
Bismillahirohmanirohim.
Derrell sudah sampai di bandara Mealzel
dengan segera Derrell mencari lobi tempat penerbangan Jefri. Derrell tidak akan menyerah sebelum apa yang dia inginkan sudah dia dapat mau itu susah sekalipun Derrell tidak akan menyerah begitu saja.
Derrell harus menyusuri satu persatu tempat di bandara itu untuk menemukan penerbangan Jefri, melewati pintu mana.
Sampai Derrell berhenti di sebuah pintu yang paling besar di bandara Mealzel. "Disini rupanya" gumun Derrell.
Derrell tengah memutar otaknya untuk bisa mengambil sandi yang Jefri miliki sebelum pesawat yang ditumpanginya akan lepas landas. Jika pesawat yang Jefri tumpangi sudah lepas landas sedangkan dirinya belum mendapatkan sandi itu maka musnahlah harapan Derrell.
"Ayo Derrell berpikir bagaimana caranya agar dirimu bisa mendapatkan sandi itu"
Sekitar 10 menit Derrell berpikir akhirnya dia menemukan sebuah ide. "Maafkan aku" ucap Derrell tak tega. Dia terpaksa menyekap salah satu petugas sandi untuk melancarkan aksinya. Tak lupa Derrell juga membuat petugas itu sampai pingsan untuk beberapa jam kedepan.
Dengan berat hati Derrell harus melakukan hal yang tidak seharusnya dia lakukan ini.
Derrell terpaksa membungkam salah satu petugas sandi untuk dia mendapatkan sandi milik Jefri, Derrell suda mematikan cctv tanpa seoengatauha orang lain tentu saja dengan bantuan magic system yang selalu bisa diandalkan.
Setelah menggunakan seragam penjaga sandi dengan rapi dan memastikan jika tidak akan ada yang curiga dengan keberadaanya Derrell segera masuk ke ruang pemeriksaan sandi.
"Untung kagak ada cctv" Derrell melihat sekeliling ruang yang berukuran sedikit kecil itu namun penjagaannya sangat ketat Derrell beruntung karena saat dia masuk ke dalam ruang sandi tidak ada yang mencurigai dirinya.
Derrell mulai mencari satu persatu sandi mana yang dimiliki oleh Jefri, disetiap sandi disitu tertulis nama pemilik sandi tersebut dengan sangat jelas, bukah hanya itu bahkan di dalam sandi itu juga akan tercatat kemana saja mereka pergi selama di luar negeri. Hal ini dilakukan oleh pemerintah kota X untuk mencegah terjadinya hal yang tidak diinginkan nantinya.
"Kenapa banyak sekali" keluh Derrell yang sudah mulai lelah karena belum mendapatkan apa yang dia inginkan.
__ADS_1
"Padahal dia menggunakan pesawat khusus orang berpengaruh di kota X, tapi siapa sangka ada banyak orang berpengaruh di kota X yang pergi keluar negeri" Derrell sebenarnya masih ingin mengeluh tapi dia dia lakukan lagi karena waktu yang dia punya sebentar lagi akan habis.
Waktu yang dimiliki Derrell hanya tiga jam, itu artinya orang yang dibuat Derrell pingsan tadi akan terbangung setelah 3 jam, jika Derrell belum menemukan sandi milik Jefri, sedangkan petugas sandi yang asli sudah bangung maka akan membuat Derrell dalam bahaya.
"Ais! kenapa tak habis-habis" maik Derrell.
10 menit lagi waktu yang tersisa untuk Derrell, siapa sangka saat di menit terakhir Derrell berhasil menemukan sandi milik Jefri.
"Argh! akhirnya ketemu juga" Dengan buru-buru Derrell keluar dari ruangan itu, setelah mendapatkan apa yang dia mau.
Derrell membuat petugas sandi yang asli kembali normal lagi, lagi-lagi dengan bantuan dari magic system Derrell dapat membuat seseorang melupakan kejadian apa yang telah Derrell lakukan pada mereka. Tentu saja itu semua perbuatan dari magic system.
