
Bismillahirohmanirohim.
Lagi dan lagi Derrell kembali tercengang saat mendengar informasi terakhir yang diberikan oleh magic system. Mata laki-laki berparas indah itu membulat dengan sempurna, sesaat setelah mendengar informasi yang diberikan magic system. Sebuah sistem yang selama ini menemani dirinya.
"Anda serius magic system? Saya menjadi orang terkaya nomor 1 di kota X. Sepertinya hal tersebut sangat mustahil" Derrell masih tidak percaya dengan kabar yang dia dapat. Kabar yang menyenangkan sekaligus mengejutkan.
Siapa orang yang tidak tercengan jika dirinya dinyatakan menjadi orang terkaya nomor 1 di kota tempatnya tinggal.
"Jika anda tidak percaya anda bisa memeriksanya sendiri king Derrell, di berita yang sedang beredar saat ini"
"Baiklah aku akan memastikan apa yang anda infokan ini bukanlah hoax belaka"
"Dan satu lagi magic system. Aku akan menagih janjimu dengan apa yang pernah dijanjikan pada diriku. Jika aku akan mengetahui banyak fakta sebenarnya yang belum aku ketahui. Karena sekarang aku sudah menjadi satu-satunya pemenang di magic system"
"Magic system tidak pernah mengingkari janji. Magic system tidak pernah mengingkari janji. Magic system tidak pernah mengingkari janji"
"Berisik!" sentak Derrell. Sistem ajaib itu terus saja mengulangi kata-kata yang sama berulang kali.
Setelah selesai urusannya dengan magic system Derrell kembali bergabung bersama yang lain. Mereka semua yang melihat Derrell sudah kembali duduk di tempatnya semula. Menatap Derrell dengan tatapan tidak percaya dan penuh tanda tanya.
"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" Derrell yang merasa diperhatikan banyak orang menjadi sedikit salah tingkah.
Mereka semua menggeleng dengan kompak. Kelima orang itu seperti sedang ingin meminta penjelasan pada Derrell. Tapi mereka tidak tahu harus mulai dari mana.
"Kalau tidak ada apa-apa kenapa kalian masih menatapku seperti itu?" ucap Derrell kedua kalinya.
Karena tidak ada yang menjawab pertanyaan Derrell. Amira hanya mampu mengangkat jarinya menunjuk ke arah televisi yang sedang menyala. Amira seperti yang lainnya, tidak bisa berkata-kata lagi saat mendengar berita yang sedang ditayangkan.
Mereka semua heran bagaimana bisa orang yang sedari tadi ada bersama mereka, hanya mengalahkan Jaka dan anak buahnya itu saja dibantu dengan yang lainnya. Bisa menggeser posisi orang terkaya nomor satu di kota X.
__ADS_1
Derrell yang maksud dengan apa yang Amira lakukan. Mengikuti jari telunjuk Nayra mengarah kemana. Bukan hanya kelima orang itu saja ternyata yang tercengang bahkan orang yang bersangkutan tak percaya dengan berita yang sedang disiarkan olah grand media.
Dimana Nani, si pembawa berita terkenal di grand media sedang membicarakan Derrell dan kekayaan yang Derrell miliki sungguh tidak dapat dihitung. Bahkan dia bisa menggeser posisi orang terkaya nomor satu di kotanya. Bukan hanya itu saja kekayaan yang Derrell miliki tak akan ada orang yang mampu melampaui itu semua.
"Ternyata magic system menepati janjinya. Dan juga magic system sama sekali tidak berbohong padaku" batin Derrell yang masih menatap stasiun tv dengan melongok.
"Tapi jika begini apa yang harus aku katakan pada mereka semua" batin Derrell, sambil menatap temannya satu persatu.
"Bagaimana bisa?" tanya Dul yang ditatap Derrell paling terakhir. Akhirnya pertanyaan yang sedari tadi ingin mereka lontarkan pada Derrell keluar juga dari mulut Dul.
"Aku menanam saham yang banyak" jawab Derrell dengan singkat.
