkan diri dan mengisi perutnya Jefri merebahkan dirinya di sofa yang cukup besar di ruang tamu. Belum ada satu jam Jefri menikmati ketenangan yang dia dapat suara deringan dari handphonenya membuat Jefri berdecak sebal.


"Tidak bisakah mereka membiarkan diriku menghirup udara bebas sebentar saja" walaupun kesal Jefri tetap mengangkat teleponnya.


"Halo" sapa Jefri.


"Jef kamu disana harus berhati-hati karena ada musuh yang sedang mengincar kita!" ucap orang dari seberang telpon.


Jefri menatap datar handphonenya. "Tua bangka itu ingin aku mati atau bagaimana" gumun Jefri.


"Kenapa ayah baru mengatakannya" nada bicara Jefri sedikit pelan namun mengisyaratkan kebencian yang sangat mendalam pada Jaka.


"Maafkan ayah Jef, ayah kecolongan ternyata saat kamu terbang ke London ada yang mengikuti dirimu secara diam diam"

__ADS_1


"Ayah juga baru mengetahui kabar ini barusan dari anak buah kita yang bertugas sebagai mata-mata" jelas Jaka dia tidak ingin Jefri salah paham lagi dan membuat Jefri semakin membencinya.


Jaka memang merencanakan sesuatu untuk Jefri tapi tidak sekarang, kali ini dia benar-benar kecolongan.


Sementara itu di kota yang sama dengan Jaka sebuah sistem sedang merekam semua kegiatan jefri. Saat ini Jefri tidak sadar jika magic system telah menguasai semua informasi tentang dirinya.


Diri Jefri telah terhubung dengan magic system jadi apapun informasi dan segalanya yang dilakukan Jefri magic system akan mengetahui, jika magic system tahu otomatis Derrell juga mengetahui apa saja yang Jefri lakukan di negara sana.


Kini Jefri merupakan target pertama Derrell, menurut Derrell yang harus dia nikmati untuk bermain-mani dengan bonekanya.


Derrell yang sedang menemani Fian untuk merekrut karyawan baru harus meminta izin sebentar karena mendengar notifikasi dari magic system.


"Mohon maaf bapak Fian apakah saya boleh permisi sebentar" ucap Derrell sopan pada Fian, mau bagaimanapun jika di hadapan orang banyak dan masih di wilayah car group Derrell harus hormat dengan Fian. Fian masih merupakan atasan dari Derrell.


"Silahkan pak Derrell" Fian mempersilahkan Derrell, setelahnya dia kembali mewawancarai beberapa pelamar yang melamar kerja di car group.


Saat ini Derrell sudah berada disalah satu ruangan sempit di car group, Derrell memastikan jika tidak ada orang yang curiga padanya setelah Derrell merasa aman dia langsung membuka hp nya. "Jefri di negara London sedang dalam bahaya ada musuh yang akan mengincarnya" Derrell mengerutkan dahinya saat mulai membaca informasi yang magic system kirim.


Derrell segera kembali menuju ruang tas para calon karyawan baru car group, Derrell sedikit bahagia mendengar kabar yang disampaikan oleh magic system. Setidaknya jika di kota X Jefri bebas dari kejaran polisi, tapi di London dia harus berurusan dengan musuh yang mungkin bisa lebih berbahaya dari pada para polisi.


Jika polisi di kota X yang mata duitan bisa diajak berdamai dengan duit, maka jika musuh sepertinya tidak akan mudah. Ini sama saja keluar kandang buaya masuk kandang singa dan harimau, langsung dilahap dua bukan.   


Saat Derrell kembali masuk keruangan tadi dia melihat Ajo sedang berhadapan dengan Fian. Derrell merasa jika saat ini Ajo sedang berada dalam posisi tegang.


"Ajo Natha, sering dipanggil dengan sebutan Natha" Fian mulai membaca data diri Ajo, sesekali Fian melirik Ajo.


"Aduh orang ini kok kalau serius serem amat sih" batin Ajo menciut. "Bahkan dia lebih seram daripada gue saat membunuh orang dengan bengis" tambahnya lagi.


Saya tidak tahu dengan Ajo, apakah benar serama ekspresi orang serius dari pada melihat seseorang membunuh orang lain dengan sangat tidak berprikemanusian.


"Benar pak" jawab Ajo walaupun merasa sedikit takut.

__ADS_1


"Posisi apa yang ingin kamu lamar Natha?" Derrell juga ikut bertanya dengan serius pada Ajo. Dia sudah duduk di tempatnya semula.


"Posisi keamanan bawah pak!" Ajo menjawab dengan mantap.


"Apakah kamu yakin Natha?" tanya Fian dengan serius diiringi dengan sedikit kejahilan, tapi Ajo tidak menyadari hal itu.


"Saya sangat yakin pak!" ujar Ajo dengan mantap.


Ajo tahu Fian pasti akan menyembunyikan status dirinya yang sebenarnya, dan saat ini hanya pengujian yang Fian dan Derrell lakukan pada Ajo. Mereka harus pura-pura tidak kenal satu sama lain agar tidak ada yang curiga tentang Ajo. 


"Baiklah kau harus di tes sistem dahulu jika kamu memang sungguh-sungguh nita bekerja di car group.


Terlihat Fian mengetik sesuatu di mejanya, setelah itu muncul sebuah benda transparan yang melingkar langsung di tubuh Ajo. Para karyawan sebelum-sebelumnya juga sudah melakukan tes sistem seperti Ajo. 


"Semua baik, orang ini memang benar-benar niat mencari kerja di car group karena dia miskin, tapi memiliki skill yang lumayan" sura dari sistem yang digunakan oleh Fian untuk memeriksa Ajo, membuat Derrell dan Fian menahan tawanya, karena mendengar Ajo dikatain 'miskin' oleh sebuah sistem ciptaan Fian. 


"Siapa yang ngomong barusan kok jujur amat sih mana bilang gue miskin lagi" batin Ajo merasa miris, tapi dia terima karena memang kenyataannya benar begitu jika Ajo memang sedang miskin.


Setelah keluar dari penjara saja dia langsung menumpang tempat tinggal pada Derrell bahkan sampai saat ini.


"Selamat anda diterima" Derrell dan Fian menjabat tangan Ajo.


"Terima kasih banyak pak Fian dan pak Derrell"


"Baiklah senang bisa bekerjasama dengan anda pak Natha" ucap Derrell tersenyum. 


"Rasanya aku ingin menabok kedua orang yang ada di depanku ini" dengus Ajo dalam hati.


"Anda bisa mulai bekerja hari ini di car group, nanti pak Derrell yang akan menjelaskan pekerjaan apa saja yang akan anda lakukan pak Natha"


"Baik pak, sekali lagi terima kasih banyak"

__ADS_1


__ADS_2