"Yang penting sandinya sudah berada di tanganku jadi di London sana dia bebas mau berbuat apa, tanpa sepengetahuan Jefri aku akan terus memantau keberadaan nya dari sini, dan aku juga akan mengetahui rencana licik apa yang akan Jefri buat di negara seberang sana"
"Kamu tidak akan bisa kabur lagi setelah ini Jefri, maka dari itu nikmati masa bebasamu ini sebelum kau mendekam di dalam jeruji besi dengan waktu yang terbilang cukup lama " Derrell menatap sinis foto Jefri yang ada pada sandi yang didapat dari bandara Maelzel.
"Maaf king, king Derrell harus mencari tempat aman dulu, bisa gawat kalau mereka tahu king Derrell memiliki aplikasi magic system" jelas magic system yang ditulis di layar hp milik Derrell.
"Baiklah" Derrell langsung mencari tempat aman agar dia bisa segera kembali ke ruangannya yang ada di car group.
Hanya dalam sekelebat mata kini Derrell sudah kembali duduk manis di atas kursi miliknya.
"Terima kasih banyak magic system" ucap Derrell tulus.
Sepertinya Derrell melupakan perkataannya sebelum berangkat ke bandara Maelzel jika dia akan menghancurkan magic system.
"Mari kembali bekerja Derrell" ucapnya pada diri sendiri.
__ADS_1
Derrell kembali melakukan tugasnya sebagai ketua keamanan di car group. Sampai dia teringat tentang proyek yang pernah Derrell bahasa bersama Fian.
Tanpa menunggu lama atau berpikir dua kali Derrell langsung menuju ruang Fian untuk membicarakan lebih lanjut bagaimana tentang projek yang sudah mereka rencanakan dengan matang, hanya tinggal menentukan kapan mereka akan mulai membuat sistem yang Derrell katakan pada Fian saat itu.
Sampai di ruang Fian, Derrell langsung menekan sebuah sistem untuk menunjukan siapa yang datang keruangan Fian. "Apakah kamu akan membahas masalah projek yang sudah kita rencanakan Rel" tebak Fian saat dirinya melihat Derrell sudah berdiri di depannya.
Derrell mengangguk lalu dia mendaratkan bokongnya di kursi yang sudah ada di ruangan Fian.
"Kamu benar Yan jadi kapan kita akan memulai membuat projek ini?" tanya Derrell penasaran, walaupun Derrell bisa memulai projek ini sesuka hatinya Derrell harus tetap meminta pendapat dari Fian. Karena dari awal Derrell sudah menyeret nama Fian untuk membuat projek barunya.
"Bagaimana kalau satu minggu lagi" usul Fian, Derrell tampak berpikir atas usulan yang diberikan oleh Fian.
"Lagi pula jika kita kerjakan sekarang waktunya tidak pas, apalagi kita masyarakat kota X habis terkena musibah atas ledakan yang terjadi di utara kota X"
Derrell membenarkan ucapan Fian jika mereka melakukan pembuatan projek yang sudah mereka rencanakan sedari awal-awal saat ini akan dipastikan projek yang mereka buat nanti gagal jika mereka mulai mengoperasikan minggu ini.
"Baiklah kalau begitu aku setuju minggu depan kita mulai membuat projek ini"
Setelah keduanya sepakat Derrell kembali keruangan karena masih ada pekerjaan yang belum diselesaikan begitu juga dengan Fian.
Fian tengah memeriksa semua sistem yang ada di car group secara manual, karena dia takut ada yang terlewatkan jika memeriksanya dengan cara langsung.
"Apakah staf yang menyjaga di ruang Fian sudah ganti" batin Derrell saat dirinya sudah tidak menemukan lagi orang yang sempat menatap dirinya dengan tajam beberapa hari yang lalu.
"Aih kemana orang itu? lagipula kenapa juga aku mencarinya" dengus Derrell pada diri sendiri. Setelah sadar dengan apa yang dia katakan.
__ADS_1