"Bagaimana bisa menanam saham yang banyak bisa langsung menggeser posisi orang nomor satu di kota X" sahut Amira.
"Aku saja yang menanam saham di beberapa perusahaan bahkan aku juga memiliki properti belum bisa menggeser kekayaan orang nomor satu di kota ini" tambah Amira lagi.
"Itu artinya anda kurang banyak menanam sahamnya nona, bahkan aku menanam saham sejak aku masih sekolah menengah atas, sampai saat ini. Jadi wajar saja saham yang aku tanam bisa meningkat pesat seperti sekarang ini" terang Derrell.
"Yee! Lo mah memang tidak bisa melihat uang sedikit saja" dengus Fian.
"Suka-suka gue doang"
"Tapi apakah kalian tahu siapa orang terkaya nomor satu di kota ini sebelumnya?" kini mereka semua menoleh pada Mike yang melemparkan pertanyaan.
"Hei bung! Pertanyaan macam apa yang anda tanyakan itu. Jelas saja pak Zegra walaupun beberapa tahun yang lalu dia hilang tanpa kabar. Tapi kekayaan yang dia miliki masih ada sampai sekarang" ucap Ajo.
"Aku saja yang mantan pembunuh bayaran yang sangat terkenal kejam ini tahu siapa orang terkaya nomor satu di kota X" Ajo menjawab dengan sangat yakin. Sepertinya dia belum sadar jika sudah membuka identitas dirinya didepan mereka semua.
Walaupun mereka tahu jika Ajo adalah seorang pembunuh bayaran yang sangat terkenal itu, tapi tetap saja dia belum mengakuinya secara langsung.
__ADS_1
Ini saja jika Ajo tidak keceplosan pasti tidak akan mengatakan yang sebenarnya.
"Akhirnya kau mengakui sendiri siapa aslinya dirimu ini" ucap Mike yang mendapat persetujuan dari mereka semua.
"Ups" Ajo langsung menutup mulutnya sendiri saat tersadar dengan apa yang dia katakan barusan.
"Kenapa kamu tidak bisa difilter sama sekali mulutku yang sangat bagus ini" Ajo mendengus sendiri.
"Sudah lupakan tentang diriku, bahkan tanpa aku katakan siapa sebenarnya Jo ini kalian semua sudah tahu. Jadi tidak ada yang perlu dibahas lagi" kilah Ajo.
"Lebih baik kita bertanya sesuatu pada Mike" usul Ajo sambil menaik turunkan kedua aslinya.
"Kenapa jadi saya" tunjuk Mike pada dirinya sendiri.
"Sudah jawab saja pertanyaan saya. Kenapa kamu bisa menjadi anak angkat pak Zegra?"
"Ya benar juga aku penasaran ayo jawab" timpal Fian.
"Satu lagi dimana ibu kandungmu. Dan dimana juga istri pak Zegra?" tambah Dul.
"Aku juga ingin bertanya, Apakah pak Zegra memiliki anak?" tambah Derrell.
Mike menatap keempat orang itu dengan tatapan tidak percaya. Semantara Amira hanya menjadi pendengar setia saja.
"Baiklah aku akan menjawab satu persatu pertanyaan yang tidak berperasaan itu yang terlontar dari mulut kalian"
"Yang pertama kenapa aku bisa menjadi anak angkat pak Zegra. Itu karena pak Zegra rindu akan putranya yang tak sengaja terpisah darinya waktu putra pak Zegra masih kecil"
"Maka dari itu pak Zegra menganggap aku sebagai anak angkatnya. Lagi pula saat itu ayahku bekerja dengan pak Zegra sampai saat ini. Bukankah satu jawaban ini sudah menjawab dua pertanyaan. Pertanyaan satu dan terakhir"
__ADS_1
"Ya!" jawab Amira dengan singkat. Karena tidak ada yang membuka suara lagi.
"Untuk pertanyaan berikutnya ibu kandungku sudah tiada begitu juga istri pak Zegra. Mereka mengalami kecelakaan saat pulang dari berkunjung ke panti asuhan" Mike sudah selesai menjawab semua pertanyaan mereka.